Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kawasan Dukuh Atas kini bertransformasi menjadi simbol baru Transit-Oriented Development (TOD) MRT Jakarta yang menghubungkan berbagai moda transportasi.

Dibangun tanpa APBD, kehadiran Pedestrian Deck di sini tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga sukses memicu pertumbuhan ekonomi baru dan mengubah gaya hidup kaum urban.

Sebagai jantung integrasi transportasi Jakarta yang menghubungkan MRT, LRT, KRL Commuter Line, Airport Rail Link, hingga Transjakarta, kawasan Dukuh Atas melayani ratusan ribu komuter setiap harinya.

Pembangunan fasilitas pejalan kaki terpadu atau Jakarta Pedestrian Deck MRT ini dirancang untuk memberikan ruang yang aman, inklusif, dan efisien bagi para pejalan kaki dan pengguna moda transportasi Jakarta.

Pembangunan infrastruktur pejalan kaki ini merupakan bagian integral dari strategi pengembangan kawasan berorientasi transit atau TOD yang diusung PT MRT Jakarta.

Integrasi fisik ini menjadi kunci utama untuk mengubah wajah tanah dan bangunan di sekitar jalur MRT agar memiliki nilai guna yang lebih tinggi.

Sejumlah 9 kawasan TOD milik Jakarta ditata dan direvitalisasi untuk pengguna komuter MRT agar mempermudah antarkoneksi ke transportasi lainnya.

Tak hanya fokus pada mobilitas, pengembangan TOD oleh MRT Jakarta juga memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi perekonomian.

Menariknya, pembiayaan proyek kawasan ini dimaksimalkan melalui skema pendanaan kreatif di luar APBD, seperti kemitraan swasta, optimalisasi nilai lahan (land value capture), dan pinjaman mandiri MRT, atau melalui pihak luar maupun perbankan, sehingga tidak membebani keuangan daerah ataupun negara.

Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jakarta, menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan Jakarta tidak lagi berpusat pada kendaraan bermotor, melainkan pada keutamaan pejalan kaki dan transportasi publik.

Sebuah langkah nyata menuju Jakarta yang lebih terkoneksi bagi komuter, ramah lingkungan, dan mandiri secara ekonomi.

#mrt #transportasi #jakarta

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/683371/mrt-jakarta-revitalisasi-9-kawasan-tod-pedestrian-deck-ciptakan-akses-yang-efisien-terintegrasi
Transkrip
00:03Intro
00:03Saudara kawasan Duku Atas kini bertransformasi menjadi simbol baru Transit Oriented Development atau TOD, MRT Jakarta yang menghubungkan perbagai mudah
00:14transportasi dibangun tanpa APBD.
00:17Kehadiran pada serian Dek di sini tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga sukses memicu pertumbuhan ekonomi baru dan mengubah
00:24gaya hidup kaum urban.
00:25Berikut laporan Jurnalis Kompas TV, Adi Widar Yanto sekaligus peserta Media Fellowship Program MRT Jakarta 2020.
00:36Saudara PT MM di Jakarta dan Prof. DKI Jakarta sudah groundbreaking untuk Jakarta penis liandek untuk termonansi langsung dengan akar
00:46intermodel lainnya juga.
00:47Nah, seperti apa warga Jakarta, agar Anda lebih nyaman, aman dengan MRT, simbol simbol berikut.
01:01Sebagai jantung integrasi transportasi Jakarta yang menghubungkan MRT, LRT, KRL Komuter Line, hingga Airport, Rail Link, dan juga Transjakarta.
01:10Kawasan Duku Atas melayani ratusan ribu penggunanya setiap hari.
01:13Pembangunan fasilitas perjalanan kaki terpadu atau Jakarta Pedestrian Dek MRT dirancang untuk memberikan ruang yang aman, inklusif, dan efisien bagi
01:22para perjalanan kaki, serta pengguna moda transportasi di Jakarta.
01:43Pembangunan infrastruktur perjalanan kaki merupakan bagian integral dari strategi pengembangan kawasan berorientasi transik atau TOD yang diusung PT MRT Jakarta.
01:53Integrasi fisik menjadi kunci utama untuk mengubah wajah tanah dan bangunan di sekitar jalur MRT agar memiliki nilai guna yang
02:01lebih tinggi.
02:02Dan sejumlah sembilan kawasan TOD milik MRT Jakarta ditata direvitalisasi untuk pengguna komuter MRT agar mempermudah antar koneksi ke transportasi
02:12lainnya.
02:14Memang TOD Duku Atas gitu karena sudah dilakukan.
02:18Tadi revitalisasi teruang kendal, ada revitalisasi jalan blora, terus juga ada pembangunan transport hub, ada pembangunan JPM Duku Atas yang
02:28termoneksi dengan LRT Jabodetbek.
02:30Dan terakhir mungkin kita sedang dalam progres pembangunan penelitriasi dan mungkin untuk saat ini mungkin di area Fatmawati maupun di
02:41Lebang Kudus.
02:44Tak hanya fokus pada mobilitas, pengembangan TOD MRT Jakarta juga memberikan efek ganda atau multiplier efek bagi perekonomian.
02:52Menariknya, pembiayaan proyek kawasan ini dimaksimalkan melalui skema pendanaan kreatif di luar APBD.
02:59Seperti kemitraan swasta, optimalisasi nilai lahan atau land value capture, pinjaman mandiri MRT atau pihak luar yaitu perbankan, sehingga tidak
03:07membebani keuangan daerah ataupun negara.
03:10Ini kalau pinjaman loan itu maksudnya konteksnya adalah pinjaman bank.
03:14Jadi itu akan nanti dari bawah Andrei MRT, MRT akan bekerjasama di model yang perbankan yang akan kita pilih.
03:22Seperti pinjaman, proyek kepada UBIS. Jadi kita tidak menjaga ABBJ, nanti pengembaliannya akan berdasarkan dari pendapatan ini.
03:31Untuk tarja selesai, Mas, JPD ini?
03:34Oke.
03:37Pedestrian Dek Dukuh Atas Jakarta menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan Jakarta tidak lagi berpusat pada mobil dan kendaraan bermotor,
03:46melainkan pada keutamaan perjalanan kaki dan transportasi publik.
03:49Ini sebuah langkah nyata menuju Jakarta yang lebih terkoneksi komuter, ramah lingkungan, dan mandiri secara ekonomi.
03:58Dan tentunya nanti tahun 2028, warga Jakarta segera menikmati fasilitas super lengkap, super modern dari Jakarta Pedestrian Dek yang dibangun
04:09oleh PT MRT Jakarta.
04:11Jadi Anda, pengguna komuter lain, ayo terus naik MRT dimanapun Anda pergi dan beraktifitas di Kota Jakarta.
04:19Dari stasiun MRT Lembagulus BSI, Adi Widarianto, Kopas TV, Jakarta Selatan.
Komentar

Dianjurkan