Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - MBG Watch menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dihentikan agar ada evaluasi total terhadap program tersebut.

Anggota MBG Watch Agus Sarwono mengungkap, sejak awal koalisinya telah memprediksi munculnya konflik kepentingan, terutama dalam praktik jual beli Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) yang melibatkan berbagai kelompok kepentingan, mulai dari aparat keamanan, partai politik, hingga tim pemenangan.

"Dalam konteks makan bergizi gratis, konflik kepentingannya terlalu tinggi dan nampaknya presiden kita menormalisasi yang namanya konflik kepentingan," kata Agus Sarwono di DPR RI pada Kamis (16/7/2026) (00:29).

Baca Juga Waka BGN Agustina Cerita Canda Prabowo soal Rambut yang Memutih: Pulang, Langsung Cat di https://www.kompas.tv/nasional/681215/waka-bgn-agustina-cerita-canda-prabowo-soal-rambut-yang-memutih-pulang-langsung-cat



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/681218/mbg-watch-minta-program-makan-bergizi-gratis-dihentikan-ini-alasannya
Transkrip
00:00Mas Med, izin pimpinan dan Bapak Ibu yang terlalu.
00:08Saya juga agak bingung mau memulai dari mana, tapi yang pasti standing posisi kami tegas gitu ya,
00:15untuk tidak melanjutkan program apa namanya, Makan Berisi Kreatis.
00:20Argumennya sudah kami sampaikan, tadi Mas Medya sudah mendetailkan sangat-sangat rapih gitu ya.
00:26Kenapa? Karena lagi-lagi dalam konteks Makan Berisi Kreatis, konflik kepentingannya terlalu tinggi.
00:36Dan nampaknya Presiden kita menormalisasi yang namanya konflik kepentingan.
00:42Mari kita lihat pimpinan BGN hari ini.
00:47Ibu Nani, posisinya masih sebagai komisaris independen pertanian.
00:55Mari kita lihat wakilnya, Ibu Arun.
01:01Masih sebagai wakil komisaris PT Pertamina Patra Niaga.
01:11Sekaligus, pernah juga menjabat sebagai wakil kepala BPKP dan seterusnya.
01:21Bagaimana dengan Majen Purnawirawan Trenggono?
01:27Beliau masih statusnya sebagai wakil utama PT Agrinas.
01:32Jadi kalau programnya, program baik dikelola dengan busuk, mohon maaf.
01:40Tidak akan terjadi apapun.
01:42Mimpi besar 2045 gak akan pernah terwujud.
01:45Karena memang desainnya sudah didesain sedemikian rupa untuk perburuan rente.
01:50Rentenya cukup panjang Bapak Ibu semua.
01:54Saya dapat cerita, di lapangan ada SPPG yang dikelola juga.
02:01Ada yayasan yang kemudian mengelola SPPG.
02:04Dan kemudian yayasan itu punya toko sembako.
02:08Bagaimana UMKM sekitar, pedagang beras, pedagang telur, pedagang cabai, pedagang gula itu menerima manfaat?
02:18Tidak di lapangan faktualnya demikian.
02:22Mimpi besar akan melibatkan kelompok-kelompok peternak.
02:26Mimpi besar akan melibatkan kelompok petani.
02:30Bohong besar.
02:32Mas Med sudah sampaikan.
02:34Lima yayasan besar yang mengelola dapur SPPG.
02:43Bagaimana kita mau percaya teman-teman di kepolisian kalau menemukan SPPG bermasalah jika kepolisian sendiri juga mengelola dapur?
02:54Jadi tidak ada alasan yang kuat.
02:57Kami mencoba untuk menyusun mind map dari kacamata publik seperti biasa.
03:03Kami mencoba untuk menelusuri, mencari alasan apa yang kuat jika MBG dilanjutkan.
03:11Kami tidak menemukan indikator yang kuat untuk melanjutkan makan bergisi gratis.
03:20Jadi, tawaran kami adalah hentikan program makan bergisi gratis.
03:27Teman-teman komisi 9 sudah sampaikan sedemikian panjang pada badan gisi nasional.
03:35Begitu ya, dari awal tahun ketika program ini berjalan begitu.
03:42Apakah didengar? Tidak.
03:44Nah, problemnya di mana?
03:47Nampaknya memang ada magnitudenya dari presiden.
03:56Jadi, lagi-lagi saya sependapat dengan mas media tadi.
04:02Kami tidak akan memperdebatkan itu karena kami punya posisi tawar yang cukup tegas.
04:08Dalam konteks pengadaan misalnya, mari kita bertanya, setidaknya pada diri sendiri gitu.
04:18Apa alasannya kemudian badan gisi nasional menyetujui yayasan A dan yayasan B untuk mengelola dapur?
04:28Hingga hari ini kita tidak pernah dapet sistem penilaian seperti apa.
04:35Semua pengadaan-pengadaan badan gisi nasional itu besar sekali anggarannya.
04:40Ada review MBG kalau tidak salah, 1,2 triliun rupiah.
04:48Kita konsorsium, sorry mohon maaf, koalisi bikin MBG Watch.
04:54Tidak lebih dari 10 juta.
04:56Mas Bet ya.
04:58Cuman sewa server, Pak.
05:05MBG Watch itu pengaduannya cukup dengan WhatsApp.
05:10Tidak perlu buka sistem, cukup dengan kirim WhatsApp.
05:13Kami menemukan ini, kami dapat fotonya, kami dapat geotagging-nya.
05:20Memang bukan aplikasi, tapi aplikasi include di dalam WhatsApp.
05:25WhatsApp bot.
05:26Yang kemudian datanya masuk ke dalam website mbgwatch.org.
05:30Jadi saya mau bilang bahwa lagi-lagi titik tekannya adalah tidak punya alasan yang kuat untuk melanjutkan program makan bergisi
05:41gratis.
05:42Demikian kira-kira teman-teman.
Komentar

Dianjurkan