- 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan setelah kedua negara terus saling melancarkan serangan meski jalur diplomasi masih terbuka.
Dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, pengamat militer CISS, Anton Aliabbas, menilai aksi saling serang merupakan bagian dari strategi diplomasi koersif untuk memperkuat posisi tawar masing-masing pihak di meja perundingan.
Menurutnya, baik Amerika Serikat maupun Iran sama-sama berupaya membatasi eskalasi agar konflik tidak berkembang menjadi perang yang lebih luas, meski peluang tercapainya kesepakatan damai masih membutuhkan waktu.
Baca Juga Kecolongan! Prabowo Akui Masalah Indonesia di Luar Perkiraan, Soroti Kebocoran Kekayaan RI di https://www.kompas.tv/video/681495/kecolongan-prabowo-akui-masalah-indonesia-di-luar-perkiraan-soroti-kebocoran-kekayaan-ri
Sementara itu, praktisi hubungan internasional Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, menilai dinamika politik domestik Amerika Serikat turut memengaruhi kebijakan Presiden Donald Trump terhadap Iran.
Ia juga mengingatkan bahwa negara-negara Teluk kini menghadapi risiko yang semakin besar akibat meningkatnya ketegangan di kawasan. Kedua narasumber sepakat jalur diplomasi masih terbuka, namun selama kepentingan politik dan keamanan masing-masing pihak belum menemukan titik temu, konflik diperkirakan masih akan berlangsung dan berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Rizal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/681496/full-pengamat-militer-praktisi-hi-prediksi-perang-as-iran-masih-panjang-diplomasi-di-balik-konflik
Dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, pengamat militer CISS, Anton Aliabbas, menilai aksi saling serang merupakan bagian dari strategi diplomasi koersif untuk memperkuat posisi tawar masing-masing pihak di meja perundingan.
Menurutnya, baik Amerika Serikat maupun Iran sama-sama berupaya membatasi eskalasi agar konflik tidak berkembang menjadi perang yang lebih luas, meski peluang tercapainya kesepakatan damai masih membutuhkan waktu.
Baca Juga Kecolongan! Prabowo Akui Masalah Indonesia di Luar Perkiraan, Soroti Kebocoran Kekayaan RI di https://www.kompas.tv/video/681495/kecolongan-prabowo-akui-masalah-indonesia-di-luar-perkiraan-soroti-kebocoran-kekayaan-ri
Sementara itu, praktisi hubungan internasional Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, menilai dinamika politik domestik Amerika Serikat turut memengaruhi kebijakan Presiden Donald Trump terhadap Iran.
Ia juga mengingatkan bahwa negara-negara Teluk kini menghadapi risiko yang semakin besar akibat meningkatnya ketegangan di kawasan. Kedua narasumber sepakat jalur diplomasi masih terbuka, namun selama kepentingan politik dan keamanan masing-masing pihak belum menemukan titik temu, konflik diperkirakan masih akan berlangsung dan berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Rizal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/681496/full-pengamat-militer-praktisi-hi-prediksi-perang-as-iran-masih-panjang-diplomasi-di-balik-konflik
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:16Perang Iran dan Amerika Serikat kian sengit.
00:19Saling serang intens terjadi dalam sepekan terakhir.
00:23Pada 18 Juli 2026, kapal tanker Iran meledak di Selat Hormuz setelah kenaran Jauh Darat.
00:30Sebelumnya, serangan Amerika Serikat juga menyasar berbagai infrastruktur di Iran.
00:35Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bilang gelombang serangan ke Iran demi menghormati tentara Amerika Serikat yang tewas dalam perang.
01:11Sebagai balasan,
01:12serangan Iran menyasar berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara teluk.
01:17Salah satunya, pangkalan udara di Yordania.
01:20Tiga tentara Amerika tewas.
01:23Pemimpin tertinggi Iran, Mujtaba Khamenei,
01:25mengancam akan memberi pelajaran tak terlupakan kepada Amerika Serikat yang dinilai telah melanggar nota kesepahaman.
01:32Pemimpin terakhir.
01:34Pemimpin terakhir.
01:42Pemimpin terakhir.
01:44Pemimpin terakhir.
01:47Pemimpin terakhir.
01:48Pemimpin terakhir.
01:49Pemimpin terakhir.
02:19Jika membiarkan pihak lawan terus melanggar kesepahaman.
02:22Jelas di sini pesannya adalah Iran tidak akan tinggal diam kalau Amerika Serikat melakukan ekskalasi.
02:28Karena kalau kita lihat di sini, sebenarnya niat dari MOU-nya masih tetap ada.
02:32Apa itu niatnya?
02:33Yaitu menghentikan sebenarnya segala bentuk kekerasan dan berusaha untuk mencapai konsesi.
02:38Tetapi permasalahannya dari MOU yang ditanggalkan di tanggal 19 Juni kemarin,
02:43secara operasional ini sudah hilang, ya sudah dysfungsional sebenarnya MOU-nya.
