00:07Hari ini saya rapat sama Bapak Presiden untuk membahas beberapa hal terkait dengan listrik desa,
00:18kemudian terkait dengan penataan tambang,
00:21dan yang terakhir itu adalah persiapan peresmian pabrik CATL untuk ekosistem baterai mobil
00:28yang dilakukan Gorong Bikim pada tahun 2025,
00:32sekarang sudah selesai, sudah bisa berproduksi.
00:34Ini bagian daripada implementasi hilirisasi daripada penikian.
00:44Kami akan melaporkan karena sudah ada sekitar dari 11.000 desa yang belum ada listrik,
00:50sekarang sudah ada sekitar 1.400 yang sudah selesai dikerjakan untuk siap untuk diresmikan.
00:54Jadi saya akan laporkan kepada Bapak Presiden.
01:09Terima kasih.
01:28Saya laporkan dulu di dalam.
01:29Pas sejauh ini selama semester 1 kan banjirnya sampai jauh lagi apa ya?
01:34Itu akan dilaporkan juga nggak sih Pak?
01:35Antisipasinya?
01:36Ya, dengan antisipasinya pasti ya.
01:38Di layang mana yang jadi prioritas laporan Pak?
01:41Nanti saya sampaikan.
01:54Tidak berdiri sendiri, kita selesai fungsi di lapangan memang selaku selesai.
01:58Tidak berdiri sendiri, apakah perlu adanya pengadaan alat lagi atau apa-apa untuk medikasi?
02:03Ya, terkait dengan penanganan bencana tentunya Bapak Sarna setidak berdiri sendiri.
02:09Kita sesuai fungsi di lapangan memang selaku Sarmisen Koordinator.
02:13Kita bekerjasama dengan seluruh kementerian lembaga, begitu juga kita dibantu oleh seluruh potensi.
02:19Begitu juga terkait peralatan sarana-prasarana tentunya.
02:23Dengan MOU kita, dengan Kementerian Lembaga, khususnya TNI, Polri, semua kekuatan bisa kita kerahkan.
02:29Mungkin sementara itu ya.
02:30Bagaimana kemarau bagaimana ini Pak?
02:33Kita justru ingin mendengar informasi dari yang nanti disampaikan oleh Kepala BNK.
02:38Bagaimana ancaman kemarau kepanjangan ini Pak mungkin dari Bapak Sarna sebagainya lagi?
02:41Bapak Sarna terkait dengan tugas penanganan kedaruratan manusia.
02:45Artinya dalam seklus penanganan kebencanaan ini kita dibawa koordinator oleh Kepala BNK.
02:53Mungkin itu ya?
02:57Nanti, kalau ada perkembangan kita sampaikan.
03:02Oh iya, terkait dengan operasi kapal yang ada di Makassar.
03:09Ya, dengan kemampuan kita bersama potensi, beberapa korban memang statusnya dinyatakan hilang.
03:21Dan itu pun keputusan diambil bersama karena memang sudah dinyatakan tidak efektif untuk operasi dilaksanakan.
03:30Namun kalau ada tanda-tanda, tentunya kita akan membuka operasi lagi untuk melaksanakan operasi lanjutan.
03:38Mungkin demikian ya.
03:39Dari keluarga, apakah ada yang meminta untuk operasi besar ulang?
03:43Tidak, justru kemarin keputusan diambil bersama juga pihak keluarga.
03:48Seperti itu ya.
03:50Ya, makasih.
03:56Seperti yang saya ketahui, siklus El Nino itu kan terjadi 4 tahunan.
04:08Dulu 2015, kemudian 2019, 2023, mestinya tahun depan, 2027.
04:16Tapi prediksi BNKG ini akan terjadi El Nino yang cepat.
04:22Jadi awalnya, abisnya 2027 akan terjadi tahun ini.
04:25Jadi kekeringannya datang lebih cepat dan berakhirnya lebih lambat.
04:30Nah, itu tentu harus ada antisipasi dan terima kasih kepada Bapak Presiden yang mengantisipasi ini.
04:37Mengundang kami, saya tidak salah juga ada dari BMKG, dari TNPB, dari TNI, dari KORI, semua stakeholder diundang.
04:47Agar kita tahu ya, karutlah ini akibatnya dari sisi kesehatan, masyarakat kita kena ISPA,
04:54dari sisi ekonomi bandara tutup, misalkan dulu ya, sekolah tutup,
05:00besar-besar perekonomian berhenti.
05:01Jadi perlu sekali kita mengantisipasi karutlah ini.
05:04Kalau kita berhasil menekan karutlah ya,
05:15kalau tadi saya katakan ya, sebagai bangsa kita patut bergembira.
05:17Dari tahun 2015 ya, itu 2,6 juta.
05:21Kemudian 4 tahun kemudian menjadi 2,1 juta.
05:274 tahun kemudian, 2023 menjadi 1,1 juta.
05:31Tahun lalu juga turun ya, dari 375 jadi 350-an.
05:35Jadi sebenarnya kita bisa menekan itu.
05:38Cuman ini butuh koordinasi yang lebih rekat lagi,
05:42karena memang ini, elminonya, climate change is real gitu ya.
05:45Jadi kita perlu bersama-sama mengantisipasi.
05:47Ancam anti-pikosport yang terdeteksi di mana, mas?
05:49Ancam anti-pikosport yang terdeteksi di mana?
05:51Yang tradisional itu kan di daerah-daerah gambut ya.
05:56Riau, Jambi, Sumse, kemudian Kalimantan Barat,
06:00Kalimantan Tengah, di Kalimantan Selatan.
06:02Tapi ini ada tren baru ya.
06:04Di luar 6 provinsi itu juga terjadi cukup masif.
06:08Macam di NTT, kemudian di NTB, di beberapa tempat lah.
06:13Jadi nanti kita akan bahas gitu.
06:14Teruasaran aja, Pak.
06:15Yang Mas sampaikan itu kan juga,
06:17kita pernah bincana banjir juga ya, Mas.
06:19Itu kan disampaikan dulu, nggak apa disini?
06:21Terima kasih, Pak.
06:22Sampaikan di pohon laporannya ya.
06:27Terima kasih, Pak.
06:55Saya mendapatkan undangan untuk mengikuti
06:59rapat terbatas yang saya tahu tentang mengantisipasi cuaca ekstrim,
07:05khususnya El Nino yang berhimpitan dengan masa kemarau.
07:09Jadi tentu kita harus mengantisipasi paling tidak dua isu utama.
07:14Yang pertama adalah kekurangan air, kekeringan.
07:17Jika terjadi El Nino, apalagi dengan status yang kuat misalnya,
07:22maka kita harus memastikan air kita cukup.
07:26Sumber daya air yang harus dikelola dengan efisien untuk memastikan suplai air bersih untuk rumah tangga,
07:35termasuk tentunya irigasi untuk mengairi sawah-sawah dan meningkatkan atau menjaga produktivitas pertanian kita juga dapat
07:45dijamin dengan baik.
07:47Dijamin dengan baik, kemudian tentunya selain itu kita harus mengantisipasi jika memang sangat diperlukan,
07:55tentu kita berkoordinasi dengan BMKG misalnya untuk melakukan operasi modifikasi cuaca,
08:02untuk memastikan waduk-waduk kita debit airnya tetap dalam kondisi yang aman, termasuk danau.
08:11Nah, yang kedua tentu juga ada ancaman karhutlah, kebakaran hutan dan lahan.
08:16Ini juga sesuatu yang serius, harus kita antisipasi.
08:20Jangan sampai titik-titik api tidak bisa kita kontrol dengan baik.
08:25Tanah lahan gambut itu juga harus tetap dalam kondisi yang basah.
08:30Ini untuk memitigasi potensi kebakaran hutan.
08:33Saya rasa itu ya sebagai pemeriksaan.
08:35Nanti lagi ya?
08:37Nanti kita, ada-ada datanya semua, nanti dipaparkan di...
08:42Selamatkan rumah, kita masih...
08:44Sudah ditunggu barang ya, nanti itu air di bendungan, disini-sini apa?
08:48Iya, terus di...
08:51Tahun, kogesnya juga, terus kita pantau.
09:05Ya, kami masih terus melakukan pemetaan terkait dengan daerah-daerah mana saja yang memiliki kesulitan untuk membayar gaji.
09:16Dan, ya tentu kami meminta agar kapalya daerah tidak terlalu mudah untuk melakukan langkah-langkah drastis seperti pemacatan dan pemberhentian.
09:27Harus disisir dulu kapasitas fiskalnya, ya sejauh mana kemudian betul-betul darurat, ya baru kemudian berkomunikasi dan kita akan carikan
09:37jalan keluar bersama.
09:38Tapi ini kata-kata akan menjadi evaluasi untuk mengubah ekonomi.
09:49Illinois ini kan Illinois Godzilla, tetapi ada yang menarik.
09:56Dulu awalnya, katanya bulan 4, ternyata banjir.
10:01Bulan 5, banjir lagi. Bulan 6, banjir lagi.
10:05Di DMKG kemarin mengumumkan Jawa Timur, beberapa provinsi seluruh Indonesia ada hujan lebat dan itu harus diantisipasi.
10:20Jadi ini berkah untuk petani Indonesia.
10:23Tapi, kita sudah antisipasi, bukan saja tahun ini.
10:28Tapi, kita antisipasi sejak awal pemerintahan.
10:31Kenapa di saat awal pemerintahan, Bapak Presiden Prabowo Gibran, itu sudah ada El Nino 2023-2024.
10:44Sehingga kita impor beras, dua tahun itu 7 juta ton.
10:49Nah, kita tahun pertama, Oktober, kita sudah mengantisipasi dengan cara pertama, kompanisasi.
10:58Kita melakukan pemerintahan, ada 100 ribu pompa seluruh Indonesia.
11:03Kita sebar.
11:04Yang kedua, irigasi.
11:06Kita perbaiki.
11:08Kalau tidak salah, kurang lebih sekarang ini sembilan ratusan ribu hektare oleh PU.
11:13Kemudian, kita ada juga benih yang tahan kekeringan.
11:17Yang keempat, kita optimalisasi lahan.
11:22Daerah rawa kurang lebih sampai hari ini 800 ribu hektare.
11:28Kenapa rawa itu biasanya di musim kemarau?
11:33Itu justru produktif.
11:36Karena airnya surut.
11:38Kemudian, ada cetak sawah baru.
11:40Sudah lebih 200 ribu.
11:43Sampai sekarang 200 ribu hektare.
11:45Nah, kemudian embung, sumur dangkal, sumur dalam.
11:51Semua kita sudah siap.
11:52Dan yang terpenting, hari ini stok kita tetap bertahan di 5,2 juta ton.
11:59Jadi, insya Allah.
12:01Kalau sekarang persiapan kita, stok pangan kita aman,
12:07standing crop nilainya itu kurang lebih 10-11 juta ton.
12:12Sting crop yang ditanam sekarang, daerah irigasi, itu kan tetap produksi, kalaupun ada kering.
12:17Yang kedua adalah, di hotel rumah Horeca, hotel rumah, itu ada 12 juta ton.
12:28Nah, kemudian di bulok ada 5 juta ton.
12:30Ya, masih bisa 10 bulan.
12:32Kalau kita hitung 10 bulan ke depan.
12:34Sekarang, Agustus, September, Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret.
12:39Ini overlap, Maret, itu panin pucam. Jadi aman.
12:44Ini sekarang yang paling terasa apa, Pak?
12:46Dari dampaknya?
12:48Itu, kalau di sektor petanian ada.
12:51Ada beberapa daerah kering.
12:54Tetapi, secara nasional, insya Allah aman.
12:57Pak, kalian mau seperti ini, akan ada kemampuan?
13:00Kemudian 2016, itu paling keras.
13:03Nah, kita sudah dengan pengalaman, 3 kali selama kami di kabinet, kami sedangkan dulu kurang persiapan, kita bisa aman, apalagi
13:13sekarang.
13:15Ya, karena persiapan.
13:15Tapi, ada kekhawatiran, gak gapanan?
13:20Mungkin ada kecil-kecil, tapi itu tidak akan berpengaruh pada stok nasional.
13:25Gak akan mengerek harga bahan bagus?
13:27Insya Allah, enggak.
13:28Justru, kalau ada yang butuh beras, ada di gudang tuh.
13:33Kalau 5,2 juta tahun.
13:37Putusan Bapak Presiden, itu terbaik bagi kami.
13:41Ada yang ingin masukkan kepada Presiden, siapa yang nanti akan menemani Bapak?
13:45Kami, Wakil Menteri, Menteri Hak Prerogatif Bapak Presiden, apa yang diberikan Bapak Presiden, itu terbaik bagi Kementerian Bapak Presiden.
13:57Terima kasih.
14:02Terima kasih.