Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Pascamundurnya Nanik S. Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Presiden Prabowo Subianto mengangkat Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru.

Presiden Prabowo resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S. Deyang. Usai dilantik, Sudaryono menyatakan pekerjaan pertama yang akan menjadi fokusnya ialah membenahi tata kelola BGN agar lebih transparan.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional akan mengurangi anggaran untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada tahun ini, BGN mengklaim telah melakukan efisiensi anggaran dari Rp268 triliun menjadi sekitar Rp229 triliun.

BGN memastikan pengurangan anggaran tersebut akan berjalan selaras dengan perbaikan tata kelola lembaga.

Dengan dilantiknya Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, anggota MBG Watch Media, Wahyudi Askar, menyoroti krisis kelembagaan di BGN.

Menurutnya, Kepala BGN yang kini dijabat Sudaryono merupakan anggota Partai Gerindra yang memiliki jumlah SPPG terbanyak dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Publik pun berharap kehadiran Kepala Badan Gizi Nasional yang baru tidak hanya mampu mewujudkan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang baik dan transparan, tetapi juga memastikan program tersebut tepat sasaran bagi para penerimanya.

Baca Juga FULL! Kuasa Hukum Jokowi Rivai Kusumanegara Tegaskan Putusan Sela Tak Menghentikan Perkara dr. Tifa di https://www.kompas.tv/video/681939/full-kuasa-hukum-jokowi-rivai-kusumanegara-tegaskan-putusan-sela-tak-menghentikan-perkara-dr-tifa

#bgn #badangizinasional #mbg #sppg

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/681940/kepala-bgn-baru-akankah-tata-kelola-program-mbg-berubah-kompas-siang
Transkrip
00:00Dan saudara pasca mundurnya Nani SD yang dari Kepala Badan Gizi Nasional, Presiden Prabowo mengangkat Wamentan Sudaryono sebagai Kepala BGN
00:08yang baru.
00:09Publik berharap Kepala BGN baru tidak hanya tatak lola, makan bergizi gratis yang benar dan transparan, melainkan tepat sasaran bagi
00:16penerima MBG.
00:23Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nani SD.
00:30Kepala BGN Sudaryono bilang, pekerjaan pertama yang akan menjadi fokus ialah pembendahan tatak lola BGN yang lebih transparan.
00:39Bahwa kita sadar, kita mengakui dan kita semua juga tahu bahwa ada masalah.
00:48Dalam tatak lola kita ya, bahwa ada penyelewengan, ada pelanggaran hukum bahkan dan juga ada hal-hal yang lain ketidaktransparanan
00:58yang selama ini ada.
01:00Maka ini harus menjadi perhatian bagi saya khususnya sebagai Kepala baru untuk supaya bagaimana ini kita bisa, bisa kita selesaikan.
01:11Dan kita yakin bahwa program ini baik dan bisa tatak lola kemudian kita perbaiki.
01:17Yang tadinya gelap harus jadi terang, yang tadinya mungkin nggak transparan harus transparan.
01:22Yang tadinya mungkin manual tergantung sama person-person orang-orang tidak boleh lagi tergantung sama person-person harus bisa by
01:30system, trust in system gitu.
01:32Saya mengatakannya.
01:34Kalau tadinya mungkin semua sesuai arahan si ini, sesuai arahan si itu nggak ada.
01:37Kita sesuai dengan juklak-juknis, aturan dan sistem yang kita bangun.
01:42Kita mengarah ke sana.
01:46Sementara Badan Gizi Nasional akan mengurangi anggaran untuk kebutuhan program kambing gizi gratis,
01:51di tahun ini BGN mengklaim sudah ada efisiensi anggaran dari 268 triliun rupiah menjadi sekitar 229 triliun rupiah.
02:01BGN memastikan pengurangan anggaran ini akan selaras dengan perbaikan tata kelola.
02:0726 ini kan kita juga sudah ada efisiensi anggaran dari 268 triliun rupiah itu menjadi 229 sementara.
02:20Tapi kan kita sebelum dilakukan penyisiran ulang dari tadi refocusing penerima manfaat dan juga perubahan tata kelola ibu ya.
02:29Bahwa kami diberi waktu lagi oleh Bapak Presiden untuk mempertajam lagi tata kelolanya, diberi waktu sebulan.
02:38Jadi nanti dengan hasil penyisiran lagi dari 62,7 itu saya yakin sebenarnya itu nanti akan otomatis mengikuti.
02:49Bahwa angkanya sekarang sih sebenarnya sudah ada gambarannya, kita akan turun dari itulah.
02:55Dengan dilantiknya Kepala Badan Gizi Nasional Baru, anggota MBG Watch Media Wahyudi Askar menyoroti krisis kelembagaan di BGN.
03:04Pasalnya, Kepala BGN Kini Sudaryono merupakan anggota Partai Gerindra, di mana Gerindra memiliki jumlah SPPG terbanyak dalam program MBG.
03:12Maka pertanyaan saya, apakah bisa pemimpin yang baru ini merubah kelembagaannya?
03:18Dan ini jadi pertanyaan besar oleh publik ya, sebab kalau bicara soal kredibilitas ya, mungkin saja Pak Sudaryono punya kemampuan
03:29itu.
03:30Tetapi kalau kita boleh fair soal merit system dan juga penyelesaian konflik kepentingan, Pak Sudaryono juga akan terafiliasi dengan Partai
03:41Gerindra ya.
03:41Dan kita tahu Gerindra berdasarkan data ICW memiliki SPPG paling banyak dibandingkan partai politik lainnya.
03:49Jadi memang masih sulit bagi kami ya, masyarakat sipil untuk betul-betul percaya bahwa tata kelola MBG ini bisa lebih
03:59baik ke depan meskipun dengan sudah mengganti pimpinan lembaganya.
04:05Publik pun berharap dengan Kepala Badan Gizi Nasional yang baru tak hanya tata kelola makan begizi gratis yang benar dan
04:11transparan,
04:12melainkan tepat sasaran penerima program MBG.
04:15Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan