00:00Sains dan teknologi, kita butuh orang-orang pinter.
00:08Banyak orang pinter.
00:11Saya ingat Profesor Habibie mengatakan, oke kita gak usah takut.
00:20Satu persen saja orang pinter di Indonesia.
00:23Satu persen saja itu hampir tiga juta orang.
00:33Jadi, kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali.
00:41Tapi, ya apapun yang kita punya, harus saudara-saudara saintis kan,
00:49harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan,
01:06didukung melalui suatu proses.
01:16Jadi, pendekatan kita terhadap kebangkitan suatu bangsa.
01:22Kebangkitan suatu bangsa, kita cita-cita semua,
01:27pendiri bangsa kita, termasuk cita-cita kita semua.
01:29Bagaimana suatu negara di mana tidak ada kemiskinan?
01:39Bagaimana suatu negara tidak ada ketidakadilan?
01:48Nah, kalau kita mendekati dengan cara saintifik,
01:54cara rasional,
01:57jangan dengan cara lain daripada rasional.
02:02Nanti kita akan keliru.
02:09Rasional.
02:11Science.
02:12Mathematics.
02:14Reality.
02:16Reality is science.
02:22Reality is mathematics.
02:27Kalau kita mendekati dengan pola lain,
02:31itu sudah masuk ke ranah lain.
02:36Fakta.
02:37Nah, jadi, kadang-kadang fakta menyakitkan.
02:42Katanya sekarang ada suatu survei.
02:47Survei namanya PISA.
02:50P-I-S-A.
02:51Di mana membandingkan kualitas pendidikan berbagai negara.
03:03Kita termasuk tidak terlalu bagus.
03:12Jadi,
03:18loop skor PISA membaca.
03:25Skor kita
03:30tadi, Anda lihat di situ,
03:35hanya sedikit di atas Filipina.
03:39Kita masih di bawah Thailand.
03:42Di bawah Malaysia.
03:47Di bawah Belanda.
03:51Di bawah Vietnam.
03:53Di bawah rata-rata WICD.
03:56Di bawah Jepang.
03:57Di bawah Singapura.
03:59Kalau Singapura,
04:01saya nggak terlalu,
04:02nggak usah kita terlalu
04:04khawatir kok.
04:05Hanya negara 5 juta kok.
04:08Satu kota.
04:11Kalau Menteri Pendidikan Singapura itu,
04:14sebetulnya nggak bisa dibandingkan dengan Menteri Pendidikan Indonesia.
04:18Indonesia punya
04:21388.000 sekolah.
04:25Kalau tidak salah,
04:26nanti di cek.
04:27terlalu.
04:27Terima kasih.
Komentar