Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menegaskan BGN menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap setiap kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Setiap dapur yang terindikasi menjadi sumber keracunan langsung disuspensi, kepala dapur dicopot, dan dilakukan investigasi menyeluruh.

Selain itu, sebanyak 66 kepala dapur telah diproses untuk diberhentikan karena pelanggaran disiplin, dugaan penyimpangan, hingga kasus keracunan berulang.

Baca Juga Prabowo Ungkap Dua Guru Bentuk Cara Memimpin: Love Your People dan Yen Wong Cilik Iso Gemuyu di https://www.kompas.tv/video/684466/prabowo-ungkap-dua-guru-bentuk-cara-memimpin-love-your-people-dan-yen-wong-cilik-iso-gemuyu

Sudaryono juga mengumumkan reformasi tata kelola MBG, mulai dari kewajiban Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pembukaan saluran pengaduan langsung ke Kepala BGN, penerapan sistem logbook digital, hingga rencana integrasi CCTV di seluruh dapur.

Di sisi lain, BGN akan memprioritaskan aktivasi lebih dari 100 dapur baru di wilayah 3T dan daerah dengan tingkat stunting tinggi sebagai bagian dari upaya menjadikan MBG sebagai program intervensi gizi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684479/full-kepala-bgn-tegaskan-zero-toleransi-keracunan-mbg-66-kepala-dipecat-950-dapur-dievaluasi
Transkrip
00:00:00Dan terkhusus-khususan ya rekan-rekan awam media yang setia menunggu, mohon maaf tadi memang jadwalnya jam 3,
00:00:07tapi karena memang ada acara mola dan lain-lain, kita mulai pada sore hari ini jam 4.
00:00:13Kami ingin di fase-fase sekarang ini ya, dalam fase transformasi dalam beberapa waktu ini,
00:00:21ya kami ingin memberikan update minimal seminggu sekali, tapi kalau misalnya memang diperlukan mungkin ada kalanya kami lakukan siaran pers
00:00:33secara terbatas,
00:00:34kemudian kita kasih rekaman video atau rilisnya kepada awam media dalam kaitannya untuk kita update perkembangan yang kita kerjakan atau
00:00:43kita lakukan di BGN.
00:00:47Bapak dan Ibu semua, awam media yang saya hormati, ada beberapa hari ini ingin kami sampaikan di momen sore hari
00:00:55ini,
00:00:57yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat umum dengan menggunakan saluran media yang sehingga hari ini kita berkumpul di tempat ini.
00:01:07Saya kira awam media dan masyarakat ketahui, badan gisi nasional di bawah kemungkinan kami berkomitmen,
00:01:16untuk zero toleran terhadap keracunan.
00:01:19Dari sejak pertama kali kami dilantik, kami sudah menyatakan kita akan berusaha keras,
00:01:26ya, mana tata-tata kelola dan bagaimana caranya supaya tidak ada keracunan.
00:01:31Walaupun kemudian dalam beberapa hari, setelah kami dua minggu ini,
00:01:36ada beberapa hari kemudian ditemukan adanya kasus keracunan,
00:01:40yang kemarin juga awam media tahu di Semarang, di SMK 6 Semarang kami sempat tengok,
00:01:47kemudian yang kemudian cukup rame juga di Papua, di Jayapura.
00:01:51Saat ini Wakil Kepala Badan Gisi Nasional, Bapak Mayjen Tergono,
00:01:56ada di Jayapura sejak kemudian informasi kami terima langsung ke Papua bersama dengan
00:02:04Ibu Wakil Menteri Dalam Negeri dan juga para pejabat jalan memastikan melihat kondisi
00:02:11dan memastikan bahwa para siswa atau orang yang kemudian dirawat itu kemudian mendapatkan perawatan yang baik.
00:02:20Tentu saja dengan adanya kasus keracunan, itu kami dengan tegas,
00:02:26sanksi sudah kami umumkan di beberapa keterangan kami yang terdahulu,
00:02:32bahwa setiap ada keracunan pasti dapurnya kami suspend,
00:02:37kemudian kami berikan, kami kirim tim untuk investigasi,
00:02:41kemudian kami cek apa masalahnya, termasuk sampelnya dicek oleh Dinas Kesehatan,
00:02:47kemudian dapurnya kami suspend,
00:02:50dan kemudian kepala dapurnya kami copot untuk kami evaluasi.
00:02:55Kalau misalnya ada SPPI atau ada kepala dapur yang dinonaktifkan atau dicopot
00:03:02karena kasus keracunan dan berulang atau sebelumnya pernah,
00:03:05maka itu menjadi kondite yang sangat buruk untuk kami kemudian usulkan,
00:03:10dilakukan pemecatan dari statusnya sebagai P3K di Badan Kepegawa Negara,
00:03:17dan atau pada saat nanti perpanjangan status P3K-nya tidak akan kami jadikan pertimbangan untuk tidak dilanjutkan.
00:03:26Tapi tentu saja sanksi saja tidak cukup, betul.
00:03:30Sanksi ya, tapi pada dasarnya kan untuk memperbaiki ini kita butuh tata kelola yang handal, yang prima.
00:03:38Kami telah berdiskusi dengan para ahli kemarin di Kementerian Kesehatan bagaimana menyikapi ini.
00:03:45Bukan hanya terkait keracunan, tapi banyak hal terkait kisi, kandungan kisi, keamanan pangan.
00:03:50Kemudian skema-skema lain ya, kami banyak mendengar sekarang.
00:03:54Kemudian kami juga telah mengundang beberapa chef,
00:03:58ya ada chef yang juga kerja di beberapa SPPG.
00:04:01Kami tanya kira-kira apa masalah dan intinya setelah ini,
00:04:06sore ini juga kami ingin berdiskusi dengan beberapa pihak yang kami pandang,
00:04:10perlu kami dengar.
00:04:11Misalnya ada orang-orang yang berpengalaman pakar di bidang dunia catering,
00:04:15kami juga tanya kiat-kiat dan lain-lain yang kemudian bisa menjadi rujuan bagi kami
00:04:20untuk perbaikan tata kelola agar di kemudian hari itu tidak ada lagi kasus keracunan.
00:04:27Saya ingin membagikan sedikit histori dari keracunan makanan yang ada di Indonesia
00:04:36atau di kita, di Indonesia dari bulan ke bulan, dari sejak MBG itu kemudian ada.
00:04:44Anda bisa lihat di layar dari bulan Januari.
00:04:47Jadi ada keracunan ini didata oleh Kementerian Kesehatan,
00:04:51ya tentu saja juga di feeding dari Badan Kisi Nasional,
00:04:53dari bulan Januari 2025, nanti filenya bisa kami kirimkan,
00:04:59ya itu dari 2025 pada saat Januari kita mulai program Makan Berisi Latis,
00:05:05grafiknya seperti itu,
00:05:07di mana kejadian MBG yang merah kemudian yang biru adalah keracunan makanan
00:05:12yang bukan kejadian yang bukan MBG.
00:05:16Anda bisa lihat memang di awal-awal ya ada kejadian keracunan yang bukan MBG,
00:05:24di atas seiring bertambahnya dapur kemudian ada peak naik turun.
00:05:30Dan kami memang kalau dilihat dari periode-periode sebelumnya,
00:05:34trennya mengalami penurunan.
00:05:36Dan kami tentu saja ini satu hal yang baik,
00:05:39tapi bukan berarti ini tujuan kita.
00:05:41Tujuan kita adalah nol keracunan untuk seluruh dapur SPBG dan MBG program kita di seluruh Indonesia.
00:05:51Di momen ini kami juga menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban
00:05:57di seluruh Indonesia, di beberapa kejadian,
00:06:01ada yang di Jepara, ada yang di Jogja,
00:06:03ada di, kemudian di Jayapura, termasuk yang di Semarang, dan lain-lain ya.
00:06:09Ini kami mohon maaf, barangkali kami akan terus tingkatkan ini.
00:06:13Selain itu juga kami minta izin untuk dalam waktu yang sesingkat-singkatnya ini,
00:06:17kami perbaiki dengan segera tata kelola untuk supaya kasus keracunan ini betul-betul kami bisa nolkan.
00:06:25Dan sekali lagi kami terus meminta masukan dari semua pihak,
00:06:30khususnya para ahli, pakar, dan orang-orang, siapapun itu yang kemudian bisa membantu kami untuk.
00:06:35Dan Juknis, Juklak, Juknis, kemudian edaran, dan lain-lain yang kemudian diperlukan
00:06:40untuk manual, SOP di lapangan untuk dapur, safe, kemudian masak, cara masak, jam-jam masak, sistem IT, dan seterusnya.
00:06:50Itu kami persiapkan dan Alhamdulillah sebagian sudah jalan,
00:06:54ya bagaimana mengecek makanan, bagaimana kapan makan, logbook, dan seterusnya itu.
00:07:00Alhamdulillah sudah mulai berjalan, insya Allah minggu depan akan terus perkembangannya mengalami peningkatan yang signifikan.
00:07:07Selain itu, di tempat ini atau di momen ini kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Terkait,
00:07:14Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kemudian Kementerian Kesehatan juga,
00:07:20yang telah memberikan ya Kementerian Digasmen, kemudian Kementerian Kesehatan,
00:07:27kemudian Kepala Daerah, Gubernur, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kementerian Kependudukan,
00:07:33Kepala Daerah, Gubernur, Bupati, Wali Kota, dan Dinas-Dinas yang menaungi di daerah,
00:07:39yang dengan prima itu memberikan pelayanan manakala terjadi adanya korban keracunan.
