00:00Halo semuanya, jadi pagi ini saya kesakitan lagi di bagian pinggang bawah.
00:12Kan saya tanggal, ceritanya begini, saya tanggal, eh sebelumnya ke sini bu ya, sebelum operasi di Singapura ya.
00:18Saya tanggal, sebelum di awal Juli saya sudah bolak-balik ke Medistra termasuk Ibu Dr. Teni yang ngerawat.
00:31Terus saya akhirnya operasi sarap kejepit di rumah sakit di Singapura, di Novina.
00:40Dan akhirnya operasi di Bius Total, 2 malam opname.
00:46Harusnya 4 malam opname, tapi seperti biasa aku Raja Bandal, baru 2 malam aku kabur ke Hilton Hotel di Singapura.
00:55Padahal dokternya marah kan, nggak boleh.
00:58Terus menurut dokter di sana, 2 minggu nggak boleh kerja.
01:04Anda tahu kan saya kerja 2 minggu ini, ya Anda tahu lah kasusnya kan.
01:08Ya akhirnya makin parah, aku sangat khawatir, katanya kalau takut jadi lumpuh.
01:14Karena selama 2 bulan kan sarap gue itu ke kaki.
01:17Ya kalau sarapnya ada apa-apa kan kakinya ntar, nggak bisa nendang lawan gitu loh.
01:22Di sana udah operasi, tanggal 9.
01:25Percis kasus teman kita itu lagi rame.
01:28Jadi pas itu besoknya aku diteleponin terus agar pulang.
01:31Nah jadi karena saya perlu painkiller, karena masih sakit.
01:37Tadi sama dokter TNI apa tadi?
01:39Dokter TNI.
01:40Apa tadi dikasih itu?
01:41Dikasih obat nyeri, ada selebrek dan lain-lain.
01:45Itu?
01:46Obat nyeri, painkiller.
01:48Tadi kenapa ibu tekan buat kiri?
01:49Kenapa tuh?
01:50Masih sakit.
01:51Hah?
01:52Masih sakit tinggal ini.
01:53Masih sakit, itu.
01:55Besok subuh saya akan terbang ke Singapura.
01:57Itu yang pertama.
01:58Jadi dokter sana sudah marah-marah, kenapa kerja gitu loh.
02:03Ya.
02:04Jadi atas dasar pertimbangan itulah, saya sudah dari dua hari lalu, sudah kasih tahu ke klien saya, sekarang jadi mantan.
02:15Febri Jampitsus, saya mengunturkan diri, ya mengunturkan diri, sudah ngomong dari dua hari lalu.
02:22Tapi beliau menghimbau kalau bisa-bisa beberapa hari lagi.
02:25Tapi kalau otak saya terus mikir dan badan begini, aku takut makin parah.
02:33Ya ini, ibu tadi bikin apa?
02:35Begini aja.
02:36Hah?
02:36Jadi pemeriksaan tinggalnya masih sakit ya?
02:39Masih sakit, gitu loh.
02:41Jadi besok subuh saya mau ke Singapura, pesawat.
02:43Kalau mau ketemu lagi di bandara setengah enam, cari gue di terminal 3, gate 1.
02:50Mudah-mudahan gue nggak disuruh pename lagi.
02:52Ya.
02:52Berarti konteksnya abang sudah memastikan tidak akan melanjutkan jadinya?
02:57Ya saya sudah bilang ke dia bahwa saya karena kondisi kesehatan yang bisa parah, harus diserahku ya.
03:05Ya.
03:05Bisa parah, ya sudah saya sudah memberitahukan beliau bahwa saya mengunturkan diri sebagai pengacara dari Bapak Febri dalam kasus tersangka
03:15di Kejaksaan Agung.
03:17Ini dia tongkat gue nih, tongkat rahasiannya.
03:19Ya.
03:20Gitu kira-kira.
03:21Itu intinya.
03:22Persis kemarin baru mengabar?
03:23Saya sudah dua hari mengabari beliau.
03:26Ya tapi beliau mengatakan hari aja yang tepat dia coba pikirin.
03:33Tapi kalau begini gue nggak bisa lagi karena dokter Sikapur pun sudah marah-marah, gitu loh.
03:37Kenapa yuk kerja, gitu loh.
03:39Jadi yang, jadi saya operasi tanggal 9 malam, operasi bius total.
03:44Itu pun saya dua kali bolak-balik.
03:46Jadi saya sempat begini, saya dua bulan pertama dari mulai bulan Mei, bulan Juni, saya sudah kesakitan terus.
03:53Sudah asal jalan sakit, asal ada beban sakit.
03:56Ya akhirnya saya ke Akupuntur, ke dokter sini juga, ibu ini juga, dokter TNI, sama Prof. Eko di sini.
04:04Terus saya ke Singapur, awal bulan Juli.
