Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Militer Iran merilis rekaman video yang memperlihatkan peluncuran rudal sebagai tanggapan atas penerobosan wilayah udara Iran oleh Amerika Serikat. Salah satu
Transkrip
00:05Terima kasih Anda masih bersama kami di Kompas Petang, saya Sintia Rompas, sodara militer Iran merilis rekaman video yang memperlihatkan
00:12peluncuran rudal sebagai tanggapan atas penerobosan wilayah udara Iran oleh Amerika Serikat.
00:19Salah satu yang diserang adalah pangkalan militer AS di Arab Saudi.
00:35Operasi itu disebut menjadi serangan langsung pertama Teheran ke wilayah Arab Saudi dalam hampir 4 bulan terakhir.
00:43Iran menargetkan pangkalan militer AS dengan rudal balistik.
00:47Pemerintah Arab Saudi belum memberikan konfirmasi maupun bantahan atas laporan yang beredar tersebut.
00:53Meski demikian sodara, otoritas pertahanan sipil Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan dini bagi warga di kota Al-Karj dan Yandu.
01:20Korps Garda Revolusi Iran juga merilis video yang memperlihatkan peluncuran rudal dan pesawat nirawak drone.
01:28IRGC mengklaim senjata-senjata tersebut ditembakkan ke arah pangkalan Amerika di Jordania sebagai tanggapan atas serangan AS terhadap infrastruktur Iran.
01:38IRGC menyebut angkatan udaranya melancarkan serangan terkoordinasi menggunakan rudal dan drone terhadap pangkalan militer Amerika di Asrak, Jordania
01:49sebagai bagian dari respon berkelanjutan atas serangan Amerika terhadap infrastruktur sipil Iran.
01:55Mereka menyatakan operasi yang dilakukan saat Fajar itu merupakan gelombang ke-20 dari operasi Nasr II dan menyasar hanggar pesawat
02:07tempur
02:08serta area parkir pesawat berukuran besar di pangkalan tersebut.
02:29Pemimpin tertinggi Iran Musabah Khamenei mengancam akan memberikan pelajaran tak terlupakan kepada Amerika Serikat yang dituduhnya berulang kali
02:38melanggar nota kesepahaman yang telah ditanda tangani Presiden kedua negara.
02:43Menurutnya pelanggaran tersebut menunjukkan bahwa tanda tangan Presiden AS Donald Trump saat ini sudah tidak bernilai dan tidak memiliki kredibilitas.
02:53Khamenei menyatakan pelanggaran yang disebut dilakukan Amerika Serikat kembali memperlihatkan
02:58bahwa komitmen Washington terhadap kesepakatan tersebut tidak dapat dipercaya.
03:04Khamenei memperingatkan apabila Washington terus meningkatkan konflik Amerika Serikat
03:09akan menghadapi pelajaran tak terlupakan dari rakyat Iran.
03:19Khamenei mempercaya yang dipercaya.
03:30Khamenei mempercaya melanggaran yang mempercaya.
03:35Khamenei mempercaya, berbicara mempercaya yang dipercaya,
03:38yang dipercaya mempercaya yang dipercaya yang dipercaya,
03:42ekibat oleh Amerika Serikat dipercaya,
04:11Boshad.
04:12Iran juga melaporkan adanya serangan terhadap pulau Khazm yang strategis dan terletak dalam wilayah Selat Hormuz.
04:32Komando Pusat Amerika Serikat mengumumkan bahwa operasi militer yang berlangsung selama tujuh hari berturut-turut terhadap Iran resmi berakhir pada
04:41Jumat malam
04:43Selama sepekan terakhir, militer AS melancarkan serangan yang menyasar fasilitas strategis militer Iran meliputi lokasi pengawasan, infrastruktur, logistik militer, gudang
04:54senjata bawah tanah hingga kemampuan maritim Iran.
04:57Militer AS menyebut tetap menjalankan arahan Presiden Donald Trump dan terus memperlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
05:11Setelah membombardir sekutu AS sebagai balasan atas serangan fasilitas sipil dan militer Iran,
05:18Pemimpin tertinggi Iran Mostabah Khamenei mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat.
05:23Lalu seberapa besar kekuatan Iran saat ini? Apakah Iran mampu melumpuhkan Amerika Serikat dan sekutunya?
05:30Kita bahas bersama peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence Aisyah Kusuma Sumantre dan pengamat militer serta pertahanan UI Stani Slaus
05:43Rianta.
