Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - BPS mencatat jumlah pengangguran pada Mei 2026 menurun jika dibandingkan Februari 2026.

Tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65 persen turun dibandingkan Februari yang berada di angka 4,68 persen.

Pada Mei 2026 jumlah angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang. Dari jumlah itu, 148,19 juta orang bekerja dan 7,22 juta menganggur.

Dibanding Februari 2026, jumlah penduduk bekerja bertambah 522 ribu orang. Sedangkan jumlah pengangguran berkurang 24 ribu orang.

Meski demikian akhir-akhir ini angka pemutusan hubungan kerja justru meningkat. Apakah saat ini Indonesia tengah mengalami fenomena jobless growth? Kita bahas bersama Dzikri Firmansyah Hakam, Ekonom sekaligus Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB.

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684279/ekonom-itb-bahas-ekonomi-ri-di-atas-5-tapi-pekerja-mandiri-naik-fenomena-jobless-growth
Transkrip
00:09Intro
00:20Saudara BPS mencatat jumlah pengangguran pada Mei 2026 menurun jika dibandingkan Februari 2026.
00:27Tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65% turun dibandingkan Februari yang berada di angka 4,68%.
00:34Pada Mei 2026 jumlah angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang.
00:41Dari jumlah itu sebanyak 148,19 juta orang bekerja dan 7,22 juta menganggur.
00:49Dibanding Februari 2026 jumlah penduduk bekerja bertambah 522 ribu orang.
00:56Sedangkan jumlah pengangguran berkurang 24 ribu orang.
01:04Kemudian dari angkatan kerja tersebut sebanyak 148,19 juta orang diantaranya bekerja.
01:17Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 522 ribu orang dibandingkan kondisi di bulan Februari 2026.
01:31Di sisi lain, angkatan kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebanyak 7,22 juta orang
01:44atau turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan bulan Februari tahun 2026.
01:56Ya saudara, BPS mencatat angka pengangguran turun per Mei 2026.
02:02Meski demikian, akhir-akhir ini angka pemutusan hubungan kerja justru meningkat.
02:07Apakah saat ini Indonesia tengah mengalami fenomena jobless growth?
02:11Kita bahas bersama Zikri Firman Syahakam, ekonom sekaligus dosen sekolah bisnis dan manajemen dari ITB.
02:17Selamat pagi, Mas Zikri.
02:19Selamat pagi, Mas. Sehat ya?
02:22Alhamdulillah sehat. Mas Zikri, kalau kita lihat dari evaluasi kualitas pertumbuhan,
02:28memang secara teori pertumbuhan ataupun ekonomi tumbuh di 5,29 persen di kuartal 2 ini.
02:34Idealnya didorong oleh produktivitas industri.
02:37Namun di lapangan ini justru apakah angka ini murni penyerapan investasi real
02:42atau karena dampak belanja musiman menurut Anda?
02:47Ya, untuk ini ya, kalau kita bedah dari sisi pengeluaran,
02:53memang pertumbuhan 5,29 persen ini ya cukup menarik.
02:58Karena komponen terbesar kalau kita cek itu tetap konsumsi rumah tangga.
03:02Jadi konsumsi tumbuh 5,06 persen ya kalau kita cek.
03:06Dan ini menyumbang 2,67 poin.
03:08Tadi sudah di breakdown juga.
03:10Kontribusinya kalau kita lihat memang sedikit lebih rendah dari kuartal pertama 2026.
03:14Tapi memang ini sedikit lebih tinggi dari dibandingkan kuartal kedua 2025.
03:19Jadi kalau masalah musiman, kita kan selalu membandingkan pertumbuhan ekonomi itu year on year ya.
03:24Jadi memang musiman itu sudah terbaca juga.
03:26Jadi kalau saya cek memang konsumsi itu masih jadi mesin utama.
03:29Tapi memang kita nggak lagi mengalami akselerasi yang luar biasa juga.
03:33Nah kalau tadi di-mention tentang investasi atau PMTB gitu ya, itu tumbuh 6,87 persen.
