Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, menyebabkan lebih dari 80 siswa dan guru harus mendapatkan penanganan medis.

Kasus tersebut merupakan satu dari sekian banyak dugaan keracunan MBG yang menurut Badan Gizi Nasional (BGN), sebagian besar dipicu oleh pelanggaran standar prosedur operasional (SOP).

Satu per satu siswa PAUD, SD, SMP, dan juga guru dari Distrik Depapre mendatangi RSUD Yowari, Jayapura, Papua, untuk mendapatkan perawatan lantaran diduga mengalami keracunan makanan.

RSUD Yowari bahkan mendirikan tenda darurat di halaman untuk menangani para pasien.

Jumlah pasien dugaan keracunan makanan ini mencapai lebih dari 80 orang yang tersebar di RSUD Yowari, Puskesmas Harapan, Puskesmas Sentani, Puskesmas Waibu, dan RSUP Jayapura.

Untuk menangani para pasien yang terus berdatangan, RSUD Yowari mendirikan tenda darurat di halaman rumah sakit.

Menurut Bupati Jayapura, kondisi ini dialami para siswa usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

#RSUD #MBG #keracunan

Baca Juga Dokter PPDS di Riau Tewas, Polisi: Ditemukan Zat Mematikan di Tubuh Dokter Alex | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/684286/dokter-ppds-di-riau-tewas-polisi-ditemukan-zat-mematikan-di-tubuh-dokter-alex-sapa-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/684287/siswa-dan-guru-di-jayapura-diduga-keracunan-mbg-sapa-siang
Transkrip
00:00Kita ke sorotan lainnya, saudara, dugaan keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis di distrik Depare,
00:06Kabupaten Jayapura, menyebabkan lebih dari 80 orang siswa dan guru harus mendapatkan penanganan medis.
00:13Kasus tersebut merupakan satu dari sekian banyak kasus keracunan MPG
00:16yang menurut Badan Gizi Nasional, sebagian besar dipicu pelanggaran standar prosedur operasional.
00:26Satu persatu siswa paut, SD, SMP, dan juga guru dari distrik Depare mendatangi RSUD Yowari di Jayapura, Papua
00:36untuk mendapatkan perawatan lantaran dugaan keracunan makanan yang mereka alami.
00:41RSUD Yowari bahkan mendirikan tenda darurat di halaman untuk menangani para pasien.
00:46Jumlah pasien dugaan keracunan makanan ini kurang lebih sebanyak 80 orang
00:51yang tersebar di RSUD Yowari, Puskesmas Harapan, Puskesmas Sentani, Puskesmas Waibu, dan RSUP Jayapura.
00:59Menurut Bupati Jayapura, kondisi ini dialami para siswa usai menyantap makanan bergizi gratis di sekolah.
01:06Kita makan, dan setelah makan, kita sudah pulang ke rumah.
01:12Setelah tinggal, setelah pulang ke rumah, baru terjadi reaksi.
01:18Reaksi melalui perut sakit, bunta, bunta, banyak dinamika di situ.
01:26Dinamika yang berkalami.
01:29Puskesmas Waibu, Waibu, dan Ampung Harapan.
01:33Tapi jumlah terbanyak ada di sini.
01:35Hanya jumlah secara keseluruhan kami belum bisa sampaikan,
01:38karena kami masih tunggu terus-tunggu terus, masih bertahan.
01:41Bupati menyebut, hingga kini pemerintah daerah masih melakukan pendataan jumlah korban.
01:47Dugaan keracunan MBG yang terjadi di Jayapura,
01:49merupakan satu dari banyak kasus serupa yang terjadi di Indonesia.
01:54Dari hasil evaluasi, Badan Gizi Nasional mengungkap,
01:58sebagian besar kasus keracunan MBG dipicu pelanggaran standar prosedur operasional.
02:03Kami melihat beberapa sebab gitu ya, ini kita ngomong lebih umum gitu,
02:10ada yang misalnya SOP-nya dia masaknya kecepatan.
02:14Kalau di Papua, kita lihat dari lok, lok dapurnya itu kan kita ada sistem loknya,
02:18dia kapan persiapan, kapan nyacah, kapan apa, kapan dimasak itu ada.
02:22Jadi memang memulai masaknya kecepatan, kalau nggak salah jam 7 atau setengah 8 hari sebelumnya
02:29untuk diberi makan di hari berikutnya di jam 11.
02:32Jadi itu sudah melanggar, termasuk yang di Semarang juga sama,
02:36dia mulai masak jam 9 malam.
02:38Ini sekarang tinggal bagaimana?
02:40Ini kan masalah kedisiplinan, ya kan?
02:44Nah ini kita lagi cari formula.
02:47BGN pun meminta semua dapur SPPG untuk memenuhi standar
02:51dengan adanya sertifikat laik higiene sanitasi atau SLHS
02:56sebagai salah satu langkah untuk MBG yang lebih baik.
02:59Tim Liputan, Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan