00:00Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:04Salam sejahtera bagi kita semua
00:07Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan
00:10Selamat pagi Bapak Ibu, rekan-rekan dari media online, media cetak maupun televisi
00:16Terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu dalam Pes Konferen hari ini terkait perkembangan Kemarau tahun 2026
00:23dan perkembangan iklim terkini termasuk mengenai El Nino di tahun 2026
00:29Sebagai lembaga yang memiliki tugas dalam penyediaan informasi klimatologi
00:34Badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika secara rutin menyampaikan pemutakhiran informasi terkait iklim
00:41untuk mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan di berbagai sektor pembangunan
00:47Pada konteks musim Kemarau tahun 2026 yang sedang berjalan ini
00:51informasi-informasi tersebut sangat relevan
00:54sebagai modalitas bagi upaya mitigasi bagi sektor-sektor yang terdampak oleh musim Kemarau
01:01dan kondisi kekeringan seperti sektor pertanian, sumber daya air, energi, lingkungan, kehutanan, kebencanaan, perikanan, dan produksi garam
01:13Selain itu kami juga akan secara khusus menjelaskan upaya dukungan operasi modifikasi cuaca
01:19baik yang telah berjalan maupun yang akan dilaksanakan dalam rangka upaya mitigasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan
01:31Pada kesempatan press release kali ini
01:34informasi yang akan disajikan mencakup serangkaian informasi iklim yang relevan
01:38antara lain perkembangan dinamika iklim terkini
01:41perkembangan musim Kemarau 2026
01:44potensi episode kebakaran hutan dan lahan
01:47serta upaya dukungan operasi modifikasi cuaca
01:51baik yang telah berjalan maupun yang akan dilaksanakan
01:54serangkaian informasi ini diharapkan dapat menjadi penguat langkah-langkah antisipatif
02:00bagi kementerian lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat
02:05dalam merespon perkembangan kondisi iklim
02:08ini sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto
02:12yang disampaikan dalam rapat terbatas terkait dengan cuaca ekstrim dan kebencanaan dua hari yang lalu
02:19beberapa informasi kunci yang akan lebih lanjut disampaikan dalam pertemuan ini adalah
02:24mengenai informasi iklim yang sejalan dengan presilis yang disampaikan oleh BMKG pada bulan Maret
02:30dan pada bulan Mei yang lalu
02:32yaitu yang pertama
02:34BMKG memprediksi fenomena El Nino
02:37akan bertahan paling tidak hingga awal kuartal pertama tahun 2027
02:42dengan peluan puncak intensitas mencapai kategori kuat
02:47selain itu juga terdapat potensi IOD positif pada September hingga
03:08sebanyak 509 zona musim
03:11yang mencakup 54,5 persen luasan daratan Indonesia
03:16telah memasuki musim kemarau
03:19sementara 77 zona musim yang mencakup 11,8 persen luas daratan Indonesia
03:27masih mengalami musim hujan
03:30dan 113 zona musim
03:32mencakup 33,7 persen luas daratan Indonesia
03:38memiliki satu musim
03:41atau kita sebut tipe satu musim
03:51bisa dilanjutkan
03:55untuk puncak musim kemarau
03:58tahun 2026
03:59diprediksi umumnya terjadi pada bulan Agustus
04:04atau 48,84 persen luas daratan Indonesia
04:08dan di bulan September
04:10atau 25,41 persen luas daratan Indonesia
04:14sebagian besar wilayah Indonesia
04:16diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari normal
04:20dengan 437 zona musim
04:23atau 48,77 persen luas daratan Indonesia
04:26diprediksi memiliki durasi musim kemarau yang lebih panjang
04:31dibanding kondisi normal
04:33memasuki bulan Oktober hingga November 2026
04:37curah hujan kategori tinggi
04:39mulai diperkirakan muncul di beberapa wilayah
04:42selanjutnya yang keempat
04:44hingga 28 Juli
04:4628 Juli 2026
04:48BMKG mencatat
04:504.900 titik panas
04:53terutama di Kalimantan Barat
04:55Riau
04:56Papua Selatan
04:58Aceh
04:58dan Kalimantan Timur
05:00kondisi ini perlu diwaspadai
05:02menjelang puncak kemarau di bulan Agustus hingga September
05:05sebagai indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan
05:09kemudian yang kelima
05:11risiko kebakaran hutan dan lahan diperkirakan mencapai puncak pada Agustus sampai September
05:172026 dengan wilayah terdampak meluas di Sumatera dan Kalimantan
05:22khususnya Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan
05:29yang keenam
05:31partikulat untuk kebakaran hutan dan lahan terpantau terutama di Kalimantan Barat
05:36sehingga BMKG terus melakukan pemantauan kondisi asap untuk mendukung langkah antisipasinya
05:42kemudian yang ketujuh saat ini tengah dilakukan operasi modifikasi cuaca
05:48UMC nanti akan dijelaskan lebih lanjut oleh Deputi Modifikasi Cuaca BMKG
05:53tujuannya untuk mendukung upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Rawan
05:59yaitu di Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah
06:02dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Kehutanan dan dari BNPB
06:07selain operasi yang sedang berjalan di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah
06:12posko operasi modifikasi cuaca tambahan juga sedang disiapkan
06:15untuk memperkuat upaya mitigasi bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah prioritas
06:21seperti posko operasi modifikasi cuaca di Pekanbaru
06:25untuk mitigasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau
06:29posko operasi modifikasi cuaca di Bandung
06:32untuk mitigasi kekeringan wilayah Jawa Barat dan Banten
06:35sehingga operasi tersebut disiapkan dengan tujuan meningkatkan peluang terjadinya hujan
06:41pada wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan
06:47selanjutnya mitigasi kebakaran hutan dan lahan dengan operasi modifikasi cuaca
06:52adalah upaya komplementer dengan upaya pemadaman titik api langsung di daratan
06:59jika operasi modifikasi cuaca tidak mungkin dilakukan dari segi faktor cuaca
07:04dan keberadaan awan di lokasi tersebut
07:07upaya pemadaman ini juga dilakukan berkoordinasi
07:11dengan BNPB, TNI Polri, Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup
07:17jadi untuk pemadaman titik api yang langsung di darat
07:20BMKG bekerjasama dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait
07:25selanjutnya informasi lebih detail mengenai perkembangan kondisi iklim terkini
07:29dan pemutakhiran prediksi musim kemarau 2026 akan disampaikan oleh Deputi Bidang Klimatologi
07:36Dr. Arda Sena Sopahil Wakan
07:38serta nanti rencana terkait operasi modifikasi cuaca akan disampaikan oleh Deputi Bidang Modifikasi Cuaca
Komentar