Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak orang-orang pintar untuk mempercepat kemajuan bangsa.

Dalam arahannya kepada para peneliti BRIN di Istana Kepresidenan, Prabowo menyatakan bahwa penguasaan sains dan teknologi merupakan kunci utama bagi kebangkitan Indonesia.

Ia menekankan bahwa para saintis harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dan didukung agar mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi negara.

Baca Juga Prabowo Ungkap Alasan Undang Peneliti BRIN ke Istana: Lihat Hasil Riset & Perkuat Sains Indonesia di https://www.kompas.tv/video/684328/prabowo-ungkap-alasan-undang-peneliti-brin-ke-istana-lihat-hasil-riset-perkuat-sains-indonesia

Prabowo juga mengutip pandangan Presiden ke-3 RI B.J. Habibie yang menyebut bahwa jika hanya 1 persen penduduk Indonesia merupakan orang pintar, jumlahnya sudah mencapai hampir 3 juta orang.

Menurut Prabowo, potensi besar tersebut harus dikembangkan melalui pendekatan yang rasional, ilmiah, dan berbasis fakta agar Indonesia mampu mengatasi kemiskinan, mengurangi ketidakadilan, dan menjadi negara maju.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684329/jangan-takut-prabowo-bicara-indonesia-butuh-orang-orang-pintar-saintis-untuk-kemajuan-bangsa
Transkrip
00:00Sains dan teknologi, kita butuh orang-orang pinter.
00:08Banyak orang pinter.
00:11Saya ingat Profesor Habibie mengatakan, oke kita gak usah takut.
00:20Satu persen saja orang pinter di Indonesia.
00:23Satu persen saja itu hampir tiga juta orang.
00:33Jadi, kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali.
00:41Tapi, ya apapun yang kita punya, harus saudara-saudara saintis kan,
00:49harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan,
01:06didukung melalui suatu proses.
01:16Jadi, pendekatan kita terhadap kebangkitan suatu bangsa.
01:22Kebangkitan suatu bangsa, kita cita-cita semua,
01:27pendiri bangsa kita, termasuk cita-cita kita semua.
01:29Bagaimana suatu negara di mana tidak ada kemiskinan?
01:39Bagaimana suatu negara tidak ada ketidakadilan?
01:48Nah, kalau kita mendekati dengan cara saintifik,
01:54cara rasional,
01:57jangan dengan cara lain daripada rasional.
02:02Nanti kita akan keliru.
02:09Rasional.
02:11Science.
02:12Mathematics.
02:14Reality.
02:16Reality is science.
02:22Reality is mathematics.
02:27Kalau kita mendekati dengan pola lain,
02:31itu sudah masuk ke ranah lain.
02:36Fakta.
02:37Nah, jadi, kadang-kadang fakta menyakitkan.
02:42Katanya sekarang ada suatu survei.
02:47Survei namanya PISA.
02:50P-I-S-A.
02:51Di mana membandingkan kualitas pendidikan berbagai negara.
03:03Kita termasuk tidak terlalu bagus.
03:12Jadi,
03:18loop skor PISA membaca.
03:25Skor kita
03:30tadi, Anda lihat di situ,
03:35hanya sedikit di atas Filipina.
03:39Kita masih di bawah Thailand.
03:42Di bawah Malaysia.
03:47Di bawah Belanda.
03:51Di bawah Vietnam.
03:53Di bawah rata-rata WICD.
03:56Di bawah Jepang.
03:57Di bawah Singapura.
03:59Kalau Singapura,
04:01saya nggak terlalu,
04:02nggak usah kita terlalu
04:04khawatir kok.
04:05Hanya negara 5 juta kok.
04:08Satu kota.
04:11Kalau Menteri Pendidikan Singapura itu,
04:14sebetulnya nggak bisa dibandingkan dengan Menteri Pendidikan Indonesia.
04:18Indonesia punya
04:21388.000 sekolah.
04:25Kalau tidak salah,
04:26nanti di cek.
04:27terlalu.
04:27Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan