00:00Kemudian uang muka belanja, ini mungkin ada pertanyaan, kenapa ada uang muka belanja besar sekali di tahun 2025?
00:06Itu adalah uang muka pembayaran motor listrik yang kemudian jadi rame itu.
00:12Jadi uang mukanya dibayar tahun 2025, pembayaran terakhirnya di 2026, 243,9 M.
00:22Kemudian piutang bukan pajak, nah ini adalah SPBG, MBG ya, itu sebenarnya masalah treatment akutansi saja ibu dan bapak.
00:32Dan kemudian ada penyisihan piutang itu memang harus begitu karena 0,5% itu secara ketentuan sistem akutansi pemerintah harus
00:40dicadangkan.
00:42Kemudian piutang bukan pajak dan persediaan, persediaan ini ada ATK, ada lain-lain lah, ini umum saja sebenarnya.
00:50Nah kemudian aset tetap, ada peralatan dan mesin, itu ada komputer dan sebagainya 1,4T.
00:58Kemudian ini mungkin, ini kategorinya saja ada jalan, irigasi, dan jaringan, ini kelompoknya.
01:04Tapi yang dimaksud di sini sebenarnya jaringan internet yang memang kami gunakan.
01:09Jadi 6,8 M.
01:12Kemudian aset tetap lainnya 18,9 M.
01:16Kemudian konstruksi, nah ini konstruksi dalam pengerjaan.
01:20Ini adalah pencatatan atas uang muka yang sudah diberikan kepada 315 SPBG yang dibangun atas biaya APBN, yang keluar dari
01:32BKN, 375.
01:34Yang penyelesaiannya seharusnya dibayar di tahun 2026.
01:41Tapi di tahun 2026 ini belum bisa dieksekusi karena memang juga anggarannya tidak disediakan lagi oleh Kementerian Keuangan.
01:50Kemudian akumulasi penyusutan aset tetap, itu sesuatu yang biasa.
01:54Kemudian aset tak berwujud adalah bentuknya software dan sebagainya.
01:59Kemudian data, dana yang dibatasi penggunaannya 1,9 dan akumulasi 68,8 M.
02:08Kemudian, nah ini Ibu dan Bapak, kami masih memiliki hutang kepada pihak ketiga.
02:13Next slide.
02:15Hutang kepada pihak ketiga sejumlah 1,4T, rinciannya nanti ada di belakang.
02:22Ini yang menjadi tugas kami untuk menyelesaikan dan kami sudah berdiskusi dengan Direkturat Jenderal Anggaran
02:29karena memang ada banyak item yang kami minta mulai untuk dicicillah dibayar
02:36supaya mengurangi beban pikiran kami juga, Pak, nanya hutang harus diselesaikan.
02:41Nanti rinciannya ada di belakang.
02:42Kemudian ekuitas 3,5T.
02:46Nah ini secara pendapatan, sekali lagi pendapatan penerimaan negara bukan pajak
02:51sebenarnya adalah tadi pengembalian dari tahun 2025.
02:55Kemudian beban pegawai 117, beban persediaan, beban barang dan jasa,
03:01beban pemeliharaan, beban perjalanan dinas.
03:04Nah ini beban barang untuk diserahkan kepada masyarakat, itu adalah sebenarnya
03:10karena mekanisme untuk program MBG ini adalah sifatnya ban pers,
03:15maka itu dicatat sebagai beban barang untuk diserahkan kepada masyarakat.
03:20Ini nama saja, nama pengkategorian di dalam laporan keuangan.
03:25Kemudian beban penyusutan dan beban penyisian piutang tak terdaki,
03:29jadi total seluruhnya adalah 47,9.
03:33Nah ini juga pendapatan kegiatan non-operasional lainnya,
03:37ini biasanya jasa bunga, jasa giro dan sebagainya.
03:41Nah untuk ekuitas awal ini angkanya, kemudian untuk surplus defisi tadi sudah dijelaskan,
03:49dan juga ada beberapa revaluasi.
03:52Nah ini ekuitas akhirnya 3,5.
03:54Nah ibu dan bapak ada beberapa catatan penting,
03:58karena laporan keuangan itu tidak hanya terdiri dari angka-angka di dalam laporan keuangan,
04:04tetapi ada yang disebut dengan catatan atas laporan keuangan,
04:07yaitu penjelasan kualitatif.
04:08Yang pertama adalah tunggakan tahun 2025.
04:12Ada 1,6 yang sudah selesai dilaksanakan,
04:16maksudnya kegiatannya sudah selesai dilaksanakan,
04:19namun belum dibayarkan.
04:21Akan dibayarkan dengan mekanisme tunggakan melalui DIPA tahun 2026.
04:26Ini yang kami sekarang sedang dalam proses untuk melakukan revisi-revisi anggaran dengan DGA.
04:34Tapi ada beberapa ketentuan yang disaratkan agar direview terlebih dahulu.
04:40Ada nilai tertentu yang harus direview oleh KPA,
04:43ada nilai tertentu yang harus direview oleh Inspektorat,
04:46ada nilai tertentu yang harus direview oleh BPKP.
04:49Ini yang masih dalam proses.
04:51Itu yang menyebabkan kami mungkin minta maaf kepada seluruh pihak ketiga yang mungkin ada tagihan kepada BGN,
04:58belum bisa semuanya kami laksanakan, kami bayarkan,
05:02karena masih ada proses.
05:03Kemudian ada 870 neraja per 31 Desember 2025 telah dilakukan koreksi kepada utang kepada pihak ketiga.
05:13Nah ini juga karena ada potensi akan mengalami kenaikan atau penurunan sejumlah tagihannya.
05:21Artinya dulu tagihnya mungkin sejumlah 100 gitu,
05:25tetapi setelah kami lihat ternyata mungkin jumlahnya bisa ada yang di bawah itu,
05:29ada yang di atas itu, sehingga ada proses adjustment.
05:32Nah yang terakhir ini adalah nilai yang belum diyakini.
05:36Artinya pihak DCA belum bisa menganggap ini diakui sebagai hutang kepada pihak ketiga,
05:46karena belum memenuhi kualifikasi bahwa itu hutang kepada pihak ketiga.
05:51Ini juga berdasarkan hasil konfirmasi oleh BPK.
05:55Hasil review yang telah dilakukan oleh tim review Tunggakan di internal kami sendiri,
06:00sehingga ini belum masuk ke dalam catatan laporan keuangan,
06:05tapi harus kami catat di dalam catatan atas laporan keuangan.
06:10Karena bagaimanapun juga ini adalah potensi tagihan yang harus kami selesaikan kepada pihak ketiga,
06:17sejumlah 743 M.
06:19Nah kemudian ini berikutnya adalah rekening penampungan akhir tahun.
06:25Ini ada mekanisme disebut R-PATA ya.
06:31R-PATA itu sebenarnya penyelesaian pembayaran tahun 2025 sudah lewat tahun anggaran,
06:38tapi bisa diselesaikan.
06:40Nah ini antara lain waktu itu dipakai untuk melunasi motor,
06:46untuk melunasi IOT, untuk melunasi beberapa proses pengadaan.
06:52Nah kemudian termasuk ini yang 340 itu waktu itu ada koreksi dari rencana motor yang semula 25 ribu menjadi 21
07:02ribu,
07:03sehingga ada koreksi lagi.
07:04Tapi intinya yang sebelah kanan itu adalah semua yang terkait dengan motor listrik itu.
07:09Nah kemudian ada 248 kontrak yang diproses melalui mekanisme R-PATA,
07:16namun ini masih dibatasi penggunaannya.
07:20Artinya masih di blokir oleh Kementerian Keuangan karena masih ada proses-proses yang mungkin Ibu Bapak tahu sendiri
07:29karena kebetulan ada beberapa permasalahan setelah itu.
07:32Nah ini catatan penting juga di tahun 2025 program prioritas adalah program pemenuhan gisi nasional
07:40dan kemudian program dukungan manajemen, jadi dua kelompok besar itu.
07:46Nah Ibu dan Bapak kami dengan rendah hati mengakui ada beberapa capaian yang sebenarnya tidak tercapai
07:56kalau dari sisi kinerja, angka-angkanya.
07:59Nah ya jadi kalau disitu disebutkan rincian outputnya alokasi anggaran 18,7 itu realisasi hingga anggarannya 11, sekian.
08:11Maka memang capaian kami hanya 59 persen.
08:14Artinya sebenarnya secara kinerja belum memenuhi target gitu.
08:19Nah kemudian program dukungan manajemen juga seperti itu.
08:23Ada yang menjadi prioritas yaitu SPPI tadi, itu juga anggaran dan realisasinya tidak terrealisir 100 persen, hanya 93 persen.
08:34Nah Ibu dan Bapak catatan berikutnya adalah soal pengadaan motor listrik.
08:38Nah ini juga menjadi hal yang kami bertanggung jawaban kepada DPR.
08:44Tadi dicatat belanja uang mukanya di tahun 2025, penyelesaiannya itu di tahun 2026.
08:52Jadi kalau di dalam lakonan keuangan ini sebenarnya disebut subsequent event.
08:56Jadi sesuatu yang setelah tahun bukunya ditutup, ada kejadian atau ada hal yang harus kami lunasi setelah tahun 2026.
09:06Ini nilainya 243, ini hanya uang mukanya saja yang kami catat di 2025.
09:13Untuk tahun 2026 ini sudah dilunasi, tetapi belum dicatat sebagai aset peralatan dan mesin definitif.
09:22Karena apa? Karena masih dalam proses penyidikan oleh kejaksaan.
09:27Nah Ibu dan Bapak ini kira-kira rincian next, mungkin ini slide-slide terakhir ya.
09:34Ini adalah rekapitulasi tunggakan-tunggakan yang kami harus selesaikan.
09:39Ada belanja bahan 16,1, ada sertifikasi 111M, jasa konsultan, sewa, honor narasumber.
09:50Nah ini mohon maaf kami mungkin masih banyak hutang ke tempat lain.
09:53Jasa lainnya ada IO publikasi dan sebagainya 330M, kemudian kami juga masih punya hutang keunhan 7,3M,
10:04perjalanan dinas 684 juta, tunggakan banker 100M, belanja modal dan seterusnya setelahnya 1,609.
10:15Tapi insya Allah kami akan lunasi, kami akan selesaikan di tahun 2026 ini.
10:22Nah Ibu dan Bapak, ini kira-kira nanti tunggakan yang akan kami bayarkan di tahun 2026,
10:30yang sementara ini memang alokasi anggaranya masih di blokir.
10:35Tetapi beberapa hal yang memang sudah melewati proses review dan sudah sesuai dengan ketentuan memang akan segera dibayarkan oleh DJA.
Komentar