03:39Dan menariknya, ini justru yang sekarang lumayan ekspansif.
03:42Jadi 2,06 poin.
03:43Nah dibandingkan di mana ekspansifnya dibandingkan misalnya kuartal pertama 2026.
03:48Itu kan kontribusinya hanya 1,79 poin.
03:50Jadi ada hampir lebih dari 0,2 poin kan masuk ke sana kan.
03:54Nah ini, tapi kurang lebih sama memang dibandingkan kuartal kedua 2025.
03:58Nah ini kalau saya lihat memang ada ekspansi di investasi real dibandingkan kuartal sebelumnya.
04:03Tapi ini kan bukan semata stimulus ekonomi.
04:05Nah ini kalau kita cek ya masih sebelumnya itu kan kuartal 1 ada kritik bahwa konsumsi pemerintah yang menggenjot pertumbuhan
04:13ekonomi.
04:13Kita cek kalau di kuartal 2 ini, memang kontribusinya lumayan masih tetap lumayan besar.
04:17Tapi tidak sebesar di kuartal 1.
04:19Ada di sekitar 15,9 persen.
04:21Dan kemudian kontribusinya pun tidak sebesar sebelumnya juga.
04:24Hanya di 1,07 poin.
04:25Jadi memang ada dorongan pemerintah masih kuat, tetapi ya masih relatif lebih kecil.
04:31Nah itu kalau kita lihat perlu diapresiasi atau tidak di tengah gonjang-ganjing kemarin ya penurunan peringkat dari MSCI, dari
04:40Moody's, dan seterusnya.
04:41Kemudian oil price di Timur Tengah ya kita melihat ini above expectation.
04:45Dan kalau kita cek kan asumsi-asumsi prediksi dari lembaga-lembaga pun ini kan above expectation.
04:50Seperti itu.
04:51Oke, kalau kita bandingkan dengan ini kan secara year on year ya.
04:54Kalau kita lihat di kuartal pertama tahun ini adalah 5,61.
04:58Tapi baseline-nya tidak setinggi di baseline pada kuartal ini kalau dibandingkan secara tahunan.
05:04Apakah itu berpengaruh baseline ini, Pak Zikri?
05:08Ya kalau kita membandingkan angka ya kita memang harus relatif.
05:14Jadi komparasinya seperti apa.
05:16Jadi kita dikompar terkait apa dulu.
05:18Kalau dibandingkan memang dibandingkan musim yang sama, kuartal yang sama tahun sebelumnya.
05:23Ya ini kan mengalami peningkatan.
05:26Ya tadi ya 5,29 persen lagi.
05:29Jadi sudah memperdukkan musiman.
05:31Jadi memang kita harus fair juga ini relatif terhadap apa.
05:36Kalau misalnya kita bandingkan terhadap kuartal 1 memang musimnya kan berbeda ya.
05:40Kalau kita lihat kuartal 1 itu lebih didominasi oleh misalnya Ramadan dan kemudian yang kemarin itu.
05:47Tapi kalau yang sekarang itu kan misalnya gaji ke-13 itu banyak gitu ya.
05:50Musim-musimannya itu berbeda.
05:52Tetapi sudah dipertimbangkan itu musimannya tadi.
05:55Oke kita bergeser ke data yang lain yang dirilis di hari yang sama oleh BPS juga terkait dengan angka pengangguran.
06:01Tapi kita geser ke anomali jobless growth-nya.
06:04Mas Zikri ada perekonomian yang tercatat tumbuh di atas 5 persen namun angka PHK bertambah.
06:09Apakah ini kita sedang mengalami fenomena jobless growth di mana ekonomi tumbuh tetapi tidak menciptakan lapangan kerja yang memadai?
06:17Ya menurut saya kalau dibilang jobless growth tidak kurang tepat juga ya.
06:24Saya lebih prefer ini adalah low quality job growth gitu ya.
06:29Kenapa? Karena pertumbuhan ekonomi ini tidak serta-merta mengakibatkan penyerapan tenaga kerja yang berkualitas.
06:37Karena kalau dilihat kita statistik kan yang dikeluarkan oleh BPS juga Februari sampai Mei tambahan orang bekerja itu kan bahkan
06:43ada 522 ribu.
06:45Jadi ada penyerapan tenaga kerja.
06:46Nah dari ini kan tapi yang terserapnya itu kemana?
06:50Terserapnya itu ke sisi formal yang berkualitas, gajinya lumayan tinggi dan memberikan pengamanan keselamatan kerja dan seterusnya.
06:58Atau justru ke informal.
07:00Nah kalau kita lihat dari sisi teori juga memang ada berbeda.
07:04Jadi ada kausalitas dan korelasi.
07:06Jadi dalam ekonomi growth dengan penyerapan tenaga kerja itu pasti berkorelasi tetapi belum tentu jadi ada sebab akibat.
07:15Jadi kalau misalnya penyerapan tenaga kerja itu kemungkinan besar menyebabkan pertumbuhan ekonomi tetapi pertumbuhan ekonomi belum tentu menyebabkan penyerapan tenaga
07:25kerja.
07:25Tergantung dia alokasinya kemana nih pertumbuhan ekonominya.
07:29Apakah ke sektor yang padat modal atau padat karya.
07:32Nah kalau padat karya sudah pasti dia menyebabkan penyerapan tenaga kerja.
07:36Nah ini yang padat modal ini.
07:37Masalahnya kan kita musimnya otomatisasi ya musimnya AI nih.
07:41Nah kalau misalnya si pengusaha nih pengusaha dia sekarang dengan adanya otomatisasi dan AI ini dia tuh justru bisa menghasilkan
07:48supply yang sama produk yang sama dengan input tenaga kerja yang justru bisa lebih rendah.
07:53Nah itu kalau makanya kita lihat itu kan jadi ada trade off nih.
07:57Nah ini harus bijak juga nih pemerintah.
07:58Pemerintah ini mau alokasiin di sektor yang mana nih?
08:01Di tengah AI boom dan otomatisasi ini.
08:04Jadi kalau misalnya ingin fokus ke produktivitas itu bisa mengorbankan penyerapan tenaga kerja.
08:12Nah ini butuh wisdom juga dari pemerintah.
08:15Jadi artinya kalau saya bisa simpulkan adalah soal degradasi kualitas pekerjaan begitu ya karena ada informalisasi di sini.
08:21Lonjakan jumlah pekerja informal ini kan sering diklaim sebagai bentuk ketahanan masyarakat Mas Sikri.
08:26Namun dari kacamata akademisi, bukankah dominasi sektor informal ini justru sinyal pemberukan kualitas lapangan kerja?
08:35Ya menurut saya betul bisa dibilang seperti itu karena memang gini tergantung ada persepsinya.
08:42Kalau misalnya sektor informalnya kita misalnya jadi pengusaha nih atau UMKM itu karena misalnya kitanya pingin dan kitanya punya modal
08:50dan itu bisa dianggap itu suatu hal yang baik.
08:53Tetapi kalau misalnya kita switch ke sektor informal itu dikarenakan kita terpaksa misalnya karena di layoff karena PHK itu kan
09:00jadi masalah ya.
09:01Nah itu jadi problem.
09:03Nah memang kita kan dikenal ekonomi kita itu karena UMKM tadi ya karena memang adaptif dan resilience.
09:08Tapi kalau misalnya kita kehilang tadi ya pekerjaan formal tadi kan orang langsung switch itu switch bekerja jadi bisa jadi
09:17dagang.
09:18Pengembudi ojek online kan itu jadi masalah karena terpaksa tadi.
09:21Jadi informal itu karena terpaksa.
09:23Nah kalau karena peluang tadi modal kan jadi nggak masalah gitu.
09:27Informalitas itu penting memang jadi bantalan ekonomi kalau misalnya ada guncangan.
09:31Tapi kita tahu yang bisa membuat orang itu hidup dengan layak pendapatannya itu sustain itu adalah sektor formal.
09:38Jadi memang kita bukan berarti pemerintah itu tidak menghilangkan harus menghilangkan sektor informal.
09:45Tetapi harus sektor informal itu bikin naik kelas.
09:48Naik kelasnya itu apa?
09:49Misalnya akses modal, pelatihan, dan kemudian stimulus, dan kemudian kemudian jaminan-jaminan kesehatan dan kerja itu harus untuk sektor informal
09:56ini.
09:56Baik, berarti formalitas itu masih penting begitu ya sebagai bantalan saat adanya guncangan ekonomi.
10:03Namun kalau kita geser lagi Mas Zikri ini kan secara makro indikator kita ini terlihat solid ya.
10:09Bagaimana kemudian di tingkat mikro data apa yang menggambarkan bahwa daya beli masyarakat baik-baik saja?
10:17Ya ini sebenarnya baru dikeluarkan oleh BPS juga.
10:20Ini terkait dengan inflasi dan saya cukup surprise juga di tengah gempuran oil price yang masih naik turun,
10:27sempat naik di atas 100 dolar per barel juga ya.
10:30Ini inflasi kita masih terjaga nih Juli kemarin bahkan di bawah 3%.
10:34Lebih tepatnya di Juli itu kan 2,88%.
10:37Ini di bawah 3%.
10:38Secara bulanan bahkan kita lihat itu deflasi itu kan 0,14% dibandingkan sama Juni ya.
10:43Ini kan sebenarnya bisa ini acceptable dan ini reasonable.
10:47Karena apa? Karena oil price itu kan tidak setinggi di kuartal 1 ya, di akhir kuartal 1.
10:52Sehingga menyebabkan harga pangan itu kan jadi turun.
10:56Dan ini menjaga daya beli masyarakat.
10:57Khususnya apa? Kelompok menengah yang menengah ke bawah ya, pengeluarnya untuk kebutuhan sehari-hari.
11:02Tapi ini harus hati-hati juga sih.
11:04Inflasi ini kan nggak serta-merta ekivalen dengan daya beli, ada indikator yang lain juga.
11:09Makanya kita harus cek juga misalnya konsumsi rumah tangga.
11:12Itu kan positif tumbuh ya.
11:14Transaksi digital itu meningkat.
11:16Nah, kalau kita cek itu di kuartal 2 ya, terutama di akhir-akhir penjualan kendaraan membaik justru.
11:22Saya sih optimis ya, terutama kita lihat IHSG ke depannya dari trennya dan kemudian dari teknikal fundamentalnya ini bisa jadi
11:29baik.
11:30Dan kalau kita cek dari data penerimaan PPN, itu kan cukup kuat juga ini naik.
11:34Jadi masyarakat itu masih melakukan konsumsi gitu ya.
11:37Nah, tapi harus hati-hati juga kalau misalnya kita cek di indeks keyakinan konsumen, itu di April itu 123, itu
11:44di Juni itu kan 117.
11:46Artinya apa? Ya ada penurunan.
11:48Saya sih melihatnya penurunannya ini lebih kepada masyarakat menengah ke bawah.
11:53Kalau kita cek jadi data kan di kisaran yang pendapatannya 4 sampai 5 juta per bulan tuh.
11:58Nah, ini pertumbuhan ekonomi harus di cek ini dia berpengaruh kemana dan siapa yang tertekan bahkan ketika pertumbuhan ekonomi meningkat.
12:06Baik, berarti bisa digarisbawahi bahwa inflasi juga kita mesti lihat begitu namun selalu hati-hati karena memang tidak selalu ekvivalen
12:15dengan daya beli masyarakat juga.
12:17Terima kasih Zikri Firman Syahakam, ekonom sekaligus dosen SBM ITB atas penjelasannya bersama kami di Kompas Bisnis.
12:23Mas, sehat selalu.
12:24Ya, sehat selalu Mas. Yuk, mari.
12:27Saudara, jangan kemana-mana karena Sapa Indonesia Pagi akan kembali untuk Anda selesai.
12:32Dengan informasi, musim kemarau panjang membuat sungai di Blora, Jawa Tengah mengering.
12:36Tanah di dasar sungai terlihat retak-retak dan mengeras.
Komentar

Dianjurkan