00:07:44Alhamdulillah sampai saat ini pelayanan prima dan saya sebagai Kepala Badan Gisi Nasional menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya
00:07:51dan kami akan terus tingkatkan bagaimana kepres yang sudah dibentuk atau sudah ditantangkan oleh Bapak Presiden
00:08:00terkait Satgas MBK di daerah ini, insya Allah nanti ke depan, minggu depan, paling tidak, paling lambat kita akan laksanakan
00:08:10bagaimana sinergitas dan peran dari Kepala Daerah, dari Pemerintah Daerah, khususnya Dinas-Dinas terkait
00:08:17untuk bisa terlibat mengawasi dan memastikan intinya adalah tidak boleh ada keracunan
00:08:22dan menu yang disampaikan harus baik, bergisi, dan diterima dengan baik di sekolah,
00:08:28meningkatkan gisi dan tujuan yang menjadi tujuan dari MBK ini bisa tercapai.
00:08:34Ada juga di sosial media atau di media barangkali juga diberitakan adanya
00:08:39relawan atau pegawai yang bekerja di dapur, ya itu ada yang ditemukan dalam kondisi sakit,
00:08:47merespon itu maka kami ingin semua, ya bukan hanya relawan yang bekerja di dapur,
00:08:54tapi seluruh rakyat kita akan kemudian ada fasilitas cek kesehatan gratis.
00:08:59Jadi secara khusus MBKN akan memerintahkan ke seluruh jajaran yang bekerja di dapur
00:09:07itu untuk kemudian melakukan cek kesehatan gratis untuk tahu kondisi kesehatannya
00:09:12dan juga kami sudah memerintahkan ke seluruh dapur sebelum memulai pekerjaan
00:09:18seluruh karyawan, seluruh pekerjaan, seluruh relawan harus dicek.
00:09:22Suhunya ditanya apakah Anda diare, sakit perut, dan lain-lain itu keluhannya disampaikan
00:09:28mana kelas sakit maka saya minta untuk diliburkan.
00:09:33Jadi kami strik disitu karena ada beberapa keluhan, katanya ada yang kemudian sakit tapi tidak ngaku,
00:09:41ternyata sakit, nah itu bisa menulari orang di dapur itu dan juga mengkontaminasi makanan
00:09:47yang kemudian dibagikan kepada penerima manfaat.
00:09:51Selain itu pada sore hari ini saya ingin mengumumkan saluran.
00:09:57Jadi begini, BGN ini ada empat, ada four parties.
00:10:06Yang pertama BGN itu sendiri, yang kedua adalah SPPI atau kepala dapur di dapur-dapur
00:10:13atau orang yang bekerja di dapur, yang kedua.
00:10:16Yang ketiga adalah mitra atau yayasan, yang keempat adalah masyarakat.
00:10:22Dan kami telah menerima banyak aduan, ada yang melalui website saya.
00:10:27Ya, kami kebetulan dari sebelum jadi kepala BGN sudah ada website Sudaryono ID,
00:10:33di situ ada lapor masdar, ada beberapa yang sudah lapor melalui saya.
00:10:37Kami berusaha untuk merespon, selain itu juga ada yang whatsapp ke nomor saya,
00:10:42ada juga yang kemudian mengirimkan email.
00:10:45Kami sudah membuka layanan email untuk SPPI dan layanan email untuk mitra atau yayasan.
00:10:56Selain itu, kami juga ingin mendapatkan lebih banyak barangkali aduan-aduan.
00:11:03Yang ada juga yang orang mengadu mungkin tidak mau ketahuan siapa dirinya.
00:11:09Nah, kami menerima itu.
00:11:10Sehingga kami pada siang sore hari ini, kami membuka PO Box untuk pengaduan.
00:11:17Bisa ditampilkan?
00:11:20PO Boxnya?
00:11:22PO Box 2045.
00:11:25PO Box 2045, bisa ditampilkan enggak ya?
00:11:30Yang itu loh, yang ini loh, yang ini loh, yang ini loh.
00:11:35Paling bawah.
00:11:39Belum?
00:11:41Ya, ya, udah enggak usah ditampilin ini terus dong.
00:11:45Terus.
00:11:47Ya kok close itu layarnya?
00:11:49Nah, ya udah saya ini ya, asalotnya belum siap ya.
00:11:54PO Box 2045 untuk pengaduan internal BGN.
00:12:01Apakah BGN di pusat, yang di daerah, termasuk SPPI, kepala dapur, pengawas gisi, akuntan, orang-orang yang bekerja internal,
00:12:11yang bekerja di dapur-dapur, itu kemudian bisa mengirimkan aduannya melalui PO Box 2045.
00:12:19Kemudian PO Box 1708, itu kami buka untuk mitra dan yayasan.
00:12:27Ya, jadi aduan, apakah kadang-kadang enggak akur sama kepala dapurnya, kepala dapurnya yang minta jatah sama mitranya,
00:12:37atau mitranya yang terlalu menekan kepala dapurnya karena mungkin ingin nambah keuntungan dan lain sebagainya,
00:12:45itu silahkan mengadu atau komplain ke PO Box, di mana PO Box ini saya sebagai kepala badan gisilah yang mengelola
00:12:56PO Box ini.
00:12:57Jadi ini langsung ke saya dan kami berusaha untuk bisa, nanti kemudian kami investigasi,
00:13:03kalau memang ada pertentangan kami mediasi, ya, untuk supaya ini jalan ke depan dengan baik.
00:13:09Yang ketiga adalah PO Box 45.000, 45.000-nya tiga kali adalah PO Box Dumas, pengaduan masyarakat.
00:13:22Anda menemukan apa, silahkan difoto, silahkan disalut, nah itu kemudian disampaikan kepada kami.
00:13:33Tiga PO Box tadi, PO Box 2045 untuk internal BGN, PO Box 1708 untuk mitra dan yayasan,
00:13:41dan PO Box pengaduan masyarakat umum 45.000.
00:13:49Selain itu kami juga telah menerbitkan petunjuk sanksi terkait pelanggaran apakah itu dikarenakan keracunan yang kami namakan adalah kejadian fatal
00:14:01atau kejadian-kejadian lain yang kami namakan kejadian menonjol.
00:14:05Kami telah memberikan kepastian waktu suspend yang dinamakan sementara,
00:14:10yang dimana dulu suspend itu kita enggak tahu kapan bukanya dan disitu kemudian terjadi adanya pertemuan dan negosiasi.
00:14:20Ini yang dulu-dulu begitu.
00:14:22Nah sekarang kami by system, jadi suspend itu kami bagi tiga, ringan 10 hari, sedang 20 hari, dan berat 30
00:14:33hari, dan suspend permanen.
00:14:34Manakala dapur itu kemudian mendapatkan suspend lebih dari dua kali, misalnya suspend, apakah itu suspend ringan atau sedang misalnya.
00:14:47Kemudian setelah kita investigasi, misalnya tidak ditemukan adanya kelalaian dari sisi fasilitas, IPAL, SLAS, sanitasi, dan lain-lain,
00:14:56tidak ada masalah, bisa diguka kembali, tapi tetap kepala dapurnya kita sangsi.
00:15:02Kemudian setelah buka, kemudian kok kemudian ada kondisi keracunan lagi, maka ini menjadi konditor di mana kami pertimbangkan untuk disuspend
00:15:12permanen.
00:15:13Ya, dan 30 hari itu mana kala ya, kurbannya banyak itu kami suspend lebih panjang, dan bisa jadi menjadi pertimbangan
00:15:23untuk kami suspend secara permanen.
00:15:26Yang berikutnya adalah syarat sertifikasi like higienis dan sanitasi, SLAS.
00:15:34Jadi, oleh pengurus sebelumnya, itu saya enggak terlalu ingin, itu kan sekarang lagi diinvestigasi oleh pihak berwajib, oleh kejaksaan,
00:15:47tapi kami ingin memperbaiki apa yang memang belum ada.
00:15:50Ada beberapa, ada beberapa dapur yang sudah beroperasi, namun SLAS-nya belum ada.
00:16:01Maka kami berikan tanggap waktu sampai dengan tanggal 10 bagi dapur-dapur yang sudah beroperasi cukup lama,
00:16:08tapi belum melengkapi SLAS sampai dengan tanggal 10, kami berikan kesempatan terakhir sampai dengan tanggal 10
00:16:15untuk melengkapi syarat layak higienis dan sanitasi ini diurus di Dinas Kesehatan masing-masing Kabupaten Kota.
00:16:26Dan saya sudah mengirimkan surat edaran kepada jajaran BGN di daerah
00:16:32untuk memberikan asistensi dan bantuan administrasi manakala diperlukan untuk sebagai syarat pengurusan SLAS
00:16:41di Dinas Kesehatan masing-masing Kabupaten Kota.
00:16:45SLAS ini bukan syarat administrasi, ini syarat mutlak.
00:16:49Manakala dapur itu kemudian tidak layak, ya memang nol.
00:16:59Kalau layak satu, jadi kalau mau sebagus apapun ternyata secara higienis dan sanitasinya itu kemudian tidak layak,
00:17:09maka harus disuspen permanen.
00:17:13Kami tutup dapurnya secara permanen.
00:17:15Sampai sejauh ini, kami mendapatkan laporan ada 950 dapur yang kami curigai
00:17:22sampai dengan hari ini kemungkinan besar tidak layak sanitasi dan higienis
00:17:28yang kemungkinan akan kami umumkan di kemudian hari berapa yang pasti kami tutup secara permanen
00:17:34karena tidak layak secara higienis dan sanitasi.
00:17:37Ini membahayakan keamanan, kesehatan, dan nyawa dari penerima manfaat kita.
00:17:45Namun ini ada beberapa kesulitan juga saya tahu dari beberapa mitra sudah mengurus,
00:17:51kemudian ada juga kecepatan yang berbeda-beda dari penanganan atau respon dinas kesehatan masing-masing,
00:17:58kabupaten kota di daerah masing-masing.
