00:01Saudara, Iran membentangkan spanduk bergambau Donald Trump dan ancaman pembunuhan setelah Trump mengklaim menunda serangan besar-besaran ke Iran.
00:17Sebuah spanduk dengan gambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan tulisan,
00:22kami akan membunuhmu, terpasang di depan rudal balistik Zolvagar dan Zolgader, Iran, di lapangan Azadi, Tehran pada minggu waktu setempat.
00:34Spanduk ini, Saudara, terpasang di tengah penundaan serangan Amerika Serikat.
01:02Spanduk Pusat Amerika Serikat merilis rekaman yang menunjukkan jet F-35C Corps Mariner melaju kencang di dek penerbangan sebelum melesat
01:12ke langit.
01:13Di atas Laut Arab saat pasukan Amerika Serikat melanjutkan blokade mariti mereka terhadap Iran.
01:19Pesawat tempur siluman tersebut lepas landas dari USS Abraham Lincoln saat kapal induk tersebut mendukung blokade Angkatan Laut Amerika Serikat
01:28yang diperbarui dan menargetkan kapal-kapal yang berlayar ke dan pelabuhan Iran.
01:36Tanggal dan lokasi pasti dari rekaman tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen pada saat publikasi.
01:44Washington pertama kali memberlakukan blokade pada bulan April selama konfliknya dengan Iran.
01:51Blokade dilakukan ketika Amerika Serikat menekan Tehran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menyetujui kesepakatan damai.
01:59Operasi tersebut diaktifkan kembali pada 14 Juli setelah selerangan Iran terhadap kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
02:16Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim sekutu Washington di Timur Tengah bersama Iran
02:21mendesak pembatalan serangan terbesar sejak Perang Dunia II terhadap Tehran.
02:27Penundaan serangan ini dilakukan jelang perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.
02:34Pertanyaan tersebut dari Saudi Arabia, dari UAE, dari Qatar, dan dari Iran.
02:42Kita semua sudah mencoba untuk pergi.
02:43Ini adalah saat ini, sekarang, dan itu akan menjadi masyarakat.
02:50Kita semua sudah mencoba untuk pergi.
02:51Tapi ketika kembali, mereka harus mencoba untuk mencoba untuk mencoba, mereka harus mencoba untuk mencoba.
02:58Dan sebabnya mereka tanya adalah, saya pikir ada sebuah perundingan.
03:00Ada sebuah perundingan dengan Hormuz, dan akan ada sebuah perundingan dengan nuklear,
03:05atau Anda mungkin menyebutkan denuklearisasi.
03:12Dilaporkan kantor berita Iran, sumber-sumber militer Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump
03:18bahwa Tehran telah meminta Washington untuk membatalkan serangan.
03:22Sumber militer Iran tersebut menyebut pernyataan Trump sebagai kebohongan baru.
03:28Sumber-sumber militer Iran menggambarkan pernyataan Trump sebagai upaya putus asa
03:34untuk menekan negara-negara teluk.
03:45Pelaksana tugas Menteri Pertahanan Iran, Zayed Majid Eben Al-Riza mengatakan,
03:51Tehran memandang setiap ancaman musuh sebagai hal nyata dan patut diperhatikan.
03:57Zayed menyebut Iran menolak karakterisasi ancaman itu sebagai sekadar perang psikologis.
04:03Zayed bilang, Iran tidak akan terkejut atau tetap pasif.
04:08Iran menggunakan ancaman sebagai dasar untuk meningkatkan kesiapan dan mengembangkan kekuatan.
04:20Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan,
04:23negosiasi dengan Iran akan dimulai Senin sore.
04:27Penundaan serangan yang diklaim Trump diminta sekutunya di Timur Tengah dan Iran.
04:32Dilakukan agar ada kesepakatan dalam negosiasi.
04:43Iran memajang sepanduk ancaman pembunuhan Trump di tengah klaim Trump
04:47yang menyebut Iran minta penundaan serangan yang diklaim akan jadi serangan besar-besaran
04:53soal eskalasi perang Iran dengan Amerika Serikat.
04:56Dan nasib negosiasi kita bahas bersama pakar PPAU,
05:00alumni US Air World College, Agung Sasongko Jati.
05:05Pak Agung, kalau dilihat dari apa yang dilihat dari spanduk tersebut,
05:10menurut Anda ini, apakah ini propaganda?
05:13Atau memang sebenarnya adalah sinyal operasi militer lanjutan, Pak Agung?
05:18Ya, jadi memang berbales pesan ya.
05:22Kalau Trump itu pesannya adalah secara gamblang menampilkan kata-kata melalui media sosial
05:33yang menyatakan Iran ini dan itu, saya akan hancurkan Iran.
05:36Maka pemasangan semandu ini adalah konternya.
05:39Mereka juga menggunakan media sosial dan media utama.
05:42Jadi merupakan perang operasi psikologis tingkat tinggi.
05:47Jadi bukan emosi, bukan apa.
05:49Ini adalah bentuk nyata dari war opposition atau perang posisi di ranah ideologis.
05:54Iran sedang memperkuat blok historis domestiknya dengan menciptakan solidaritas masa
05:59melalui simbol hegemoni kapitalis barat yang diwujudkan dalam bentuk Trump di dalam peti mati.
06:05Trump dipersonifasikan sebagai wujud arugansi imperialis yang harus dihancurkan.
06:09Jadi pesan utamanya, seluruh rakyat Iran dan jaringan perusahaan mereka tidak telah tunduk pada teror Amerika Serikat.
06:14Itu utamanya pesannya.
06:16Jadi pesan kematian ini berfungsi sebagai alat deteran psikologis.
06:19Iran ingin menegaskan bahwa mereka siap meningkatkan eskalasi konflik ke tingkat yang paling mematikan
06:23dan menanamkan keraguan di para pengambil kebijakan di Washington
06:27bahwa setiap serangan kinetik ke tanah Iran akan dibalas dengan pertumbuhan darah yang tidak sembanding dengan tongan taktisnya.
06:32Dan kita paham bahwa dalam konflik asimetris, mematahkan semangat tempur lawan sebelum peluk tangan itu adalah kunci kemenangan.
06:39Itu yang ditujukan oleh Iran.
06:41Lalu Pak Agong, apa sebenarnya di sisi lain?
06:44Kalau kita tadi lihat ataupun dengarkan pernyataan Anda bahwa ini bisa jadi adalah perang psikologis.
06:50Lalu di sisi lain apa tujuan Trump menyampaikan klaim penundaan serangan karena permintaan dari sekutu dan Iran?
06:57Oh jadi jelas ini adalah bahwa biayanya. Jadi ini kalkulasi rasional ya.
07:03Amerika Serikat itu kan bukan Trump.
07:05Trump sering mengatakan hal-hal yang sebetulnya adalah pikiran dia sendiri padahal sebetulnya banyak keputusan
07:10harusnya dipikirkan, dirundingkan dengan semua pihak terkait.
07:13Dan akhirnya keputusan Trump sendiri pada saat akan dieksekusi itu menimbulkan masalah
07:17karena ada kalkulasi rasional bahwa perang terbuka dilanjutkan membawa konsekuensi logistik dan ekonomi.
07:23Kalau kemarin konsekuensi logistik dan ekonomi masih dihitung bisa ditanggulangi
07:27tapi sekarang pada titik di mana jika serangan-serangan besar ini akan dibalas dengan selat humus ditutup total
07:33dan ditambah juga dengan bab el mandep ditutup.
07:35Yang terjadi apa? Akan mencekak suplai minyak global, memicu lonjakan inflasi dan berpotensi menyeret ekonomi Amerika ke jurang resesi.
07:46Tepat sebelum siklus pemilihan umum selah.
07:48Nanti bulan September kan separuh anggota Kongres dan DPR-nya akan dipilih.
07:53Ini pukulan mematikan bagi basis kampanye di Washington.
07:57Karena itu klaim Trump ini merupakan bentuk rasionalisasi untuk menghindari perang gesekan yang mengusil diwani secara cepat
08:03dan ongkos yang dibayar sekarang melebihi dari kemampuan mereka untuk menanggulangi
08:09entah karena senjatanya sudah berkurang, entah karena tingkat ekonomi dan tingkat apapun diperhitungannya
08:15tidak lebih besar kerugiannya kalau menyerang dibandingkan dengan keuntungannya.
08:19Ini yang terjadi maka Trump ya langsung menyatakan tidak menyerang dan perundingan dilanjutkan.
08:24Itu yang dikatakan.
08:26Jika artinya ini adalah dari pihak Amerika Serikat sendiri sudah over budget seperti itu ya Pak Gok.
08:32Lalu di sisi lain apakah masih ada kemungkinan untuk melakukan perundingan ketika kita tahu
08:37banyak pihak menilai bahwa perundingan sudah tertutup?
08:41Sebenarnya perundingan kan jalan terus tapi tidak secara langsung ya.
08:44Maksudnya Iran selalu berbicara dengan Pakistan, dengan Arab Saudi, dengan Oman, dengan Qatar, dengan yang lainnya.
08:51Sementara Amerika berbicara juga dari sini.
08:53Tadi perundingannya itu adalah hal-hal yang dan yang paling sebetulnya cemas itu kan negara-negara teluk.
08:59Negara-negara teluk ini selalu berusaha bagaimana caranya jangan sampai berlanjut jadi peran terbuka,
09:03negosiasi lah, cari perdamaian dan segala macam.
09:05Dan mereka sadar betul bahwa mereka nggak bisa tergantung dari Amerika lagi yang jelas tidak mampu untuk melindungi mereka.
09:11Alih-alih melindungi mereka.
09:13Melindungi pangkalan sendiri tidak bisa.
09:14Dan sekarang hanya karena belas kasih-kasian saja dari Iran saja.
09:18Itu pangkalan Kuwait itu dihancurkan habis sehingga membunuh banyak orang.
09:21Karena tetap untuk pada akhirnya perundingan juga menjaga hubungan.
09:26Jangan sampai terlalu habis-habisan sehingga menjadi perang total.
09:29Jadi intinya adalah perundingan ini tetap jalan tapi negosiasi yang lewat pihak lain, lewat perantara.
09:34Yaitu termasuk Pakistan juga.
09:36Dan pada akhirnya sekarang dititik.
09:38Seperti kan Trump sudah bilang sebetulnya dalam minggu kedua kemarin.
09:41Gimana caranya ini berhenti?
09:43Bilang sama orang Pakistan, gimana dong caranya berhenti?
09:45Supaya, tapi jangan bikin malu saya.
09:47Ya dicari-cari lah caranya gimana.
09:49Dan sekarang tepat pada saat ini ada telepon dari Pangeran Arab Saudi.
09:54Ya dibuatlah, Un, karena permintaan Pangeran.
09:56Padahal perintinya Amerika sudah kesulitan.
09:58Karena bayangin rudal penangkisnya sudah tinggal 35 persen loh.
10:02Untuk seluruh dunia bayangkan, itu kan sudah habis-habisan artinya.
10:06Tapi Pak Agung gini, kalau misalkan saat ini Anda menyebutnya Amerika Serikat ataupun Trump ingin melakukan perdamaian melalui pihak ketiga
10:16ataupun pihak negara lain.
10:18Lalu mengapa Amerika Serikat ini masih pamer dengan perlengkapan kesenjataannya?
10:23Seperti jet F-35 di tengah klaim serangan besar-besaran ini?
10:28Ya begini, Pangeran jahit F-35 di tengah klaim ini adalah langkah klasik diplomasi kapal perang atau gambut diplomasi modern.
10:36Jadi Trump ingin proyeksikan citra hegemonyi teknologi absolut kepada Teheran F-35.
10:40Simbol puncak kekuatan udara kapitalis barat.
10:43Dan pamer kekuatan ini dirancang untuk menjadi alat perang psikologis guna mengintimasi lawan di dalam meja perundingan.
10:48Tujuannya sederhana setelahnya.
10:49Pangeran ingin mengirang pesan bahwa mereka memiliki kapabilitas menembus wilayah udara kapan saja.
10:53Namun kita tahu memiliki F-35 dipamerkan sangatlah berbeda dengan menggunakan untuk misi penetrasi.
11:00Karena sungguhnya begini.
11:01Pesat F-35 itu memerlukan perawatan yang sangat kompleks ya.
11:04Termasuk peralatan selain dia.
11:06Jadi kesilumannya, ketidak kelihatannya itu tidak hanya karena bentuknya sama dikasih catnya.
11:11Tapi perawatannya dan alat elektroniknya.
11:13Nah kalau dia sudah berapa waktu tidak ada lawat, maka tingkat kesilumannya akan berkurang.
11:17Itu setiap waktu, berapa waktu kulitnya harus dibuka, dirawat, dibersihkan, dipasang lagi.
11:21Kemudian alat pendingin daripada leading edge-nya harus didinginkan supaya tidak kelihatan di dalam perang-perang.
11:26Kemudian ada beberapa alat penekannya atau alat jammer-nya harus dibersihkan.
11:31Kalau itu tidak dirawat, berarti banyak pesat F-35 bisa terbang.
11:34Tetapi untuk full mission capable itu tinggan 25%.
11:36Jadi kalau dia pamerkan pada saat F-35 100 buah sebetulnya yang sanggup untuk mission betul-betul menembus hanya 25.
11:45Artinya itu tidak ada apa-apanya.
11:46Karena sangat mahal dan sangat rentan dan kekuatannya juga terbatas lah yang bisa betul-betul terbang siluman itu.
11:53Kalau kita lihat dari sisi kekuatan Iran sendiri seperti apa Pak Agung?
11:57Seberapa kuat saat ini amunisi dan juga perlengkapan persenjataan Iran?
12:02Nah, Iran itu bukan negara tanpa pertahanan ya.
12:05Dia punya radar overdoration Gadir yang sangat canggih.
12:08Serta jaringan rudal darat kudara berbasis lapis seperti Bavar 37 dan S-300 PMU.
12:14Jaringan pertahanan anti-Asia-Hardinnya sangat rapat dan mematikan.
12:18Sekarang Komando Militer Amerika mengetahui bahwa dengan pasti bahwa mengirim jet siluman membawa bom konfesional itu sangat tinggi resikonya.
12:25Satu saja F-35 jatuh tertembak, maka mitos hegemoni barat akan jatuh berkeping-keping.
12:29Oleh karena itu pamer alat siluman hanya menutupi fakta bahwa logistik amunisi mereka sudah habis ya.
12:37Jadi Iran itu sudah bisa mendeteksi pesawat apapun dari jarak jauh meskipun itu siluman.
12:43Sehingga mereka sudah prediksi datangnya kapan dan mereka siapnya.
12:45Dan praktis terakhir kali Amerika itu menyerang masuk ke dalam itu tahun lalu.
12:50Pada saat pembom B-2 menghantam Fordo ya.
12:53Fordo itu tempatnya instalasi nuklir kan.
12:54Setelah itu serangan mulai 28 Februari tidak ada satu.
12:57Semua nembaknya dari luar, dari luar batas radarnya Iran.
13:02Jadi jarak jauh, makanya cepat habis GSM-nya, Rudal Joint Stand-off Missile-nya yang bisa jarak 1000-500 kg
13:09itu.
13:09Itu habis sekarang sudah cengat sedikit sangat untuk dibandingkan.
13:13Karena sudah menghabiskan hampir 50% lebih dari senjataan di seluruh dunia.
13:17Jadi mereka hanya menembak jarak jauh dan praktis sebetulnya tidak ada yang berani terbang masuk ke dalam wilayah yang diawasi
13:22oleh Iran.
13:23Oke, baik. Terima kasih atas perspektif Anda Pak Agung Sasongkojati sudah berbagi di Kompas Petang.
13:29Selamat sore Pak Agung.
13:30Terima kasih, selamat sore.
Komentar