00:00Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, Saudara bersama saya Ian Rahman.
00:05Saudara Badan Pusat Statistik atau BPS, ini mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ke-2 tahun 2026,
00:13tumbuh sebesar 5,29% secara tahunan.
00:21Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M.E.D. Mahmud, mengatakan
00:28angka pertumbuhan ekonomi kuartal ke-2 ini lebih rendah dibandingkan kuartal ke-1 tahun 2026 yang mencapai angka 5,61%.
00:36Namun capaian ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal ke-2 tahun 2025 lalu yang berada di angka
00:475,12%.
00:49Edi menyatakan secara tahunan seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif kecuali sektor pertambangan yang mengalami kontraksi.
01:12Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 2 tahun 2026,
01:17bila dibandingkan dengan triwulan 2 tahun 2025 atau secara year on year,
01:23tumbuh sebesar 5,29%.
01:27Bila dibandingkan dengan triwulan 1 tahun 2026 atau secara key-to-key,
01:35tumbuh sebesar 3,73%.
01:39Dan bila dibandingkan dengan semester 1 2025 atau secara situsi,
01:47tumbuh sebesar 5,45%.
01:57Sementara itu, Saudara, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa ini menanggapi rilis BPS soal data pertumbuhan ekonomi kuartal 2 tahun 2026.
02:06Menteri Keuangan menilai capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29% masih cukup baik
02:12di tengah tekanan ketidakpastian global dan lonjakan harga minyak dunia.
02:17Meski mengalami pelambatan dibanding kuartal sebelumnya,
02:21pemerintah optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 6%.
02:26Guna mencapai target tersebut,
02:27Kementerian Keuangan akan memaksimalkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi.
02:41Melambat di tengah harga minyak dunia yang tinggi kan.
02:45Di K2 kan sebetulnya harga impact dari global,
02:48antretensi yang maksimal disitu kan.
02:51April, Mei, Juni ketika harga minyak dunia tinggi dan lain-lain,
02:54jelas ekspor segala macam terganggu kan, nggak optimal lah.
02:58Kita bisa temukan 5,29% itu sudah cukup baik di tengah keadaan seperti itu.
03:05Tapi ke depan saya yakin di triwan ke-34,
03:10kita akan dorong ke arah yang lebih cepat,
03:14menuju 6% dengan memaksimalkan semua engine-engine of growth
03:19yang ada di perekonomian, termasuk tadi,
03:22menambah uang di perekonomian,
03:25menekan bunga deposito,
03:27bukan di keuangan.
03:29Menekan bunga yang diminta oleh SMP,
03:32SMP di bawah keuangan untuk turun ke level yang rendah,
03:34sehingga perbankan bisa naruh
03:37atau memberikan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah.
03:43Saudara ekonomi Indonesia pada kuartal 2 tahun ini,
03:462026 tumbuh 5,29%.
03:48Apa yang menjadi faktor pendorongnya?
03:51Nanti kita akan bahas usah jeda.
03:53Tetaplah bersama kami, Saudara, di Kompas Bisnis.
03:56Anda masih bersama kami di Kompas Bisnis,
03:58Saudara ekonomi Indonesia pada kuartal 2 tumbuh 5,29%.
04:02Kita lihat data lebih lengkapnya di tahun 2026 ini,
04:06dimana pada perekonomian Indonesia triwulan 2, 2026
04:09berdasarkan besaran PDB atau produk domestik bruto
04:14atas dasar harga berlaku ini PDB mencapai 6.552,1 triliun rupiah
04:21dan atas dasar harga konstan ini mencapai 3.576,2 triliun rupiah.
04:28Apabila kita melihat lebih detil lagi terkait dengan angka
04:33dari pertumbuhan ekonomi di tahun 2026 ini ada pelambatan.
04:38Di triwulan pertama 2026 ini,
04:41ini ada di angka 5,61%,
04:45sementara di triwulan ataupun kuartal kedua,
04:47ini melambat di 5,29%.
04:51Namun apabila kita tarik lebih jauh lagi,
04:55pada triwulan 4, 2025 ini tumbuh di 5,39%,
05:01triwulan 3, 2025 di 5,04%,
05:05triwulan 2, 2025 di 5,12%,
05:08dan triwulan 1, 2025 di 4,87%.
05:12Sementara itu kita lihat juga saudara bagaimana pertumbuhan ekonomi
05:15menurut lapangan usaha secara tahunan di data berikutnya.
05:18Nah ini berikut persentase pertumbuhannya saudara,
05:23ada pertanian ini tumbuh di 0,80% begitu di kuartal kedua tahun ini,
05:32sementara dari sektor pertambangan dan penggalian ini minus
05:36ataupun negatif 1,64%.
05:39Sementara di sektor industri pengolahan tumbuh 4,52%,
05:45konstruksi tumbuh 6,68%,
05:49dan perdagangan serta reparasi ini tumbuh 6,39%
05:54dan lainnya di 6,67%.
05:58Sementara kita lihat juga saudara pertumbuhan PDB menurut pengeluaran.
06:12Nah dari sisi konsumsi rumah tangga ini tumbuh 5,06%,
06:19ini masih di angka yang sama begitu,
06:22kemudian ada juga konsumsi LNPRT ini di angka 6,93%,
06:27dan yang paling mendominasi pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran
06:32ada di konsumsi pemerintah sebesar 15,97%.
06:37Sementara membentukan modal tetap bruto di angka 6,87%
06:42dan ekspor 4,13% serta impor tumbuh 8,82%.
06:50Kalau kita melihat dari sisi ekonomi Indonesia di tribulan 2,
06:562026 ini yang tumbuh sebesar 5,29% dibandingkan tahun lalu,
07:01ini dari sisi produksi, lapangan usaha, pengadaan listrik, dan gas,
07:04ini mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,81%.
07:08Sementara dari sisi pengeluaran komponen,
07:11pengeluaran konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi
07:14sebesar 15,97%.
07:17Saudara, selain itu, ada juga kalau kita melihat dari daerah
07:20pada tribulan ini juga kelompok provinsi di Pulau Jawa
07:23mendominasi struktur dan kinerja ekonomi Indonesia
07:26dengan kontribusi sebesar 56,47%
07:28dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,65%.
07:45Saudara, apa kemudian yang menjadi faktor pendorong
07:49pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 2 ini tumbuh?
07:525,29%.
07:53Kita langsung berbincang dengan Amalia Adininggar Widyasanti,
07:57Kepala Badan Pusat Statistik.
07:59Bu Winnie, selamat pagi.
08:01Selamat pagi.
08:02Bu Winnie kan ini ekonomi kuartal 2 ini
08:05tumbuh 5,29%.
08:08Namun ini melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.
08:11Namun lebih tinggi dari ekspektasi sejumlah ekonomi.
08:14Bagaimana penjelasannya, Bu?
08:16Ya, jadi tentunya di triulan 2 ini
08:21walaupun momen Idul Fitri yang sudah lewat
08:24karena memang momen Idul Fitri ada di triulan 1
08:28tetapi kita ketahui bahwa di triulan 2 ini
08:31yang menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi adalah
08:34tentunya ada momen libur Idul Adha
08:38beserta juga beberapa long weekend ya
08:43di situ ada beberapa hari libur juga.
08:45Kedua adalah karena faktor konsumsi masyarakat
08:49yang tumbuh tinggi di atas 15%
08:52dan tentunya kalau kita lihat dari segi andil
08:57terhadap pertumbuhan ekonomi
08:59konsumsi pemerintah saja atau belanja pemerintah
09:02ini memberikan konsumsi sekitar 1% basis point
09:06terhadap total yang 5,29%.
09:09Begitu.
09:11Oke, kalau kita concernnya dari pelambatan
09:15dibandingkan kuartal pertama tahun ini
09:18apa yang menjadi penyebab atau pemicunya, Bu?
09:22Tentunya pertama daya beli masyarakat masih solid
09:26karena memang kalau kita lihat konsumsi masyarakat
09:30tumbuhnya masih terjaga di sekitar 5%
09:33kemudian yang kedua adalah investasi
09:38investasi kita itu kan masih tumbuh sekitar
09:436,87% atau 6,9%
09:48dan ini tentunya di tengah ketidakpastian global
09:50investasi masih terus ekspansi
09:53dan ketiga tentunya ini
09:55stimulus pemerintah melalui belanja
09:58pemerintah yang tumbuh 15,97%
10:02atau menekati 16%
10:04ini kan tentunya menjadi penopang
10:08dari pertumbuhan ekonomi kita di
10:10triwulan 2, 2026.
10:14Kemudian kalau kita ketahui bahwa
10:16selama momen idul adha
10:18kan banyak masyarakat Indonesia juga melakukan kurban
10:24sodako
10:25ini masuknya catatannya di dalam konsumsi
10:28lembaga non-profit rumah tangga
10:31atau LNPRT di dalam PDB kami
10:33tumbuhnya 6,93%
10:35dan kita lihat juga
10:37produksi dari
10:39jumlah hewan kurban
10:43yang di triwulan 2
10:45itu meningkat sekitar
10:48kalau domba itu
10:50hampir 18% lebih
10:53kalau kemudian kambing juga tumbuh tinggi
10:56dan sapi sekitar 5,6-5,7%
11:02jadi artinya
11:03apa namanya
11:08proses ataupun
11:11aktivitas idul adha
11:13yang juga ditengarai dengan
11:15maraknya
11:16pemotongan hewan kurban
11:18ini terlihat lebih tinggi
11:19daripada tahun lalu.
11:21Berarti momentum
11:23ataupun event idul adha ini
11:25cukup membantu
11:26di pertumbuhan ekonomi
11:28di kuartal kedua ini ya Bu ya
11:29dan juga tadi Bu sempat menyinggung
11:30terkait dengan investor, investasi
11:32dan juga stimulus
11:33yang memang masih
11:34mendorong pertumbuhan ekonomi
11:36namun kita bahas lebih jauh
11:37nanti terkait dengan investasi
11:38yang pertanyaan selanjutnya
11:40Bu ini adalah
11:41dari lapangan usaha
11:42industri mana saja sih
11:43yang memberikan kontribusi terbesar
11:45pada kuartal 2 ini?
11:50Ya jadi memang
11:51kalau kita lihat
11:53pertumbuhan industri pengolahan
11:54di triwulan 2
11:56kalau kita bandingkan
11:57dengan triwulan 1
11:58ini relatif melambat
11:59karena tumbuhnya
12:00di bawah 5%
12:02yaitu 4,52%
12:04kemudian
12:06kalau kita perhatikan juga
12:08di industri pengolahan ini
12:11kan kita bisa breakdown ya
12:12jenis industri apa saja
12:14sebenarnya yang
12:14memang memberikan kontribusi
12:16terhadap pertumbuhan
12:17industri manufaktur
12:18pertama adalah
12:20tentunya industri logam dasar
12:22karena kalau kita lihat
12:23industri logam dasar ini
12:24kan tumbuh pesat
12:25karena memang
12:26masih adanya ekspansi
12:29proses produksi
12:30untuk industri
12:32hilirisasi berbasis
12:33tambang
12:34misalnya
12:35nikel
12:35boksit
12:36dan sebagainya
12:37kemudian yang kedua
12:39adalah
12:40industri makanan minuman
12:41industri makanan minuman ini unik
12:43karena dia sharenya
12:44paling besar
12:45dan juga
12:47tumbuhnya juga cukup
12:49solid
12:50cukup tinggi
12:50dan berikutnya
12:53adalah
12:54industri
12:55apa namanya
12:57tekstil
12:58kemudian
12:59yang ketiga
13:00adalah industri alat angkut
13:01lagi tumbuh
13:02sekitar 6%
13:03dan juga
13:04yang kelima
13:06adalah
13:07industri
13:08kimia
13:09dan farmasi
13:12oke
13:12bu ini tadi Anda
13:14sempat menyinggung
13:15sedikit terkait
13:16dengan
13:17stimulus pemerintah
13:18begitu yang memang
13:19menjadi faktor pendorong
13:20dari pertumbuhan ekonomi
13:22di kuartal 2 ini
13:23stimulus pemerintah
13:24melalui penyerapan konsumsi
13:26lewat gaji ke-13 ASN
13:28dan juga
13:29selain itu
13:29ada juga program MBG
13:31ini sebetulnya
13:32seberapa besar
13:33datanya
13:34berkontribusi
13:35ke pertumbuhan ekonomi
13:36kuartal 2 ini Bu
13:38ya jadi
13:39stimulus pemerintah ini
13:40kan untuk
13:41triwangan 2
13:41macam-macam ya
13:42Mas
13:42jadi pertama
13:43untuk mendorong
13:45konsumsi rumah tangga
13:47gaji ke-13
13:48digulirkan
13:49oleh pemerintah
13:49di bulan Juni
13:50bahkan di awal Juni
13:52dimana
13:53di
13:54awal Juni ini
13:55artinya kan
13:56masuk ke dalam
13:56triwulan 2
13:57kedua
13:59adalah
13:59ini
14:00apa namanya
14:03insentif-insentif lain
14:05seperti
14:06diskon tiket
14:07diskon tiket
14:08pesawat
14:09kereta api
14:10dan beberapa
14:11juga
14:12stimulus
14:12pemerintah
14:13itu pertama
14:14ada dua jalurnya
14:15pertama adalah
14:17untuk menjaga
14:18daya beli masyarakat
14:19memastikan
14:20konsumsi masyarakat
14:22tetap
14:23solid
14:24yang kedua
14:25adalah jalurnya
14:26terhadap pertumbuhan ekonomi
14:27adalah realisasi belanja
14:28pemerintah
14:28yang kelihatannya
14:30memang
14:30di triwulan 2 ini
14:32jauh lebih
14:33tinggi
14:33dibandingkan dengan
14:34triwulan 2
14:352025
14:36artinya ini terlihat
14:38bahwa
14:38percepatan belanja
14:39pemerintah
14:40sejak awal tahun
14:41itu kita rasakan
14:42dan kita lihat
14:43dari perhitungan
14:45PDB kami
