00:00Bakaran TPA selalu berimbas pada kesehatan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
00:03Untuk membahasnya, kami sudah bersama dengan Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia,
00:09Chandra Yoga Adhita Mas.
00:10Selamat malam, Prof Chandra.
00:13Selamat malam, Mas.
00:14Prof, ini gas berbahaya bercampur dalam asap imbas dari kebakaran TPA jati waringin.
00:20Sebetulnya bagaimana ancaman bagi kesehatan warga sekitar, Prof?
00:25Ya, ini kan yang terbakar TPA ya, yang besar gitu ya.
00:29Nah, pada tahun 2025, tahun lalu, WHO bahkan sudah mengeluarkan imbauan begitu tentang bahaya bukan kebakaran yang besar,
00:37tapi membakar sampah.
00:38Membakar sampah yang rumah tangga itu juga penyebabkan gangguan kesehatan,
00:42apalagi kalau TPA yang beberapa hektare seperti ini.
00:45Jadi jelas mengganggu kesehatan.
00:47Kenapa dia mengganggu kesehatan?
00:49Pertama, karena memang bahan yang terbakar.
00:52Karena ini kan sampah rumah tangga.
00:54Dia bisa gelas, bisa plastik, bisa bahan organik makanan, bukan tidak mungkin ada bahan kimia.
01:00Ada macam-macam yang terbakar begitu, dan itu keluar ke udara dan menimbulkan paling tidak tiga kelompok.
01:07Satu kelompok adalah gas.
01:08Ada beberapa jenis gas, dan kalau kita baca ada jurnal.
01:13Kenapa jurnal ini penting saya sebut?
01:14Karena nama jurnalnya sustainability.
01:17Jadi untuk keberlanjutan dunia lah begitu ya.
01:21Dia menyebutkan ada delapan gas.
01:23Delapan gas itu antara lain metana, H2S, SCO, CO2, NO2, SO2, begitu ya.
01:32Nah, ini kelompok pertama.
01:34Tapi ada kelompok kedua yang namanya bahan padat yang disebut sebagai particulate matter.
01:38Particulate matter ini terbagi dalam tiga ukuran.
01:40Ada yang ukurannya 10 mikron, 1 mikron itu 0,001 mm.
01:45Yang kedua ada yang PM5, dan yang ketiga ada PM2,5.
01:48Nah, PM2,5 ini kecil banget yang kemudian bisa masuk ke dalam saluran pernafasan
01:52dan menimbulkan gangguan di dalam parodasian pernafasan.
01:55Jadi ada gas, ada partikel, dan ada bahan lain seperti polisiklik aromatik hidrokarbon,
02:02ada juga dioksin, ada juga bahan kimia.
02:04Ini yang menyebabkan gangguan padahal manusia.
02:06Nah, itu gangguan seperti apa?
02:08Gejalannya bagaimana yang bisa dirasakan warga?
02:10Apakah cukup ketika perawatan di rumah sakit selesai?
02:13Bisa hilang begitu saja nanti gangguan yang ada dalam tubuhnya?
02:18Nah, karena ini tadi bicara soal pernafasan,
02:21kalau di pernafasan ada tiga kemungkinan gangguan,
02:23plus ada kemungkinan gangguan kesehatan yang lainnya.
02:25Kalau di pernafasan yang pertama yang lebih ringan itu iritasi.
02:28Jadi karena ada asap yang masuk, kemudian terangsang,
02:31kemudian bisa batuk, itu iritasi.
02:34Tapi yang kedua, yang banyak diberitakan saat ini adalah sudah terjadi infeksi.
02:38Infeksi seluruh pernafasan akut, ISPA.
02:40Itu bisa terjadi infeksi mulai dari atas,
02:42dan kalau berat bisa sampai ke bawah.
02:44Jadi kalau pertanyaannya masih berakhir, apakah masuk rumah sakit baris,
02:48tergantung seberapa besar infeksinya sudah terjadi.
02:50Itu yang kedua.
02:51Tapi yang ketiga, juga ada perburukan.
02:53Jadi kalau orangnya ada asma, ada penyakit paru obstructive chronic,
02:57maka itu bisa eksaserbasi.
03:01Sesaknya bangkit, sesaknya bangun,
03:03dan itu berhatiinnya tergantung berapa besar asma dan PPK yang terjadi.
03:07Itu yang paru.
03:08Tapi selain paru, tadi juga sudah dibahas,
03:10dia bisa gangguan di mata, karena iritasi bisa ke mata, bisa juga ke kulit.
03:14Dan kalau polusi, tadi kita dengar salah satu warga bilang sudah dapat air ya.
03:18Ya, alhamdulillah kalau airnya bersih.
03:20Tapi kalau polusi yang terbang itu kemudian jatuh ke makanan,
03:23dan makanan yang kotor dan makanan yang termakan,
03:24maka bisa digangguan, bisa luar ancerna juga begitu.
03:27Prof, ini kan banyak TPA yang lokasinya berdekatan juga dengan pemukiman.
03:31Sementara pengolahan sampah belum optimal, masih krisis nih.
03:35Bagaimana warga harus menjaga kesehatan,
03:38atau pelindungan seperti apa yang harus dilakukan oleh pemerintah, Prof?
03:41Kalau bicara pelindungan, bukan warganya.
03:44TPA yang mesti diatur begitu.
03:46Tadi saya sudah mulai dengan,
03:48jangankan TPA yang berhektar-hektar.
03:49Pembakaran sampah pun sebenarnya menimbulkan masalah bagi kesehatan.
03:52Dan itu harus dikendalikan.
03:53Apalagi kalau TPA berhektar-hektar seperti ini.
03:56Jadi masih ada upaya, teknologi,
03:57dan kalau di dalam jurnal yang sustainability itu,
04:00dia bilang pakai AI, pakai machine learning,
04:02pakai deep, deep apa, saya lupa satu lagi,
04:06itu ada teknologi sehingga
04:09tepat pemohon sampah yang besar ini bisa terkendali dengan lebih baik
04:12dan tidak menimbulkan kebakaran seperti ini.
04:13Jadi yang mesti ditangani sumbernya.
04:15Warga sih bisa saja mencoba melindungi diri,
04:19pakai masker atau pakai respirator yang lebih keren.
04:21Tapi kan kalau sumbernya terus ada,
04:23apalagi kalau lama seperti ini ya tentu akan mengganggu.
04:25Jadi permohonannya tentu kepada pemerintah,
04:28tolong TPA-TPA ini dijaga dengan baik,
04:30dikelola dengan baik,
04:31dengan teknologi pengelolaan sampah yang baik
04:33supaya jangan sampai menimbulkan kebakaran
04:35dan polusi seperti yang terjadi sekarang.
04:37Apakah yang mengancam polusi hanya dalam bentuk udara
04:40atau justru ada yang lebih bahaya seperti air yang terkontaminasi, Prof?
04:46Tiga-tiganya, udara, air, dan darat.
04:49Jadi daratannya juga bisa terkontaminasi,
04:51air yang lewat situ juga bisa terkontaminasi.
04:53Dan yang udara ini seperti yang disampaikan,
04:55dia bisa jatuh ke sumur warga misalnya.
04:57Atau jatuh ke makanan yang ada di jual sekitar situ.
05:00Jadi memang polusinya ini,
05:02kenapa di WHO mengangkat soal kebakaran sampah ini,
05:05bisa mengganggu juga environment secara keseluruhan.
05:07Jadi memang polusinya bukan hanya udara,
05:09walaupun utamanya udara karena udara langsung kelihatan,
05:12orang yang langsung batuk, dan sebagainya.
05:13Oke, semoga ini menjadi alarm bagaimana pengelolaan sampah kita
05:16harus lebih aman dan juga bisa menjaga kesehatan warga yang berada di sekitar.
05:21Terima kasih, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia,
05:25Chandra Yoga Aditama,
05:27telah menyampaikan pandangannya di program Kepas Malam hari ini.
05:29Terima kasih, Prof.
05:31Terima kasih, Pak.
Komentar