02:48Karena kedua belah pihak ini sudah melupakan sebenarnya klausal pertama untuk bisa menghentikan segala bentuk kekerasan di Timur Tengah.
02:59Iran dan Amerika Serikat sempat mencapai kesepakatan damai sementara pada Juni lalu.
03:04Namun, pesat damai itu menguas, menyusul saling serang yang semakin brutal dan menyerah negara-negara dulu, terutama sebut Amerika Serikat.
03:14Negosiasi damai juga masih terganjal persoalan nuklir Iran dan esokan hori.
03:24Konflik Amerika Serikat-Iran kembali memanas.
03:27Serangan Amerika Serikat menyiasar berbagai infrastruktur di Iran.
03:30Tak berselang lama, Iran pun membalas dengan serangan rudal ke pesawat Amerika Serikat di Bandara Jordania.
03:36Presiden Amerika Serikat Donald Trump bilang gelombang serangan ke Iran demi menghormati tentara Amerika Serikat yang tewas dalam perang.
03:43Sementara, pemimpin tertinggi Iran, Mojtabah Khamenei, mengancam akan memberi pelajaran tak terlupakan pada Amerika Serikat yang dinilai telah melanggar nota
03:52kesepahaman.
03:54Lalu, sampai kapan situasi ini akan merda dan bagaimana nasib upaya kesepakatan damai kedua negara?
04:00Kita akan bahas bersama dengan pengamat militer Syait Anton Ali Abbas serta praktisi dan pengajar hubungan internasional sinergi polisis Dina
04:08Praptoraharja.
04:09Selamat pagi, Mbak Dina. Selamat pagi, Mas Anton.
04:12Selamat pagi, Mbak Dina.
04:14Saya ingin ke Mas Anton dulu. Mas Anton, apa sebenarnya yang menjadi pemicu antara Amerika Serikat dan juga Iran tampaknya
04:21tidak saling mengindahkan apa yang terjadi MOU di Islamabad Juni kemarin?
04:26Ya, sebenarnya ini adalah, sebenarnya sudah bisa diprediksi ya, Mbak Diki, ketika masing-masing pihak itu menyepakati untuk menggunakan ambiguitas,
04:38strategik ambiguiti dalam penatangan MOU kemarin.
04:42Jadi, bahwa ketika mereka sama-sama sepakat ingin berdamai, tapi kemudian poin perdamaiannya itu multitafsir.
04:50Terutama misalnya pasal lima gitu ya, yang selalu dapat debatkan terkait Islam Hormuz.
04:54Bagi Amerika Serikat ya, Iran itu memang harus menjamin keselamatan dari pelayaran.
05:01Tapi di sisi lain, Iran merasa bahwa pasal lima itu menyebutkan bahwa Iran itu memastikan ya, memastikan jalur pelayaran Hormuz
05:11itu damai,
05:12sehingga semua yang berintasi itu harus berkoordinasi dengan Iran.
05:15Jadi, nah titik itulah yang kemudian menimbulkan perdebatan.
05:18Jadi, apa yang dilakukan oleh Iran ketika dia menyerang tanker misalnya, itu adalah maka karena kapal tanker tersebut tidak berkoordinasi
05:24dengan Iran.
05:25Sementara sebaliknya, Amerika Serikat merasa bahwa Iran melanggar kewajiban.
05:30Jadi, memang itu sebenarnya aksi saling balas. Ini memang sudah bisa diprediksi sebelumnya.
05:34Jadi, ketika mereka menerapkan strategik ambiguiti, itu satu.
05:38Yang kedua memang, kalau tanya sampai kapan, saya pikir ini sampai negosiasi selesai, gitu ya.
05:43Karena sampai sekarang, saya merasa negosiasi belum pernah padang, gitu.
05:47Jadi, perjanjian nama itu belum pernah padang.
05:50Yang mereka gunakan adalah bahasanya suspensi.
05:52Jadi, itu yang kedua.
05:53Yang ketiga memang, strategi yang masing-masing menerapkan itu adalah, apa namanya, diplomasi koersif.
05:59Jadi, mereka menggunakan pendekatan diplomasi dengan pendekatan militer secara bersamaan.
06:04Untuk apa? Untuk menjaga posisi tawar mereka masing-masing dalam ruang negosiasi.
06:10Ruang negosiasi apa?
06:11Jawabannya ada.
06:12Kenapa?
06:13Karena masing-masing hak itu sudah mengakui.
06:16Misalnya, Menelua Amerika Serikat, Marco Rubio sudah bilang, kami senang kalau misalnya ada jalur diplomatik.
06:22Sementara, dari Jubir Kemlu Iran juga menyatakan demikian.
06:25Mereka sudah menerima proposal dari pihak ketiga, gitu.
