Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dipisahkan dari anggaran pendidikan.

"terkait keputusan MK ya. Kami adalah lembaga pemerintah operasional. Ya, kami melaksanakan operasional. Tentu saja kami akan melaksanakan apa pun keputusan yang menjadi keputusan dari negara," ujar Kepala BGN, Sudaryono, pada Jumat (31/7/2026).

"Tentu saja ini nanti akan dibarengi atau akan dilanjutkan dengan kebijakan oleh pemerintah. Apakah itu Kementerian Keuangan, Badan Anggaran, dan seterusnya," lanjutnya.

Baca Juga Usai Putusan MK soal MBG, Ini Respons Perhimpunan Pendidik dan Guru: Kami Ada Kecewanya Juga di https://www.kompas.tv/nasional/683211/usai-putusan-mk-soal-mbg-ini-respons-perhimpunan-pendidik-dan-guru-kami-ada-kecewanya-juga

#bgn #mbg #mk #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/683272/respons-kepala-bgn-sudaryono-soal-mk-putuskan-larang-anggaran-pendidikan-buat-mbg
Transkrip
00:00Terkait keputusan MK, kami adalah lembaga pemerintah operasional, kami melaksanakan operasional, tentu saja kami akan melaksanakan apapun keputusan yang menjadi
00:15keputusan dari negara, kebijakan dari pemerintah, tentu saja ini nanti akan dibarengi atau akan dilanjutkan dengan kebijakan oleh pemerintah, apakah
00:24itu Kementerian Keuangan, Badan Anggaran, dan seterusnya.
00:27Kami, Badan Gisi Nasional adalah lembaga di tingkat operasional dan kami akan melaksanakan apapun tugas dengan anggaran seperti apa dengan
00:38sebaik-baiknya. Saya kira itu penjelasan terkait MK. Silahkan Mbak.
00:44Selamat sore Mas, saya Irin dari CNN, masih terkait dengan putusan MK, apakah ini akan mempengaruhi lagi mengenai pendanaan atau
00:53penerima manfaat dari MBG, karena kan akan dikeluarkan 20%, nilainya itu sangat signifikan dari dana pendidikan.
01:00Kemudian fokusnya apakah akan berubah, mulai fokus lagi ke daerah 3T, seperti itu, karena beberapa masyarakat meminta sebenarnya yang paling
01:08dibutuhkan MBG adalah di daerah 3T atau kawasan yang mengalami bencana.
01:12Terus pertanyaan kedua adalah, mengenai kemarin Mas, yang pegawai BGN yang akan dimutasi ke Papua, ada penjelasan lebih lanjut nggak
01:24Mas? Terima kasih.
01:27Ini pertanyaan susah-susah ke kalian ya. Yang pertama kan terkait MK, saya kira pertanyaannya barangkali bisa ditanyakan ke Menteri
01:36Keuangan.
01:37Kami intinya melaksanakan yang menjadi tugas kami. Kami adalah fokus kepelaksana. Sampai dengan sejauh ini, tentu saja yang sudah berjalan
01:47kami pastikan untuk berjalan dengan baik.
01:49Kemudian, sebagaimana saya juga kemarin preskon 3T ini, kemudian kami sisir dari data Kementerian Kesehatan.
01:58Sudah ada wilayahnya, provinsi mana, kabupaten mana, kecamatan mana, desa mananya sudah ada.
02:05Dan ini sedang kita sinkronkan data, sehingga mana yang prioritas kita memang dari yang ngantrik yang belum ada ini,
02:14kita fokuskan dulu memang nanti yang daerah yang memang stuntingnya tinggi.
02:193T ini sama dengan angka stuntingnya tinggi.
02:22Tidak hanya di Papua, tapi juga di NTT, di beberapa wilayah yang lain termasuk ada beberapa temuan di beberapa kabupaten
02:31di Jawa,
02:32ada yang memang angka stuntingnya cukup tinggi.
02:35Itu jawaban saya.
02:37Kemudian,
02:39Jadi begini, jadi yang bersangkutan betul, itu memang saya memberikan zoom, kemudian di layar pegang handphone, kemudian saya beri kiterguran,
02:52dan memang di situ saya sampaikan untuk dipindahkan ke Papua.
02:55Yang bersangkutan adalah koordinator wilayah di Kabupaten Kayong, utara kalau tidak salah di Kalimantan Barat,
03:06dan di situ saya sampaikan memang untuk dipindahkan ke Papua.
03:09Setelah kami cek,
03:11Ternyata di Papua itu tenaga SPPG atau tenaga SPPI-nya itu ternyata oversupply,
03:20artinya tenaga SPPI dengan dapurnya, dapurnya belum begitu banyak.
03:24Sehingga tenaganya oversupply, sehingga kami tidak pindah ke Papua, tapi kami pindahkan ke daerah lain.
03:33Jadinya kami pindahkan, kalau tidak salah, ke Sulawesi Selatan,
03:37yang di mana memang ada kebutuhan tambahan tenaga SPPI di tempat itu.
03:43Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan