Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden Prabowo berkeliling melihat langsung sejumlah hasil riset dan inovasi para periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sejumlah hasil riset peneliti BRIN dipamerkan di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta pada Kamis (6/8/2026).

Saat berbincang di booth teknologi Nuklir, Prabowo mendengarkan peneliti BRIN yang membahas sejumlah teknologi yang terkait teknologi nuklir.

Dalam kesempatan itu, peneliti BRIN berhasil memurnikan uranium hingga 60 persen.

"Ini kemampuan dari kami memurnikan uranium sampai dengan 60 persen." ujar Prabowo.

Peneliti kemudiian melanjutkan penjelasan tanpa mic, sementara Presiden Prabowo tampak antusias mendengarkan tentang teknologi nuklir tersebut.

Produser: Theo Reza

Video Editor: Joshua

#breakingnews #prabowo #brin

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684455/saat-periset-brin-turunkan-mic-kala-jelaskan-ke-prabowo-soal-teknologi-nuklir
Transkrip
00:00Coba
00:03Ya, di bawah
00:24Saja
00:25Iya, masuk
00:28Mas
00:30Kami sudah mengitur
00:32Di daerah Ilaga
00:34Di bawah
00:35Wabu yang sebelah sini
00:37Bukan
00:39Haru
00:39Jadi
00:40Ini pak ekspedisi teman-teman
00:47Jadi teman-teman
00:48Sampai ditembakkan di situ pak
00:57Sampai jumpa di video selanjutnya
01:05Sampai jumpa di video selanjutnya
01:19Sampai jumpa di video selanjutnya
01:48Tapi kan itu kan belum termasuk
01:54Sampai jumpa di video selanjutnya
02:07Sampai jumpa di video selanjutnya
02:11Sampai jumpa di video selanjutnya
02:17Sampai jumpa di video selanjutnya
02:23Terima kasih.
03:06Terima kasih.
03:21Terima kasih.
04:00Terima kasih.
04:23Terima kasih.
04:56Terima kasih.
05:28Terima kasih.
05:50Terima kasih.
06:19Terima kasih.
06:58Terima kasih.
07:25Terima kasih.
07:26Terima kasih.
08:00Terima kasih.
08:34Terima kasih.
09:13Terima kasih.
09:15Terima kasih.
09:28Terima kasih.
09:38Terima kasih.
09:41begitu LPG ini bisa satu sepuluh hari 15 hari begitu Pak satu setengah kali untuk sementara
09:53bahan bakunya dari natural gas C1 C2 betul Pak
09:59saya satu sepuluh lima ya sekarang kalau yang gas terakhir
10:30kalau ini jadi ekosistemnya kita tidak
10:35berubah Pak menggunakan kompor LPG biasa selang biasa sudah bisa Pak izin kalau ini saya hidupkan
10:42sedikit Pak langsung Pak gitu sudah menyala gitu ya jadi hanya tabungnya saja yang sekarang
10:53berubah dari tabung logam menjadi komposit gitu Pak gitu di sini ada biofuel Pak ada biodiesel
11:05dan bioetanol yang untuk mendukung B50 dan B20 ada juga bioaftur ini biodiesel dari sawit
11:15bioetanol dari aren dan sorghum sedangkan dari bioaftur juga itu dibuat dari sawit juga Pak begitu
11:24berapa perbandingannya berapa ton aren menghasilkan berapa ton biaya etanol ya saat ini memang masih relatif lebih kecil Pak kurang
11:39lebih sekitar 20% begitu
11:41jadi kalau 21 ton hasilnya masih 200 liter
11:48gitu Pak tapi
11:49tapi
11:54liter biaya etanol
11:57etanol betul Pak
11:58kurang lebih begitu ya
11:59ya
12:00kurang lebih
12:02gitu
12:15ijin
12:16ijin Bapak
12:17oke
12:19sorry
12:20ya
12:22ijin Bapak menjelaskan tentang teknologi yang kami kembangkan untuk ekstraksi dan
12:27pembunuhan logam tanah jarang dari Bangka dan juga Mamuju
12:31jadi kami saat ini berkolaborasi dengan PT Perbinas dan BIM untuk terutama saat ini kami fokus di Mamuju
12:39karena ini salah satu yang sedang kami kembangkan dan sampai saat ini kami sudah berhasil memisahkan
12:46lantanum serium neodinium praseodinium dan yutrium jadi ada lima unsur yang sudah coba kami pisahkan
12:53dan kami mencoba untuk memisahkan unsur-unsur lain yang masih ada di dalam konsentrat
12:58seperti itu dan kami juga mencoba tidak hanya sampai ke oksida tetapi dari oksida kami sampai ke metal
13:07salah satunya itu adalah neodinium metal ini targetnya nanti bisa menjadi salah satu bahan baku untuk magnet permanen
13:14seperti itu
13:21dari 17 unsur betul tetapi kami masih terus mengembangkan karena sebenarnya selain lima unsur ini
13:30di dalam sampel kita yang di Mamuju itu ada kurang lebih ada 9 unsur LTG yang kami deteksi sebenarnya
13:39dan 4 unsur yang lain sedang kami coba untuk pisahkan lagi jadi sampai saat ini yang tadi ada lima
13:47jadi ada sekitar 4 unsur yang lain itu masih dalam bentuk konsentrat yang masih kami riset untuk pemisahannya
13:53seperti itu Pak
13:56ya terima kasih Bapak
14:01mohon izin Pak Presiden menjelaskan beberapa teknologi pengolahan sampah jadi yang pertama ini pengolah sampah organik
14:10ini ya udah ini sekitar 2000 udah dipakai Pak
14:13jadi kenapa sampah organik karena 40% sampah itu organik sehingga kalau ini terselesaikan di rumah tangga
14:2140% volume sampah udah hilang
14:24nah
14:24ini cepat setahun
14:26dua kali aja
14:27ya
14:27ini tinggal dimasukkan saja Pak
14:29kemudian tutup
14:30kemudian baru diput
14:32diputar
14:34nggak bau Pak ini disini
14:35ini udah diputar
14:36ini
14:36masih mahal Pak
14:37kalau masalah Pak
14:39kita masih beli
14:411 juta Pak
14:441 unit 1 juta
14:46namun kita sedang inovasi nanti
14:48500 kita akan jika volumenya lebih banyak
14:53ini untuk SPPG
14:55untuk restoran
14:57ini lebih ganti
15:01ini yang pertama
15:05dimasukin dulu Pak
15:06nggak penuh-penuh
15:08ini Pak
15:09kita awalnya sudah starternya ini
15:11nanti ada bakteri tiap hari kita putar 5 kali
15:43habis
15:51Terima kasih.
16:24Terima kasih.
16:44Ini plastiknya.
16:50Kita...
17:09Dan ini...
17:15Dan ini...
17:16Sampah plastiknya, Pak.
17:17Sampah plastik itu 70%, Pak.
17:19Ini sampah plastik yang low value.
17:21Tapi kalau yang...
17:22Apa namanya...
17:23Terjual, tidak dilulah di sini.
17:25Karena kan masih mahal ya.
17:26Ini yang sampah-sampah tidak dipakai.
17:28Tidak bisa dijual.
17:29Kita olah.
17:29Seperti ini, Pak, sampahnya.
17:30Nanti.
17:32Ini, Pak.
17:33Bahan bakar untuk nelayang, Pak.
17:35Untuk nelayang.
17:35Ini sudah kita tes di Lebigas.
17:38Saya tanya 4851.
17:40Sudah setara dengan Dex.
17:43Dex.
17:44Berapa harga?
17:47Kita...
17:47150 untuk 50 kilo.
17:50Tapi kita juga ada yang...
17:5150 juta.
17:53Yang skala kecil.
17:54150 juta?
17:56Ya.
17:57Untuk 50 kilo.
17:58Untuk 50 kilo.
17:59Desa Nelayan.
18:00Ya, Desa Nelayan.
18:02Ini sudah dipasang...
18:10Sudah terpasang sekitar 80, Pak.
18:12Ini, Pak.
18:12Pak Presiden.
18:14Nanti juga.
18:15Pakai baterai listrik.
18:16Iya.
18:17Sama juga untuk Al-Sintang.
18:18Kalau untuk pertanian, pakai ini juga.
18:20Kemarin kami coba di Cepara.
18:21Ini kita berani ya.
18:23Begini-gini.
18:25Kalau ya.
18:34Terima kasih.
18:57Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan