Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Jawa Tengah memperkirakan musim kemarau tahun 2026 ini bakal lebih panjang. Sementara puncak kemarau diprediksi pada Juli dan Agustus 2026.

BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Jawa Tengah memperkirakan musim kemarau tahun 2026 ini bakal lebih panjang.

Analis Klimatologi BMKG Jateng, Zauyik Nana Ruslana, memprediksi puncak kemarau terjadi pada bulan Juli dan Agustus ini. Bahkan diperkirakan musim kemarau bisa pula sampai bulan September.

Saat ini El Nio dalam intensitas kuat, bahkan hingga bulan Oktober. Dampak El Nio ini, musim kemarau di Jateng bakal lebih kering dan panjang.

Fenomena El Nio diperkirakan terjadi hingga awal tahun depan sekitar bulan Januari dan Februari, sehingga diprediksi musim hujan bakal mundur dibanding biasanya.

Dari monitoring yang dilakukan, sejumlah daerah di Jateng yang harus waspada antara lain Solo Raya dan Kudus Raya atau eks Karesidenan Pati. Sebab, pada musim kemarau kali ini kondisi sangat kering, dan suhu saat malam dingin menggigil, sedangkan saat siang sangat terik.

#kemarau #jateng #elnino

Baca Juga Kebakaran Hutan Melanda Bromo, Jalur Wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ditutup di https://www.kompas.tv/regional/683981/kebakaran-hutan-melanda-bromo-jalur-wisata-taman-nasional-bromo-tengger-semeru-ditutup