00:18:02Yang tidak berkepentingan boleh?
00:18:06Jadi saya memahami, jadi ada beberapa mitra itu kemudian sudah mengirimkan email,
00:18:13melakukan pengaduan yang di mana respon dari masing-masing kabupaten kota,
00:18:19dinas kesehatannya ini berbeda-beda.
00:18:21Ada yang merasa dipersulit, diperlambat, ada yang merasa dipimpong.
00:18:26Nah silahkan ini menjadi bagian dari, silahkan dimengadu kepada kami,
00:18:31berkirim surat kepada kami, atau minta dinasnya bersurat misalnya,
00:18:36sehingga tanggal 10 ini kami kemudian bisa kami, artinya kami beri tanggap waktu tanggal 10,
00:18:42kemudian kami cek satu-satu permasalahannya ada di mana.
00:18:45Kami juga menyadari bahwa kewajiban SLAS ini secara tegas kami berlakukan
00:18:51dan ini berimbas pada tiba-tiba dinas itu tiba-tiba sibuk.
00:18:56Karena ada puluhan dapur yang tidak ngurus SLAS, tiba-tiba ngurus dan harus cepat-cepat jadi.
00:19:03Jadi kami juga berusaha untuk memahami itu,
00:19:06tapi yang jelas, yang tidak layak sanitasi dan higienis,
00:19:12pasti kami tutup secara permanen.
00:19:17Saya juga ingin menjelaskan kepada publiknya,
00:19:25per hari ini kami telah memproses pemberhentian dan pembinaan SPPI atau kepala dapur
00:19:46di 66 kasus dalam proses pemberhentian, jadi diberhentikan secara tidak hormat.
00:19:55Karena apa? Karena tindakan indisipliner tidak berada di tempat lebih dari 10 hari secara berturut-turut.
00:20:03Kemudian ada kejadian pising, yaitu tadi mengaku duitnya hilang karena skam dan lain-lain.
00:20:10Kemudian ada juga yang terlibat judi online,
00:20:13dan juga ada yang kemudian terbukti melakukan tindak pidana hengki-pengki dan kemudian itu tadi.
00:20:26Ada yang minta duit lah, inilah permainan ini.
00:20:29Ini 66 sudah kami proses pemberhentian sebagai ASN P3K.
00:20:35Jadi kepada badan kepala negara kami sudah proses 66 kepala dapur.
00:20:41Dan sisanya ada 60 yang kasus yang dalam pembinaan internal.
00:20:47Pembinaan internal ini sebagian besar,
00:20:49itu adalah karena terjadinya konflik antara mitra yang punya dapur berkonflik dengan kepala dapurnya.
00:20:56Siapa yang salah dan siapa yang keliru itu yang kita lagi cek.
00:21:01Apakah kepala dapurnya neken-neken mitra minta fee,
00:21:04atau mitranya yang neken-neken kepala dapurnya misalnya minta untuk pengurangan,
00:21:09atau minta keuntungan lebih sehingga ada pengurangan kualitas dari makanan yang disediakan.
00:21:14Ini kami cek semua.
00:21:17Jadi ada 66, ini tersebar di Jawa Barat 29, Jakarta 19, Jawa Tengah 12, Jawa Timur 27,
00:21:26Sumatera 21, Kalimantan 9, 4 di Sulawesi, dan 5 di tempat-tempat lainnya.
00:21:38Indisipliner, kemudian tidak hadir,
00:21:41ada juga kasus keracunan yang berulang juga menjadi salah satu alasan kami melakukan proses pemberhentian secara tidak hormat kepada kepala
00:21:51dapur yang melakukan perlanggaran.
00:21:53Ini kemudian kami berhentikan status ASN P3K-nya di badan kepegayaan negara.
00:21:59Sekali lagi menanggapi masih adanya kasus keracunan, kami terus untuk meningkatkan layanan fungsi kontrol kami,
00:22:13kami kasih contoh saja adalah kasus keracunan di Jayapura melalui sistem namanya POP,
00:22:22yang kemarin saya sampaikan itu dari nyacah kol sampai dengan diserahkan itu ada lognya, ada logbooknya, bisa ditampilkan enggak?
00:22:33Ada, aku kemarin minta screenshotnya itu, ada, kenapa enggak ada?
00:22:44Aku sudah minta screenshotnya itu, bagaimana sih?
00:22:51Enggak ada, ada pus datin di sini?
00:22:58Datin enggak ada?
00:23:01Udah minta dari siang tadi?
00:23:04Ya jadi nanti saya tampilkan lah, intinya dari kasus di Jayapura kita bisa memahami bahwa dia mulai masak jam 7
00:23:12malam,
00:23:13kemudian diserahkan, ya dikirim sampai di sekolah itu jam 11 siang besoknya.
00:23:19Itulah juga menjadi salah satu penyebab adanya keracunan.
00:23:23Jadi, dan juga ada sebagian juga yang misalnya ini kan yang paling baru kemarin atau tadi malam itu di Bogor.
00:23:32Itu kita lagi cek apakah keracunan karena MBG atau tidaknya belum ada keterangan, ya.
00:23:39Tapi yang jelas ada orang tua yang juga ikut keracunan.
00:23:43Nah ini yang ya, di beberapa tempat juga sama, ada juga yang keracunan bukan hanya anak didiknya, tapi orang tuanya
00:23:51ikut keracunan.
00:23:52Bukannya yang di Bogor, aku cerita yang tempat lain.
00:23:55Karena ada, ada siswa yang membawa pulang MBG-nya.
00:24:03Ya, Saudara-saudara wak media, jadi hati dari anak-anak ini hatinya baik.
00:24:10Dia makan telur, makan ayam, makan ikan, dia enggak tegak.
00:24:15Dia ingat keluarganya yang ada di rumah.
00:24:18Maka dia sisihkan sebagian lauknya, itu kemudian dibawa pulang.
00:24:24Sebagian nasi yang dibawa pulang.
00:24:25Ini, ini, aduh, menyedihkan.
00:24:29Mohon maaf ini, ya.
00:24:33Anak SD, ya, kemarin saya ke Bogor yang sidak itu, itu dibelah bergernya.
00:24:40Setengah saya bilang, kenapa enggak dihabisin?
00:24:43Dia bilang, saya mau kasih ke ibu saya.
00:24:46Karena ibu saya belum pernah makan burger.
00:24:52Jadi, ini, ini sedih.
00:24:57Namun, demi keamanan, ya, demi keamanan pangan, demi keamanan supaya enggak keracunan ini juga menjadi penting, ya.
00:25:04Maka kami akan menambah, ya, akan menginstruksikan lebih keras terkait SOP yang harus dijalankan.
00:25:12Jam berapa harus mulai masak?
00:25:15Jam berapa matang?
00:25:17Plus, matang plus maksimal 4 jam setelah matang.
00:25:22Jadi nanti akan diberi label, kami sudah instruksikan ke semuanya.
00:25:27Harus dibeli label di omprengnya itu setiap hari.
00:25:31Harus dimakan sebelum jam.
00:25:35Maka, kalau sudah lewat jam, sebaiknya tidak dimakan.
00:25:41Harus dimakan sebelum jam.
00:25:44Apalagi kalau dibawa pulang.
00:25:46Ini, kami terus koordinasi dengan Kementerian Diktasmen, bagaimana guru, ya.
00:25:53Jadi begini, awam media semua dan Bapak Ibu semua di seluruh Indonesia.
00:25:57Ada anggapan bahwa seolah-olah guru itu terganggu jam belajar mengajarnya karena harus mengurusi ompreng.
00:26:04Itu harusnya tidak.
00:26:07Karena di setiap sekolah ada PIC yang kemudian ada insentif dari kami untuk membantu proses distribusi makan berisi gratis MBG
00:26:17ini di kelas-kelas.
00:26:18Ada PIC-nya dua orang.
00:26:20Lantas guru ini apa?
00:26:23Tugas atau tambahan tugasnya?
00:26:25Adalah ikut menyertai makan bersama murid-muridnya.
00:26:32Dalam rangka apa?
00:26:33Dalam rangka untuk edukasi kepada murid-murid siswa di kelas itu.
00:26:39Sudah cuci tangankah?
00:26:41Antri, ngambil ompreng, duduk, berdoa, makan dengan baik.
00:26:47Dijelaskan kandungan gisinya termasuk dimakan sebelum jam.
00:26:52Atau harus dimakan sebelum jam berapanya.
00:26:55Nah, mana kala nanti ada yang membawa pulang, maka kita beri anjuran jangan dibawa pulang.
00:27:01Takutnya ada kasus menjadi penyebab kasus keracunan.
00:27:06Di banyak tempat, saudara-saudara, itu misalnya ada yang membawa pulang katakanlah di dalam satu sekolah, ada yang dibawa pulang
00:27:1310 orang.
00:27:14Terus karena dimakan di rumah sudah rusak, itu kemudian sakit perut misalnya, kemudian berubat ke pokes mas.
00:27:21Karena berubat ke pokes mas, dia cerita sama temennya, eh aku kayaknya keracunan MBG katanya, karena dibawa pulang tadi.
00:27:29Temennya itu kemudian karena takut orang tuanya, kemudian rame-rame satu sekolah itu kemudian berubat ke, ngecek ke pokes mas,
00:27:39apakah dia keracunan apa tidak gitu loh.
00:27:41Sehingga kelihatannya yang datang ke pokes mas itu banyak gitu.
00:27:45Jadi ada kasus seperti itu, tapi ini semua kita dalami semua ya, pola-pola ini.
00:27:50Khusus misalnya yang dibogor ini, yang keracunan gurunya juga ada yang mules, termasuk orang tua siswa.
00:27:57Makanya ini kita lagi cek semuanya.
