Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.

Sementara puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Agustus hingga September 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam konferensi persnya hari ini, Kamis (30/7/2026) menyebut sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau yang lebih kering dari normal pada tahun ini.

Sementara itu, memasuki bulan Oktober hingga November curah hujan kategori tinggi diperkirakan muncul di beberapa wilayah di Indonesia.

Baca Juga Prakiraan Cuaca BMKG Besok Jumat 31 Juli 2026: Bibit Siklon Tropis 94W Tingkatkan Potensi Hujan di https://www.kompas.tv/info-publik/683082/prakiraan-cuaca-bmkg-besok-jumat-31-juli-2026-bibit-siklon-tropis-94w-tingkatkan-potensi-hujan

#bmkg #musimkemarau #cuaca #indonesia #kompastv

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/683106/terbaru-bmkg-prediksi-puncak-musim-kemarau-tahun-2026-terjadi-di-agustus-september
Transkrip
00:00Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:04Salam sejahtera bagi kita semua
00:07Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan
00:10Selamat pagi Bapak Ibu, rekan-rekan dari media online, media cetak maupun televisi
00:16Terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu dalam Pes Konferen hari ini terkait perkembangan Kemarau tahun 2026
00:23dan perkembangan iklim terkini termasuk mengenai El Nino di tahun 2026
00:29Sebagai lembaga yang memiliki tugas dalam penyediaan informasi klimatologi
00:34Badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika secara rutin menyampaikan pemutakhiran informasi terkait iklim
00:41untuk mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan di berbagai sektor pembangunan
00:47Pada konteks musim Kemarau tahun 2026 yang sedang berjalan ini
00:51informasi-informasi tersebut sangat relevan
00:54sebagai modalitas bagi upaya mitigasi bagi sektor-sektor yang terdampak oleh musim Kemarau
01:01dan kondisi kekeringan seperti sektor pertanian, sumber daya air, energi, lingkungan, kehutanan, kebencanaan, perikanan, dan produksi garam
01:13Selain itu kami juga akan secara khusus menjelaskan upaya dukungan operasi modifikasi cuaca
01:19baik yang telah berjalan maupun yang akan dilaksanakan dalam rangka upaya mitigasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan
01:31Pada kesempatan press release kali ini
01:34informasi yang akan disajikan mencakup serangkaian informasi iklim yang relevan
01:38antara lain perkembangan dinamika iklim terkini
01:41perkembangan musim Kemarau 2026
01:44potensi episode kebakaran hutan dan lahan
01:47serta upaya dukungan operasi modifikasi cuaca
01:51baik yang telah berjalan maupun yang akan dilaksanakan
01:54serangkaian informasi ini diharapkan dapat menjadi penguat langkah-langkah antisipatif
02:00bagi kementerian lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat
02:05dalam merespon perkembangan kondisi iklim
02:08ini sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto
02:12yang disampaikan dalam rapat terbatas terkait dengan cuaca ekstrim dan kebencanaan dua hari yang lalu
02:19beberapa informasi kunci yang akan lebih lanjut disampaikan dalam pertemuan ini adalah
02:24mengenai informasi iklim yang sejalan dengan presilis yang disampaikan oleh BMKG pada bulan Maret
02:30dan pada bulan Mei yang lalu
02:32yaitu yang pertama
02:34BMKG memprediksi fenomena El Nino
02:37akan bertahan paling tidak hingga awal kuartal pertama tahun 2027
02:42dengan peluan puncak intensitas mencapai kategori kuat
02:47selain itu juga terdapat potensi IOD positif pada September hingga
03:08sebanyak 509 zona musim
03:11yang mencakup 54,5 persen luasan daratan Indonesia
03:16telah memasuki musim kemarau
03:19sementara 77 zona musim yang mencakup 11,8 persen luas daratan Indonesia
03:27masih mengalami musim hujan
03:30dan 113 zona musim
03:32mencakup 33,7 persen luas daratan Indonesia
03:38memiliki satu musim
03:41atau kita sebut tipe satu musim
03:51bisa dilanjutkan
03:55untuk puncak musim kemarau
03:58tahun 2026
03:59diprediksi umumnya terjadi pada bulan Agustus
04:04atau 48,84 persen luas daratan Indonesia
04:08dan di bulan September
04:10atau 25,41 persen luas daratan Indonesia
04:14sebagian besar wilayah Indonesia
04:16diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari normal
04:20dengan 437 zona musim
04:23atau 48,77 persen luas daratan Indonesia
04:26diprediksi memiliki durasi musim kemarau yang lebih panjang
04:31dibanding kondisi normal
04:33memasuki bulan Oktober hingga November 2026
04:37curah hujan kategori tinggi
04:39mulai diperkirakan muncul di beberapa wilayah
04:42selanjutnya yang keempat
04:44hingga 28 Juli
04:4628 Juli 2026
04:48BMKG mencatat
04:504.900 titik panas
04:53terutama di Kalimantan Barat
04:55Riau
04:56Papua Selatan
04:58Aceh
04:58dan Kalimantan Timur
05:00kondisi ini perlu diwaspadai
05:02menjelang puncak kemarau di bulan Agustus hingga September
05:05sebagai indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan
05:09kemudian yang kelima
05:11risiko kebakaran hutan dan lahan diperkirakan mencapai puncak pada Agustus sampai September
05:172026 dengan wilayah terdampak meluas di Sumatera dan Kalimantan
05:22khususnya Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan
05:29yang keenam
05:31partikulat untuk kebakaran hutan dan lahan terpantau terutama di Kalimantan Barat
05:36sehingga BMKG terus melakukan pemantauan kondisi asap untuk mendukung langkah antisipasinya
05:42kemudian yang ketujuh saat ini tengah dilakukan operasi modifikasi cuaca
05:48UMC nanti akan dijelaskan lebih lanjut oleh Deputi Modifikasi Cuaca BMKG
05:53tujuannya untuk mendukung upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Rawan
05:59yaitu di Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah
06:02dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Kehutanan dan dari BNPB
06:07selain operasi yang sedang berjalan di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah
06:12posko operasi modifikasi cuaca tambahan juga sedang disiapkan
06:15untuk memperkuat upaya mitigasi bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah prioritas
06:21seperti posko operasi modifikasi cuaca di Pekanbaru
06:25untuk mitigasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau
06:29posko operasi modifikasi cuaca di Bandung
06:32untuk mitigasi kekeringan wilayah Jawa Barat dan Banten
06:35sehingga operasi tersebut disiapkan dengan tujuan meningkatkan peluang terjadinya hujan
06:41pada wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan
06:47selanjutnya mitigasi kebakaran hutan dan lahan dengan operasi modifikasi cuaca
06:52adalah upaya komplementer dengan upaya pemadaman titik api langsung di daratan
06:59jika operasi modifikasi cuaca tidak mungkin dilakukan dari segi faktor cuaca
07:04dan keberadaan awan di lokasi tersebut
07:07upaya pemadaman ini juga dilakukan berkoordinasi
07:11dengan BNPB, TNI Polri, Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup
07:17jadi untuk pemadaman titik api yang langsung di darat
07:20BMKG bekerjasama dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait
07:25selanjutnya informasi lebih detail mengenai perkembangan kondisi iklim terkini
07:29dan pemutakhiran prediksi musim kemarau 2026 akan disampaikan oleh Deputi Bidang Klimatologi
07:36Dr. Arda Sena Sopahil Wakan
07:38serta nanti rencana terkait operasi modifikasi cuaca akan disampaikan oleh Deputi Bidang Modifikasi Cuaca
Komentar

Dianjurkan