04:07Terus gue nggak berani, karena katanya harus bius total.
04:11Gue lihat kamar operasinya seram, gitu loh.
04:13Akhirnya balik lagi ke Jakarta, aku Buntur lagi, fisioterapi lagi tetap sakit.
04:18Akhirnya gue nekat, berangkat lagi ke Singapur tanggal 8, tanggal 9 di operasi subuh-subuh, pagi-pagi.
04:26Ya, dengan ketakutan karena di bius total.
04:29Tapi nggak sampai sejam saya sudah keluar, rupanya operasi itu sebentar.
04:32Ya, tapi saya 2 hari total di opname, nggak bisa kaki bergerak, ya.
04:39Dan memang langsung sembuh yang kakinya itu, yang kaki sakit di paha sama di betis.
04:44Nah, cuman ini kan pekerja operasi di sini, ini diperban semua punggung saya ini.
04:48Nah, terus disuruh 4 malam opname di rumah sakit di sana.
04:54Tapi malam ketiga saya bosan, saya pindah ke Hilton.
04:58Ya, pindah 2 malam, terus hari ke-5 saya pulang ke Jakarta.
05:01Ya, surat dokter jelas instruksinya 2 minggu nggak boleh kerja.
05:06Ya, baru 4 hari lalu saya merasa makin sakit.
05:10Ya, akhirnya, ya ini hari ini saya minta painkiller sama ibu dokter.
05:15Dan sudah janji sama dokter di Singapura, dokter saya.
05:19Ada ahli, ahli Spain, ahli itu loh.
05:23Bukan di belakang itu loh, yang ngusuk yang begini.
05:25Apa namanya itu, bu?
05:26Yang panjang itu apa namanya? Spain?
05:28Pasan di sana, Pak?
05:29Spain.
05:30Besok hari Sabtu-Subu saya akan diperiksa lagi.
05:34Jadi aku, jujur sebenarnya aku takut lumpuh.
05:37Kadang gini kan, sebenarnya belum tutup lumpuh ya, bu.
05:40Aku takut loh, karena, karena, ahlu mau lihat nih.
05:44Oh, enggak, ini mau lihat nih.
05:46Apakah kamu?
05:50Apakah kamu?
05:50Apakah kamu berban semua?
05:52Oh iya, nanti kamu jadi terjur ya.
05:55Sampai ada tindakan operasi nggak ya ke Singapura itu?
05:58Sudah operasi.
05:58Jadi gini, saya sudah bulan Juni sudah kesakitan.
06:03Sudah mulai balik kesini, bu ya.
06:05Terus juga ke aku pun terus sampai ke dokter.
06:08Katanya jago biji di hutan di Bogor.
06:10Gimana itu?
06:11Yang di Bogor?
06:13Mana orang saya?
06:15Di mana di Bogor?
06:16Bojong gede.
06:19Aku juga baru sadar.
06:22Kok ininya bikinin, biji makin parah gitu.
06:25Akhirnya ke sini saya di Kelapa Gading,
06:28yang semuanya orang Cina.
06:29Dikasih 50, apa itu?
06:32Jarum-jarum, 50 ada.
06:34Kesini semua.
06:35Aduh, benar-benar sampai dua kali.
06:37Baru suasada.
06:38Kok yang kejepik di sini kok nampak di jarum-jarum.
06:41Saya ke Singapura.
06:42Lagi-lagi nggak berani, takut di bios.
06:44Kan ini bios total, takut mati.
06:46Kalau kebanyakan bios kan.
06:47Akhirnya saya sekarang sudah gagal di Oka Kuput.
06:51Akhirnya saya pemberanikan diri.
06:52Tanggal 8 Juli saya ke Singapura.
06:55Disiapkan semua.
06:56Baru tanggal 9 pagi jam 7 saya dioperasi.
07:01Ya, operasi yaitu di sini,
07:04di mana di cut itunya,
07:06daging yang keluar dari spine-nya itu,
07:08dipotong, dibuang,
07:10masih saya kantongin malah itunya.
07:11Eh, masih ada nggak?
07:12Dagingnya itu mana?
07:16Itu ada rejeki loh kalau dijual.
07:18Bang, keputusan memundurnya itu
07:21tidak ada alasan lain di luar ke kondis kesehatan abang ya?
07:24Ya, memang.
07:28Apa lagi di ini?
07:29Kurang apa lagi?
07:31Sekini.
07:31Tadi saya juga nggak nyangka,
07:33tadi ditekan sama ibu sakit banget ya.
07:35Jadi ibu yang dekan,
07:36aku kan selama ini,
07:37karena sakitnya itu sampai ke pantas semua.
07:38Ya, saya sudah sadar,
07:40saya membahayakan kesehatan ini,
07:42ini dagingnya itu.
07:43Ini dia nih.
07:44Ini dari belakang diambil,
07:48dari spine.