00:27:58Jadi kami sekarang ini lagi analisis semua untuk kasus keracunan, karena kami tidak ingin ada satu pun kasus keracunan.
00:28:09Ya, kami tidak ingin.
00:28:12Jadi SOP kami pastikan.
00:28:14Nah kalau bisa ada, contohnya sudah ada?
00:28:17Ya.
00:28:19Minta maaf nih ya.
00:28:21Di sini doang?
00:28:23Oh di situ nggak ada?
00:28:24Aku nggak bisa lihat.
00:28:26Kok layarmu kok putar sini biar aku bisa lihat?
00:28:29Laptopmu kok...
00:28:30Laptopmu kok putar?
00:28:36Ya.
00:28:37Ya.
00:28:41Ya.
00:29:11Mana Sestama ada di sini?
00:29:14Telepon Bu Sestama, aku minta Kapus Datin dikasih surat peringatan.
00:29:19Oke, kemudian, saya ingin meluruskan terkait di sosial media atau di media, bahwa Kepala Badan Gizi Nasional telah menutup 800
00:29:34sekian dapur, tapi membuka 13 ribu.
00:29:36Saya mau jelaskan gini, 13 ribu itu adalah dapur yang indertitik, ada juga yang sudah selesai.
00:29:48Nah 13 ribu itu kita sisir.
00:29:53Dari 13 ribu, itu terdapat 1.700 yang inline sama stunting tinggi dan stunting sangat tinggi di daerah.
00:30:04Nah, maka bisa ditampilkan nggak ya?
00:30:09Tadi aku udah minta ditampilkan.
00:30:13Yang adalah, kami ingin di minggu depan, kami ingin merilis 100 berapa?
00:30:22Ada?
00:30:24Bukan ini, bukan ini.
00:30:27Bukan ini.
00:30:32Mana?
00:30:35Ditutup aja, bukan ini.
00:30:41Lain kali kalau saya presentasi, datinnya ada.
00:30:46Ini kita lagi krisis, kita mau perbaikan cepat.
00:30:50Zero toleran gitu loh, cepat ini kita.
00:30:53Kita nyangkut nyawa seseorang soalnya ya.
00:31:00Jadi kami di minggu depan akan merilis, akan mengaktivasi kira-kira lebih dari 100 titik yang tersebar di Papua,
00:31:09di NTT, Maluku, Maluku Utara, dan khususnya di situ.
00:31:14Dan nias kalau tidak salah, ya.
00:31:16Jadi ada di Papua semua, 6 provinsi di Papua, ditambah NTT, ditambah Maluku dan Maluku Utara.
00:31:25Ada 100, lebih dari 100 kalau tidak salah, 114 titik di minggu depan yang dapurnya sudah siap.
00:31:33Nah ini dia, bukan ini, ada berapa, mana?
00:31:39Nah ini ada 114, ini adalah, nanti ini datanya bisa dikasih ya ke kawak media.
00:31:50Jadi di Maluku, ini dapurnya itu sudah siap, tinggal diaktivasi untuk segera bisa beroperasi.
00:32:00Terus ini, dari 13.000 tadi, yang siap mana, daerah yang stunting tinggi dan sangat tinggi dan 3T yang mana,
00:32:08itu duluan yang menjadi prioritas.
00:32:10Jadi bukan berarti 13.000 besok nyala semua, bukan.
00:32:14Tapi kami prioritaskan pada titik-titik di mana sangat dibutuhkan karena stuntingnya tinggi dan stuntingnya sangat tinggi dan 3T.
00:32:22Ini kita sisir terus.
00:32:24Insya Allah nanti kita fokus ke sana.
00:32:26Yang jalan biar jalan sambil kita nambahi daerah-daerah yang memang membutuhkan.
00:32:44Kemudian, biasanya, kalau ada pengumuman begini, nanti akan ada oknum yang ngaku-ngaku bahwa nanti saya yang akan bisa mengaktivasi.
00:32:53Kamu bayar saya, karena saya orangnya Pak Darino.
00:32:56Bohong, laporkan polisi penipuan itu, sudah pasti.
00:33:00Jadi, penentuan titiknya by system.
00:33:04Saya yang tentukan, saya tidak tahu itu punya siapa, saya tidak tahu.
00:33:08Jadi, kalau ada orang ngaku-ngaku, misalnya nih ya, kadang-kadang kan ada itu, pemain di tinggungan itu, ya kan.
00:33:16Jadi, padahal dia tidak ada jasa apa-apa, tapi, eh bro, ini sudah di ujung nih, kau bayar segini.
00:33:24Kalau tidak, nanti kau tidak diaktifasi nih.
00:33:26Padahal, ditunggu saja, diaktifkan.
00:33:29Jadi, intinya kalau ada orang ngaku-ngaku minta uang dekat dengan siapapun, sudah laporkan polisi.
00:33:34Tapi, saya dukung untuk dilaporkan.
00:33:37Tidak ada siapa, tidak ada yang ngaku keluarga saya, teman saya.
00:33:42Biasanya kalau buka-buka gini, suka ada pemain tikungan yang ngaku-ngaku jualan jasa kepada masyarakat.
00:33:47Jadi, saya ingin buat kepada masyarakat, jangan percaya kalau ada foto minta KTP-nya kalau laporkan polisi.
00:33:56Tidak ada lagi, saya ingin tidak ada lagi orang-orang yang mengambil kesempatan dalam kesempatan ini.
00:34:03Kira-kira itu yang ingin saya sampaikan ya, saudara-saudara semuanya.
00:34:08Mohon maaf, barangkali tadi sekali lagi menunggu dan minta maaf, tadi sudah beberapa ada ya.
00:34:15Belum lock line belum ada, lock yang saya minta tadi belum ada.
00:34:19Discreenshot gitu loh, maksudnya itu tadi pagi kan rapat aku sudah bilang tadi tuh.
00:34:23Mau kasih lihat kepada beliau, mereka-mereka yang maksudnya kepada umum, bahwa sistem kita prima.
00:34:34Tidak bisa kau buka itu, sistem lock.
00:34:48Sambil tunggu ada yang bertanya?
00:34:52Tidak kamu.
00:34:55Jangan susah-susah ya.
00:34:56Iya enggak Pak.
00:34:57Jadi gini, sebentar.
00:34:59Jadi gini, sebentar.
00:35:00Saya itu bukan sok gala atau sok garang enggak ya.
00:35:04Jadi, intinya kita sok tegas bukan.
00:35:08Jadi kenapa kita harus tegas?
00:35:10Kenapa kita harus juga konsekuen?
00:35:13Itu karena, bukan kok kita ini enggak sayang sama yang melanggar.
00:35:17Tapi kita lebih sayang sama yang sudah bekerja dengan baik.
00:35:21Yang mayoritas mitra itu kemudian konsekuen dan bekerja dengan baik.
00:35:27Jadi saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada mitra, yayasan, yang selama ini telah bekerja dengan baik.
00:35:34Memberikan menu dengan baik.
00:35:36Sajianya baik.
00:35:38Rasanya enak, bergisi dan disenangi sama penerima manfaat.
00:35:42Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah menyertai dan mendukung program ini.
00:35:48Mitra ini adalah investor.
00:35:49Dia pakai uang dia sendiri dan telah bekerja dengan baik.
00:35:52Dan mayoritas dari investor ini, itu adalah, bukan ini.
00:35:59Ini kan kok ketik-ketik sendiri.
00:36:02Aku enggak butuh ketik-ketikanmu, aku butuh sistemnya.
00:36:05Kok kalau enggak ada enggak usah kok tampilkan?
00:36:08Tanya sama Pak Boga, screenshotan yang itu loh.
00:36:13Ya Allah, udah aku bilangin tadi kan ada rapat ya.
00:36:20Pak Rintuan, lain kali lebih prima dong.
00:36:22Ya, bisa siapkan.
00:36:25Tadi apa aku lupa jadinya, aduh.
00:36:29Jadi saya mau ucapkan, kita enggak boleh kufur nikmat juga.
00:36:34Jadi orang yang sudah bekerja dengan baik, apakah mitra, yayasan, SPPI, ada SEF, ada pengawas kisi,
00:36:41ada relawan, karyawan, pegawai, semua yang kerja dengan baik dan mayoritas kerja dengan baik,
00:36:47itu kita harus apresiasi.
00:36:48Dan siapa yang tidak baik, itu yang harus kita perbaiki.
00:36:51Kalau tidak bisa diperbaiki, maka mohon maaf harus di cut loss.
00:36:55Itu mohon maaf.
00:36:56Saya bukan sok tegas, sok galak, sok garang.
00:36:58Kita ingin perbaikan ke depan ya.
00:37:00Karena ini menyangkut nyawa, keamanan, dan kesehatan seseorang.
00:37:04Silahkan, mohon maaf.
00:37:06Ya, sorry Pak Dela dari CNN Indonesia, Pak.
00:37:09Mau minta data aja, Pak.
00:37:10Per hari ini itu sudah ada berapa SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia.
00:37:14Dan angka 905 SPPG yang tadi tak layak higienis itu,
00:37:19berapa persen dari SPPG yang sudah beroperasi, Pak?
00:37:22Mungkin yang ada kedua, Pak.
00:37:24Minggu depan itu kan sudah Pak Presiden akan mengumumkan
00:37:28pidato nota keuangan RAPBN ya, Pak.
00:37:31Mungkin boleh dispel, Pak, BGN itu mengajukan anggaran berapa ke KMNQ
00:37:36setelah evaluasi bersama beberapa bulan ini.
00:37:38Dan mungkin terakhir, Pak, tahun depan itu target penerima manfaatnya itu
00:37:42di angka berapa setelah refocusing?
00:37:44Kemarin kan Pak Zulhas bilang ada 63 juta penerima manfaat.
00:37:47Apakah itu setelah refocusing atau belum?
00:37:50Itu aja. Makasih.
00:37:51Baik.
00:37:52Jadi, begini.
00:37:56Kita saat ini ya telah menyisir dari 27.400 sekian
00:38:02dapur yang dinyatakan aktif ini kita sisir.
00:38:06Dari penyisiran kita, itu ada beberapa SPPG atau dapur
00:38:11yang kemudian sampai dengan tanggap waktu yang ditentukan,
00:38:14kalau tidak salah ada 150-an sekian dapur yang kemudian
00:38:20tidak melaporkan diri dengan proper.
00:38:23setelah kami cek, ternyata itu ada yang tadi tuh, ada yang SPPG kepala dapurnya kabur,
00:38:29ada yang desersi, dia tidak melaporkan diri, yang kemudian 66 ini bagian dari 66 yang kemudian kita keluarkan.
00:38:39selain itu juga ada yang tidak ada karena berkonflik.
00:38:42Nah, ini kita selesaikan.
00:38:43Kita sedang menyisir satu yang sedang kita sisir adalah dari 27.400 sekian dapur yang dinyatakan beroperasi ini,
00:38:52ini kami sisir semua, disisir dapurnya, dapurnya di mana, ada 120 checklist yang harus dipenuhi,
00:39:00luas tanah, sertifikat tanahnya, alat-alatnya di foto semua, ada 120.
00:39:07Kemudian dari dapur ini setelah disisir, itu disisir juga satu dapur ini melayani sekolah mana saja.
00:39:14Sama ibu-ibu di pos jandu atau di kelompok, apa namanya, kader keluarga tadi itu di mana saja.
00:39:22Maka kami rencananya, minggu depan kami akan menerbitkan SK, yang adalah memberikan SK ke setiap dapur,
00:39:31dapur ini melayani sekolah ini, pos jandu ini, dan seterusnya.
00:39:36Itu bahaya minggu depan insya Allah sudah ada SK-nya, sehingga akan ketahuan sebetulnya yang beroperasi berapa.
00:39:42Melayani ke sekolah mana saja, sehingga kita ketahuan dapurnya di mana, sekolah mana yang dilayani,
00:39:48dan nantinya siswanya siapa yang dikacimakan.
00:39:53Dari penyisiran, penyisiran ini kan data siswanya ada di Kementerian Dikdasmen,
00:39:59data ibu hamil menyusui balita itu ada di Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendudukan BKKBN,
00:40:06itu kita sisir, kita masukkan semua.
00:40:09Itu kemarin kan sempat rame di sosial media, ada berkurang sekitar 6 jutaan lah,
00:40:16ya 5, sekian hampir 6 juta penerimaan manfaat yang dinyatakan dobel.
00:40:23Kenapa dobel? Ini contoh kasusnya adalah, misalnya dia pondok pesantren,
00:40:27tadi ya Kementerian Dikdasmen, Kementerian Kesehatan, BKKBN, termasuk Kementerian Agama,
00:40:32karena MTS, Madrasah kan domainnya ada di Kementerian Agama,
00:40:36ada orang yang mondok di satu pondok pesantren,
00:40:40didata oleh Kementerian Agama, tapi juga dia anak SMP.
00:40:45Sehingga didata juga di Kementerian Dikdasmen ini,
00:40:48kemudian semua data ini menyumpul dari satu dan datanya ngobrol.
00:40:52Setelah ngobrol, kemudian ternyata ada data yang dobel.
00:40:56Tapi jangan kemudian disalahartikan, oh berarti 6 juta kali sekian kerugian bukan.
00:41:02Belum semua itu kemudian, misalnya ada kan yang kemarin,
00:41:08saya kembalikan dari 414 dapur yang VA-nya dobel,
00:41:12uangnya kami kembalikan 311 miliar itu bagian dari itu.
00:41:15Kita, kalau apakah ada mensrea atau tidak ada mensreanya,
00:41:21itu jadi domainnya sekarang ini, jadi domainnya kejaksaan.
00:41:24Yang seperti juga kami sampaikan di Preskon sebelumnya,
00:41:27ada 16 ribu sekian yang menjadi objek pemeriksaan KKA,
00:41:32kertas kerja audit dari kejaksaan,
00:41:34itu salah satunya nyisirin ini semua.
00:41:37Apakah ada niatan dia misalnya mau nyuri atau tidak,
00:41:41nah itu bukan karena kami, kami serahkan semua datanya kepada pihak warajib
00:41:45yang saat ini sedang ngecek semua siapa bersalah pasti akan dipanggil.
00:41:52Jadi insya Allah mungkin minggu depan kita sudah ada angkanya,
00:41:57termasuk juga indikator penerimaan manfaatnya berapa, ketahuan dari situ.
00:42:02Pasti dong ya, pas Pak Presiden pidato, pastikan sudah ada angkanya.
00:42:07Jadi kalau angkanya berapa kita tunggu di hari Pak Presiden pidato saja.
00:42:12Ya, silakan.
00:42:15Ini ada cowok yang tanya ya.
00:42:18Oh ada kamu, nanti abis ini kamu ya.
00:42:20Ya, silakan Mbak.
00:42:20Sore Mas Bela dari CNN Indonesia TV.
00:42:23Mas tadi kan kalau kita ngeliat di data yang ditayangkan di TV ini,
00:42:27kan ada 114 SPPG yang siap akan beroperasional.
00:42:31Nah ini dana insentifnya dari mana ya Mas?
00:42:35Yang pertama itu, yang kedua kemarin kan saat evaluasi besar-besaran sistem
00:42:40dan juga dana operasional itu kan belum ada update-nya.
00:42:43Boleh diupdate mungkin Mas terkait dana insentif terutama ya untuk SPPG.
00:42:48Terima kasih.
00:42:48Ya dari anggaran kita, kan ada, masih.
00:42:54Jadi anggarannya masih.
00:42:56Jadi memang sudah masih masuk menjadi anggaran yang ada di tahun 2026 ini.
00:43:02Jadi, no worry.
00:43:04Jadi tidak sampai dengan saat ini,
00:43:06kami sudah lagi menghitung,
00:43:08kita lagi koordinasi.
00:43:09Jadi setiap membuka ini,
00:43:10nggak terus kemudian keputusan kita sendiri,
00:43:12pasti kita berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan yang punya duit ini.
00:43:16Jadi, oh bisa, kita buka.
00:43:19Oh bisa, kita buka.
00:43:19Karena kita sudah sepakat sesuai petunjuk Presiden,
00:43:23yang jalan kita jalan, kita sisir tadi,
00:43:27kemudian sisanya kita buka,
00:43:28yang kemudian memang membutuhkan di daerah-daerah yang stuntingan tinggi dan tinggi sekali,
00:43:33di daerah khususnya daerah-daerah yang susah yaitu 3T.
00:43:37Jadi, no worry untuk terkait anggarannya.
00:43:41Belum, belum ada.
00:43:42Masih cukup.
00:43:44Apalagi kan ini disisir,
00:43:45terus kemudian ternyata kan ada yang double,
00:43:47itu kan anggaran yang sama kita bisa gunakan untuk penambahan,
00:43:52khususnya daerah-daerah yang susah ini.
00:43:54Iya, Mas.
00:43:57Assalamualaikum, Mas Dar, Eka dari Tempo.
00:44:00Mas, ini kan BGN memprioritaskan daerah 3T ya?
00:44:03Ada perubahan anggaran untuk proporsinya enggak, Pak?
00:44:06Untuk menyelesaikan indeks kemahalan pangan?
00:44:09Nanti saya umumkan ini.
00:44:11Terus satu lagi,
00:44:12sertifikasi SLAS dan HACCP itu kan sebenarnya formalitas,
00:44:15tapi yang krusial itu kan...
00:44:16Saya ulangi, bukan formalitas.
00:44:18Siapa yang bilang formalitas?
00:44:20Iya, itu dibutuhkan.
00:44:21Anda koreksi dulu, bukan formalitas.
00:44:23Untuk persyaratan ya?
00:44:24Kamu harus bilang, bukan formalitas.
00:44:25Oke, bukan formalitas.
00:44:26Tapi yang krusial itu kan pelaksanaan SOP-nya ya, Mas.
00:44:29Nah, itu bagaimana pengawasan SOP-nya?
00:44:32Misalnya kayak masaknya jangan lewat dari jam segini, kayak gitu, Mas.
00:44:36Terima kasih, Mas.
00:44:37Makanya itu tadi kumarai orang ini, ya kan?
00:44:40Maksudnya kamu kasih lihat di kau.
00:44:43Tolonglah, Tempo, jangan nyinyin-nyinyir banget lah ke BGN.
00:44:48Bukan formalitas ya, jangan sampai.
00:44:51Jadi SLAS itu bukan syarat administrasi.
00:44:55Jadi kemudian, enggak, ini syarat mutrako lulus atau enggak lulus, gitu.
00:44:59Mana tadi? Ada.
00:45:02Apa namanya?
00:45:05Nah, ini data distribusinya ya.
00:45:07Ini jam...
00:45:09Ini di mana sini?
00:45:14Ada yang jam 9, ada yang jam 1.
00:45:17SMK Negeri Depapre itu jam 1.
00:45:21Sementara di...
00:45:22Ini ada lock-nya, ada ininya.
00:45:23Diklik bisa enggak?
00:45:25Enggak bisa.
00:45:26Oh, ini anu ya, apa silinsutan ya.
00:45:28Jadi intinya, saudara-saudara,
00:45:30di sistem kita ini sudah kita wajibkan,
00:45:33semua harus ada lock-nya.
