Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Warga korban kebakaran TPA Jatiwaringin mengeluhkan sejumlah gangguan kesehatan di saluran pernapasan akibat asap kebakaran. Berikut laporan jurnalis Esra Ambarita dan juru kamera M. Andhika dari Desa Tanjakan Mekar, Kabupaten Tangerang.

Kebakaran TPA selalu berimbas pada kesehatan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Untuk membahasnya, bersama kami Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Candra Yoga Aditama.

#kesehatanwarga #kebakaranTPA #jawaringin

Baca Juga Terjebak Banjir, Warga Guangxi Tiongkok Diselamatkan Menggunakan Drone | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/internasional/679673/terjebak-banjir-warga-guangxi-tiongkok-diselamatkan-menggunakan-drone-berita-utama



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/679681/ketua-majelis-kehormatan-pdpi-soroti-kesehatan-warga-terdampak-asap-kebakaran-tpa-jatiwaringin
Transkrip
00:00Bakaran TPA selalu berimbas pada kesehatan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
00:03Untuk membahasnya, kami sudah bersama dengan Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia,
00:09Chandra Yoga Adhita Mas.
00:10Selamat malam, Prof Chandra.
00:13Selamat malam, Mas.
00:14Prof, ini gas berbahaya bercampur dalam asap imbas dari kebakaran TPA jati waringin.
00:20Sebetulnya bagaimana ancaman bagi kesehatan warga sekitar, Prof?
00:25Ya, ini kan yang terbakar TPA ya, yang besar gitu ya.
00:29Nah, pada tahun 2025, tahun lalu, WHO bahkan sudah mengeluarkan imbauan begitu tentang bahaya bukan kebakaran yang besar,
00:37tapi membakar sampah.
00:38Membakar sampah yang rumah tangga itu juga penyebabkan gangguan kesehatan,
00:42apalagi kalau TPA yang beberapa hektare seperti ini.
00:45Jadi jelas mengganggu kesehatan.
00:47Kenapa dia mengganggu kesehatan?
00:49Pertama, karena memang bahan yang terbakar.
00:52Karena ini kan sampah rumah tangga.
00:54Dia bisa gelas, bisa plastik, bisa bahan organik makanan, bukan tidak mungkin ada bahan kimia.
01:00Ada macam-macam yang terbakar begitu, dan itu keluar ke udara dan menimbulkan paling tidak tiga kelompok.
01:07Satu kelompok adalah gas.
01:08Ada beberapa jenis gas, dan kalau kita baca ada jurnal.
01:13Kenapa jurnal ini penting saya sebut?
01:14Karena nama jurnalnya sustainability.
01:17Jadi untuk keberlanjutan dunia lah begitu ya.
01:21Dia menyebutkan ada delapan gas.
01:23Delapan gas itu antara lain metana, H2S, SCO, CO2, NO2, SO2, begitu ya.
01:32Nah, ini kelompok pertama.
01:34Tapi ada kelompok kedua yang namanya bahan padat yang disebut sebagai particulate matter.
01:38Particulate matter ini terbagi dalam tiga ukuran.
01:40Ada yang ukurannya 10 mikron, 1 mikron itu 0,001 mm.
01:45Yang kedua ada yang PM5, dan yang ketiga ada PM2,5.
01:48Nah, PM2,5 ini kecil banget yang kemudian bisa masuk ke dalam saluran pernafasan
01:52dan menimbulkan gangguan di dalam parodasian pernafasan.
01:55Jadi ada gas, ada partikel, dan ada bahan lain seperti polisiklik aromatik hidrokarbon,
02:02ada juga dioksin, ada juga bahan kimia.
02:04Ini yang menyebabkan gangguan padahal manusia.
02:06Nah, itu gangguan seperti apa?
02:08Gejalannya bagaimana yang bisa dirasakan warga?
02:10Apakah cukup ketika perawatan di rumah sakit selesai?
02:13Bisa hilang begitu saja nanti gangguan yang ada dalam tubuhnya?
02:18Nah, karena ini tadi bicara soal pernafasan,
02:21kalau di pernafasan ada tiga kemungkinan gangguan,
02:23plus ada kemungkinan gangguan kesehatan yang lainnya.
02:25Kalau di pernafasan yang pertama yang lebih ringan itu iritasi.
02:28Jadi karena ada asap yang masuk, kemudian terangsang,
02:31kemudian bisa batuk, itu iritasi.