14:45yang untuk
14:46konsumsi pemerintah
14:48tersebut
14:48artinya
14:50kalau tumbuhnya
14:50tinggi
14:51itu berarti
14:52terjadi
14:53percepatan
14:53realisasi belanja
14:55pemerintah
14:56yang biasanya
14:57tertumpuk
14:58di akhir tahun
14:59kalau yang
15:00tahun ini
15:00sejak 2026
15:02pemerintah
15:02komitmen
15:02untuk
15:03mempercepat
15:04realisasi belanja
15:05pemerintah
15:06sejak awal tahun
15:06dan ini
15:07tercermin
15:08dalam
15:09PDB kita
15:10di sisi pengeluaran
15:10oke
15:12berarti kalau kita
15:13breakdown
15:14lebih detail
15:15terkait dengan
15:16program MDG
15:17seberapa besar
15:17kontribusinya
15:18seperti apa Bu
15:18terhadap pertumbuhan
15:19ekonomi
15:20iya itu kan
15:22campur-campur ya
15:23jadi ada
15:24maksud saya
15:25berbagai program
15:26pemerintah
15:27sudah kami hitung
15:28di dalam
15:28perhitungan PDB kami
15:30tidak hanya
15:30MDG
15:31tetapi juga
15:32seperti program
15:333 juta rumah
15:33kemudian
15:34pembangunan
15:35sekolah
15:36rakyat
15:36dan juga
15:37pembangunan
15:39apa
15:40perbaikan
15:41renovasi
15:42sekolah-sekolah
15:43negeri
15:45kemudian
15:45berbagai
15:46pembangunan
15:48infrastruktur
15:49yang dilakukan
15:50oleh pemerintah
15:51itu
15:51sudah kami
15:52masukkan
15:52di dalam
15:53perhitungan
15:53PDB kami
15:54sehingga
15:55tidak heran
15:56kalau memang
15:57berbagai
15:59program
16:00pemerintah
16:01yang sudah
16:01terrealisasi
16:02di Triwulan 2
16:03ini juga
16:03membantu
16:04untuk
16:04menjaga
16:06pertumbuhan
16:07ekonomi
16:07Indonesia
16:08di Triwulan 2
16:092026
16:10walaupun
16:11sebenarnya
16:11kita ini
16:12di tengah
16:13ketidakpastian
16:13global
16:14yang cukup
16:14tinggi
16:15oke
16:15baik
16:16kita bergeser
16:17ke sisi
16:17investasi
16:18bu ini
16:19PMTB
16:19yang juga
16:20membukukan
16:20pertumbuhan
16:21positif
16:21yang berasal
16:22dari investasi
16:23pemerintah
16:23maupun swasta
16:24ini jelasnya
16:25seperti apa
16:26bu
16:27investasi
16:28ini
16:29tentunya
16:29mayoritas
16:30memang dari
16:31investasi
16:31swasta
16:32sekitar
16:3310%
16:33itu dari
16:35investasi
16:35pemerintah
16:36dan juga
16:37ada
16:37investasi
16:38BUMN
16:39jadi kalau kita
16:40lihat
16:40asalnya
16:40dari
16:41investasi
16:41ini
16:41ada
16:42tiga
16:42institusi
16:43penyumbang
16:44investasi
16:46di Indonesia
16:47BUMN
16:48pemerintah
16:48dan swasta
16:49proporsi
16:50investasi
16:51swasta
16:51ini
16:51besar
16:51dan
16:52kalau kita
16:53perhatikan
16:53memang
16:54di Triwulan 2
16:55ini
16:55investasi
16:57yang besar
16:57adalah
16:57PMA
16:58dan kedua
17:00dari
17:01segi
17:02sektornya
17:03memang
17:04yang paling
17:05banyak
17:05adalah
17:05investasi
17:06di industri
17:07logam
17:09terutama
17:09logam
17:10dasar
17:10kemudian
17:11juga
17:12ada di
17:12perdagangan
17:13dan
17:14transportasi
17:16baik
17:17berarti
17:18ada beberapa hal
17:18yang
17:19mesti digarisbawahi
17:20ya bu ya
17:20termasuk
17:21tadi
17:21faktor pendorong
17:23pertumbuhan ekonomi
17:23di kuartal 2 ini
17:24ada investasi
17:26ada juga
17:26stimulus
17:27dan ibu juga
17:27tadi menyebutkan
17:28yang menjaga
17:29pertumbuhan ekonomi
17:30juga adalah
17:31program-program
17:31utama dari pemerintah
17:33yang memang
17:34perlu juga
17:35diapresiasi
17:36begitu
17:37terima kasih banyak
17:38Bu Amalia Dininggar
17:39Hudia Santi
17:40Kepala Badan Pusat Statistik
17:41atas waktunya bersama
17:42kami di Kompas Bisnis
17:43Bu sehat selalu
17:44Terima kasih telah menonton
Komentar