00:00BMKG Stasiun Klimatologi Kelas 1 Jawa Tengah memperkirakan musim kemarau tahun 2026 ini akan lebih panjang.
00:08Sementara puncak kemarau diprediksi pada Juli dan Agustus 2026.
00:15BMKG Stasiun Klimatologi Kelas 1 Jawa Tengah memperkirakan musim kemarau tahun 2026 ini bakal lebih panjang.
00:24Analis Klimatologi BMKG Jawa Tengah Zaujik Nana Ruslana memprediksi puncak kemarau terjadi pada bulan Juli dan Agustus ini.
00:36Bahkan diperkirakan musim kemarau bisa pula sampai bulan September.
00:42Saat ini El Nino dalam intensitas kuat bahkan hingga bulan Oktober.
00:48Dampak El Nino ini musim kemarau Jawa Tengah bakal lebih kering dan panjang.
00:54Fenomena El Nino diperkirakan terjadi hingga awal tahun depan, sekitar bulan Januari dan Februari.
01:01Sehingga diprediksi musim hujan bakal mundur dibandingkan biasanya.
01:07Nah, dampak secara iklimnya tentu saja sudah musim kemarau terdampak El Nino yang sangat kuat tadi,
01:14kuat dan sangat kuat tadi, otomatis di wilayah Jawa Tengah akan mengalami musim kemarau yang kering
01:21dan mungkin akan durasi musim kemarau juga akan lebih panjang dibanding biasanya.
01:30Kalaupun kan diprediksi bulan Juli, Agustus dan juga ada sebagian di bulan September nantus.
01:36Dari monitoring yang dilakukan, sejumlah daerah di Jawa Tengah yang harus waspada
01:41antara lain Solo Raya dan Kudus Raya atau XK Residenan Pati.
01:47Sebab pada musim kemarau kali ini sangat kering dan suhu saat malam dingin menggigil,
01:54sedangkan saat siang sangat terik.
01:57Praayuda Febrianto, Kompas TV, Semarang, Jawa Tengah
02:05Bagaimana prediksi musim kemarau 2026 dan dampak fenomena El Nino di Jawa Tengah?
02:11Lebih lengkap kita bahas bersama Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Guru Ciptanto.
02:20Salam sehat, Pak Guru. Terima kasih telah hadir di Kompas TV pada hari ini.
02:26Pak Guru, terkait dengan fenomena El Nino yang kita tahu sedang berlangsung,
02:30kemudian bagaimana gambaran musim kemarau yang diprediksi oleh BMKG ini
02:35akan terjadi lebih panjang dan juga lebih kering dari sebelumnya,
02:40terkhususnya di wilayah Jawa Tengah?
02:44Baik, terima kasih Mbak Karla.
02:46Pak, jadi salam iklim dulu.
02:49Salam iklim, Pak.
02:51Jadi, pada pertengahan Maret yang lalu,
02:56kami itu sudah melakukan press conference berkaitan dengan
03:01prediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah.
03:05Jadi, jauh hari kami sampaikan kepada seluruh stakeholder,
03:09kepada masyarakat publik semuanya, bahwa tahun 2026 ini kemarauannya beda dengan tahun-tahun sebelumnya.
03:18Jadi, minimal kami berikan gambaran umum bahwa sifatnya bawah normal.
03:24Istilah bawah normal ini di BMKG diterjemahkan di publik kemarauannya kering, seperti itu.
03:30Kemudian, musim kemarauannya datang lebih awal, seperti itu.
03:35Jadi, datang lebih awal yang biasanya mungkin ada yang di awal Juni,
03:41itu di awal Mei sudah masuk ke beberapa daerah, seperti itu.
03:45Selain datangnya lebih awal, nanti musim kemarauannya juga selesai terlambat,
03:52sehingga secara umum dirasakan lebih panjang dari biasanya.
03:56Bahkan, dalam outlook pandangan kami di akhir tahun 2025,
04:03kami memberikan suatu pandangan curah hujan di Juli, kemudian Agustus, September,
04:08itu di bawah 50 mm.
04:13Bahkan di Oktober pun curah hujannya masih sifatnya di bawah normal.
04:17Padahal biasanya di Oktober itu sudah ada daerah-daerah yang mengalami peralihan ke musim hujan, seperti itu.
04:25Jadi, gambaran-gambaran umum itu sudah kami sampaikan
04:28agar seluruh masyarakat dan stakeholder bisa saling koordinasi
04:33untuk menyiapkan rencana apa yang bisa dilakukan masing-masing sesuai dengan kebutuhannya.
04:38Seperti itu, Mbak Karla.
04:40Baik Pak Guru, untuk kemarau pada tahun ini berlangsung lebih kering dan juga lebih panjang dari sebelumnya.
04:47Lalu kemudian dengan panjangnya musim kemarau,
04:49tentunya sektor pertanian ini menjadi salah satu yang paling rentan.
04:53Lalu kemudian apa rekomendasi dari BMKG bagi petani terkait pola tanam dan juga pengelolaan air?
05:00Ya, jadi tidak semua wilayah itu yang kami sampaikan ini kan curah hujan yang ada dari langit.
05:09Sementara dalam dunia pertanian di Jawa Tengah itu tidak semuanya mengandalkan curah hujan dari langit saja.
05:15Artinya tidak semua wilayahnya itu ada hujan.
05:18Misalkan daerah-daerah, kemarin kami melakukan sekolah pangiklim misalkan di Seragen.
05:23Nah, memang daerah-daerah di selatan, Bengawan Solo, itu menggunakan irigasi teknis.
05:28Artinya di musim kemarau ini tidak terlalu berdampak bagi daerah-daerah pertanian yang menggunakan irigasi teknis.
05:35Bahkan biasanya di musim kemarau ini dari teman-teman pertanian yang irigasinya teknis
05:41biasanya produk padi yang dihasilkan jauh lebih bagus.
05:47Tetapi untuk daerah-daerah di sebelah utaranya itu memang perlu kewaspadaan karena irigasi teknisnya mungkin tidak semuanya sepanjang tahun akan
05:59dialiri.
06:00Ada daerah-daerah pertanian yang menggunakan misalkan airnya, air permukaan melalui sungai-sungai atau dengan air dalam menggunakan sumur-sumur
06:11bor dan seterusnya.
06:12Jadi, antisipasi ini kami sampaikan agar petani, agar dinas pertanian itu bisa melakukan sejak dini kira-kira kami akan menggunakan
06:24air dari sisi yang mana ini.
06:27Jadi, hal-hal yang berikut itu kami koordinasikan tujuannya untuk memudahkan gambaran ke depan berkaitan dengan rencana tanam ataupun pola
06:37tanam yang akan dilakukan.
06:38Begitu, Mbak Karla.
06:40Baik, Pak Guru. Untuk fenomena air ini tentunya perlu diwaspadai oleh pertanian yang menggunakan metode tadah hujan.
06:47Lalu kemudian selain sektor pertanian yang menggunakan metode tadah hujan, sektor apa saja, Pak Guru, yang perlu meningkatkan kewaspadaan selama
06:55musim kemarau ini?
06:58Ya, tentu berkaitan dengan ini kemarauannya kering, tentu penyediaan air bersih ya.
07:04Jadi, seperti BDA, M, air baku, ini menjadi vital.
07:09Karena mungkin kalau nanti terpaksa tidak mencukupi daerah-daerah yang teraliri dengan air,
07:16bisa disampaikan sejak dini kira-kira aliran air bersih kira-kira bergilir seperti itu.
07:22Jadi, jadwalnya disampaikan dengan masif.
07:24Kemudian selain dinas pertanian, tadi juga kesehatan.
07:30Karena dengan adanya lamanya tidak hujan, ini beberapa daerah sudah ada yang lebih dari 90 hari tidak hujan,
07:39itu menimbulkan debu-debu yang berterbangan dan polusi udara tentu tidak bisa dialahkan.
07:45Muncullah nanti ispa dan lain-lain, meskipun tidak diringi dengan banyaknya lahan yang terbakar.
07:54Karena mungkin sudah persiapan dari penduduk publik seperti itu.
07:58Kemudian juga yang paling harus diwaspadai setiap individu adalah berkaitan dengan aktivitas di siang hari.
08:07Karena dehidrasi, perlunya minum yang teratur, meskipun tidak berlebihan, ini sangat-sangat dianjurkan.
08:14Karena panas yang terik ini akan menimbulkan efek yang beda dengan hari-hari biasanya.
08:22Baik, selain sektor pertanian, sektor kesehatan juga membutuhkan perhatian seiring dengan musim kemarau panjang
08:28yang berisiko memunculkan peningkatan ispa dan juga dehidrasi.
08:33Lalu kemudian Pak Guru, kalau kita bicara soal musim kemarau panjang ini rentan atau dekat dengan terjadinya risiko kebakaran.
08:41Bagaimana BMKG melihat adanya peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah?
08:46Wilayah mana saja yang perlu menjadi perhatian khusus, Pak Guru?
08:51Ya, jadi daerah-daerah yang mengalami lahan biasanya terbakar, ini beda kalau di Jawa Tengah beda dengan luar Jawa.
08:59Ada hutan yang terbakar dan lain-lain, tapi tetap kewaspadaan itu perlu dilakukan karena biasanya kawasan hutan jati.
09:07Hutan jati ini di Jawa Tengah biasanya adanya di timur dan utara.
09:12Misalkan Wilayah Brola, Wilayah Gerobokan, Rembang, ini rentan untuk terbakar misalkan.
09:19Kemudian kawasan lereng kegunungan, ada gunung lawu di sekitar Karanganyar, ada gunung Merbabu, kemudian Sindoro Sumbing, gunung Selamet.
09:28Yang biasanya para pendaki itu sering melakukan akh disana, mungkin dihimbau untuk tidak ceroboh karena untung rokok dan lain-lain.
09:41Kemudian wilayah-wilayah mana lagi, misalnya rawan kekeringan ekstrim misalkan wilayah Wonogiri dan Seragen, ini juga saya mendapat informasi meskipun
09:52ada lahan gambut ya tapi dangkal.
09:55Jadi semak beluka dan lain-lain ini bisa menjadi pemicu, ini bisa menjadi perhatian khusus bagi penduduk sekitarnya.
10:03Dan yang terakhir adalah area perhutani, area perhutani yang menjadi lahan pertanian pinggiran yang ada berkolaborasi dengan penduduk setempat.
10:13Ini juga perlu perhatian karena udara yang kering, kelembapan yang semakin turun akan lebih mudah memicu untuk gesekan.
10:23Kalau ada aktivitas manusia, misalkan meninggalkan api meskipun kecil seperti itu.
10:29Baik sejumlah wilayah perlu menjadi perhatian untuk kemudian mencegah terjadinya risiko kebakaran.
10:35Terima kasih Kepala Stasiun Klimatologi Provinsi Jawa Tengah, Guru Ciptanto.
10:39Terima kasih telah bergabung di Jurnal Nusantara Pagini. Salam sehat, Pak.
10:44Terima kasih, Pak. Salam iklim.
10:46Menjalankan kegiatannya.
Komentar