Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Hotman Paris mengatakan bahwa mantan Jampidsus Febrie Adriansyah merupakan kebanggaan Presiden Prabowo Subianto.

Pasalnya, kata Hotman, eks Jampidsus sebagai Satgas PKH dalam setahun telah mengembalikan kerugian negara mencapai Rp430 triliun.

" Bayangin orang yang kebanggaannya presiden tiba-tiba dikriminalisasi bahkan tanpa pamit sama presiden," ujar Hotman dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga Gerindra Tepis Hotman Paris di Kasus Febrie: Presiden Tak Pernah Intervensi Hukum di https://www.kompas.tv/nasional/681313/gerindra-tepis-hotman-paris-di-kasus-febrie-presiden-tak-pernah-intervensi-hukum

#hotman #jampidsus #presidenprabowo

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/681317/hotman-paris-klaim-eks-jampidsus-febrie-kebanggaan-presiden-prabowo-tiba-tiba-dikriminalisasi
Transkrip
00:00Saya akan terangkan mulai yang poin lain ya, ya sekarang kenapa seorang Hokman Paris yang sudah sukses mau, ingat, saya
00:0925 tahun sebagai pengacaranya Prabowo, semua perkara besar dia termasuk adiknya Hasim saya yang pegang.
00:17Walaupun waktu dia menteri kehakimanan, waktu menhanpun saya sering diminta tanpa dibayar, waktu saya di Singapura, saya kan operasi sarap
00:28kejepit, jadi saya benar-benar nggak bisa bergerak, karena 2 hari harus itu, saya melihat benar-benar saya merasa miris.
00:36Karena apa? Jampisus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo, karena dengan dia, dia mendapatkan, negara mendapatkan sebagai Satgas PKH
00:49300 triliun.
00:52Kemudian, dalam satu tahun, kemudian pengembalian kerugian negara dapat 130 triliun, sudah 430 triliun kembali dibanggakan oleh Presiden.
01:06Bayangin orang yang kebanggaannya Presiden, tiba-tiba dikriminalisasi, bahkan tanpa dipamit sama Presiden.
01:15Karena waktu saya di Singapura, saya bikin akut bahwa nggak mungkin Presiden nggak tahu, ternyata nggak.
01:22Itu, itu, 430 triliun.
01:25Lu bayangin coba, disitulah saya merasa bahwa dari klien saya, yang sampai sekarang hubungan baik, saya merasa tertantang.
01:34Walaupun saya namanya jadi sedikit, karena 90% follower saya biasanya, semua kasus viral yang melanggar ajasik, gue yang ngepegang
01:43gratis.
01:44Semua, termasuk, Anda tahulah, semua yang di Indonesia ini.
01:48Mereka kalau ke Komunas, nggak laku kasusnya.
01:50Kalau saya yang viral, boom, boom, boom.
01:52Sudah 10 tahun saya begitu.
01:54Kasus Yuvita, kasus polisi, yang kemarin juga yang bikin.
01:57Kasus Radit di Matar, kasus pesantren Lombok, kasus, apa?
02:04ABK kapal yang di, itu semua.
02:06Kalau udah saya ngomong, sukses semuanya.
02:08Saya tidak minta imbalan apapun, walaupun semua konglomerat kalian sana.
02:12Itulah saya mau, saya terpanggil.
02:15Karena saya merasa ada yang baik.
02:17Dan yang kedua, beliau ini sekarang, Jepitus,
02:21lo tau nggak terlalu surprising itu?
02:24Dalam sejarah kejaksaan di Indonesia,
02:27sejak zaman Majapahit,
02:29termasuk presiden-presiden yang sebelumnya,
02:32belum pernah ada kejaksaan,
02:34ini aja sudah 430 triliun,
02:37yang terkumpul berupa uang cash masuk ke negara.
02:41Apa lagi dengan trans-pricing?
02:43Lo tau nggak?
02:43Ribuan triliun ruginya.
02:45Yang sedang diproses sekarang.
02:47Belum lagi yang nggak ketahuan,
02:48karena itu sudah berlangsung dari zaman presiden zaman dulu.
02:52Berarti banyak oligarki yang terapa di sini?
02:57Terganggu.
02:58Terganggu.
02:59Belum lagi kasus petrol.
03:01Si R yang lagi di Malaysia.
03:04Belum lagi kasus MBG segala macam.
03:06Jadi benar-benar dengan melakukan itu terhadap Jampi Susini,
03:11mantan Jampi Susini,
03:13benar-benar saya melihat kurang penghormatan terhadap presiden Prabowo.
03:18Itulah alasannya saya terpanggil.
03:20Saya tidak mengharapkan uang dari Jampi Susini,
03:23karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal.
03:26Saya bayarannya super mahal di Indonesia.
03:29Itulah backgroundnya, biar tahu.
03:31Sudah.
03:32Kamu tahu,
03:33semua bantuan hukum yang saya kasih itu,
03:36banyak uang dari saya,
03:38saya nggak usah bilang.
03:39Kasus radit semua saksinya gue yang biayai.
03:41Kasus ABK kapal gue yang biayai ke Komisi 3.
03:44Semua.
03:44Nggak mungkin.
03:45Puluhan pengacara saya kirim.
03:47Jadi,
03:47bagi follower saya yang merasa kok Hotman sekarang jadi begitu,
03:51yang semula simpelnya polisi operasi sebagai pengagum saya,
03:54silahkan gue ambil resiko itu.
03:55Tapi di mana logikanya?
03:58Seorang bawahannya presiden,
04:02justru menersangkakan,
04:03mempermalukan bawahannya yang lain,
04:06yang adalah kebanggaan presiden,
04:08yang telah mengembangkan uang kepada negara,
04:12430 triliun cash.
04:14Dengan cara seperti ini.
04:15Dengan cara tanpa diperiksa saksi,
04:17terlalu bung, bung, bung.
04:18Anda jawab sendiri,
04:19ada apa?
04:21Memang tujuannya sudah terkabul.
04:23Akhirnya dia mundur.
04:24Sudah menang.
04:25Tapi hukum akan berjalan.
04:27Terus itulah background saya.
04:28Saya tidak rela merawah Bapak Presiden,
04:32yang adalah kalian.
04:33Saya diberi matahari sama adiknya Hasim.
04:35Saya tidak rela.
04:36Karena saya seorang pengacara,
04:37saya bebas ngomong.
04:38Jangan tanya saya cari muka.
04:40Saya tidak butuh uang-uang lagi.
04:42Saya sudah kaya raya.
04:44Dan semua kalian saya,
04:45kalau mereka tanya semuanya,
04:47perkara bisnis di Singapur,
04:48semua gue yang pegang dari Indonesia.
04:50Kemudian ini benar-benar saya merasa,
04:52selama saya diopname,
04:53saya, kok Presiden digituin?
04:56Padahal banyak video,
04:57ini sudah video-video dari Presiden,
05:00saat membanggakan uang hasil temuan dari Jampitsus,
05:04tentu dengan atasannya Jaksagung.
05:06Inilah, Anda sudah tahu itu.
05:08Berpuluh-puluh triliun.
Komentar

Dianjurkan