02:34Tapi yang kedua, yang banyak diberitakan saat ini adalah sudah terjadi infeksi.
02:38Infeksi seluruh pernafasan akut, ISPA.
02:40Itu bisa terjadi infeksi mulai dari atas,
02:42dan kalau berat bisa sampai ke bawah.
02:44Jadi kalau pertanyaannya masih berakhir, apakah masuk rumah sakit baris,
02:48tergantung seberapa besar infeksinya sudah terjadi.
02:50Itu yang kedua.
02:51Tapi yang ketiga, juga ada perburukan.
02:53Jadi kalau orangnya ada asma, ada penyakit paru obstructive chronic,
02:57maka itu bisa eksaserbasi.
03:01Sesaknya bangkit, sesaknya bangun,
03:03dan itu berhatiinnya tergantung berapa besar asma dan PPK yang terjadi.
03:07Itu yang paru.
03:08Tapi selain paru, tadi juga sudah dibahas,
03:10dia bisa gangguan di mata, karena iritasi bisa ke mata, bisa juga ke kulit.
03:14Dan kalau polusi, tadi kita dengar salah satu warga bilang sudah dapat air ya.
03:18Ya, alhamdulillah kalau airnya bersih.
03:20Tapi kalau polusi yang terbang itu kemudian jatuh ke makanan,
03:23dan makanan yang kotor dan makanan yang termakan,
03:24maka bisa digangguan, bisa luar ancerna juga begitu.
03:27Prof, ini kan banyak TPA yang lokasinya berdekatan juga dengan pemukiman.
03:31Sementara pengolahan sampah belum optimal, masih krisis nih.
03:35Bagaimana warga harus menjaga kesehatan,
03:38atau pelindungan seperti apa yang harus dilakukan oleh pemerintah, Prof?
03:41Kalau bicara pelindungan, bukan warganya.
03:44TPA yang mesti diatur begitu.
03:46Tadi saya sudah mulai dengan,
03:48jangankan TPA yang berhektar-hektar.
03:49Pembakaran sampah pun sebenarnya menimbulkan masalah bagi kesehatan.
03:52Dan itu harus dikendalikan.
03:53Apalagi kalau TPA berhektar-hektar seperti ini.
03:56Jadi masih ada upaya, teknologi,
03:57dan kalau di dalam jurnal yang sustainability itu,
04:00dia bilang pakai AI, pakai machine learning,
04:02pakai deep, deep apa, saya lupa satu lagi,
04:06itu ada teknologi sehingga
04:09tepat pemohon sampah yang besar ini bisa terkendali dengan lebih baik
04:12dan tidak menimbulkan kebakaran seperti ini.
04:13Jadi yang mesti ditangani sumbernya.
04:15Warga sih bisa saja mencoba melindungi diri,
04:19pakai masker atau pakai respirator yang lebih keren.
04:21Tapi kan kalau sumbernya terus ada,
04:23apalagi kalau lama seperti ini ya tentu akan mengganggu.
04:25Jadi permohonannya tentu kepada pemerintah,
04:28tolong TPA-TPA ini dijaga dengan baik,
04:30dikelola dengan baik,
04:31dengan teknologi pengelolaan sampah yang baik
04:33supaya jangan sampai menimbulkan kebakaran
04:35dan polusi seperti yang terjadi sekarang.
04:37Apakah yang mengancam polusi hanya dalam bentuk udara
04:40atau justru ada yang lebih bahaya seperti air yang terkontaminasi, Prof?
04:46Tiga-tiganya, udara, air, dan darat.
04:49Jadi daratannya juga bisa terkontaminasi,
04:51air yang lewat situ juga bisa terkontaminasi.
04:53Dan yang udara ini seperti yang disampaikan,
04:55dia bisa jatuh ke sumur warga misalnya.
04:57Atau jatuh ke makanan yang ada di jual sekitar situ.
05:00Jadi memang polusinya ini,
05:02kenapa di WHO mengangkat soal kebakaran sampah ini,
05:05bisa mengganggu juga environment secara keseluruhan.
05:07Jadi memang polusinya bukan hanya udara,
05:09walaupun utamanya udara karena udara langsung kelihatan,
05:12orang yang langsung batuk, dan sebagainya.
05:13Oke, semoga ini menjadi alarm bagaimana pengelolaan sampah kita
05:16harus lebih aman dan juga bisa menjaga kesehatan warga yang berada di sekitar.
05:21Terima kasih, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia,
05:25Chandra Yoga Aditama,
05:27telah menyampaikan pandangannya di program Kepas Malam hari ini.
05:29Terima kasih, Prof.
05:31Terima kasih, Pak.
Komentar

Dianjurkan