00:00Dan saudara-saudara, saya kira tidak hanya saudara-saudara tapi saya sendiri.
00:09Di tahun-tahun ini, menjelang kita dua tahun, kita telah bekerja dengan sangat keras dan sangat padat dan sangat cepat.
00:21Karena kadang-kadang dengan kita bekerja sangat keras, dengan kita bekerja sangat padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak
00:36yang telah kita capai dalam dua tahun pertama kita.
00:46Karena kita menghadapi masalah yang sangat besar, kita menghadapi dunia yang penuh pergolakan, dan juga kita menghadapi kenyataan-kenyataan pahit
01:03yang harus kita akui merupakan tantangan kita bersama.
01:15Kita tidak bermaksud untuk mencari kesalahan, kita tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan.
01:28Tiap masa ada pemerintahnya, tiap pemerintah ada masanya, tiap masa ada pemimpinnya, tiap pemimpin punya masanya.
01:43Kita tidak bermaksud, tetapi kita sebagai anak bangsa, kita sebagai unsur pimpinan, dan kita semua di sini adalah unsur pimpinan.
01:59Kita di sini adalah pemimpin politik, pemimpin teknokrat, pemimpin budaya, pemimpin masyarakat.
02:12Dan kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah.
02:20Jadi kita tidak boleh takut dengan masalah.
02:23Kita tidak boleh takut dengan kesulitan.
02:26Kita tidak boleh takut dengan kekurangan.
02:29Kita faham, seluruh bangsa faham bahwa gaji guru-guru kita kurang.
02:44Kita faham bahwa lapan kerja kita kurang.
02:51Kita faham, masih banyak kemiskinan ekstrim.
02:56Kita faham, ini sebuah masalah kita faham.
03:00Kita mengerti.
03:03Justru ini yang kita dipilih, diberi mandat untuk kita selesaikan.
03:15Kita faham, ada ketimpangan di masyarakat kita.
03:24Tapi terus terang saja, saya katakan di mana-mana, saya sendiri.
03:29Sebagai presiden, sebagainya yang diberi mandat bersama saudara wakil presiden, kita disumpah, saya sendiri.
03:39Tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita.
03:59Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomi kita.
04:07Telah terjadi, mengalir, keluar kekayaan kita secara signifikan.
04:22Ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun.
04:27Dengan praktek-praktek, under-invoicing, pemalsuan laporan.
04:39Under-invoicing adalah pemalsuan laporan perdagangan.
04:46Praktek-praktek transfer pricing, praktek-praktek penyelundupan.
04:52Hal-hal yang sesungguhnya tidak masuk akal dan sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita.
05:05Dan ini bukan data dari kita, ini data internasional.
05:09Ini data dari lembaga-lembaga internasional.
05:14Ini data dari PBB.
05:17Di antaranya.
05:19Tapi seluruh bangsa sudah merasakan.
05:22Semua pelaku ekonomi sudah mengerti hal ini.
05:26Di dalam negeri dan di luar negeri.
05:29Semua tahu.
05:34Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng.
05:44Sesuatu yang tidak masuk di akal.
05:48Sudah-sudah.
05:54Jadi, saudara-sudah, kita dihadapi dengan masalah yang sangat besar.
06:05Dengan masalah yang vital.
06:08Kalau ini kita biarkan.
06:11Kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar.
06:18Kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa.
06:24Karena itu.
06:31Saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah.
06:35Dan seharusnya kita bangga bahwa ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang telah kita selesaikan.
06:48Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih.
07:0518 bulan pemerintahan kita.
07:11Ini prestasi yang bukan kecil.
07:17Kita rendah hati.
07:21Kita tidak mau.
07:25Kita tidak mau menupuk-nupuk dada.
07:29Kita tidak mau.
07:32Dan kita tidak boleh.
07:36Besar kepala.
07:38Tidak boleh sombong.
07:39Itu watak kita sebenarnya.
07:42Watak bangsa kita.
07:46Ojo dume.
07:51Tetapi.
07:53Kalau kita berprestasi, kita harus akui bahwa kita berprestasi.
07:58Tidak ada bangsa lain yang akan menghormati kita.
08:01Kalau kita tidak menghormati bangsa kita sendiri.
08:07Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghormati dan menghargai pahlawan-pahlawannya.
08:18Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa memahami kesulitan dan tantangan yang dihadapinya.
08:26Tapi juga bisa menghormati dan menghargai prestasi yang dia capai.
08:35Saudara-saudara, tanpa kita sadar karena kita sibuk dengan bekerja.
08:41Kita ternyata dalam tahap ini ada hal-hal yang sangat membanggakan.
08:55Saudara-saudara, setiap negara, setiap perekonomian, itu pasti diukur.
09:11Dan kita punya ukuran.
09:15Kita bertanya, apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya?
09:25Itu yang paling mendasar.
09:28Untuk apa kita merdeka?
09:30Untuk apa kita punya?
09:31NKRI.
09:35Kalau kita tidak bisa memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban.
09:41Yang paling dasar adalah makan, pangan.
09:46Kalau ada orang-orang piter mengatakan bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar,
09:59ya saya persilahkan, saudara-saudara.
10:01Yang saya tahu, dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia,
10:06tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan.
10:11Punah.
10:13Peradaban punah.
10:16Kalau tidak ada makan.
10:18Untuk menjamin pangan,
10:20perlu air.
10:24Perlu lingkungan yang dilestarikan.
10:26Perlu lahan yang subur.
10:33Perlu kebijakan yang benar.
10:40Kita bertanya sekarang, apakah harga pangan terkendali?
10:46Apakah pupuk tersedia untuk rakyat, untuk petani?
10:50Dan harga yang terjangkau?
10:53Kita bertanya, apakah anak-anak terkendali?
Komentar