00:45:35Kau mulai beli, kau mulai datang daging-dagingnya di apa,
00:45:40dimasak matang jam berapa,
00:45:43di dinginkan sekian menit,
00:45:46dimasukkan komprang sekian,
00:45:47dikirim, diterima di sekolah,
00:45:49itu ada lock-nya.
00:45:51Sehingga setiap ada kejadian,
00:45:53kita bisa lihat semua.
00:45:54Itu salah satu,
00:45:55Mas Tempo, Mas siapa namanya?
00:45:57Mas Eka, itu salah satunya.
00:45:59Selain itu, kami sedang,
00:46:01tapi mungkin butuh waktu,
00:46:03butuh some time ya,
00:46:04kami sedang bagaimana caranya
00:46:06mengintegrasikan CCTV
00:46:09di semua dapur bisa terintegrasi
00:46:12kepada kami seluruhnya di kantor pusat.
00:46:14Itu juga salah satu fungsi pengawasan
00:46:17yang kami ingin capai ke sana.
00:46:20Ya, jadi CCTV kami ingin semua,
00:46:23ini kan semua dapur pasang CCTV.
00:46:25Nah, itu kami ingin CCTV-nya itu connect
00:46:28ke dalam sistem kita,
00:46:30sistem IT kita yang ada di kantor pusat.
00:46:32Jadi kita bisa tahu,
00:46:34saya ingin niru yang itu loh,
00:46:35yang apa,
00:46:37kepolisian itu loh.
00:46:38Jadi orang kalau maju dikit,
00:46:40nah itu kemudian syukur-syukur
00:46:41bisa diteriai,
00:46:42eh, eh kok,
00:46:44masanya kok jam 7 malam,
00:46:46nggak boleh ya, kok masanya?
00:46:47Gitu loh, itu.
00:46:49Tapi paling tidak kita bisa ngawasi.
00:46:51Ya, jadi maksud saya,
00:46:52yang ngawasi bukan hanya kantor pusat,
00:46:54tapi misalnya,
00:46:55koordinator di tingkat kecamatan lihat.
00:46:58Dapur-dapur kecamatan itu,
00:47:00kapan beroperasi,
00:47:01dia bisa lihat.
00:47:02Lebih sedikit kan.
00:47:03Kemudian di tingkat kabupaten,
00:47:04dia bisa lihat.
00:47:05Di tingkat provinsi,
00:47:06masih bisa lihat.
00:47:07Jadi,
00:47:08ini tapi butuh waktu,
00:47:09ya,
00:47:09kita mulai dulu dari
00:47:11penggunaan POP ini.
00:47:12Ya,
00:47:12jadi nanti dia akan ada tuh,
00:47:14jam-jam pengiriman,
00:47:15ada jam matang,
00:47:16ini kayak gini semua.
00:47:19Oh, ini ya,
00:47:21jam 11 ya.
00:47:22Mana sih?
00:47:28Jam 11.21 ya.
00:47:31Jadi, dia masak,
00:47:32dia masak jam 7 malam kemarinnya,
00:47:35dibagi ke sekolahnya jam 11 lewat 21.
00:47:40Jamnya di sini,
00:47:41jam 13.15 itu,
00:47:42itu 13.15 itu kan waktu Indonesia Barat,
00:47:46waktu sananya jam 11.21.
00:47:48Nah, sorry,
00:47:49waktu sananya jam 11.21,
00:47:52bayangkan,
00:47:53itu baru dibagi.
00:47:54Belum lagi nanti dimakan.
00:47:56Nah,
00:47:56menurut informasi,
00:47:57beberapa itu dimakan sore.
00:47:59Nah, ini,
00:48:01inilah penyebabnya adalah,
00:48:03ya adalah makanannya sudah rusak.
00:48:05rusak.
00:48:06Itu ya.
00:48:07Oke, mas?
00:48:09Mana?
00:48:10Ya, ya.
00:48:12Oh, yang sini-sini ya.
00:48:14Kamu nggak pegang,
00:48:15dia pegang,
00:48:16begitu.
00:48:17Sorry, mas,
00:48:18saya lintang dari antara.
00:48:19Mas Dar,
00:48:20yang pertama kemarin,
00:48:21pertemuan dengan Presiden,
00:48:23Brin,
00:48:25Brin menyatakan,
00:48:26membuat teknologi untuk,
00:48:28ompereng agar,
00:48:29dia pendeteksi,
00:48:30wadah ompereng itu,
00:48:32ada gasnya atau tidak.
00:48:33Nah, apakah,
00:48:33bagian akan mengadaptasi itu,
00:48:35yang kedua,
00:48:36masih soal keracunan,
00:48:37Mas Dar,
00:48:38di Dramaga Bogor juga sudah keracunan.
00:48:40Apakah nanti ada,
00:48:42sanksi juga,
00:48:43bagi yayasan,
00:48:44atau mitra,
00:48:45Kak?
00:48:45Mas Dar tadi kan bilang,
00:48:47sebatas kepala SDPG saja,
00:48:48dan mungkin SDPG.
00:48:49Nggak, nggak, nggak,
00:48:49disansi,
00:48:50disansi,
00:48:50disuspen,
00:48:52diinvestigasi,
00:48:53kepala dapurnya dicopot,
00:48:55kemudian kita investigasi.
00:48:57Ada unsur kesengajaan,
00:48:58kekelalaian fatah,
00:48:59keadaan lain-lain,
00:48:59kita cek semua.
00:49:00Oke, apakah?
00:49:01Nah, kemudian yang,
00:49:01tadi pertanyaan pertama, Pak?
00:49:03Brin.
00:49:03Brin itu tadinya,
00:49:05mau saya panggil hari ini,
00:49:06tapi beliau-nya ada yang itu kan pendeteksi,
00:49:10pendeteksi basi di nasi,
00:49:12di apa kan,
00:49:12ada itu yang ditunjukkan ke Presiden.
00:49:14Sebetulnya saya mau panggil tadi siang,
00:49:16tapi beliau-nya kebetulan nguji S3,
00:49:18dan lain-lain.
00:49:19Rencananya setelah yang selasa,
00:49:21kami minta untuk bisa dipaparkan kepada kami,
00:49:23karena kami butuh,
00:49:26butuh such of solution untuk bisa membuat keracunan itu nol.
00:49:31Itu saja.
00:49:31Mas, apakah akan ada pejabat-pejabat BGN yang ditempatkan gitu,
00:49:35di wilayah-wilayah yang mungkin memang selama ini kasus keracunannya meningkat cukup drastis.
00:49:40Lalu yang terakhir, Mas,
00:49:42soal belasan pekerja di SPPG BIMA, NTB itu terdeteksi hepatitis.
00:49:48Bagaimana respons dari BGN?
00:49:51Itu saja. Terima kasih.
00:49:53Baik.
00:49:55Saya telah mengeluarkan SK,
00:49:58surat keputusan,
00:49:59jadi membagi habis eslon 1 dan eslon 2,
00:50:02dan di bawahnya,
00:50:04itu kemudian berkantor di daerah-daerah.
00:50:07Karena dapur tidak semuanya ada di,
00:50:10dapur itu kan nggak ada di gedung ini,
00:50:12dapur itu ada di daerah-daerah.
00:50:13Jadi kami telah membagi eslon 1, eslon 2,
00:50:16dan di bawahnya membagi habis provinsi dan membagi habis kabupaten.
00:50:22Jadi dia punya tugas pokok,
00:50:25misalnya sebagai kepala birumas misalnya,
00:50:29itu tugas pokok dia,
00:50:30tapi dia punya namanya wilayah penanggung jawaban.
00:50:34Jadi biasanya eslon 2 itu di kabupaten,
00:50:37kalau tidak salah hitungannya 1 eslon 2 mengampu 8 kabupaten gitu.
00:50:42Sehingga kasus keracunan,
00:50:44koordinasi dengan kepala daerah,
00:50:45koordinasi dengan koordinator yang ada di kabupaten itu,
00:50:50koordinasi dengan koordinator di kecamatan itu,
00:50:52koordinator dengan camat,
00:50:53koordinator dengan dinas kesehatan,
00:50:54itu bisa menjadi tanggung jawab si penanggung jawab ini.
00:50:58Jadi ada tugas pokoknya sebagai karuhumas misalnya,
00:51:00tapi dia juga mengampu 8 kabupaten yang menjadi tanggung jawab dia.
00:51:04Kasus keracunan, kasus ini, kasus apapun itu,
00:51:08pelanggaran itu menjadi koordinator bagi dia.
00:51:11Jadi ini sudah saya keluarkan SK untuk semuanya dibagi.
00:51:16Eslon 1 dibagi ke provinsi,
00:51:18jadi satu eslon 1 mengampu beberapa provinsi,
00:51:20bawahnya mengampu kabupaten-kabupaten di bawahnya.
00:51:23Ini tidak lain-tidak hanya untuk bagaimana memastikan
00:51:27roda organisasi dan tujuan dari MBG ini
00:51:31kemudian bisa berjalan dengan maksimal.
00:51:35Dan kami telah memberikan kebijakan
00:51:40barang siapa masuk Jakarta lapor kepada kepala badan.
00:51:43Jadi izin dulu,
00:51:45karena memang tugasnya lebih banyak diampu di daerah
00:51:50di mana dia bertanggung jawab.
00:51:53Nah terkait tadi ada yang hepatitis itu sudah,
00:51:57sebetulnya itu sudah kasus lama
00:51:58dan yang bersangkutan sudah tidak lagi bekerja di tempat itu.
00:52:02Jadi itulah salah satunya,
00:52:04kita ingin ada pengecekan kesehatan gratis,
00:52:08manakala ada penyakit menular yang barangkali berbahaya,
00:52:13itu kemudian dengan berat hati
00:52:15kami mohon untuk bisa tidak bekerja di situ
00:52:18dan fokus pada pengobatannya gitu.
00:52:21Gitu sih.
00:52:24Kamu ya, bolehlah kamu,
00:52:25abis itu kamu lah ya.
00:52:27Mas Enanda dari kantor berita Reuters,
00:52:29Mas, mau nanya soal 13 ribu tadi,
00:52:32Mas, apakah sudah ada breakdown-nya?
00:52:34Yang stunting berapa,
00:52:36high stunting berapa,
00:52:373T berapa,
00:52:38dan timeline kira-kira akan operasinya
00:52:40kapan, Mas, untuk 3 kategori ini, Mas?
00:52:44Ada, sudah ada, sudah ada.
00:52:45Sudah ada, dari Kementerian Kesehatan kita sudah punya datanya,
00:52:50aku enggak hafal ya,
00:52:52tapi yang jelas kita overlay dengan jadi gini,
00:52:54kita tahu dari mana daerah itu stunting tinggi atau tinggi sekali,
00:52:58itu kita tahu dari pendataan Kementerian Kesehatan dan BKKPN.
00:53:04Kemudian kira-kira ya,
00:53:05bayangan imajinasinya itu kita
00:53:07taruh di layar,
00:53:09terus kita overlay dengan
00:53:10kesiapan dapur.
00:53:13Kita mulai dari dapur yang paling siap.
00:53:16Tadi saya bilang,
00:53:16ada 114 itu minggu depan siap,
00:53:18kita bisa aktifasi.
00:53:20Nanti minggu depan itu base pertama,
00:53:21nanti ada base kedua,
00:53:23base ketiga.
00:53:25Kalau memang di situ harus ada,
00:53:28dan belum ada dapurnya,
00:53:29ya harus kita bangun.
00:53:31Karena memang kita fokus,
00:53:33sekarang ini yang sudah jalan ya,
00:53:35nanti kemudian kita fokus dari daerah-daerah yang sulit ya.
00:53:40Sekali lagi,
00:53:42sekali lagi ya,
00:53:43Indonesia itu tidak hanya Jakarta
00:53:44atau tidak hanya Jaboditabek,
00:53:46Indonesia itu luas.
00:53:48Dari Aceh sana,
00:53:50dari Sabang sana,
00:53:51sampai dengan Merauke.
00:54:01misalnya nih ya,
00:54:03yang sangat tinggi saja saya bacakan ya,
00:54:04contoh saja.
00:54:05Di NTT itu Belu sangat tinggi,
00:54:08kemudian di Malaka itu juga tinggi,
00:54:12kemudian di Manggarai Timur itu tinggi sekali ya,
00:54:14maksudnya sangat tinggi ya.
00:54:16Kemudian di Rote Endau itu juga sangat tinggi,
00:54:20kemudian Sumba Barat itu juga sangat tinggi,
00:54:23Sumba Barat Daya tinggi,
00:54:25Timur Tengah Selatan tinggi sekali.
00:54:27Jadi,
00:54:27kita sudah ada kategorinya ini ya.
00:54:29Ada merah,
00:54:31ada kuning,
00:54:31ada hijau,
00:54:33Aduh kok tanya sih,
00:54:35banyak ya,
00:54:37nanti aku wanulah,
00:54:38nanti aku share aja deh ya,
00:54:40datanya ya.
00:54:41Soal satu lagi mas,
00:54:49Ya.
00:55:02Ekonominya cukup bagus mau dipangkas,
00:55:04itu update-nya per hari ini berapa gitu Mas?
00:55:06Sedang kita hitung ya,
00:55:08jadi nanti kami umumkan berikutnya.
00:55:10Ya,
00:55:10yang jelas,
00:55:10betul yang kamu sampaikan,
00:55:13bahwa kita sedang sisir,
00:55:15misalnya sekolah-sekolah swasta,
00:55:18khususnya yang elit,
00:55:19misalnya itu kan tidak perlu MBG,
00:55:22itu kami komunikasikan dengan kepala sekolah,
00:55:24dengan orang tua,
00:55:26dengan apa namanya itu,
00:55:27apa istilahnya,
00:55:29komite sekolah ya,
00:55:30kami komunikasikan.
00:55:32Yang jelaskan,
00:55:34ini bagian dari komunikasi,
00:55:36ada beberapa sudah,
00:55:37sekolah itu ada berapa,
00:55:38ada sekian ratus lah itu yang sudah menyatakan tidak perlu,
00:55:41ada rata-rata sekolah swasta,
00:55:45yang memang,
00:55:45mohon maaf,
00:55:46mungkin biayanya juga cukup tinggi,
00:55:48dan tidak perlu memerlukan adanya MBG di sekolahnya gitu.
00:55:52Jadi,
00:55:53intinya adalah,
00:55:55ini demokratisasi,
00:55:56ini adalah demokratisasi gizi,
00:56:00intinya semua yang berhak menerima,
00:56:03kita berikan,
00:56:04kecuali yang tidak mau.
00:56:06Ya,
00:56:06jadi,
00:56:08semua yang berhak,
00:56:09itu kemudian kami,
00:56:10kita berikan,
00:56:11kecuali yang tidak mau.
00:56:12Jadi,
00:56:13ada sekolah-sekolah swasta tadi,
00:56:15itu yang kemudian,
00:56:16tapi,
00:56:17angka datar,
00:56:18pastinya,
00:56:19ya sudah ada,
00:56:20dinamis,
00:56:21tapi mungkin,
00:56:21tidak bisa aku sampaikan di sini,
00:56:23ya,
00:56:23nanti kalau sudah final,
00:56:24paling tidak,
00:56:25kami bisa sampaikan.
00:56:26Mungkin,
00:56:26kalau menurut saya,
00:56:28Anda boleh tanya lagi,
00:56:29pertanyaan yang sama ini,
00:56:30setelah 17 Agustus lah.
00:56:32Bukan setelah 14,
00:56:33Mas.
00:56:34Ya,
00:56:35maksudnya kan 14,
00:56:36terus kan,
00:56:37preskonya nanti habis 17-an,
00:56:39ya,
00:56:39kita rayakan kemerdekaan Indonesia dulu,
00:56:41gitu loh.
00:56:43Oke,
00:56:43siap,
00:56:43makasih, Mas.
00:56:44Oh, buru-buru amat sih,
00:56:45ya,
00:56:45seterah.
00:56:45Biar jelas.
00:56:46Belanda masih jauh,
00:56:47ya.
00:56:50Tadi aku,
00:56:50oh kamu ya,
00:56:51boleh.
00:56:51Sini ya,
00:56:52kanan-kiri ya.
00:56:58Izin mau elaborasi lagi Pak,
00:57:00yang 13 ribu itu,
00:57:02kan salah satunya yang di 3T itu ya Pak,
00:57:05itu apakah semuanya akan dibangun tahun ini,
00:57:07dan sebenarnya itu akan dibangun oleh mitra,
00:57:09atau dana-nya dari BGN,
00:57:11itu seperti apa?
00:57:13Dan,
00:57:14mau nanya juga soal,
00:57:15barang kan lupa bilang,
00:57:16bahwa investigasi yang pakai barang subsidi ya,
00:57:19udah ada belum Pak angkanya?
00:57:20Kita pergi.
00:57:21Ya,
00:57:22kita belum,
00:57:22belum ada.
00:57:23Ya,
00:57:23untuk yang investigasi kami,
00:57:25ini kan ada pengakuan itu kan,
00:57:27pengakuan beli-belinya lagi kita kumpulkan,
00:57:29ya,
00:57:30kami,
00:57:31sudah kita investigasi,
00:57:33tapi maksud saya,
00:57:33belum bisa saya umumkan.
00:57:34Kemudian yang 13 ribu itu kan begini loh Pak,
00:57:3713 ribu ini sudah ada,
00:57:39tapi saya nggak mau sampaikan,
00:57:40berapa-berapa yang,
00:57:41jadi ya baru ada,
00:57:42ada yang baru titik,
00:57:43kalau titik itu,
00:57:44saya sarankan kepada mitra yang baru nitik,
00:57:47udah nggak usah diterusin ya,
00:57:49kemudian yang sudah membangun,
00:57:51khususnya apalagi yang sudah selesai itu,
00:57:53jadi begini,
00:57:54ini kan sudah ada yang sudah selesai,
00:57:55itu kemudian kita lempar ke peta yang stunting yang sangat tinggi dan tinggi tadi.
00:58:00Makanya nanti batch-batchnya itu kami laksanakan.
00:58:04Intinya kan adalah begini,
00:58:06ini barang ini kan harus segera dibangun,
00:58:08barang ini harus segera nyala,
00:58:10jalan di tempat-tempat yang memang membutuhkan,
00:58:13yaitu daerah-daerah yang jauh,
00:58:15daerah-daerah yang membutuhkan,
00:58:16daerah-daerah yang memang intervensi gisinya,
00:58:19itu sangat dibutuhkan.
00:58:21Ya di Papua,
00:58:22ya di Maluku,
00:58:23ya di NTT,
00:58:24dan jangan salah,
00:58:25ada juga yang di Jawa itu ada beberapa kabupaten,
00:58:28yang juga stuntingnya cukup tinggi,
00:58:31itu ada,
00:58:31datanya ada semua.
00:58:33Dan pendataan ini sudah,
00:58:35sudah prima lah menurut saya datanya,
00:58:38selain itu nanti juga kami akan memonitor,
00:58:41misalnya daerah stunting di,
00:58:42kalau sebut misalnya di mana gitu ya,
00:58:45di Belu tadi misalnya,
00:58:47itu nanti dia sekolah di mana,
00:58:49sudah dapat MBG apa belum anak itu,
00:58:51itu kemudian kita bisa,
00:58:53kita bisa ukur perkembangannya.
