00:01Saudara-saudara kembali menyaksikan Breaking News Kompas TV bersama saya Renato Panggalo.
00:05Kita kembali ke konferensi pers hasil penindakan atas impor kendaraan bermotor berkapasitas besar di pelabuhan Tanjung Periok
00:13yang dimana ada pengungkapan dua peti kemas dari Tiongkok.
00:17Yang ditemukan ada lima unit Harley bekas terurai lengkap, terungkap juga 20 unit frame atau rangka motor gede.
00:27Untuk mengetahui lebih lengkap berkaitan dengan penindakan pada pagi hari ini, kita langsung terhubung dengan jurnalis Kompas TV
00:34ada Sahwa Majid dari pelabuhan Tanjung Periok. Sahwa bisa Anda jelaskan apa saja tindak lanjut dari penindakan pada pagi hari
00:44ini?
00:48Ya Renata dan juga Saudara, dari penindakan terhadap barang impor, barang bermotor berkapasitas besar ini nantinya
00:58oleh pihak Beacukai nantinya akan diserahkan ke negara begitu.
01:03Dan hingga saat ini, dari tadi dijelaskan bahwa status dari barang-barang yang sudah ditindak tersebut
01:11kini sudah menjadi barang milik negara namun.
01:15Untuk tindak lanjutnya nanti akan diserahkan ke Direkturat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan
01:21untuk ditindak lanjuti apakah nanti akan dihibahkan atau nanti dilelang atau nanti akan dimusnahkan begitu.
01:29Karena seperti yang diketahui, dari 25 barang yang ditemukan, 20 diantaranya berupa rangka tidak lengkap begitu.
01:38Jadi hanya berupa rangka dan 5 lainnya berupa rangka lengkap.
01:43Dan hingga saat ini, alasan kenapa barang-barang tersebut ditindak karena melanggar
01:54atas salah satu peraturan dari Kementerian Perdagangan, yakni tidak boleh adanya impor barang kas Renata ini.
02:03Sahwa tadi juga disebutkan dalam konferensi pers ada tiga perusahaan yang kemudian akan diperiksa begitu.
02:09Bisa Anda jelaskan ini, tiga perusahaan ini apakah perusahaan luar negeri, apakah juga ada yang dari dalam negeri atau seperti
02:16apa?
02:20Ya Renata, tiga perusahaan tersebut masih dilakukan penyelidikan oleh Direkturat Jenderal Beha Cukai
02:28dan kemudian juga ketiga perusahaan ini ditemukan impornya berasal dari negara Tiongkok
02:36dan barang-barang juga masih dalam status administrasi, belum dilakukan penyelidikan oleh Direkturat Jenderal Beha Cukai
02:49nanti jika sudah dilakukan penyelidikan baru akan dijelaskan lebih lanjut dari ketiga perusahaan yang diduga mengakukan impor tersebut Renata.
03:01Oke baik, sejauh ini sebenarnya temuan awal dari kepolisian dan juga Beha Cukai seperti apa sahwa?
03:09Kan ini awalnya dari pemindaian yang dilakukan di pelabuhan, seperti apa yang disampaikan tadi?
03:20Ya jadi awalnya oleh pihak Direkturat Jenderal Beha Cukai yang berada di Tanjung Priok
03:26ditemukan terdapat dua peti kemas yang terlihat di X-ray ada anomali begitu ketika dilihat
03:33karena berdasarkan statusnya ini merupakan part bermotor tapi ini namun tidak dijelaskan begitu
03:42lalu ketika dibongkar terlihat ada rangka-rangka dari motor yang merupakan motor-motor bekas
03:55dan yang seperti dijelaskan tadi kenapa ini dilakukan penindakan
04:00karena memang motor-motor bekas ini melanggar dari peraturan Kementerian Perdagangan
04:08yang tidak memperbolehkan untuk melakukan impor barang-barang bekas
04:13seperti itu awalnya Renata.
04:15Oke, apakah dari Beha Cukai ini sudah memiliki hitungan awal berkaitan dengan kerugian negara
04:21karena tentunya ini akan merusak pasar dalam negeri jika barang ini bisa sampai ke tangan masyarakat sahwa?