05:44Mbak Isha, Bang Stani, selamat sore, terima kasih sudah menyediakan waktunya di Kopas Petang.
05:51Selamat sore, Mbak Sintia.
05:53Mbak Isha, kalau kita lihat eskalasi yang terjadi tujuh hari terakhir ini, serangan pertama ke Arab Saudi diluncurkan Iran, apa
06:00sebenarnya pesan dari serangan ini menurut Anda, Mbak Isha?
06:04Jelas di sini pesannya adalah Iran tidak akan tinggal diam kalau Amerika Serikat melakukan eskalasi.
06:10Karena kalau kita lihat di sini, sebenarnya niat dari MOU-nya masih tetap ada.
06:14Apa itu niatnya? Yaitu menghentikan sebenarnya segala bentuk kekerasan dan berusaha untuk mencapai konsesi.
06:21Tetapi permasalahannya dari MOU yang ditanggal 19 Juni kemarin, secara operasional ini sudah hilang, sudah dysfunksional sebenarnya MOU-nya.
06:30Karena kedua belah pihak ini sudah melupakan sebenarnya klausal pertama untuk bisa menghentikan segala bentuk kekerasan di Timur Tengah.
06:37Yang sekarang kita lihat adalah, ini kan ada pelanggaran yang dianggap oleh Iran dilakukan oleh Amerika Serikat di kawasan Selat
06:44Hormos, sehingga Iran melakukan retaliasi.
06:46Dan kita lihat di sini sebenarnya Amerika Serikat saat ini, ini tidak juga melepaskan sebenarnya Selat Hormos untuk bisa dikuasai
06:54oleh Iran.
06:55Di sisi lain, Iran pun sama, tidak akan mau melepaskan Selat Hormos.
06:59Karena Selat Hormos ini dianggap sebagai sebuah nuklir ekonomi yang dimiliki oleh Iran.
07:04Ini jauh lebih efektif dibandingkan dengan senjata nuklir manapun, karena dia bisa menutup Selat Hormos apabila terjadi pelanggaran atau kemudian
07:12ekskalasi perang yang terjadi oleh Amerika Serikat.
07:14Di sini kita lihat, gamenya kembali menjadi sebuah chicken game theory.
07:18Dalam artian, kedua belah pihak ini tidak mau sebenarnya menjadi pihak yang kalah.
07:23Jadi mereka ini takut sebenarnya untuk bisa menuruti MOU.
07:27Karena apa? Karena kalau mereka menuruti MOU dengan cara misalnya melakukan deeskalasi sementara pihak yang satunya itu terus menyerang, maka
07:34mereka akan ada dalam posisi yang merugikan.
07:37Oleh karena itu, meskipun yang paling menguntungkan itu adalah sama-sama stand down, di sini kita lihat bahwa keduanya itu
07:43sama-sama melakukan ekskalasi atau memaikkan tensi dari peperangan ini.
07:48Dan ini yang sebenarnya kita khawatirkan ya, bahwa MOU-nya sebenarnya ke depannya ini menjadi gagal.
07:52Oke, Bang Stani, ketika MOU dianggap sudah tidak berarti lagi dan kemudian masing-masing negara Iran dan juga Amerika Serikat
08:00seakan-akan menciptakan eskalasinya sendiri.
08:04Lalu apa yang Anda baca dari peringatan yang dikeluarkan Mostaba kali ini?
08:08Apakah peringatan yang disebutkan oleh Mostaba ini bisa dikatakan peringatan yang cukup serius dan perlu dikhawatirkan Amerika Serikat?
08:18Ya, perjanjian itu memang rapuh. Jadi sekarang perjanjian itu tidak ditaati, semuanya sudah melanggar, sehingga dapatnya seperti ini.
08:27Gakapatiran saya adalah, ketika nanti Iran benar-benar marah dan dia melancarkan serangan, dan terjadi serangan yang cukup vital.
08:35Misal, kapal lindu AS yang berada di sekitar Selatuh Hormuz itu nanti diserang oleh rudal, ini akan memicu serangan balasan
08:41yang cukup besar.
08:42Misalnya nanti AS melakukan serangan darat atau penerjemahan lintas udara, ini yang berbahaya.
08:47Yang kedua, sebenarnya ini ada ancaman serius lagi adalah, di Eropa ini akan memasuki musim dingin,
08:52sementara pasukan gasnya itu sebagian besar dari Qatar, yang menggunakan kapal di Selatuh Hormuz.
08:58Nah, ketika perang ini terus nanti terjadi, maka nanti akan ada krisis energi di Eropa.