00:58:55Kan tujuan MBG ini kan bukan ngasih makan gratis doang,
00:58:59sebetulnya kan adalah intervensi gisi,
00:59:02itu yang menjadi pentingnya.
00:59:03Jadi,
00:59:04itu kira-kira.
00:59:05Tahun ini semua berarti Pak?
00:59:08Yang apa, yang apa.
00:59:09Sesuai kebutuhan, sesuai kebutuhan.
00:59:11Tenang aja.
00:59:11Terus, anggap pembentukannya itu dari mitra,
00:59:14atau dana dari MBG, Pak?
00:59:16Kita memaksimalkan yang memang sudah,
00:59:18sudah dibangun ini oleh mitra,
00:59:20kita maksimalkan,
00:59:21skema dan seterusnya ya.
00:59:23Oke, lanjut.
00:59:23Pak, moratorium itu di,
00:59:25moratorium yang gak pembentukan baru,
00:59:27berarti udah disabut ya Pak?
00:59:29Gini, dicap.
00:59:32Ya, kalau dibilang moratorium kemudian disabut,
00:59:34jadi gini,
00:59:35saya ulangi ya,
00:59:38moratoriumnya itu terbatas.
00:59:39By system,
00:59:41kita buka sesuai kebutuhan.
00:59:42Jadi, sekali lagi,
00:59:43tolong disiarkan,
00:59:45jangan sampai barang ini,
00:59:46kemudian ada pihak-pihak yang menjajakan jasa.
00:59:50Merasa kenal sama saya lah,
00:59:51pernah foto sama saya lah,
00:59:53kemudian dijual-jual,
00:59:54kemudian minta duit,
00:59:55ternyata dia cuma jualan kebohongan ya.
00:59:58Jadi, tolong,
00:59:59tidak ada pihak manapun,
01:00:01saya larang,
01:00:02kalau ada,
01:00:03silahkan dilaporkan kepada pihak yang berwajib.
01:00:06Oke, kamu.
01:00:07Udah lah ya, dua ini,
01:00:08habis ini yaudah ya.
01:00:11Hah, satu aja?
01:00:12Ya, satu aja lah ya.
01:00:14Tes, tes.
01:00:15Lelah ini.
01:00:18Apa-apa?
01:00:21Pak, satu lagi pak, satu lagi.
01:00:23Apa-apa?
01:00:25Ya, ya, ya.
01:00:27Saya Zahira dari Kumparan,
01:00:29tadi dari Bapak sendiri
01:00:31bilang sebenarnya
01:00:32tujuan utama dari program MBG ini kan
01:00:35sebagai intervensi gizi
01:00:36untuk menurunkan angka stunting seperti itu.
01:00:39Untuk mencapai target tersebut
01:00:41sebenarnya indikator keberhasilannya seperti apa,
01:00:44dan dari situ sebenarnya BGN,
01:00:47bagaimana BGN melihat
01:00:49dampak MBG terhadap
01:00:51kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
01:00:53Itu aja.
01:00:54Terima kasih.
01:00:54Terakhir ya.
01:00:56Setuju.
01:00:57Setuju.
01:01:00Gini-gini, Pak.
01:01:02Kasih tahu ya.
01:01:03Jadi program itu selalu ada
01:01:05namanya output,
01:01:07outcome,
01:01:08sama impact.
01:01:10Gitu, Pak.
01:01:11MBG ini program outputnya apa?
01:01:14Outputnya adalah
01:01:15makanan yang aman,
01:01:18bergisi,
01:01:19dan disantap oleh
01:01:21penerimaan manfaat dengan baik.
01:01:22Itu adalah outputnya.
01:01:25Outcome-nya bagaimana?
01:01:27Outcome-nya kita ukur.
01:01:28Apa?
01:01:29Misalnya tingkat kehadiran siswa di sekolah,
01:01:31naik apa tidak.
01:01:33Kemudian outcome-nya lagi adalah
01:01:35misalnya tingkat sakit
01:01:36dari siswa itu
01:01:38dihitung,
01:01:39diukur bisa.
01:01:40Ini Kementerian Kesehatan yang ukur.
01:01:42Ya itu diukur bisa.
01:01:43Kemudian tingkat kesehatannya,
01:01:46tinggi badannya,
01:01:47kurus gemuknya,
01:01:48itu bisa dilihat dari situ.
01:01:51Ya.
01:01:52Lantas yang terakhir adalah
01:01:54baru impact.
01:01:55Impact-nya apa?
01:01:56Impact-nya jangka panjang.
01:01:58Gak bisa kita ngasih makan hari ini
01:02:01selama setahun,
01:02:02kemudian langsung
01:02:03gak bisa.
01:02:04Ini butuh waktu.
01:02:05Jadi ini menandakan bahwa
01:02:07Presiden kita
01:02:08dalam membuat program ini
01:02:10sebetulnya program yang
01:02:11super jangka panjang.
01:02:14Kalau mau gampang aja kan
01:02:16sebetulnya ya
01:02:16mungkin program yang lebih
01:02:18populis banyak.
01:02:19Tapi ini MBG ini adalah
01:02:21program yang sangat jangka panjang.
01:02:24Karena impact-nya
01:02:25itu bisa
01:02:26akan kita rasakan
01:02:285, 10, 15 tahun.
01:02:30Kemudian kita lihat.
01:02:32Karena dengan orang yang
01:02:33datang sekolah tidak lapar,
01:02:36kebutuhan gisinya cukup.
01:02:37Di saat dia tumbuh kembang,
01:02:39termasuk ibu hamil dan menyusun
01:02:40juga sama,
01:02:41itu kemudian kita bisa lihat
01:02:43impact-nya, peningkatan
01:02:45apa sih namanya itu,
01:02:46rasio inilah,
01:02:48rasio belajar lah,
01:02:48dan lain-lain.
01:02:49Ini kita harapkan nanti
01:02:50impact-nya ke arah sana.
01:02:52Dan
01:02:53makan berkisi ini
01:02:54bukan kita yang pertama,
01:02:56sudah ada 70 negara lebih
01:02:58di seluruh dunia
01:02:59yang sudah melaksanakan ini
01:03:00jauh-jauh
01:03:01tahun yang
01:03:03lampau.
01:03:03Salah satunya India,
01:03:05salah satunya Brazil,
01:03:06salah satunya Jepang,
01:03:08salah satunya China,
01:03:09dan
01:03:09Anda bisa sebut sendiri,
01:03:11dan impact-nya Anda bisa lihat
01:03:13dari negara-negara.
01:03:17Jadi Anda bisa lihat
01:03:18dari hasilnya itu.
01:03:21Sehingga maka,
01:03:22ini terakhir komentar saya,
01:03:25yang terakhir adalah,
01:03:26maka
01:03:26ini menjadi penting
01:03:28adalah edukasi gisi.
01:03:31Kami sehat lagi menyiapkan
01:03:32satu modul,
01:03:33kalau tidak salah
01:03:34hari Sabtu besok,
01:03:35saya akan zoom bersama
01:03:37dengan Menteri Dik Dasmen
01:03:38untuk kita
01:03:40koordinasi
01:03:41bagaimana
01:03:41mengedukasi gisi.
01:03:42Artinya,
01:03:43maksudnya begini,
01:03:44banyak di antara
01:03:45rakyat kita,
01:03:46khususnya orang tua itu
01:03:47tidak terlalu paham
01:03:48terkait gisi.
01:03:49Pentingnya protein,
01:03:50pentingnya keburit,
01:03:51pentingnya mineral,
01:03:52pentingnya vitamin,
01:03:53pentingnya ini,
01:03:53tidak tahu.
01:03:54kenapa mesti makan protein,
01:03:56apa impactnya,
01:03:56tidak banyak yang mengerti.
01:03:59Bahkan saya
01:04:00sempat
01:04:01di Cipir,
01:04:03di Medsos,
01:04:04karena saya ngomong
01:04:05bahwa saya dari kecil
01:04:06makan telur,
01:04:06saking banyak makan telur,
01:04:08kemudian sampai bisulan.
01:04:10Saya juga mengerti
01:04:11bahwa bisul
01:04:12sama makan telur banyak ini
01:04:13tidak ada hubungannya.
01:04:14Ngerti,
01:04:15tapi memang saya
01:04:15sengaja melempar ini,
01:04:17dan Alhamdulillah
01:04:18banyak aligisi di sosial media,
01:04:20kemudian speaker semua.
01:04:21Pak Kepala Badan ini keliru,
01:04:23katanya.
01:04:23memang keliru,
01:04:24aku tahu itu.
01:04:25Cuman,
01:04:26kenapa saya lontarkan,
01:04:27karena di masyarakat kita,
01:04:28di desa-desa,
01:04:29itu masih ada mitos
01:04:31yang mengatakan,
01:04:32kalau anak dikasih makan
01:04:33banyak telur,
01:04:34akan bisulan.
01:04:35Maka perlu
01:04:37banyak ahli
01:04:38untuk menjelaskan,
01:04:39memakai sosial media,
01:04:40memakai ini semua,
01:04:41untuk berkampanye,
01:04:42bahwa salah satu
01:04:43sumber protein terbaik,
01:04:44itu adalah telur
01:04:45yang harganya relatif
01:04:46lebih murah
01:04:47dibanding
01:04:47sumber protein lain.
01:04:49Itu maksud
01:04:50dan tujuan saya,
01:04:51memancing
01:04:52gemuruh di antara aligisi
01:04:54dan Alhamdulillah
01:04:55banyak dari aligisi
01:04:56kemudian terpancing
01:04:57untuk berkomentar
01:04:58dan melakukan edukasi
01:04:59yang baik di sosial media.
01:05:00Saya kira itu.
01:05:01Terima kasih atas
01:05:02wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:05:05Terima kasih.
01:05:12selamat menikmati.
01:05:15Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan