Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu


KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa pemerintahannya telah berhasil menyelesaikan lebih dari 110 masalah dalam kurun waktu 1 tahun 6 bulan alias 18 bulan.

Capaian itu, kata Prabowo, merupakan bagian dari prestasi pemerintahannya yang harus dibanggakan.

"Kita diberi mandat selesaikan masalah dan harusnya kita bangga ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang kita selesaikan. Hitungan kita 108-110 masalah yang kita selesaikan," jelas Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7/2026) (6:32).

Baca Juga Prabowo Akui Gaji Guru-Lapangan Kerja Kurang: Kita Diberi Mandat Selesaikan di https://www.kompas.tv/nasional/681503/prabowo-akui-gaji-guru-lapangan-kerja-kurang-kita-diberi-mandat-selesaikan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/681512/presiden-prabowo-klaim-pemerintah-berhasil-selesaikan-lebih-dari-110-masalah-dalam-18-bulan
Transkrip
00:00Dan saudara-saudara, saya kira tidak hanya saudara-saudara tapi saya sendiri.
00:09Di tahun-tahun ini, menjelang kita dua tahun, kita telah bekerja dengan sangat keras dan sangat padat dan sangat cepat.
00:21Karena kadang-kadang dengan kita bekerja sangat keras, dengan kita bekerja sangat padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak
00:36yang telah kita capai dalam dua tahun pertama kita.
00:46Karena kita menghadapi masalah yang sangat besar, kita menghadapi dunia yang penuh pergolakan, dan juga kita menghadapi kenyataan-kenyataan pahit
01:03yang harus kita akui merupakan tantangan kita bersama.
01:15Kita tidak bermaksud untuk mencari kesalahan, kita tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan.
01:28Tiap masa ada pemerintahnya, tiap pemerintah ada masanya, tiap masa ada pemimpinnya, tiap pemimpin punya masanya.
01:43Kita tidak bermaksud, tetapi kita sebagai anak bangsa, kita sebagai unsur pimpinan, dan kita semua di sini adalah unsur pimpinan.
01:59Kita di sini adalah pemimpin politik, pemimpin teknokrat, pemimpin budaya, pemimpin masyarakat.
02:12Dan kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah.
02:20Jadi kita tidak boleh takut dengan masalah.
02:23Kita tidak boleh takut dengan kesulitan.
02:26Kita tidak boleh takut dengan kekurangan.
02:29Kita faham, seluruh bangsa faham bahwa gaji guru-guru kita kurang.
02:44Kita faham bahwa lapan kerja kita kurang.
02:51Kita faham, masih banyak kemiskinan ekstrim.
02:56Kita faham, ini sebuah masalah kita faham.
03:00Kita mengerti.
03:03Justru ini yang kita dipilih, diberi mandat untuk kita selesaikan.
03:15Kita faham, ada ketimpangan di masyarakat kita.
03:24Tapi terus terang saja, saya katakan di mana-mana, saya sendiri.
03:29Sebagai presiden, sebagainya yang diberi mandat bersama saudara wakil presiden, kita disumpah, saya sendiri.
03:39Tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita.
03:59Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomi kita.
04:07Telah terjadi, mengalir, keluar kekayaan kita secara signifikan.
04:22Ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun.
04:27Dengan praktek-praktek, under-invoicing, pemalsuan laporan.
04:39Under-invoicing adalah pemalsuan laporan perdagangan.
04:46Praktek-praktek transfer pricing, praktek-praktek penyelundupan.
04:52Hal-hal yang sesungguhnya tidak masuk akal dan sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita.
05:05Dan ini bukan data dari kita, ini data internasional.
05:09Ini data dari lembaga-lembaga internasional.
05:14Ini data dari PBB.
05:17Di antaranya.
05:19Tapi seluruh bangsa sudah merasakan.
05:22Semua pelaku ekonomi sudah mengerti hal ini.
05:26Di dalam negeri dan di luar negeri.
05:29Semua tahu.
05:34Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng.
05:44Sesuatu yang tidak masuk di akal.
05:48Sudah-sudah.
05:54Jadi, saudara-sudah, kita dihadapi dengan masalah yang sangat besar.
06:05Dengan masalah yang vital.
06:08Kalau ini kita biarkan.
06:11Kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar.
06:18Kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa.
06:24Karena itu.
06:31Saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah.
06:35Dan seharusnya kita bangga bahwa ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang telah kita selesaikan.
06:48Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih.
07:0518 bulan pemerintahan kita.
07:11Ini prestasi yang bukan kecil.
07:17Kita rendah hati.
07:21Kita tidak mau.
07:25Kita tidak mau menupuk-nupuk dada.
07:29Kita tidak mau.
07:32Dan kita tidak boleh.
07:36Besar kepala.
07:38Tidak boleh sombong.
07:39Itu watak kita sebenarnya.
07:42Watak bangsa kita.
07:46Ojo dume.
07:51Tetapi.
07:53Kalau kita berprestasi, kita harus akui bahwa kita berprestasi.
07:58Tidak ada bangsa lain yang akan menghormati kita.
08:01Kalau kita tidak menghormati bangsa kita sendiri.
08:07Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghormati dan menghargai pahlawan-pahlawannya.
08:18Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa memahami kesulitan dan tantangan yang dihadapinya.
08:26Tapi juga bisa menghormati dan menghargai prestasi yang dia capai.
08:35Saudara-saudara, tanpa kita sadar karena kita sibuk dengan bekerja.
08:41Kita ternyata dalam tahap ini ada hal-hal yang sangat membanggakan.
08:55Saudara-saudara, setiap negara, setiap perekonomian, itu pasti diukur.
09:11Dan kita punya ukuran.
09:15Kita bertanya, apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya?
09:25Itu yang paling mendasar.
09:28Untuk apa kita merdeka?
09:30Untuk apa kita punya?
09:31NKRI.
09:35Kalau kita tidak bisa memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban.
09:41Yang paling dasar adalah makan, pangan.
09:46Kalau ada orang-orang piter mengatakan bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar,
09:59ya saya persilahkan, saudara-saudara.
10:01Yang saya tahu, dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia,
10:06tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan.
10:11Punah.
10:13Peradaban punah.
10:16Kalau tidak ada makan.
10:18Untuk menjamin pangan,
10:20perlu air.
10:24Perlu lingkungan yang dilestarikan.
10:26Perlu lahan yang subur.
10:33Perlu kebijakan yang benar.
10:40Kita bertanya sekarang, apakah harga pangan terkendali?
10:46Apakah pupuk tersedia untuk rakyat, untuk petani?
10:50Dan harga yang terjangkau?
10:53Kita bertanya, apakah anak-anak terkendali?
Komentar

Dianjurkan