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/683983/kepala-stasiun-klimatologi-jateng-bahas-soal-prediksi-kemarau-2026-apa-dampaknya
Transkrip
00:00BMKG Stasiun Klimatologi Kelas 1 Jawa Tengah memperkirakan musim kemarau tahun 2026 ini akan lebih panjang.
00:08Sementara puncak kemarau diprediksi pada Juli dan Agustus 2026.
00:15BMKG Stasiun Klimatologi Kelas 1 Jawa Tengah memperkirakan musim kemarau tahun 2026 ini bakal lebih panjang.
00:24Analis Klimatologi BMKG Jawa Tengah Zaujik Nana Ruslana memprediksi puncak kemarau terjadi pada bulan Juli dan Agustus ini.
00:36Bahkan diperkirakan musim kemarau bisa pula sampai bulan September.
00:42Saat ini El Nino dalam intensitas kuat bahkan hingga bulan Oktober.
00:48Dampak El Nino ini musim kemarau Jawa Tengah bakal lebih kering dan panjang.
00:54Fenomena El Nino diperkirakan terjadi hingga awal tahun depan, sekitar bulan Januari dan Februari.
01:01Sehingga diprediksi musim hujan bakal mundur dibandingkan biasanya.
01:07Nah, dampak secara iklimnya tentu saja sudah musim kemarau terdampak El Nino yang sangat kuat tadi,
01:14kuat dan sangat kuat tadi, otomatis di wilayah Jawa Tengah akan mengalami musim kemarau yang kering
01:21dan mungkin akan durasi musim kemarau juga akan lebih panjang dibanding biasanya.
01:30Kalaupun kan diprediksi bulan Juli, Agustus dan juga ada sebagian di bulan September nantus.
01:36Dari monitoring yang dilakukan, sejumlah daerah di Jawa Tengah yang harus waspada
01:41antara lain Solo Raya dan Kudus Raya atau XK Residenan Pati.
01:47Sebab pada musim kemarau kali ini sangat kering dan suhu saat malam dingin menggigil,
01:54sedangkan saat siang sangat terik.
01:57Praayuda Febrianto, Kompas TV, Semarang, Jawa Tengah
02:05Bagaimana prediksi musim kemarau 2026 dan dampak fenomena El Nino di Jawa Tengah?
02:11Lebih lengkap kita bahas bersama Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Guru Ciptanto.
02:20Salam sehat, Pak Guru. Terima kasih telah hadir di Kompas TV pada hari ini.
02:26Pak Guru, terkait dengan fenomena El Nino yang kita tahu sedang berlangsung,
02:30kemudian bagaimana gambaran musim kemarau yang diprediksi oleh BMKG ini
02:35akan terjadi lebih panjang dan juga lebih kering dari sebelumnya,
02:40terkhususnya di wilayah Jawa Tengah?
02:44Baik, terima kasih Mbak Karla.
02:46Pak, jadi salam iklim dulu.
02:49Salam iklim, Pak.
02:51Jadi, pada pertengahan Maret yang lalu,
02:56kami itu sudah melakukan press conference berkaitan dengan
03:01prediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah.
03:05Jadi, jauh hari kami sampaikan kepada seluruh stakeholder,
03:09kepada masyarakat publik semuanya, bahwa tahun 2026 ini kemarauannya beda dengan tahun-tahun sebelumnya.
03:18Jadi, minimal kami berikan gambaran umum bahwa sifatnya bawah normal.
03:24Istilah bawah normal ini di BMKG diterjemahkan di publik kemarauannya kering, seperti itu.
03:30Kemudian, musim kemarauannya datang lebih awal, seperti itu.
03:35Jadi, datang lebih awal yang biasanya mungkin ada yang di awal Juni,
03:41itu di awal Mei sudah masuk ke beberapa daerah, seperti itu.
03:45Selain datangnya lebih awal, nanti musim kemarauannya juga selesai terlambat,
03:52sehingga secara umum dirasakan lebih panjang dari biasanya.
03:56Bahkan, dalam outlook pandangan kami di akhir tahun 2025,
04:03kami memberikan suatu pandangan curah hujan di Juli, kemudian Agustus, September,
04:08itu di bawah 50 mm.
04:13Bahkan di Oktober pun curah hujannya masih sifatnya di bawah normal.
04:17Padahal biasanya di Oktober itu sudah ada daerah-daerah yang mengalami peralihan ke musim hujan, seperti itu.
04:25Jadi, gambaran-gambaran umum itu sudah kami sampaikan
04:28agar seluruh masyarakat dan stakeholder bisa saling koordinasi
04:33untuk menyiapkan rencana apa yang bisa dilakukan masing-masing sesuai dengan kebutuhannya.
04:38Seperti itu, Mbak Karla.
04:40Baik Pak Guru, untuk kemarau pada tahun ini berlangsung lebih kering dan juga lebih panjang dari sebelumnya.
04:47Lalu kemudian dengan panjangnya musim kemarau,
04:49tentunya sektor pertanian ini menjadi salah satu yang paling rentan.
04:53Lalu kemudian apa rekomendasi dari BMKG bagi petani terkait pola tanam dan juga pengelolaan air?
05:00Ya, jadi tidak semua wilayah itu yang kami sampaikan ini kan curah hujan yang ada dari langit.
05:09Sementara dalam dunia pertanian di Jawa Tengah itu tidak semuanya mengandalkan curah hujan dari langit saja.
05:15Artinya tidak semua wilayahnya itu ada hujan.
05:18Misalkan daerah-daerah, kemarin kami melakukan sekolah pangiklim misalkan di Seragen.
05:23Nah, memang daerah-daerah di selatan, Bengawan Solo, itu menggunakan irigasi teknis.
05:28Artinya di musim kemarau ini tidak terlalu berdampak bagi daerah-daerah pertanian yang menggunakan irigasi teknis.
05:35Bahkan biasanya di musim kemarau ini dari teman-teman pertanian yang irigasinya teknis
05:41biasanya produk padi yang dihasilkan jauh lebih bagus.
05:47Tetapi untuk daerah-daerah di sebelah utaranya itu memang perlu kewaspadaan karena irigasi teknisnya mungkin tidak semuanya sepanjang tahun akan
05:59dialiri.
06:00Ada daerah-daerah pertanian yang menggunakan misalkan airnya, air permukaan melalui sungai-sungai atau dengan air dalam menggunakan sumur-sumur
06:11bor dan seterusnya.
06:12Jadi, antisipasi ini kami sampaikan agar petani, agar dinas pertanian itu bisa melakukan sejak dini kira-kira kami akan menggunakan
06:24air dari sisi yang mana ini.
06:27Jadi, hal-hal yang berikut itu kami koordinasikan tujuannya untuk memudahkan gambaran ke depan berkaitan dengan rencana tanam ataupun pola
06:37tanam yang akan dilakukan.
06:38Begitu, Mbak Karla.
06:40Baik, Pak Guru. Untuk fenomena air ini tentunya perlu diwaspadai oleh pertanian yang menggunakan metode tadah hujan.
06:47Lalu kemudian selain sektor pertanian yang menggunakan metode tadah hujan, sektor apa saja, Pak Guru, yang perlu meningkatkan kewaspadaan selama
06:55musim kemarau ini?
06:58Ya, tentu berkaitan dengan ini kemarauannya kering, tentu penyediaan air bersih ya.
07:04Jadi, seperti BDA, M, air baku, ini menjadi vital.
07:09Karena mungkin kalau nanti terpaksa tidak mencukupi daerah-daerah yang teraliri dengan air,
07:16bisa disampaikan sejak dini kira-kira aliran air bersih kira-kira bergilir seperti itu.
07:22Jadi, jadwalnya disampaikan dengan masif.
07:24Kemudian selain dinas pertanian, tadi juga kesehatan.
07:30Karena dengan adanya lamanya tidak hujan, ini beberapa daerah sudah ada yang lebih dari 90 hari tidak hujan,
07:39itu menimbulkan debu-debu yang berterbangan dan polusi udara tentu tidak bisa dialahkan.
07:45Muncullah nanti ispa dan lain-lain, meskipun tidak diringi dengan banyaknya lahan yang terbakar.
07:54Karena mungkin sudah persiapan dari penduduk publik seperti itu.
07:58Kemudian juga yang paling harus diwaspadai setiap individu adalah berkaitan dengan aktivitas di siang hari.
08:07Karena dehidrasi, perlunya minum yang teratur, meskipun tidak berlebihan, ini sangat-sangat dianjurkan.
08:14Karena panas yang terik ini akan menimbulkan efek yang beda dengan hari-hari biasanya.
08:22Baik, selain sektor pertanian, sektor kesehatan juga membutuhkan perhatian seiring dengan musim kemarau panjang
08:28yang berisiko memunculkan peningkatan ispa dan juga dehidrasi.
08:33Lalu kemudian Pak Guru, kalau kita bicara soal musim kemarau panjang ini rentan atau dekat dengan terjadinya risiko kebakaran.
08:41Bagaimana BMKG melihat adanya peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah?
08:46Wilayah mana saja yang perlu menjadi perhatian khusus, Pak Guru?
08:51Ya, jadi daerah-daerah yang mengalami lahan biasanya terbakar, ini beda kalau di Jawa Tengah beda dengan luar Jawa.
08:59Ada hutan yang terbakar dan lain-lain, tapi tetap kewaspadaan itu perlu dilakukan karena biasanya kawasan hutan jati.
09:07Hutan jati ini di Jawa Tengah biasanya adanya di timur dan utara.
09:12Misalkan Wilayah Brola, Wilayah Gerobokan, Rembang, ini rentan untuk terbakar misalkan.
09:19Kemudian kawasan lereng kegunungan, ada gunung lawu di sekitar Karanganyar, ada gunung Merbabu, kemudian Sindoro Sumbing, gunung Selamet.
09:28Yang biasanya para pendaki itu sering melakukan akh disana, mungkin dihimbau untuk tidak ceroboh karena untung rokok dan lain-lain.
09:41Kemudian wilayah-wilayah mana lagi, misalnya rawan kekeringan ekstrim misalkan wilayah Wonogiri dan Seragen, ini juga saya mendapat informasi meskipun
09:52ada lahan gambut ya tapi dangkal.
09:55Jadi semak beluka dan lain-lain ini bisa menjadi pemicu, ini bisa menjadi perhatian khusus bagi penduduk sekitarnya.
10:03Dan yang terakhir adalah area perhutani, area perhutani yang menjadi lahan pertanian pinggiran yang ada berkolaborasi dengan penduduk setempat.
10:13Ini juga perlu perhatian karena udara yang kering, kelembapan yang semakin turun akan lebih mudah memicu untuk gesekan.
10:23Kalau ada aktivitas manusia, misalkan meninggalkan api meskipun kecil seperti itu.
10:29Baik sejumlah wilayah perlu menjadi perhatian untuk kemudian mencegah terjadinya risiko kebakaran.
10:35Terima kasih Kepala Stasiun Klimatologi Provinsi Jawa Tengah, Guru Ciptanto.
10:39Terima kasih telah bergabung di Jurnal Nusantara Pagini. Salam sehat, Pak.
10:44Terima kasih, Pak. Salam iklim.
10:46Menjalankan kegiatannya.
Komentar

Dianjurkan