00:00Dalam keadaan yang baik.
00:05Sudah-sudah sekalian, saya sengaja mengundang ke istana karena saya ingin melihat.
00:17Saya mungkin pertama kali tidak terlalu detail dan tidak terlalu komprehensif, tapi untuk mendapat gambaran hasil-hasil yang saudara-saudara
00:35telah capek di BRIN.
00:41Terima kasih saudara datang ke istana dan saya berharap mungkin saya juga bisa datang menengok kampus-kampus saudara.
01:01Saya pernah datang pada saat dulu, ada kampus Lipi kalau tidak salah ya, di Cibinong kalau tidak salah ya, dan
01:19di beberapa tempat.
01:21Memang saudara-saudara kita mengerti semua bahwa pembangunan suatu bangsa itu ditentukan oleh apakah bangsa itu mampu menguasai sains dan
01:43teknologi atau tidak.
01:44Jadi, bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi, bangsa itu akan maju dengan pesat.
02:00Kuncinya adalah sains dan teknologi.
02:04Ini adalah fakta dan kenyataan.
02:15Dari penguasaan sains dan teknologi tentunya masalah pendidikan itu adalah fondasi landasan yang paling-paling kritikal.
02:34Paling kritis.
02:41Dan marilah kita, saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan
03:00fakta.
03:04Fakta, fakta, realita dengan keadaan yang sebenarnya.
03:14Kadang-kadang, fakta itu ya tidak enak.
03:23Kadang-kadang melihat realita itu tidak enak.
03:29Terus senang saja.
03:33Contoh yang kecil saja.
03:36Kita negara jumlah penduduk keempat terbesar di dunia.
03:43300, ya hampir 300 juta ya.
03:48287 juta.
03:51Tapi saya sangat sedih, terus senang saja.
03:55Masalah sepak bola saja.
03:58Kita tidak mampu masuk piala dunia.
04:03Ini fakta yang tidak enak.
04:09Masalah negara kecil seperti Cape Verde, ya.
04:16Cape Verde masuk, saya tidak tahu itu.
04:19Mungkin jumlah penduduknya dengan kabupaten Sumedang mungkin lebih banyak.
04:28Sumedang mungkin.
04:31Ya, Cape Verde, apalagi ya.
04:35Banyak negara-negara kecil yang masuk ke situ.
04:38Ini harus kita introspeksi.
04:41Kita harus lihat.
04:44Dan tidak gunanya kita mengeluh.
04:48Menurut saya.
04:50Ini saya ambil contoh sepak bola.
04:53Tapi nanti saya bisa ambil contoh banyak sekali, ya kan.
04:57Tapi ini contoh sepak bola saja.
04:59Kalau sepak bola, enggak ada yang tersinggung di antara kalian, kan.
05:03Benar enggak, ya kan.
05:05Mungkin yang tersinggung menpora.
05:11Tapi beliau juga baru menpora-nya.
05:16Atau enggak, beliau kan sudah PSAC juga lumayan.
05:19Tapi beliau sudah berjuang luar biasa.
05:22Dan kita hampir masuk kemarin, ya.
05:26Hampir masuk.
05:30Mungkin strateginya harus lebih pintar, kita.
05:33Maksud saya begini.
05:37Lihat fakta itu.
05:40Negara sebesar kita.
05:46Tidak bisa ikut piala dunia.
05:51Satu yang saya bilang, jangan mengeluh.
05:55Jangan mencari kambing hitam.
05:58Jangan.
05:58Karena itu tidak akan membantu.
06:01Nah sekarang, belajar.
06:03Bagaimana?
06:05Kenapa kok bisa?
06:10Negara itu masuk, umpamanya.
06:13Ya kan?
06:14Kenapa?
06:16Apa yang dilakukan?
06:17Pelatihnya dari mana?
06:19Guru-gurunya dari mana?
06:21Jadi
06:24500 ribu.
06:26Ya benar.
06:26Sumber dang lebih banyak.
06:29Bogor apalagi?
06:31Oh.
06:32Oh enggak.
06:33Ya.
06:34Sumber dang lebih banyak dari
06:35Cape Verde.
06:41Jadi kita
06:42cari
06:45penyebabnya apa.
06:47Baru kita berani berbuat.
06:52Sains dan Teknologi.
06:56Kita butuh
06:57orang-orang pintar.
07:00Banyak orang pintar.
07:03Saya ingat
07:06Profesor Habibie
07:08mengatakan,
07:09oke
07:09kita enggak usah takut.
07:12Satu persen saja
07:13orang pintar di Indonesia.
07:16Satu persen saja
07:17itu hampir
07:19tiga juta orang.
07:23Jadi
07:27kita sebetulnya
07:29bahan bakunya
07:31banyak sekali.
07:33Tapi
07:34ya
07:36apapun yang kita punya
07:38harus
07:39saudara-saudara
07:41saintis kan
07:41harus di
07:47dicari,
07:50dicari,
07:51dibina,
07:53diberi kesempatan,
07:55dibesarkan,
07:58didukung
07:59melalui suatu proses.
08:06jadi
08:09pendekatan
08:10kita
08:10terhadap
08:11kebangkitan
08:12suatu bangsa.
08:14Kebangkitan
08:15suatu bangsa
08:16kita
08:16cita-cita
08:17semua
08:18pendiri
08:19bangsa kita
08:20termasuk
08:21cita-cita kita
08:21semua
08:22bagaimana
08:23suatu negara
08:24di mana
08:26tidak ada
08:28kemiskinan.
08:31bagaimana
08:32suatu negara
08:33tidak ada
08:35ketidakadilan.
08:41Nah,
08:42kalau kita
08:43mendekati
08:44dengan cara
08:45saintifik,
08:47cara
08:48rasional,
08:49jangan dengan
08:50cara
08:52lain
08:53daripada
08:54rasional.
08:56Nanti
08:57kita
08:57akan
08:59keliru,
09:01rasional,
09:03sains.
09:04biasa
09:042
09:04beri
09:05beri
09:05beri
Komentar