Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Konsil Kesehatan Indonesia menyesalkan peristiwa perundungan di media sosial terhadap pasien yang mengeluhkan pelayanan kesehatan. Ironisnya, sebagian pelaku perundungan tersebut adalah tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit.

Konsil Kesehatan Indonesia berharap para tenaga kesehatan lebih bijak menggunakan media sosial dan menghindari pernyataan yang bisa melukai dan menyinggung pasien dan masyarakat.

Konsil Kesehatan Indonesia menegaskan langsung melakukan penelusuran terhadap peristiwa perundungan dan akan segera menindaklanjuti jika ditemukan pelanggaran.

Koordinasi juga berkoordinasi dengan institusi pendidikan dan faskes tempat bekerja tenaga kesehatan yang melakukan perundungan.

Baca Juga FULL! Konsil Kesehatan Indonesia Bicara Pasien BPJS Meninggal, 10 Nakes Diduga Terlibat Nir Empati di https://www.kompas.tv/video/684359/full-konsil-kesehatan-indonesia-bicara-pasien-bpjs-meninggal-10-nakes-diduga-terlibat-nir-empati

#konsilkesehatan #pasienbpjs #nakes #bullying

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/684362/turun-tangan-konsil-kesehatan-indonesia-selidiki-nakes-bully-pasien-bpjs-sapa-malam
Transkrip
00:03Saudara Konsil Kesehatan Indonesia menyesalkan peristiwa perundungan di media sosial terhadap pasien yang mengeluhkan pelayanan kesehatan.
00:11Ironisnya, sebagian pelaku perundungan tersebut adalah tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit.
00:18Konsil Kesehatan Indonesia berharap para tenaga kesehatan lebih bijak menggunakan media sosial dan menghindari pernyataan yang bisa melukai dan menyinggung
00:28pasien dari masyarakat.
00:30Konsil Kesehatan Indonesia menegaskan langsung melakukan penelusuran terhadap peristiwa perundungan dan akan segera menindaklanjuti jika ditemukan pelanggaran.
00:39Koordinasi juga berkoordinasi dengan institusi pendidikan dan faskes tempat bekerja tenaga kesehatan yang melakukan perundungan.
00:50Sikap empati merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalisme tenaga medis dan tenaga kesehatan.
01:00Oleh karena itu, penghormatan terhadap martabat manusia termasuk pasien dan keluarganya harus sentiasa dijaga dalam setiap bentuk komunikasi.
01:11Saat ini, Konsil Kesehatan Indonesia bersama organisasi profesi yang terkait sedang melakukan penelusuran terhadap peristiwa tersebut sesuai dengan kewenangan masing
01:27-masing.
01:31Tak kunjung mendapat ruangan di rumah sakit, seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan mencurahkan isi hatinya di media sosial.
01:42Namun unggahannya tersebut justru mendapat tanggapan negatif dari sejumlah orang.
01:47Bahkan, diantaranya adalah tenaga kesehatan.
01:53Kemudian unggahan lainnya muncul dari warga net yang mengakus sebagai sepupu pasien tersebut.
02:01Ia menjelaskan, sang pasien sudah meninggal dunia dan meminta agar tidak ada lagi yang menyampaikan komentar negatifnya.
02:09Kisah tentang pasien bernama Yurizal Trihairawan ini pun menuai sorotan publik yang juga mengecam keras tindakan tenaga kesehatan yang mengunggah
02:21komentar negatif terhadap Yurizal.
02:24Salah satu tenaga kesehatan yang melakukan hal itu merupakan peserta program pendidikan dokter spesialis atau PPDS DRSUP Dr. Sajidto, Yogyakarta.
02:35Dokter yang terlibat kini telah meminta maaf di media sosial.
02:40Namun, pihak RSUP Dr. Sajidto telah menonaktifkan dokter tersebut untuk penanganan lebih lanjut atas tindakannya itu.
02:48Dokter yang memberikan komentar tersebut, yang mengunggah tersebut, merupakan dokter peserta didik dari FKKM KUGM dan RSUP Dr. Sajidto.
03:02Jadi, ini murni peserta didik yang melakukan, mengunggah di media sosial secara personal.
03:11Yang bersantutan nanti akan kita proses di dalam pendidikan bermakabat terkait dengan apa yang telah dilakukannya.
03:21Kemudian, mulai hari ini, yang bersantutan sudah dimamakibkan untuk mengikuti proses-proses yang terkait dengan pendidikan bermakabat.
03:32Salah satu yang juga diduga melakukan perundungan di media sosial terhadap pasien BPJS.
03:38Diketahui bekerja di rumah sakit Dr. Soekarjo, Tasikmalaya.
03:44Pihak RSUD telah memeriksa bersangkutan dan pegawai tersebut telah mengundurkan diri secara tertulis.
03:52Dan yang bersangkutan sudah datang menghadap pada atasan langsung.
03:57Kemudian sudah dilakukan pemeriksaan dan dibuatkan berita acara pemeriksaan oleh atasan langsung.
04:04Dan informasi terakhir bahwa hari ini yang bersangkutan mengajukan surat pengunduran diri.
04:13Wakil Ketua Komisi 9 Charles Honoris mendorong sanksi kepada seluruh nages yang terlibat perundungan terhadap pasien.
04:21Di sisi lain, kasus itu juga dianggap sebagai bukti layanan kesehatan belum sepenuhnya merata.
04:27Sehingga anggaran negara perlu diprioritaskan agar kasus serupa tidak terulang.
04:35Namun yang lebih penting, peristiwa ini juga menjadi potret bahwa kapasitas pelayanan kesehatan kita masih belum memadai.
04:43Saat ini ketersediaan fases kesehatan dan juga tenaga kesehatan di banyak daerah masih jauh dari kebutuhan masyarakat.
04:50Karena itu saya juga berharap anggaran negara harus benar-benar diprioritaskan untuk bisa memperkuat pelayanan dasar.
04:56Jangan sampai masyarakat kita kesulitan untuk mendapatkan layan kesehatan yang layak.
05:03Sementara terkait apa yang terjadi pada almarhum Yurizal, terkait curhatannya mengenai pelayanan kesehatan pasien BPJS.
05:12Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut dirinya gagal setiap kali ada pasien meninggal dan berusaha membenahi pelayanan.
05:22Dari Bapak Presiden menaikkan rata-rata angka harapan hidup rakyat Indonesia dari 72 ke 76.
05:29Jadi setiap ada yang meninggal itu hati saya sedih.
05:32Apalagi kalau meninggalnya muda, saya merasa saya sebagai main cash itu gagal kok teman-teman kita itu ada yang meninggal
05:40muda.
05:40Jadi harusnya memang kita usahakan memberikan layanan terbaik lah agar mereka bisa usianya lanjut sampai ke 76.
05:49Kekurangan itu ada, itu yang harus kita perbaiki.
05:52Baik di fasilitas kesehatannya, di alat-alat kesehatannya maupun di SDM kesehatannya.
05:57Apa yang dialami Yurizal ini, hendaknya menjadi alarm peringatan.
06:04Baik untuk pembendahan pelayanan kesehatan maupun terhadap etika tenaga kesehatan dalam berkomentar di media sosial.
06:12Terutama menyangkut pasien.
06:15Tim Liputan Kompas TV
Komentar

Dianjurkan