04:31Ya Renata, untuk hitungan pasti jumlah kerugian negara yang dihasilkan dari tindakan impor ilegal ini
04:40masih dilakukan penghitungan oleh Direktur Jenderal Beha Cukai
04:43karena memang status dari penindakan motor ini masih berstatus administrasi
04:49belum dilakukan penyidikan
04:51dan nanti jika sudah didalami dan sudah ditentukan dari status penyidikan
04:58hasil penindakan kendaraan bermotor berkapasitas besar ini
05:03nanti dari Direkturat Jenderal Beha Cukai Kementerian Keuangan
05:07akan menyerahkan ke Direkturat Jenderal Kekayaan Negara
05:10untuk ditindak lanjuti
05:13apakah itu nanti akan dihibahkan atau akan dilelang atau akan dimusnahkan
05:20seperti itu Renata
05:22Baik, ada total 25 barang terdiri dari 5 unit sepeda motor Harley Davidson
05:28kemudian juga ditemukan 20 unit rangka
05:30ini dua-duanya, dua jenis barang ini juga dalam kondisi bekas
05:34Sahwa, kalau memang ini berasal dari Tiongkok
05:37apakah memang tujuannya itu ke Tanjung Priok saja
05:41atau sebenarnya hanya bersinggah di Tanjung Priok
05:44dan ada rencana untuk disalurkan ke daerah lain, Sahwa?
05:52Ya, Renata memang ini ditemukan di Tanjung Priok
05:56tapi namun di Tanjung Priok hanya sebagai tempat penempatan sementara
06:03seperti itu, jadi rencananya motor-motor bekas ini nanti akan disalurkan
06:07begitu ke beberapa lokasi
06:09namun sebelum dilakukan impor lebih lanjut
06:13sudah ditindak begitu oleh Direkturat Jenderal Beacukai
06:19Tanjung Priok
06:20jadi memang posisinya dua rangkai
06:25maksud saya dua peti kemas
06:27yang ditemukan di tempat penindakan sementara Tanjung Priok
06:33itu dari Tiongkok dan nantinya akan disalurkan
06:37begitu ke beberapa tempat
06:39Renata
06:39Oke baik, jadi Tanjung Priok ini bukan tujuan akhir
06:43dan masih akan ada penyaluran begitu awalnya ya
06:46namun sudah berhasil ditindak oleh Beacukai
06:49tentu ini yang kita apresiasi
06:51terima kasih banyak laporan lengkapnya
06:52jurnalis Kompas TV Sahwa Majid dari Pelabuhan Tanjung Priok
06:56selamat kembali bertugas
06:58dan itu dia saudara tadi yang kami dapatkan
07:02laporan langsung dari jurnalis Kompas TV Sahwa Majid
07:05yang melaporkan memang dari temuan Beacukai
07:08bekerja sama juga dengan kepolisian
07:10temuan awalnya ini memang ada anomali visual
07:14yang terdeteksi dari pemindaian dua peti kemas
07:16dari Tiongkok saudara
07:18yang dimana setelah dilakukan pemeriksaan
07:21ditemukan lima unit sepeda motor bekas
07:24Harley Davidson
07:25kemudian juga 20 unit rangka kondisi bekas
07:2825 barang ini kemudian diamankan
07:32dan kemudian dari Beacukai bersama kepolisian
07:36kemudian melakukan beberapa langkah lanjutan
07:39termasuk juga dengan memeriksa tiga perusahaan
07:42yang berkaitan dengan temuan 25 barang ini
07:45dan belum didetilkan berapa kuryagian negara
07:48yang ditimbulkan
07:50namun memang nantinya
07:52untuk barang-barang yang ditemukan ini
07:54masih akan diperiksa terlebih dahulu
07:57untuk ditentukan apakah nantinya akan dilelang
08:00atau mekanisme apa yang akan dilakukan selanjutnya
08:03berkaitan dengan temuan 25 barang ini
08:06dan jangan beranjak
08:08saudara Breaking News Kompas TV
08:10akan kembali usai jedah
08:11selamat menikmati
Komentar