00:00Coba
00:03Ya, di bawah
00:24Saja
00:25Iya, masuk
00:28Mas
00:30Kami sudah mengitur
00:32Di daerah Ilaga
00:34Di bawah
00:35Wabu yang sebelah sini
00:37Bukan
00:39Haru
00:39Jadi
00:40Ini pak ekspedisi teman-teman
00:47Jadi teman-teman
00:48Sampai ditembakkan di situ pak
00:57Sampai jumpa di video selanjutnya
01:05Sampai jumpa di video selanjutnya
01:19Sampai jumpa di video selanjutnya
01:48Tapi kan itu kan belum termasuk
01:54Sampai jumpa di video selanjutnya
02:07Sampai jumpa di video selanjutnya
02:11Sampai jumpa di video selanjutnya
02:17Sampai jumpa di video selanjutnya
02:23Terima kasih.
03:06Terima kasih.
03:21Terima kasih.
04:00Terima kasih.
04:23Terima kasih.
04:56Terima kasih.
05:28Terima kasih.
05:50Terima kasih.
06:19Terima kasih.
06:58Terima kasih.
07:25Terima kasih.
07:26Terima kasih.
08:00Terima kasih.
08:34Terima kasih.
09:13Terima kasih.
09:15Terima kasih.
09:28Terima kasih.
09:38Terima kasih.
09:41begitu LPG ini bisa satu sepuluh hari 15 hari begitu Pak satu setengah kali untuk sementara
09:53bahan bakunya dari natural gas C1 C2 betul Pak
09:59saya satu sepuluh lima ya sekarang kalau yang gas terakhir
10:30kalau ini jadi ekosistemnya kita tidak
10:35berubah Pak menggunakan kompor LPG biasa selang biasa sudah bisa Pak izin kalau ini saya hidupkan
10:42sedikit Pak langsung Pak gitu sudah menyala gitu ya jadi hanya tabungnya saja yang sekarang
10:53berubah dari tabung logam menjadi komposit gitu Pak gitu di sini ada biofuel Pak ada biodiesel
11:05dan bioetanol yang untuk mendukung B50 dan B20 ada juga bioaftur ini biodiesel dari sawit
11:15bioetanol dari aren dan sorghum sedangkan dari bioaftur juga itu dibuat dari sawit juga Pak begitu
11:24berapa perbandingannya berapa ton aren menghasilkan berapa ton biaya etanol ya saat ini memang masih relatif lebih kecil Pak kurang
11:39lebih sekitar 20% begitu
11:41jadi kalau 21 ton hasilnya masih 200 liter
11:48gitu Pak tapi
11:49tapi
11:54liter biaya etanol
11:57etanol betul Pak
11:58kurang lebih begitu ya
11:59ya
12:00kurang lebih
12:02gitu
12:15ijin
12:16ijin Bapak
12:17oke
12:19sorry
12:20ya
12:22ijin Bapak menjelaskan tentang teknologi yang kami kembangkan untuk ekstraksi dan
12:27pembunuhan logam tanah jarang dari Bangka dan juga Mamuju
12:31jadi kami saat ini berkolaborasi dengan PT Perbinas dan BIM untuk terutama saat ini kami fokus di Mamuju
12:39karena ini salah satu yang sedang kami kembangkan dan sampai saat ini kami sudah berhasil memisahkan
12:46lantanum serium neodinium praseodinium dan yutrium jadi ada lima unsur yang sudah coba kami pisahkan
12:53dan kami mencoba untuk memisahkan unsur-unsur lain yang masih ada di dalam konsentrat
12:58seperti itu dan kami juga mencoba tidak hanya sampai ke oksida tetapi dari oksida kami sampai ke metal
13:07salah satunya itu adalah neodinium metal ini targetnya nanti bisa menjadi salah satu bahan baku untuk magnet permanen
13:14seperti itu
13:21dari 17 unsur betul tetapi kami masih terus mengembangkan karena sebenarnya selain lima unsur ini
13:30di dalam sampel kita yang di Mamuju itu ada kurang lebih ada 9 unsur LTG yang kami deteksi sebenarnya
13:39dan 4 unsur yang lain sedang kami coba untuk pisahkan lagi jadi sampai saat ini yang tadi ada lima
13:47jadi ada sekitar 4 unsur yang lain itu masih dalam bentuk konsentrat yang masih kami riset untuk pemisahannya
13:53seperti itu Pak
13:56ya terima kasih Bapak
14:01mohon izin Pak Presiden menjelaskan beberapa teknologi pengolahan sampah jadi yang pertama ini pengolah sampah organik
14:10ini ya udah ini sekitar 2000 udah dipakai Pak
14:13jadi kenapa sampah organik karena 40% sampah itu organik sehingga kalau ini terselesaikan di rumah tangga
14:2140% volume sampah udah hilang
14:24nah
14:24ini cepat setahun
14:26dua kali aja
14:27ya
14:27ini tinggal dimasukkan saja Pak
14:29kemudian tutup
14:30kemudian baru diput
14:32diputar
14:34nggak bau Pak ini disini
14:35ini udah diputar
14:36ini
14:36masih mahal Pak
14:37kalau masalah Pak
14:39kita masih beli
14:411 juta Pak
14:441 unit 1 juta
14:46namun kita sedang inovasi nanti
14:48500 kita akan jika volumenya lebih banyak
14:53ini untuk SPPG
14:55untuk restoran
14:57ini lebih ganti
15:01ini yang pertama
15:05dimasukin dulu Pak
15:06nggak penuh-penuh
15:08ini Pak
15:09kita awalnya sudah starternya ini
15:11nanti ada bakteri tiap hari kita putar 5 kali
15:43habis
15:51Terima kasih.
16:24Terima kasih.
16:44Ini plastiknya.
16:50Kita...
17:09Dan ini...
17:15Dan ini...
17:16Sampah plastiknya, Pak.
17:17Sampah plastik itu 70%, Pak.
17:19Ini sampah plastik yang low value.
17:21Tapi kalau yang...
17:22Apa namanya...
17:23Terjual, tidak dilulah di sini.
17:25Karena kan masih mahal ya.
17:26Ini yang sampah-sampah tidak dipakai.
17:28Tidak bisa dijual.
17:29Kita olah.
17:29Seperti ini, Pak, sampahnya.
17:30Nanti.
17:32Ini, Pak.
17:33Bahan bakar untuk nelayang, Pak.
17:35Untuk nelayang.
17:35Ini sudah kita tes di Lebigas.
17:38Saya tanya 4851.
17:40Sudah setara dengan Dex.
17:43Dex.
17:44Berapa harga?
17:47Kita...
17:47150 untuk 50 kilo.
17:50Tapi kita juga ada yang...
17:5150 juta.
17:53Yang skala kecil.
17:54150 juta?
17:56Ya.
17:57Untuk 50 kilo.
17:58Untuk 50 kilo.
17:59Desa Nelayan.
18:00Ya, Desa Nelayan.
18:02Ini sudah dipasang...
18:10Sudah terpasang sekitar 80, Pak.
18:12Ini, Pak.
18:12Pak Presiden.
18:14Nanti juga.
18:15Pakai baterai listrik.
18:16Iya.
18:17Sama juga untuk Al-Sintang.
18:18Kalau untuk pertanian, pakai ini juga.
18:20Kemarin kami coba di Cepara.
18:21Ini kita berani ya.
18:23Begini-gini.
18:25Kalau ya.
18:34Terima kasih.
18:57Terima kasih.
Komentar