00:00Menurut saya bahwa misalnya tadi diceritakan sendiri bahwa ada sebagian anggota TNI yang datang ke Polda Metro Jaya.
00:06Itu saja sudah harus menimbulkan tanda tanya besar di kepala kita.
00:10Hubungan penegakan hukum dengan TNI sebagai aparat negara di bidang pertahanan itu apa?
00:16Nah artinya saya mau menyoroti ada politik di sini.
00:20Ada politik?
00:21Ada politiknya.
00:22Karena pertanyaan ini sebenarnya apakah lazim dilakukan atau tidak itu kan terjadi semua setelah pertemuan dengan Presiden.
00:30Ini semua diberita sudah banyak ya jadi saya juga sumbernya jelas.
00:34Dimana juga tidak hanya kejaksaan dan kepolisian tapi juga TNI.
00:39Sudah melakukan pertemuan kemudian terjadilah perpindahan itu.
00:42Jadi kalau saya ingin menyoroti ini highly political.
00:45Ini bukan penegakan hukum biasa yang bikin melanggar kuhab.
00:49Saya setuju ini melanggar kuhab.
00:50Jadi ada upaya untuk melokalisir menurut Anda?
00:52Ada upaya untuk melokalisir dan membuat jangan-jangan kembali ini tujuan penegakan hukumnya untuk siapa?
00:58Benar tidak ini untuk mengungkapkan kepada warga apa yang tengah terjadi?
01:03Ini uangnya kita kan terkejut nih 74 kilogram emas dan lain sebagainya.
01:07Atau hanya ingin menghindari gesekan di bawah itu.
01:11Tujuan penegakan hukum apa sih?
01:12Apakah untuk supaya semuanya berdamai tidak ada gesekan?
01:15Atau kita mau mengungkap kasus korupsi seterang-terangnya?
01:18Nah ini yang saya kira urayannya harus dibaca dengan pertemuan dengan Presiden dua kali ya.
01:23Dalam catatan media kan Kamis, Tidana Antara, kemudian Jumat atau Sabtu begitu ya.
01:28Nah setelah itu ada perpindahan bahkan polisi tidak bisa melanjutkan penggeledahan karena tiba-tiba dipindah.
01:36Kemudian barang buktinya harus diserahkan juga kepada kejaksaan.
01:39Nah buat saya ini sangat tidak lazim tidak ada presidennya sehingga pertanyaannya ini koordinasi atau intervensi sebenarnya dari kepala negara
01:50dan kepala pemerintahan kita.
01:51Hukum jadi alat sandra menurut Anda?
01:53Saya sih melihatnya begitu karena tahu-tahu ada TNI buat saya itu juga tanda tanya besar dong.
01:58Ini bukan penegakan hukum yang lazim.
02:00Oke Pak Jasman ketika kasus dalam penyidikan masih ditahap penyidikan kemudian dioper dari kepolisian kejaksaan Anda melihat ada keterpaksaan?
02:09Ada penyanderaan di sana? Ada opa yang melokalisir?
02:11Tidak ada penyanderaan.
02:13Namun tidak lazim membingungkan apa yang dilakukan oleh para penegakan hukum di sini.
02:21Dalam hal ini yang mengaku dirinya Jaksa Hukum dan Kapoli telah membingungkan penegakan hukum di Indonesia.
02:27Nah ini harusnya Pak Prabowo ganti ini berdua ini.
02:31Harusnya sekarang segera dilakukan itu menurut Anda?
02:33Ini sudah melompat nih.
02:35Membingungkan.
02:40Kok bisa ada penyidikan dari Kapoli ke penyidikan kejaksaan aku?
02:47Di mana ceritanya?
02:48Yang diatur dari KUHAP adalah penyidikan oleh Polri pencerakan berkasnya ke kejaksaan.
02:55Kemudian Jaksa Agung atau Kejati atau Kejari menerbitkan perintah untuk para penentutan.
03:07Apa artinya para penentutan?
03:10Melakukan pemeriksaan terhadap berkas.
03:13Ini bisa enggak ini?
03:16Dinipakan kemudian.
03:17Lengkap enggak ini?
03:18Kalau tidak lengkap, keluar P19.
03:21Kalau lengkap, keluar P21.
03:24Kemudian baru di tidak lengkap.
03:26Kalau keluar P21, diterbitkanlah P21.
03:30Dan kemudian oleh penyidik menyerahkan berkas dan tersangka dan barang putih kepada salon penentut umum.
03:41Penentut umum kemudian membuat surat dakwaan meripahkan ini ke pengadilan.
03:45Jadi kalau bisa sampai belok seperti ini, ini atas perintah siapa, Pak?
03:50Saya enggak tahu.
03:51Yang bisa mengotak-notik hukum seperti ini, siapa?
03:54Ya, saya enggak berani mengotak ke siapa.
03:58Yang pasti ini tidak lazim.
03:59Tidak lazim?
04:00Harusnya Presiden bertindak.
04:03Presiden bertindak.
04:04Eh, Jaksagung, Kapolik.
04:06Eh, tertip kerian.
04:07Harusnya begitu.
04:08Oke.
04:09Bang Samad, kira-kira kalau menurut pandangan Anda,
04:11kenapa ini bisa belok dari kepolisian terus dipindahkan ke Jaksaan?
04:15Ya, saya mau jawab ini.
04:17Karena ini menarik.
04:18Anda mundur kembali sedikit.
04:20Waktu saya ketua KPK,
04:22pernah terjadi namanya sedikit gesekan ketika KPK menangani kasus kokor lantas
04:28yang melibatkan dua jenderal polisi pada saat itu ya.
04:30Yang disebut pada saat itu Cicak Buaya versus Dua.
04:35Pada saat itu ada kegaduhan lah begitu.
04:38Kegaduhan yang cukup kuat antara polisi dan kejaksaan.
04:43Pada hari itu kita sudah melakukan penggeledahan separuh.
04:46Sudah dilaksanakan.
04:47Tapi ada ruangan yang tidak bisa kita geledah pada saat itu
04:51karena polisi tidak mengizinkan pada saat itu.
04:53Kemudian gaduh lah.
04:54Pada saat itu tiba-tiba rame nih.
04:59Mensesnek Almarhum Sudi Silalahi menelpon saya.
05:02Dia telpon.
05:03Pak Abraham, ini kan sudah terjadi kegaduhan nih.
05:07Di tengah-tengah masyarakat.
05:09Cicak versus Buaya.
05:11Lantas Pak Sudi mengatakan.
05:13Apa Pak Abraham tidak keberatan kalau kita undang ke istana
05:18untuk rapat dengan Kapolri Pak Timur Pradopo dan Presiden SBE.
05:24Gitu.
05:25Kira-kira gitu ya.
05:26Terus saya bilang.
05:26Pada prinsipnya saya tidak keberatan untuk menghadiri rapat itu
05:30kalau memang rapat itu untuk mengembalikan situasi ini seperti semula.
05:36Dan ditentukanlah harinya pada saat itu.
05:38Dua hari kemudian.
05:39Saya datang.
05:40Betul di istana sudah ada Pak Sudi Silalahi sebagai Mensesnek.
05:44Kemudian Pak Timur Pradopo sudah hadir.
05:46Dan kemudian saya kalau tidak salah ingat.
05:49Pak Jaksa Agung ada juga di situ.
05:51Pak Basri Parif.
05:53Dan itu rapatnya kira-kira dimulai sekitar setengah 10.
05:57Sampai Maghrib.
05:59Kenapa saya tahu Maghrib?
06:00Karena tiba-tiba ada asan Maghrib.
06:02Baru rapatnya selesai.
06:03Tapi kemudian Jaksa Agungnya tidak mengikuti sampai akhir.
06:08Jadi terjadi perdebatan.
06:10Ada silang pendapat.
06:12Antara saya selaku ketua KPK pada saat itu.
06:15Dan Pak Timur Pradopo.
06:17Masing-masing kita ingin bahwa kasus itu.
06:19KPK berprinsip bahwa kasus kokor lantas.
06:22Kasus kokor lantas pada itu.
06:24Simulator ya.
06:25Itu harus ditangani oleh KPK.
06:27Tapi pihak kepolisian juga menganggap bahwa.
06:30Mungkin lebih elok.
06:31Kalau kepolisian juga ikut serta di dalam penyidikannya.
06:34Kira-kira seperti begitu lah.
06:36Perdebatan-perdebatan.
06:37Terus perdebatan-perdebatan.
06:38SBI sendiri dia on off.
06:40Kadang-kadang masuk.
06:42Habis itu ada kesibukannya dia keluar lagi.
06:44Tapi Pak Sudi Silalai tetap mengikuti kita rapat.
06:47Dan terakhir ketika Asan Maghrib sudah berkumandang.
06:51Pak SBI bilang.
06:52Waduh.
06:53Ini kita dari tadi rapatnya.
06:55Dari jam 10 sudah Maghrib kok enggak.
06:57Selesai-selesai.
06:58Itu kata beliau ya.
07:00Oleh karena itu selaku Presiden Republik Indonesia.
07:03Mungkin ada baiknya saya memberikan petunjuk-petunjuk.
07:07Saran-saran mudah-mudahan ini bisa diterima kedua belah pihak.
07:09Itu kata SBI pada saat itu.
07:11Apa yang dilakukan SBI pada saat itu.
07:14Dia bilang.
07:15Pak Kapolri.
07:17Mungkin sebaiknya.
07:19Kasus simulator.
07:21Yang melibatkan dua general polisi.
07:23Yang kita sebut cicak versus buaya.
07:26Itu diserahkan sepenuhnya kepada KPK.
07:28Itu kata SBI.
07:31Diperintahkan kan gitu.
07:32Bahwa silahkan diserahkan kepada KPK kasus itu.
07:36Dan kemudian nanti KPK akan memberi update.
07:40Terima kasih.
Komentar