07:49Jadi berarti kan kondisi kesehatan itu?
07:51Ya, iyalah.
07:52Dan juga kan,
07:53hampir semua perkara bisnis kan saya yang pegang,
07:55jadi bisa seratusan perkara gua.
07:57Aku sadar bahwa,
07:58saya baru sadar,
08:00uang itu nggak ada artinya
08:01kalau memang kita nggak bisa nikmatin.
08:03Ini yang kesekian kali.
08:04Jadi efektif per hari ini berarti mundur ya Pak?
08:08Harusnya dari dua hari lalu,
08:09tapi saya akan tentu sopan santun,
08:12saya harus ngomong.
08:13Tapi iya pun saya udah nggak bisa apa-apa,
08:15karena saya kan di Singapura.
08:17Tapi saya udah bilang beliau dari dua hari lalu.
08:19Kira-kira ini...
08:21Apa?
08:22Apa?
08:25Kan ada pengacarannya Pak, Pak.
08:28Parisi ada.
08:29Itu pensiunan jaksa senior itu.
08:31Tapi memang dulu pernah kerjaan gua juga,
08:33pernah anak buah saya.
08:35Dan ada tim lain.
08:36Kalau ada puluhan pengacara kan,
08:40pasti nggak dipersuali.
08:41Tapi kalau Hotman,
08:42ya aku kan,
08:44walaupun sebagian kecil musuh gua,
08:47tapi kan saya milik masyarakat.
08:49Sudah jutaan orang,
08:50saya tolong gitu lah.
08:51Bapak dari Pak Keberi gimana?
08:53Ya dia bisa maklumin.
08:55Nggak apa-apa.
08:55Dia sahabat saya, dia juga maklumin.
08:57Bang, tapi di luar konteks
09:00sahabat kuliah pengacaranya lagi,
09:02abang tetap yakin dari sepertinya gitu.
09:04Saya nggak mau ngomong substansi deh.
09:06Jangan deh.
09:07Orang sakit masa ditanya substansi.
09:08Bang, soal pemeriksaan kemarin kan harusnya Pak Keberi...
09:11Apa?
09:13Apa?
09:13Harusnya kan Pak Keberi dipanggil kemarin.
09:14Cuma kan aksen karena alat-alat.
09:16Saya, saya nggak mau komentar lagi soal itu.
09:19Kan saya udah dua hari lalu bintang mundur.
09:20Jadi saya nggak mau komentar.
09:21Saya belum dengar lagi tuh.
09:33Udah deh jangan ngomong gitulah.
09:35Udah deh jangan lah.
09:37Ini kan gue lagi sakit.
09:38Lu baca di postingan gue lah.
09:40Postingan gue kan gue tahan orang-orang kantor pajak malah.
09:43Itu pina banget itu.
09:45Terus dikaitkan ke...
09:47Orang sumpah mati tau nggak?
09:49Sumpah demi Tuhan.
09:51Gue baru kenal.
09:52Gue baru pertama kali ketemu Pak Keberi adalah...
09:55Pada saat penandatangan surat kuasa.
09:58Jadi, udah lah.
09:59Semua postingan juga ada.
10:01Jadi bilang pajak mana?
10:03Tanya kantor pajak.
10:05Tanjung Priok.
10:06Nggak pernah gue.
10:07Gini lah.
10:08Nggak mungkin.
10:09Abang juga diadukan oleh pertumpulan waktawan.
10:12Ong lain teman-teman.
10:14Ada.
10:14Itu atas tigaan penggunaan.
10:15Abang merasa aduan-aduan seperti itu gimana ngerepon itu?
10:18Don't worry lah.
10:19Don't worry.
10:21Itu kan dari orang ke orang.
10:23Kan gue terangin dia panjang lebar.
10:26Dia terus ngotot.
10:28Akhirnya harusnya jawabannya.
10:29Lu ngerti nggak sih?
10:31Gue bilang sama saja dengan otak.
10:33Eh, lu punya otak sih kok nggak ngerti itu loh.
10:35Dan itu ke oknum.
10:36Lu bukan ke organisasi.
10:38Jadi itu delik aduan.
10:40Bukan delik pes gitu loh.
10:41Tapi seandainya abang diminta untuk klarifikasi?
10:43Ya pasti datang lah kalau dipanggil.
10:45Aduh, gue kan tak tukup.
10:46Itu aja ya.
10:47Jadi nggak ada apa-apa.
10:47Itu nggak masalah.
10:48Kalau gue bilang, lu ngerti nggak sih?
10:51Itu artinya lu itu siapa?
10:53Ya kau kan?
10:55Kau itu siapa?
10:56Perorangan.
10:57Gue kan nggak pernah menyinggung lembaga vers.
10:59Dan juga itu bukan press conference.
11:00Itu kan doorstop.
11:02Gitu loh.
11:02Nggak, nggak.
11:03Dan nggak tepat kalau dibilang sebagian-bagian penghinaan.
11:05Ya apa yang dihina kalau misalnya nih?
11:07Kalau gue terangin lu terus-bagian terus tapi lu nggak ngerti-ngerti.
11:10Atau nggak mau terima.
11:11Terus gue tanya.
11:12Lu tahu lu di mana kok?
11:13Lu ngerti?
11:14Punya otak nggak sih?
11:15Itu kan pertanyaan.
11:16Karena gue udah terangin tapi nggak mau ngerti.
11:19Harusnya pertanyaannya memang lebih sobat.
11:21Terus ngerti nggak sih?
11:22Tapi juga waktu keluar salamat ternyata dia dari LSM.
11:26Ya.
11:27Karena waktu nanya pun dia nggak bilang dari media.
11:30Dari LSM.
11:30Oke deh.
11:31Udah.
11:39Udah.
11:40Kan saya udah bilang.
11:45Kejauhan dan tidak punya legal standing.
11:49Karena kalimat saya kan low.
11:52Artinya orang perorangan.
11:54Ya.
11:55Dan juga tidak pernah diundang Dewan Vers ke sana.
11:58Karena itu doorstop.
11:59Ya kan?
12:00Kita nggak pernah tahu.
12:01Dan belum tentu orang itu anggota dia.
12:04Karena ada beberapa kan yang mengajukan.
12:06Jadi kata lu.
12:07Karena gue terangin bolak-balik.
12:09Dia nggak ngerti.
12:09Harusnya jawabannya.
12:11Lu kok lu nggak ngerti-ngerti sih?
12:12Gitu kan?
12:13Tapi gue cakap.
12:14Lu punya otak nggak sih?
12:15Itu pertanyaan.
12:16Karena memang dia tidak mau ngerti.
12:17Gitu loh.
12:18Itu aja bos.
12:19Jadi itu tidak punya legal standing.
12:21Karena pertanyaan.
12:22Lu.
12:23Berarti kamu.
12:24Berarti perorangan.
12:25Saya tidak pernah menyinggung lembaga FES.
12:28Gitu loh hukumnya.
12:29Kata-kata-kata lu.
12:30Ya kan?
12:31Dan dia adalah anggota sini.
12:33Kalaupun dia.
12:34Saya kira-kira dia anggota sini.
12:35Kenapa yang ngadukan lembaga lain?
12:38Gitu loh.
12:48Tidak menghalangi kan ada dia.
12:50Kok dihalangi?
12:54Kan ada.
12:56Ya dengarin dulu.
12:56Ada dia.
12:57Justru karena pertanyaannya ngaco.
13:00Jadi gue bilang.
13:00Udah gue terangin.
13:02Kenapa lu masih tanya?
13:03Justru karena tidak terhalangi lah.
13:06Makanya.
13:07Obang dia adiknya udah nungguin dari 4 jam.
13:10Apa?
13:11Dia maunya aku jawab.
13:13Yang rada-rada menyindir institusi.
13:15Makanya dipancing terus.
13:17Kadian wartawan itu kan suka aneh-aneh.
13:19Aku tuh.
13:19Saya bilang saya udah jawab.
13:20Saya bilang.
13:21Saya tidak bisa jawab.
13:23Saya bilang.
13:26Tapi ditanya terus.
13:28Saya bilang.
13:28Harus ya jawabannya.
13:30Lu ngerti gak sih?
13:31Lu punya otak gak sih?
13:32Kenapa lu gak ngerti-ngerti?
13:33Itu kayak oknum perorangan.
13:36Dan juga tidak pernah disitu dibahas.
13:38Ada lembaga versnya ada.
13:40Karena itu kan doorstop.
13:41Dan yang hadir itu.
13:43Sepertiga adalah bukan wartawan.
13:45Ada Intel.
13:47ACMSN.
13:47Namanya juga kasus politik.
13:49Udah itu aja deh.
13:50Jadi udah selesai.
13:55Udah lah.
13:56Udah lah.
13:56Udah di ini kan udah di.
13:58Kamu nanti.
13:59Udah.
14:00Jangan lah.
14:00Udah lah.
14:01Bahas.
14:01Udah ya.
14:02Saya hanya mengumumkan bahwa.
14:04Bahwa.
14:05Bahwa.
14:06Kondisi usiaan usia parah.
14:07Saya besok pagi akan berangkat ke Singapura.
14:10Dan.
14:11Dan.
14:13Saya sudah minta beliau.
14:14Saya mengundurkan diri.
14:15Hanya itu aja.
14:16Oke.
14:16Thank you.
14:17Terima kasih.
14:17Terima kasih.
14:18Terima kasih.
14:19Terima kasih.
14:22Terima kasih.
Komentar