09:03Ini cukup berbahaya juga.
09:04Jadi intinya adalah, Amerika menggunakan taktik militer yang canggih,
09:08sementara Iran menggunakan perang asimetris yang menggunakan ekonomi sebagai senjata utamanya.
09:14Jadi ini kalau misalnya dibiarkan, pelanggaran-pelanggaran ini, dampaknya bukan hanya terhadap Iran, terhadap Amerika, tapi terhadap dunia.
09:22Artinya perang ekonomi ini bisa dikatakan dampaknya akan lebih masif.
09:27Lalu Mbak Isha, ketika Arab Saudi, Jordania, Kuwait, dan juga Bahrain,
09:32mana lagi setidaknya sekutu AS yang bisa dijadikan target?
09:35Kalau tadi Bang Stani menyebutkan, bisa saja loh kapal induk Amerika Serikat ini diserang ketika Iran marah?
09:44Mbak Isha, masih diimit, mohon maaf.
09:48Ya, kita lihat sebenarnya mungkin saja itu terjadi, karena kemarin kita baru menyaksikan sebenarnya statement dari Mohsen Rezai,
09:55yang menyatakan bahwa kalau Amerika Serikat terus melakukan serangan terhadap Iran,
10:00maka kemudian Iran ini tidak akan lagu lagi untuk kemudian hanya melakukan retaliatory attack.
10:04Tapi nanti akan berkembang menjadi full offensive attack.
10:07Nah, kita lihat di sini berartikan statement itu menyatakan bahwa Iran nanti tidak akan kemudian menunggu aksi
10:13untuk Amerika Serikat untuk bisa melakukan serangan-serangan ke negara-negara lainnya.
10:17Saya rasa sekarang sebenarnya Iran ini sudah berkomitmen untuk bisa mengembalikan sekitar 1,5 kali lipat
10:23dari serangan yang diterima oleh Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
10:28Nah, tetapi permasalahannya kan kita lihat di sini, posisi negara-negara Arab Teluk ini,
10:32ini juga sekarang sudah mulai pecah dan berbeda-beda.
10:35Rata-rata sebenarnya negara Arab Teluk ini berusaha untuk melakukan yang namanya strategic hedging.
10:39Jadi, mereka tetap mendukung Amerika Serikat, tetapi mereka tetap menyediakan sebuah ruang
10:44yang memungkinkan Iran untuk memenangkan perang ini.
10:47Sehingga tadi ya jalur mereka untuk kemudian melakukan diplomasi dengan Iran yang tidak tertutup secara total.
10:53Misalnya saja kemarin kita melihat, di dalam pemakanan Al-Hamene, Saudi Arabia ini mengirimkan delegasinya.
10:59Meskipun ada beberapa negara seperti UAE yang secara tegas mereka menolak untuk hadir ke sana
11:03karena hubungannya sangat dekat dengan Amerika Serikat dan sudah ada normalisasi hubungan dengan Israel.
11:09Tapi itu memperlihatkan bahwa Saudi Arabia sebagai salah satu negara yang kemudian terbesar di GCC
11:15itu memperlihatkan adanya itikat baik untuk tetap melakukan diplomasi.
11:19Sehingga sebenarnya terbuka jalur-jalur untuk diplomasi ke depannya untuk negosiasi di antara Amerika Serikat dengan Iran.
11:26Nah, yang kita khawatirkan sekarang apabila Amerika Serikat dan Iran ini sama-sama tidak bisa menurunkan egonya,
11:31tidak ada komunikasi antar elit melalui hotline misalnya,
11:34tidak ada kemudian hubungan yang bisa fungsional di dalam multilateral kerjasama seperti Oki,
11:40lalu kemudian seperti JKPBB.
11:42Yang ini kita khawatirkan adalah distrustnya atau ketidakpercayaan satu sama lainnya ini menjadi semakin besar.
11:49Sehingga ini bukan peluang bagi kedua negara untuk sama-sama saling menyerang tanpa adanya komunikasi yang efektif.
11:56Apa yang kemudian bisa terjadi?
11:58Dihawatirkan ini akan menjadi konflik yang kembali ke full scale attack seperti di tanggal 28
12:04dan kita tidak mengharapkan itu untuk kemudian kembali terjadi.
12:08Ya, tapi Bang Stanley kalau kita melihat saat ini Amerika Serikat mengklaim bahwa akan menghentikan serangan selama tujuh hari.