06:28Jadi, dengan kata lain bahwa tukar-menukar ide, tukar-menukar pesan itu masih terus berlangsung.
06:34Sekalipun, aksi balas itu tetap terjadi, Mbak Adi.
06:38Oke, jadi menurut Anda saling negosiasi di belakang panggung ini masih terjadi, walaupun memang kalau di depan panggung ini Amerika
06:45Serikat dan juga Iran masih saling serang.
06:47Nah, kalau dari Mbak Dina sendiri, bagaimana dari kacamata Anda untuk melihat bagaimana potensi Amerika Serikat dan juga Iran kembali
06:55lagi ke meja perundingan,
06:57sementara di depan panggung, Amerika Serikat dan juga Iran ini eskalasinya makin sengit?
07:04Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah pihak yang memulai perang ini.
07:08Itu kita nggak boleh lupa.
07:10Dan salah satu faktor yang membuat dia melakukan penyerangan, itu adalah misi dia terhadap kubu-kubu politik di dalam negeri
07:19Amerika Serikat.
07:20Itu satu faktor yang tak terhindarkan dan kita nggak pernah boleh lupa.
07:25Sementara kalau dari faktor Iran, Iran itu merespon saja.
07:29Iran itu merespon apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
07:34Betul.
07:34Jadi, kalau dalam konteks hari ini, Amerika Serikat pasca penandatanganan MOU, saya melihat di dalam negeri Amerika Serikat suasananya bukan
07:43semakin tenang,
07:44tetapi oposisi terhadap Presiden Trump itu semakin besar.
07:48Kemarin kita lihat juga strategi dari Trump untuk melakukan negosiasi itu ternyata tidak membuahkan hasil dukungan juga di kongres,
07:59justru merosot ya terhadap partai republikan.
08:02Sudah mulai ada splinter, sudah mulai ada kelompok yang pecah.
08:05Kemudian grup republikan juga mulai membelah ada yang memang masih fanatik di grup MAGA namanya ya,
08:13Make America Great Again, tapi juga ada grup yang republikan biasa gitu tanda kutip,
08:19dan mereka sudah semakin negatif terhadap Trump.
08:22Anggaran untuk pendanaan perang ini juga makin terbatas dan diberikan deadline baru ya.
08:30Walaupun Trump bulan Mei kemarin bilang bahwa sejak ada ceasefire ya di antara Amerika Serikat dengan Iran,
08:39itu berarti harusnya tidak dihitung 60 hari.
08:43Kenyataannya dari pihak Amerika Serikat mereka tidak berhitung berdasarkan jeda waktu, tenggat waktu yang sama.
08:49Jadi dari segi tekanan di dalam negeri ini soal kredibilitas,
08:54dan Trump mengambil posisi bahwa nggak ada kemenangan yang bisa di-share gitu.
09:00Jadi dia percaya pada zero sum ya, dan zero sumnya ini letter luck di atas kertas gitu ya,
09:06seakan-akan bahwa Amerika Serikat tuh bisa mencapai satu titik di mana Amerika Serikat saja yang menang,
09:12sementara negara lain yang di kawasan pasti kalah.
09:15Dan itu keliru besar sebenarnya.
09:17Jadi yang harus kita antisipasi adalah bahwa dengan mode tekanan terhadap Iran,
09:23yang terjadi justru semakin kecil ruang untuk melakukan negosiasi di mana kedua belah pihak itu bisa mencapai titik stabilitas.
09:32Karena nggak mungkin sebenarnya ya kita bicara menang atau kalah tanpa membicarakan
09:37apa yang bisa berjalan sehari-hari di lapangan gitu.
09:41Kalau semua harus dijaga lewat force, lewat senjata, lewat tekanan,
09:48bisa dibayangkan ongkosnya itu akan sangat tinggi bukan hanya buat negara-negara kawasan,
09:54tapi terutama juga kembali ke Amerika Serikat.
09:56Oke, Anda melihat ini adalah satu bentuk tekanan yang terus dilakukan oleh Amerika Serikat dalam hal ini adalah Donald Trump
10:03untuk bisa menunjukkan kredibilitasnya, posisinya di dalam negeri pula begitu ya.
10:08Kalau Mbak Dina melihat, ini artinya kemungkinan perang ini justru semakin meluas ke wilayah Teluk
10:16atau akan ada skema selanjutnya yang berbeda untuk perang di masa periode selanjutnya ini
10:26after MOU yang tidak berjalan sesuai dengan rencana di Islamabad?
10:32Tetap ada dua kemungkinan bahwa ketika Trump kemudian menyadari korban yang jatuh di pihak Amerika Serikat
10:40itu ternyata cukup banyak, walaupun yang wafat itu bisa dihitung pakai jari,
10:46tetapi yang injured, yang luka-luka dari pihak Amerika Serikat itu sudah ratusan.
10:50Dan misil yang dibutuhkan untuk melawan Iran itu juga tidak cepat bisa tergantikan.
10:59Dana yang masuk ke pihak Amerika Serikat untuk kemudian dihantar sampai ke Teluk itu juga tidak cepat kebutuhannya.
11:07Jadi kalau kita lihat dari segi time frame aja, sebenarnya Iran lebih punya leverage ya,
11:13lebih punya daya kemampuan untuk melakukan serangan taktis yang lebih luas.
11:19Dan strategi tit-for-tat ya, ganti-ganti kamu serang saya, yang satu juga akan menyerang balik,
11:27itu dipakai betul oleh Iran karena dengan posisi kemarin misalnya Amerika Serikat bilang nih di gambar ini ya,
11:34menyerang jembatan, sebenarnya pihak Iran lebih bisa mematikan negara-negara Teluk
11:42yang menjadi sekutu Amerika Serikat daripada Amerika Serikat menyerang infrastruktur Iran.
11:47Dan infrastruktur Iran itu boleh dikatakan masih ada alternatif lain lah ya.
11:51Dan kalau kita lihat misalnya saja Bahrain dengan Kuwait,
11:56dua negara kecil ini betul-betul negara yang akan sangat-sangat kesulitan ke masa depannya
12:02karena mereka itu lebih dari, kalau bangsa bahkan ini ya,
12:06Kuwait itu 70% penduduknya migran.
12:08Sementara Bahrain itu penduduknya sebenarnya cuma 800 ribu,
12:12separuhnya lagi itu adalah migran.
12:15Dan bisa dibayangkan negara seperti Saudi yang sekarang sudah mulai mengalami serangan dari Iran,
12:21itu juga kebingungan ini soal jalur-jalur alternatif yang sudah dibangun
12:26untuk memakar minyak keluar dari negara Saudi ke kawasan yang lain,
12:31itu tetap saja sangat berbahaya karena sekarang Iran juga sudah mengancam akan menutup Laut Merah.
12:38Jadi menurut saya memang jalur negosiasi itu sebenarnya tetap harus dibuka.
12:45Hanya saja masalahnya sekarang di Iran,
12:47kemungkinan besar yang akan maju ke meja perundingan di tahap berikutnya adalah garis keras.
12:53Nah itu yang akhirnya kabar buruk juga buat Amerika Serikat
12:57dan buat kita semua yang menonton ya berarti proses negosiasinya tidak akan semudah kemarin penandatanganan yang 17 Juni.
13:04Oke, Mas Anton bagaimana ini menjadi kabar yang kurang mengenakan begitu ya ketika tadi Mbak Dina mengatakan
13:13ada kabar atau informasi ketika Iran kembali ke meja perundingan
13:18dalam tanda kutip delegasi-delegasi yang ditunjuk adalah orang-orang dari garis keras.
13:24Ya, sejauh ini sih yang berunding masih tim yang lama ya bagaimana Kalibar,
13:30lalu juga ada Mendu dan lain-lain.
13:32Memang ada problem misalnya bagaimana terkait Mustafa ini.
13:37Apakah Mustafa ini real ada atau sebenarnya selama ini memang dia sudah disfuncionar.
13:44Ini kan memang masih menjadi tanda tanya ketika kita bisa tentang Iran.
13:48Oke, satu. Kedua memang ada kekhawatiran ketika misalnya perang ini berlanjut
13:53maka nanti dominasi gak diseratlah, nanti akan menguat.
13:56Tapi jangan lupa bahwa Iran sendiri juga apakah mereka menghadapi perangnya terus-menerus?
14:01Jawabannya enggak.
14:02Kenapa? Karena ketika misalnya mereka kemarin ada pencabutan saksi tentu mereka juga sedikit lega.
14:07Kenapa? Karena ini kemudian yang bisa dilakukan gitu oleh mereka untuk
14:14Dan ini tunjukkan.
14:16Jadi bagaimana kemudian misalnya serangan terakhir ke Yomdania itu kan menunjukkan ada pola baru yang dilakukan.
14:23Yang pertama adalah adanya kombinasi antara drone dan missile yang sebelumnya tidak dilakukan dan itu ternyata efektif.
14:30Itu satu.
14:31Yang kedua ternyata cerita tentang akurasi.
14:33Bagaimana persenjataan-persenjataan tadi yang dikirim itu menghancurkan titik-titik Amerika Serikat.
14:38Dan itu dianggap presisi dan itu diakuin oleh Amerika Serikat.
14:42Yang ketiga itu adalah terkait jaraknya.
14:45Bagaimana misalnya antara Yordania dengan Iran itu sekitar seribu kilometer.
14:50Artinya apa?
14:51Kita bicara presisi, lalu ini ada jarak yang makin stabil, lalu juga ada kombinasi.
14:57Ini kan adalah kombinasi yang mematikan.
14:58Tapi bagi saya ini lagi-lagi untuk kembali menjadi alat penekan.
15:02Kenapa?
15:03Karena simple.
15:04Iran ini ingin melanjutkan.
15:07Mereka ingin kasih kami reward-nya dulu kan janjinya adalah
15:12unfreezing aset, lalu juga pencaputan sanksi dan lain-lain.
15:16Itu dilakukan lagi kan ketika misalnya perang ini dimulai kan itu duluan yang dicabut oleh Trump.
15:20Jadi Trump kemudian memperlakukan lagi sanksi dan lain-lain.
15:23Jadi bagi Iran sengaja kemudian dia ingin membalas,
15:27lalu kemudian sudah mulai memperluas misalnya
15:30target-targetnya ke infrastruktur sikil kan untuk menambahkan tekanan.
15:34Tidak hanya perangkat Amerika Serikat, tapi juga bagaimana menciptakan desakan dari ally yang Amerika Serikat kepada Amerika Serikat.
15:41Jadi bagi Iran sendiri, ya ini juga adalah bagian dari negosiasi.
15:45Jadi saya juga tidak yakin bahwa Iran memang menghendaki langsung mulut itu juga.
15:49Kenapa? Karena bagi saya memang inilah kemudian seninya dari bernegosiasi ketika
15:55antara pihak yang kecil lawan pihak yang besar, dia tahu kalau misalnya dia diam-diam saja,
16:00maka pihak yang besar dalam hal ini Amerika Serikat akan terus memaksa.
16:03Dan ini yang Iran tidak ingin lakukan.
16:06Bagaimana kemudian dia untuk menjaga posisinya, menjaga leverage-nya bahwa kami tetap mampu.
16:12Dan itu kan menjadi warning bagaimana kemudian Amerika Serikat merelokasi aset-asetnya masuk ke Israel.
16:19Apakah Israel senang? Israel juga sudah ketakutan.
16:21Kalau hari itu sudah nyampe Yordania, berarti besok bisa nyampe Israel.
16:24Kalau nanti nyampe Israel, artinya perangnya bisa jadi nanti tiga pihak lagi.
16:28Kan hari ini masih dua pihaknya antara Amerika Serikat dan Israel.
16:31Nanti kalau sama Israel kan menjadi menarik.
16:33Apalagi Israel sudah lagi ingin menjelang pemilu.
16:36Pada menit bubaring ini kan akan menjadi, ada kontestasi domestik yang berbeda
16:41antara Iran, Israel, dan juga Amerika Serikat.
16:44Itu memang harus parangnya.
16:45Jadi saya selalu melihat bahwa eskalasi hari ini itu ada dimensi domestik yang berbeda-beda
16:52sehingga kemudian dari masing-masing pihak itu untuk menjaga posisinya.
16:57Satu adalah dimensi perundingannya.
16:58Yang kedua adalah di domestik sendiri bagaimana mereka melakukan konsolidasi
17:02dan juga memente kompetisi di dalam domestiknya itu sendiri.
17:07Oke, ini baru hanya sekedar Amerika Serikat dan Iran.
17:10Belum lagi kemudian Israel disinggung juga sama Mas Anton.
17:15Ada dimensi politik lokal di sana.
17:17Bagaimana Mbak Dina melihat ini nanti ke depannya akan seperti apa?
17:21Benarkah akan ada pola-pola serangan baru yang akan terjadi
17:25seperti saat ini terjadi antara Amerika Serikat dan juga Iran?
17:29Ataukah kemudian akan ada pintu-pintu diplomasi lain dengan gaya baru?
17:36Kalau diperhatikan di lapangan itu serangan terhadap Jordan itu juga digerakkan oleh satu faktor
17:44di mana senjata-senjata Amerika Serikat yang awalnya ditempatkan di military base
17:51atau basis-basis militer di tempat yang biasanya diteluk itu sudah mengalami serangan
17:56sehingga dipindahkan ke Jordan.
17:57Dan Iran ingin menunjukkan bahwa mereka tahu itu dan mereka bisa tetap menganjurkan itu.
18:04Kemudian fakta yang kedua adalah bahwa air base atau basis angkatan udara Israel
18:13itu sudah mulai dihubungkan dengan yang ada di Bahrain.
18:16Dan di situ komunikasi juga sudah terjalin antara kedua belah pihak.
18:22Kemudian Uni Emirat Arab itu dalam posisi yang sudah semakin mengeras juga
18:26berhadapan-hadapan sekarang berarti dengan negara teluk yang lain
18:29yang notabene itu dipegang atau kita boleh bilang dipimpin gitu ya
18:35tanda kutip bukan dalam arti pemimpin institusional atau lembaga
18:39tapi secara negosiasi sekarang muncul tokoh yang paling besar di sana adalah Saudi Arabia.
18:45Jadi negara teluk berarti dalam posisi yang tidak solid itu satu.
18:50Kemudian yang kedua negara-negara kawasan sana yang campuran antara teluk
18:56dengan negara yang lebih ke Persia arahnya kemudian mulai ke Asia Barat
19:00itu juga punya kepentingan yang berbeda dengan yang ada di teluk.
19:04Karena Amerika Serikat juga memperlakukan dua kelompok ini berbeda.
19:08Saya melihat kalau terhadap Saudi dan negara teluk yang dianggap masih punya uang
19:12kemarin bahasanya Trump itu kan mereka itu seakan-akan klien ya
19:16orang yang gak bakal mungkin atau negara yang gak akan bakal mungkin punya tentara sendiri
19:21sehingga selalu akan melakukan subkontrak militer kepada Amerika Serikat
19:26dan Amerika Serikat sekarang menawarkan harga yang lebih mahal
19:29kalau memang mau dapat jasa yang lebih terjamin.
19:32Sementara dari pihak yang lebih mengarah ke Asia Barat dan Selatan
19:38masuk juga ini tokoh seperti India yang mulai menawarkan jasa
19:43untuk mulai berhubungan sebenarnya jalurnya ke Amerika Serikat.
19:47Di sini komunikasinya antara Uni Emirat Arab, India, kemudian Israel dan Amerika Serikat.
19:54Jadi yang memang menurut saya satu faktor yang perlu kita cermati
19:59penggunaan senjata dan military industrial complex atau kita boleh katakan
20:05penggunaan industri militer untuk menjadi mesin ekonomi
20:11itu menjadi satu hal yang makin menonjol belakangan ini.
20:15Sehingga kalau kita cermati berarti agenda-agenda lain
20:20terutama juga untuk infrastruktur, masyarakat sipil, kemudian keselamatan secara umum untuk publik
20:28itu bisa menjadi hal yang tertekan atau terkompromikan.
20:33Jadi proses negosiasi dengan demikian berarti akan mempertimbangkan faktor
20:39semakin kuatnya kelompok-kelompok yang basisnya militer
20:43ke dalam proses negosiasi yang jelas kalau secara gampangnya saja
20:48pasti butuh waktu yang lebih panjang ya
20:50karena saat ini tokoh yang mengedepankan faktor publik
20:55kemudian hak asasi manusia, kemudian kelompok-kelompok yang tersingkirkan
21:00itu masih berada di pinggiran.
21:03Oke, itu artinya dalam pemikiran Anda
21:09ini akan semakin meluas dan apa yang perlu diwaspadai?
21:15Kalau perluasan penggunaan senjata atau kita bilang pembelian senjata
21:22kemudian upaya untuk membeli jasa perlindungan dari negara-negara
21:28yang merasa lebih bisa memberikan perlindungan
21:32itulah yang akan meluas.
21:33Kalau kekerasannya sendiri saya kira secara logis
21:37pemimpin negara di kawasan sana
21:39itu akan berusaha untuk melakukan lokalisasi ya
21:41kerusakan.
21:43Cuman kalau kita tarik ke dalam gambar yang lebih besar
21:49ketatanan di kawasan
21:50sebenarnya kita harus mulai memikirkan bahwa
21:53banyak negara yang posisinya itu di lebih teluk Persia
21:58kemudian menjaga jalur alternatif di Mediterania
22:02mereka punya kepentingan untuk menjaga aliran minyak dari teluk
22:07itu tetap berjalan.
22:09Jadi apa yang dilakukan oleh Trump
22:12selama sejak tanggal 7 Juli kemarin ini
22:15sebenarnya bukan hanya merugikan Iran
22:17tapi merugikan banyak negara di sana
22:19yang tidak punya sumber daya alam sama sekali.
22:23Mereka itu net importer ya
22:24untuk gas maupun untuk minyak.
22:27Jadi yang sempat disebut oleh Trump
22:30tapi seakan-akan dia lupa
22:31itu depresi, resesi yang panjang yang ujungnya depresi
22:36itu benar-benar satu hal yang nyata sebenarnya.
22:40Tapi karena tadi dia tertutup matanya oleh
22:44konteks pemilu di Amerika Serikat
22:46itu yang dia pikir masih bisa dikejar
22:48dalam waktu sebulan dua bulan ini
22:50sejalan dengan time frame yang dibelikan oleh Senat kepada dia.
22:54Oke, kalau dari kacamata Mas Anton
22:57Mas Anton, kalau kekuatan militer yang semakin menonjol
23:00untuk pola serangan antara Amerika Serikat dan juga Iran
23:04itu artinya juga perang akan semakin meluas
23:07dengan kekuatan militer yang semakin masif
23:09apa yang perlu diwaspadai
23:11tidak hanya bagi Amerika Serikat dan juga Iran
23:13tapi juga bagi negara-negara teluk lainnya?
23:17Satu, kalau saya kalau melihat
23:19ada perbedaan pola serangan antara Amerika Serikat
23:22kalau misalnya kita bandingkan bagaimana
23:24misalnya global serangan pertama
23:26kalau sebelum yang OU lalu yang sekarang
23:29jadi kalau yang sekarang saya cenderung melihatnya bahwa
23:32Amerika hanya ingin menerapkan strategi limited warfare
23:36jadi bahwa serangan-serangan yang dilakukan
23:39mereka mencoba untuk memitigasi ataupun mengontrol damage
23:42sehingga kemudian kita bisa lihat bagaimana target-target serangannya
23:46misalnya langsung hanya kepada target-target militernya
23:49Iran di sana di bagian belakang dan lain-lain
23:52bukan seperti pada awal langsung menyasar pada infrastruktur sipil
23:57sehingga kemudian kasuatisme dan korbannya menjadi banyak
24:02jadi saya melihatnya Amerika memang tidak menghindari
24:06untuk eskalasi yang tidak perlu
24:07itu juga yang kemudian ditunjukkan oleh Iran
24:10bagaimana dia hanya menargetkan misalnya
24:12titik-titik aset-aset militer Amerika Serikat
24:15tanpa kemudian ingin memperluas atau mempercepat eskalasi
24:20jadi saya melihatnya bahwa para pihak yang berkait
24:23itu menerapkan strategi itu satu
24:26kedua Amerika Serikat dalam hal ini
24:28sudah masuk ke hari ke-10 misalnya
24:30mereka kan ingin melakukan serangan
24:32dalam konteks apa?
24:33ini ada legitimasi negatif
24:35ada tiga korban tewas
24:37gitu ya di ordainya
24:39yang itu sebenarnya dampaknya
24:41itu pesan politik itu jauh lebih kuat
24:45ketika ada korban langsung ketimbang misalnya
24:48hancur infrastruktur
24:49kenapa? ini kan langsung meninggalnya di tempat
24:51bahkan dikabarkan ini bisa jadi akan naik-naik 4
24:54jadi kalau naik 4
24:55tentu saja termah lagi-lagi punya legitimasi
24:58untuk melanjutkan serangan yang terkontrol tadi
25:01walaupun misalnya
25:02kalau kasualitas dari sisi Amerika yang meningkat
25:05tentu saja nanti akan ada
25:07tekanan yang akan makin besar
25:09dari publik Amerika Serikat
25:10mereka tentu saja ingin membutuhkan hasil
25:12terserah deh mau lewat jalur diplomatik
25:15atau jalur perang
25:15tapi setidaknya ada hasilnya
25:17ini yang tentu saja nanti
25:18akan menimbulkan kesulitan tersendiri
25:20yang melihatnya
25:24oke kalau dari kacamata Anda
25:26itu artinya dari pesan politik yang bisa disampaikan
25:28baik dari Amerika Serikat dan juga Iran
25:30peperangan ini
25:31perjalanan ini masih panjang?
25:33masih panjang
25:34tentu bagi Iran iya
25:36karena kalau misalnya kita bicara tentang perang asimetris
25:38perang asimetris itu adalah
25:40berapa lama yang kecil itu akan bertahan
25:43mampu tetap melakukan serangan
25:44itu yang dilakukan oleh Iran
25:46hari ini Iran itu melakukan bukan seribu
25:48dia cukup tiga setiap hari
25:50tiga per dua hari sekali
25:52itu sudah cukup
25:52itu apa menunjukkan eksistensi
25:54serangan dilakukan oleh Iran
25:55tidak eksistensi
25:56ketika dia semakin lama
25:57semakin berlarut
25:58itu menunjukkan bahwa
25:59Iran sudah mampu bertahan
26:01dan tentu saja posisi Iran
26:03akan makin membesar
26:04jadi Iran hari itu kan berbeda
26:06dengan Iran sebelum tanggal 28 Februari
26:08dan itu yang akan dicoba dimaintain oleh Iran
26:10Iran tidak lagi ingin membuat royal
26:12yang menyelamatkan serangan
26:14kenapa dia tahu bahwa ketika dia
26:16menyicil serangannya
26:17itu artinya apa?
26:19kerentanan di kawasan itu makin meluas
26:20kenapa di luang kerentanan makin meluas?
26:22karena jumlah intersektor
26:24dari tadi ada drone dan missile
26:26itu kan makin berkurang
26:27dan produksinya
26:28itu tidak hanya sekedar satu hari
26:30dua bulan, tiga bulan
26:31tadi itu makan tahunan
26:33jadi dalam kata lain
26:33bahwa ada kerentanan
26:35itu yang ditakutkan oleh kawasan
26:37itulah kenapa sekalipun mereka jadi korban
26:39misalnya di kawasan
26:40entah itu kata
26:41Oman
26:42mereka tetap menghendaki
26:44tetap berjalannya
26:45jalur diplomatik ini
26:47kenapa?
26:48karena bagi mereka
26:48kerentanan itu ada di mereka
26:50jadi justru bahagia itu ada di mereka
26:52ayo balik lagi ke Meja Perluningan
26:54duduk lagi di sini
26:56itu yang diharapkan
26:57makanya kemudian
26:58misalnya Menlo Aes juga
26:59tetap membuka
27:00kenapa?
27:01karena mereka pikir
27:01ya ini jangan lama-lama
27:03jadi ini perangnya memang
27:04bagi saya
27:05ini perangnya terkontrol
27:06mereka mencoba
27:07untuk melimitasi
27:09damagenya
27:09jadi kalau misalnya
27:10memang
27:11ancaman dari Iran itu
27:13memang serius
27:14misalnya
27:15yaudah mereka langsung aja
27:16lancarkan serangan
27:17misalnya
27:18kenapa?
27:18Induk asetan militer
27:19yang ada di laut
27:20ya apa namanya
27:21di
27:22di Arab sana
27:24kalau misalnya
27:25Mbak Dina
27:25kan kenyatannya enggak
27:26jadi dengan kata lain
27:27mereka memang memilih
27:28ini target
27:29kenapa?
27:29untuk menjaga
27:30akan jangan langsung
27:32terekskalasi secara serius
27:33itu Mbak Dina
27:35oke terakhir Mbak Dina
27:36bagaimana masa depan
27:37antara Amerika Serikat
27:38dan juga Iran
27:39kalau menurut Mas Anton
27:41ini masih panjang?
27:43ya
27:45sampai pemilu
27:462026 ini
27:48di Amerika Serikat
27:49usai
27:49juga di
27:50Israel usai
27:51saya kira
27:52lebih banyak
27:53konteks pressure
27:55yang masih akan tetap
27:56diberikan kepada
27:57Iran
27:57ini
27:59nyangkut daya tahan juga
28:00dari Amerika Serikat
28:01dari segi budget
28:02juga dari segi
28:03militer ya
28:05personil
28:06ini dua hal yang
28:08kemudian sekarang
28:09sudah mulai dibahas
28:10dari segi
28:11realistis atau tidak
28:13sebenarnya
28:14Amerika Serikat ini
28:15melakukan
28:16tebang pilih juga
28:17jadi dia tidak langsung
28:18melakukan serangan-serangan
28:19yang skalanya besar
28:21tapi jangan lupa
28:21bahwa dalam
28:22perang
28:23itu ada aspek
28:26serangan-serangan
28:27yang sifatnya
28:28lebih ke
28:29oral
28:30kemudian
28:31lebih ke
28:31upaya untuk
28:32menekan narasi
28:33lewat narasi
28:34jadi hal-hal yang
28:36seperti itu
28:36yang kemudian bisa
28:37menciptakan satu
28:38persepsi
28:39dan persepsi
28:41yang tadi
28:41saya tangkap
28:42selama
28:43periode ini
28:44negosiasi yang
28:45berlangsung juga
28:46antara Amerika Serikat
28:47dengan negara-negara teluk
28:48dan itu terkait
28:49soal penyediaan
28:50senjata
28:51penyediaan
28:52perlindungan
28:53terhadap negara-negara
28:54di kawasan teluk
28:55kalau boleh pakai
28:57bahasa yang lebih
28:58mungkin
28:59apa ya
28:59frontal gitu
29:00kita bilang bahwa
29:01pemerasan ya
29:02terhadap negara-negara teluk
29:04ini akan kita saksikan
29:06makin terjadi
29:07selama beberapa
29:08hari
29:09atau beberapa
29:09minggu ke depan
29:10jadi keputusan penting
29:12sebenarnya harus diambil
29:13dari negara-negara teluk
29:14karena ketika mereka
29:16masih
29:16belum bisa keluar
29:18dari
29:18ketakutan
29:20bahwa
29:21tanpa ada payung
29:22dari Amerika Serikat
29:23itu mereka
29:24nggak akan
29:25survive
29:26itu risikonya
29:27sebenarnya
29:28risiko perang itu
29:30akan makin
29:30meluas di
29:31kawasan
29:32karena itulah yang
29:33dimainkan oleh
29:33Amerika Serikat saat ini
29:34oke kita akan
29:35lihat bagaimana
29:36kedepannya
29:37paling tidak
29:38satu atau dua
29:39pekan ke depan akan
29:40seperti apa
29:40dinamikanya
29:41terima kasih praktisi
29:42dan pengajar
29:42hubungan internasional
29:43dari Synergy Polisis
29:45Mbak Dina
29:45Praptora Harja
29:46dan juga ada
29:47Mas Anton Ali Abbas
29:48pengamat militer
29:49dari Sait
29:50terima kasih
29:50selamat pagi
29:52Assalamualaikum
29:53Waalaikumsalam
29:54Terima kasih telah menonton
Komentar