Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu langkah penting untuk mengatasi persoalan gizi di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah akan merampungkan penentuan sasaran penerima, penyusunan standar menu bersama para ahli gizi, serta membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dengan angka stunting tinggi sebelum 5 Agustus.

Baca Juga BMKG: El Nino 2026 Sudah Aktif dan Berpotensi Sangat Kuat, Prabowo Perintahkan Langkah Antisipasi di https://www.kompas.tv/info-publik/682854/bmkg-el-nino-2026-sudah-aktif-dan-berpotensi-sangat-kuat-prabowo-perintahkan-langkah-antisipasi

Kementerian Kesehatan juga akan melakukan pemantauan berbasis data untuk mengukur dampak program terhadap perbaikan status gizi para penerima manfaat.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi peningkatan kualitas validasi data penerima manfaat MBG yang dinilainya semakin selaras dengan data yang dimiliki Kementerian Agama. Ia berharap pembenahan data tersebut dapat mempercepat penyaluran program, khususnya bagi pondok pesantren yang selama ini masih menerima porsi manfaat yang relatif kecil.

Menurut Nasaruddin, sinergi antarkementerian menjadi kunci agar pelaksanaan MBG semakin tepat sasaran dan menjangkau lebih banyak penerima yang membutuhkan.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/682859/kolaborasi-mbg-menkes-fokus-daerah-stunting-sebelum-5-agustus-menag-soroti-validasi-data-pesantren
Transkrip
00:00Kita selamatkan warahmatullahi wabarakatuh.
00:02Yang saya ingin sampaikan, nomor satu adalah bahwa
00:05di mata Pementerian Kesehatan,
00:09masalah gisi adalah masalah,
00:12salah satu masalah utama kesehatan.
00:16Jadi kalau program ini berhasil,
00:19banyak sekali masalah kesehatan yang bisa selesai.
00:23Saya kasih beberapa data.
00:25Empat desil terbawah berdasarkan data susainas
00:302024, sekitar 1,5 juta sampel,
00:35itu kekurangan gisi.
00:39Jadi kalau satu desil itu 10%, 28 juta,
00:42empat desil itu 100 juta masyarakat Indonesia,
00:45data susainas kita terakhir,
00:47itu kekurangan gisi.
00:55Jadi 28 kali 4, 100 juta lebih,
01:00100 berapa juta, 24 juta.
01:03100 juta lebih, 28, 10% dari desil itu 28 juta.
01:08Jadi kali 4, 112 juta.
01:13Nah, itu nomor satu.
01:15Nomor dua, Bapak-Ibu tahu stuntingnya kita kan dikisahkan sedikit di bawah 20%.
01:2220% dari 25 juta.
01:25Bapak tahu kira-kira berapa angkannya.
01:28Itu juga kekurangan gisi,
01:30dan gisi ini berpengaruh untuk masa depannya dia.
01:35Yang ketiga,
01:36hasil cek kesehatan gratis kita sudah keluar.
01:40Sampai dengan SMA,
01:42itu sebagian besar anak-anak gisi kurang.
01:46Ada catatan sedikit,
01:48yang gisi yang lebih juga ada.
01:51Terutama kalau SMA ke atas dan dewasa,
01:53diperpantaran gisi yang lebih.
01:55Itu juga tidak baik.
01:57Ya, tapi sebagian besar masih gisi yang kurang.
02:00Oleh karena itu, saya keterangkan,
02:01program ini sangat bagus di mata Kementerian Kesehatan.
02:05Program Bapak Presiden ini sangat bagus.
02:08Kita mengakui bersama Kepala BGN,
02:11bahwa ada kekurangan implementasinya.
02:14Nah, itu yang saya terima kasih sekali Kepala BGN,
02:17sudah mau melibatkan kita.
02:20Ada tiga hal yang saya ingin sampaikan di sini.
02:23Nomor satu,
02:24sebelum 5 Agustus,
02:27Kementerian Kesehatan dan BGN
02:29akan duduk bersama dengan
02:31ahli-ahli gisi terkemuka Indonesia.
02:34Sudah ada daftaran di Kepala BGN.
02:36Kita akan duduk menentukan dua hal.
02:39Nomor satu,
02:41targetnya ini kita mau refine.
02:44Sekolah mana yang mereka kasih?
02:46Usia mana?
02:47SD-nya di mana?
02:48Lokasinya di mana?
02:50Fokusnya ke daerah stunting?
02:51Dan lain sebagainya.
02:52Ibu hamil?
02:53Ibu hamil yang bagaimana?
02:55Balita gimana?
02:56Itu kita harapkan tanggal 5 Agustus
02:59sudah selesai.
03:00Semua ahli gisi memberikan masukan
03:03ke Kementerian Kesehatan dan BGN.
03:05Untuk satu tentukan target,
03:08yang satu B-nya menentukan standarnya.
03:11Karena standarnya hilangnya.
03:12Mau kasih kacang, mau kasih susu, mau kasih apa.
03:15Itu nanti masuk.
03:17Saya sangat yakin dengan standarnya Kepala BGN yang baru ini,
03:21dia akan cepat ngecek itu bensin itu dengan tegas.
03:24Sehingga berikan kesempatan kita untuk membagi program yang sangat,
03:28menurut saya yang sangat penting buat kesehatan ini.
03:31Yang nomor dua,
03:33yang akan kita lakukan,
03:35karena beliau yang mau cepat,
03:36khusus untuk starting.
03:38Beliau itu sudah punya beberapa SPPG,
03:40Pak, ini mau dibuka apa enggak?
03:42Mau dibuka apa enggak?
03:42Berapa masih buat?
03:443.000an.
03:45Nah, kita sudah lihat, Pak, ini ada petanya.
03:47Yang starting itu, saya baru WA,
03:49termasuk sampai lokasi-lokasinya sudah ada.
03:52Kabupatenya, kotanya.
03:53Itu nanti akan segera diputuskan oleh Bapak Kepala BGN,
03:57sebelum tanggal 5,
03:59segera SPPG yang sudah siap itu dibuka langsung
04:02di daerah-daerah yang memang starting-nya tinggi.
04:05Itu kesepakatan kita yang kedua.
04:07Kesepakatan kita yang ketiga.
04:09Kembali lagi di kesehatan,
04:11kita membutuhkan outcome hasil.
04:13Gizinya kan mesti membaik,
04:15mesti sehat.
04:16Nah, kita sudah setuju dari Kepala BGN,
04:18kita akan melakukan analisa
04:22atau melakukan riset outcome-nya.
04:25Sekarang kita sudah mulai kekecilan,
04:27cuma masih belum bersama.
04:29Nanti kita akan bersama lakukan.
04:30Semua anak yang starting,
04:33kita ada by Nika,
04:35by name, by address,
04:36sudah ada,
04:37kita tag,
04:38dia dapat NBG apa-apa.
04:40Kita akan bisa ikuti setiap bulan,
04:42karena bersakutan ditimbang di posendu.
04:45Benar-benar naik, ya?
04:46Kalau tidak, kita tahu.
04:47Oh, ini tadi dikasihnya karbohidrat semua.
04:50Nah, itu kan butuhnya protein,
04:52hewani.
04:53Nah, itu bisa perbaiki.
04:54Kita akan lakukan lati untuk seluruh sekolah.
04:58Saya sudah ngomong sama bapak,
04:59meditas men.
05:00Semua sekolah ada UKS,
05:02sekarang CKG setahun sekali ditimbang.
05:04Saya lagi mau bikin beliau,
05:06boleh nggak setahun dua kali?
05:07Jadi bisa ada waktu cukup
05:09untuk kita feedback balik ke BGN.
05:12Pak, ya sekolah ini bapak kirim baik,
05:14tapi kok yang ininya,
05:15yang berbisinya nggak pembaik-pembaik.
05:17Sehingga kita bisa melakukan
05:19perbaikan polisi
05:21atau integrasi program berbasis data.
05:23Jadi tiga itu, ya.
05:25Yang pertama,
05:25dan semuanya sebelum tanggal 5.
05:27Sebelum tanggal 5,
05:29kita harus duduk dalam sebuah Ligisi
05:30untuk memberikan masukan
05:31mengenai perbaikan pemindahan lokasi,
05:34targeting, dan juga standar makanannya.
05:37Nomor dua,
05:38sebelum tanggal 5,
05:39kita akan memutuskan Pak Bapak BGN
05:41segera membuka SPPG-SPPG
05:43di daerah-daerah yang stuntingnya tadi.
05:45Dan yang ketiga,
05:47sebelum tanggal 5,
05:49kita akan segera memutuskan
05:50bagaimana kita melakukan riset
05:52dengan lembaga-lembaga
05:53atau universitas
05:54melihat hasil outcome-nya
05:56untuk seluruh penerima SPPG.
05:58Terima kasih banyak, Pak Bapak.
05:59Baik.
06:00Pak Menak, silakan.
06:02Pak Nazarudin.
06:05Tunggu, Pak Dapur.
06:06Pertama-tama,
06:07saya memberikan apresiasi yang cukup
06:10kepada penguruh MPPG yang baru, ya.
06:15walaupun berhitung hanya beberapa hari,
06:19tetapi kami merasakan adanya perubahan data yang sangat relevan
06:23dengan data yang kami miliki dibandingkan dengan sebelumnya.
06:26Nah, saya anggap ini suatu hal yang sangat presidius, ya.
06:31Karena dalam waktunya yang sangat singkat,
06:33kita bisa melakukan pencocokan data.
06:35Dan dengan pikiran,
06:37kalau data kita tepat,
06:38maka saya kira,
06:39kapan sekali kita murai permasalahan.
06:41Tapi kalau datanya tidak valid,
06:44itu pasti susah untuk menyelesaikan persoalan.
06:46Nah, kemudian kita berharap dalam waktunya yang sangat singkat ini
06:51juga ada target-target untuk kita lakukan bekerjasama.
06:56Kami, Kementerian Anggama dengan polo pesantrennya,
07:00dengan madrasahnya,
07:01dan kelompok-kelompok dan mahkamah lainnya,
07:05insya Allah akan lebih proaktif untuk bekerjasama
07:07dengan lembaga-lembaga kita nanti, ya.
07:12Dan insya Allah diharapkan persoalan-persoalan yang dihadapi,
07:17terutama di polo pesantrennya.
07:18Polo pesantren ini,
07:19kan boleh dikatakan,
07:20ini yang paling memerlukan sentuhan.
07:22Tapi ternyata,
07:24baru satu persen yang bisa tersentuh
07:26pada polo pesantren ini.
07:28Dan terima kasih kepada Pak Mengko,
07:31bersama untuk proaktif juga untuk menyelesaikan
07:33persoalan-persoalan yang sangat basic ini.

Dianjurkan