12:16Apakah ini bisa dipercaya ataupun penghentian serangan ini artinya bisa menyiapkan serangan yang lebih luas lagi untuk Iran menurut Anda?
12:29Ya, yang sudah ditandatangannya saya kan tidak bisa dipercaya ya.
12:31Tandatangan Trump yang sudah ada saya tidak dipercaya.
12:34Kemudian tandatangan Iran juga tidak dipercaya.
12:36Ya, jadi apapun pernyataannya saya kira saat ini situasinya belum ada kepastian.
12:42Jadi situasi di Timur Tengah itu ketidakpastiannya tinggi.
12:45Nah, tapi Amerika akan melancarkan serangan yang besar lagi itu bisa-bisa terjadi ketika objek-objek vital mereka diserang.
12:54Jadi Amerika, Trump punya kebutuhan juga.
12:56Trump punya kebutuhan ingin menunjukkan kepada masyarakatnya bahwa doktri militer mereka masih kuat.
13:01Karena akan ada pemilu selah.
13:02Kalau Amerika dianggap lemah, Amerika menunjukkan kelemahannya ini berbahaya bagi Trump.
13:07Saya kira Trump akan terus melakukan serangan yang jauh melebihi Iran dan ingin serangan yang untuk semakin melemahkan Iran supaya
13:14dia juga tidak kehilangan buka dengan pendukungnya.
13:17Jadi tidak ada kepentingan tunggal di sini.
13:19Jadi banyak kepentingan yang terjadi sehingga situasinya sulit dibaca dan ketidakpastiannya tinggi.
13:25Jadi saya kira pancingan-pancingan Iran itu bisa membuat Amerika melakukan serangan yang lebih besar lagi.
13:30Tapi apakah ini artinya amunisi yang tersedia baik dari Amerika Serikat dan Iran ini masih sama-sama kuat?
13:37Masih memiliki amunisi yang bisa dikatakan membuat eskalasi perang ini lebih besar lagi?
13:43Menurut Anda?
13:44Ya pasti. Amerika cukup kuat secara teknologi, secara alutsista, dia cukup besar kemampuannya.
13:51Dan Iran saya kira 40 tahun di blokade, dia di embargo, dia juga mampu menghasilkan alutsista secara mandiri.
13:58Kedua negara ini mempunyai alutsista yang cukup kuat dan amunisi yang cukup kuat.
14:02Apalagi kita lihat polanya ketika ada 7 hari serangan kemudian 7 hari jeda.
14:06Jeda ini maksudnya adalah reload ya. Reload amunisi, memproduksi amunisi lagi.
14:09Jadi nanti serangannya juga akan lebih kuat lagi.
14:13Mbak Isa, serangan bisa dikatakan bisa saja meluas, namun targetnya yang juga dikhawatirkan adalah pangkalan-pangkalan militer.
14:21Apa yang Anda lihat dari serangan balasan beruntun ini Mbak Isa?
14:25Ya, kalau kita lihat di sini Iran masih berusaha untuk fokus ke, apa namanya, fasilitas-fasilitas militer yang dilakukan oleh
14:31Amerika Serikat.
14:32Meskipun kita lihat sebenarnya prinsip yang sebaliknya itu dilakukan oleh AS yang mengincar sebenarnya fasilitas sipil yang ada di Iran.
14:39Kenapa kemudian fasilitas sipil? Jawabannya satu, sebenarnya Amerika berusaha untuk memutus kemampuan Iran untuk bisa bertahan di dalam perang yang
14:48sifatnya itu asimetris dan perang atrisi.
14:51Karena apa? Fasilitas penunjang seperti misalnya stasiun kereta api, jembatan, lalu kemudian pabrik-pabrik, itu sebenarnya mendukung kekuatan Iran untuk
15:01bisa bertahan melawan tekanan Amerika Serikat.
15:03Khususnya tekanan ekonomi yang diciptakan oleh blokade di atas blokadenya Iran di Selat Hormuz.
15:09Nah, satu hal yang kemudian perlu kita pahami di sini.
15:12Ini menarik karena sebenarnya Amerika Serikat meskipun sudah mengisi ulang kemampuan dan stockpiling misalnya,
15:18tetapi sebenarnya kita lihat bahwa Amerika Serikat ini rata-rata kalah perang bukan karena masalah kemampuan militer,
15:25tetapi karena adanya permasalahan politik domestik yang menyatakan bahwa kemampuan Amerika Serikat untuk bisa melanjutkan perang secara keinginan politik atau
15:35political will dan secara ekonomi itu yang terkikis.
15:39Jadi rata-rata bukan karena militernya gitu.
15:41Nah sekarang kita mengetahui bahwa AS ini sudah meluncurkan, sorry, sudah menyiapkan sekitar seribu misil.
15:47Pertama, seribu misil ini belum tentu semuanya akan diarahkan ke Iran karena AS tetap membutuhkan itu di film di Asia
15:55Pasifik ya dan kemudian di Ukraina.
15:58Lalu yang kedua, kita bisa melihat bahwa sekarang power power resolution ini sudah ditandatangani sebenarnya melalui kongres di AS gitu
16:05ya
16:05dan Donald Trump ini memiliki waktu sekitar 60 hari untuk bisa menghentikan perang ini.
16:10Nah kita nggak tahu apakah di akhir sebenarnya Donald Trump ini bisa mendapatkan konsesi yang diinginkan oleh Amerika Serikat
16:17dengan waktu yang sangat terbatas.
16:19Sementara kita sudah berada di dalam mark satu bulan setelah perjanjiannya ini ditandatangani.
16:23Itu ya, di sisi lain sebenarnya masih ada Israel juga yang masih mendesak serta politisi-politisi hokis Amerika Serikat.
16:30Nah saya kira sebenarnya ini juga berpengaruh dengan apa yang terjadi di Iran.
16:34Bahwa sekarang kita lihat pernyataan terkait bagaimana full offensive operation itu dilakukan dan diberikan oleh
16:40apa namanya Mohsen Rezai yang merupakan penasihat dekat dari Mojtabah Khamenei.
16:45Menariknya memang ada perbedaan pendapat diantara Mojtabah dan kemudian front yang sifatnya itu adalah progresif
16:53diantaranya adalah Gali Barf dan kemudian Arakci gitu yang dari kemarin menekankan pentingnya melaksanakan MOU gitu.
17:01Jadi saya rasa sebenarnya perpecahan di Iran dan kemudian perpecahan di Amerika Serikat
17:06ini akan sangat berpengaruh telak terhadap kelangsungan nasib dari perang Iran Amerika Serikat dan Israel.
17:12Oke Bang Stani kalau kita lihat dalam serangan Amerika Serikat ini juga ikut menghancurkan jembatan lokasi-lokasi sipil.
17:22Apakah ini Anda bisa katakan sebagai kejahatan perang?
17:27Ya situasinya sudah seperti ini.
17:29Kalau misalnya dunia akan menilai itu kejahatan perang ya itu termasuk kejahatan perang.
17:32Tetapi kan AS pasti akan berdalih.
17:35Dia punya dalih punya alasan ya.
17:37Tapi kalau kita lihat sebenarnya menghancurkan jembatan, menghancurkan masyarakat sipil itu,
17:42instalasi itu menurut saya itu masih kecil.
17:44Kalau AS misalnya mau melakukan serangan yang lebih besar, dia bisa.
17:49Artinya ini ancaman Amerika Serikat secara terstruktur?
17:52Iya.
17:53Kalau misalnya Iran pun juga seperti itu.
17:55Ketika dia melakukan serangan lebih besar dia juga bisa gitu loh.
17:58Ini saya kira masih menahan diri sebenarnya.
18:01Nah yang kita khawatirkan adalah ketika kedua belah pihak tidak bisa menahan diri.
18:05Jadi apa yang mengakibatkan mereka tidak menahan diri, misalnya ada provokasi-provokasi.
18:09Kita lihat ketika perjanjian dulu dilakukan di tangan-tangan beberapa hari kemudian,
18:14ada provokasi-provokasi di Selat Bormuz sehingga terjadi serangan balasan.
18:17Entah itu dari pasukan sayap kanan atau pasukan pecahannya dari Iran atau dari mana.
18:23Itu terjadi saja.
18:25Israel juga memprovokasi gitu loh.
18:26Jadi sebenarnya ini tidak ada aktornya tidak hanya Amerika dan Iran saja,
18:31tapi ada aktor-aktor lain yang harusnya itu juga dikumpulkan ketika akan melakukan penandatanganan perjanjian.
18:37Jadi ketika penandatangan hanya Iran dan Amerika itu sudah tidak bisa.
18:40Baik, terima kasih atas perspektif Anda pengamat militer dan pertahanan Universitas Indonesia,
18:45Stanislav Srianta.
18:47Dan juga terima kasih Mbak Aisyah Kusuma Sumantri dari Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.
18:53Sudah berbagi perspektif di kompetensi.
Komentar

Dianjurkan