Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di tengah prosesi pemakaman Ali Khamenei, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Amerika Serikat menyerang sejumlah target Iran saat suasana duka nasional.

Pertanyaannya, apakah operasi militer ini benar-benar karena sikap Iran di Selat Hormuz, atau ada tekanan dari Washington dalam poin kesepakatan yang masih dikaji oleh kedua belah pihak?

Kita bahas bersama praktisi dan pengajar hubungan internasional, Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja.

#AS #IRAN #ALIKHAMENEI

Baca Juga [FULL] Pakar TPPU Yenti Ganarsih Soal Penggeledahan Polisi Terkait 3 Kasus Korupsi di https://www.kompas.tv/nasional/679659/full-pakar-tppu-yenti-ganarsih-soal-penggeledahan-polisi-terkait-3-kasus-korupsi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/679660/praktisi-hi-soroti-soal-serangan-as-ditengah-proses-pemakaman-pemimpin-tertinggi-iran-ali-khamenei
Transkrip
00:00Di tengah prosesi pemakaman Ali Khamenei, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat.
00:05Amerika Serikat menyirang sejumlah target Iran saat solsana duka nasional.
00:09Pertanyaannya, apakah operasi militer ini benar-benar karena sikap Iran di Selat Hormuz
00:14atau ada tekanan dari Washington dalam poin kesepakatan yang masih dikaji oleh kedua belah pihak?
00:19Kita bahas bersama praktisi dan pengajar hubungan internasional Sinergi Polisis, Dina Praptor Harja.
00:25Selamat malam, Mbak Dina.
00:27Selamat malam, Mbak Ilona.
00:28Langsung ke pertanyaan pertama, Mbak Dina.
00:30Kira-kira, mengapa Amerika Serikat memilih menyerang Iran dalam suasana duka Iran?
00:37Tanggal 11 Juli itu akan ada diagendakan pertemuan lagi di Islamabad,
00:44negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran.
00:48Jadi itu salah satu timeline yang paling mendesak, tinggal dua hari lagi.
00:52Dan muncul kembali ya bahwa Amerika Serikat menggunakan strategi tekanan militer untuk mendapatkan deal yang lebih baik.
01:03Tadi seperti kita lihat, pernyataan Trump itu kan sebenarnya bersayap ya.
01:07Di satu sisi dia bilang tidak percaya lagi pada Iran, tapi di sisi lain juga dia masih minta negosiasi.
01:13Jadi artinya itu ada inkonsistensi lah dari statement dia.
01:19Jadi artinya ini memang strategi dari Amerika Serikat untuk lebih menekan Iran.
01:24Satu hal juga yang tidak diceritakan itu adalah bahwa sebelum kejadian Iran itu menembak tiga kapal komersial itu,
01:33dari pihak Amerika Serikat mencabut janjinya untuk melepas sanksi ekonomi kepada Iran.
01:43Jadi saat ini Iran belum bisa melakukan perdagangan minyaknya.
01:47Padahal itu kan yang menjadi satu bagian penting dari nota kesepahaman waktu itu.
01:52Sebelum kita bicara soal inkonsistensi Trump yang berulang kali jadi pembahasan kita, Mbak Dina.
01:57Pertanyaan adalah ketika serangan lakukan Amerika Serikat di masa berduka Iran,
02:02apa kira-kira pesan politik yang disampaikan oleh Trump?
02:07Trump mengejek ya bahwa, ini saling ejek sih sebenarnya antara Amerika Serikat dengan Iran.
02:14Kita perlu melihat bahwa dua negara ini sebenarnya akan sangat sulit didamaikan dalam situasi yang paling kooperatif sekalipun.
02:23Dua negara ini dalam posisi kepentingan yang totally berbeda, yang sangat-sangat berbeda.
02:29Amerika Serikat saya lihat kesimpulannya sebenarnya tetap ingin berusaha mempertahankan
02:34influence-nya, pengaruhnya dia yang sangat kuat di kawasan dan juga di tingkat global.
02:39Tidak ada ruang untuk power lain.
02:43Dan Iran saat ini berusaha untuk punya power dengan cara keluar dari isolasi ekonominya.
02:51Jadi dua hal ini adalah dua hal yang sangat bertolak belakang.
02:55Jadi kalau dilihat dari perkembangan situasinya, sebenarnya dari segi domestik Amerika Serikat kan sudah makin menekan Trump ya.
03:04Dengan kemarin di Kongres ada satu keputusan, war power resolution juga dikeluarkan oleh Senat.
03:11Artinya sebenarnya Trump tidak lagi punya kuasa untuk semena-mena melanjutkan perang dengan Iran.
03:17Tapi faktanya dia belum selesai dengan agendanya, sehingga dengan apapun yang ada di kuasanya saat ini,
03:25sampai nanti Kongres protes lagi.
03:28Karena sebenarnya implikasinya di dalam negeri adalah agenda lain termasuk isu-isu yang juga butuh budget lebih,
03:36itu diabaikan oleh Trump.
03:38Itu kan artinya resistensi dari dalam negeri, kita tunggu aja munculnya bagaimana dan kapan gitu ya.
03:44Tapi dari segi Iran, yang menahan Iran untuk melakukan serangan lebih keras lagi itu adalah mitra-mitra di kawasan.
03:54Turki, Pakistan, Qatar, itu semua berusaha untuk meyakinkan Iran secukupnya saja gitu.
04:02Melakukan, menunjukkan kekuatannya.
04:06Karena mereka harus, memang kayaknya di dua negara ini, karena tadi bertolak belakang ya,
04:11dua-duanya sama-sama harus menunjukkan powerful gitu, masih kuat gitu.
04:16Tapi meskipun apa Iran tampak akan menahan setelah diserang oleh Amerika Serikat,
04:22apakah akan membuat Iran tetap mendengarkan negara sekutunya,
04:26atau justru akan membalas lebih besar lagi terhadap Amerika Serikat?
04:30Kalau dilihat kepentingan negara-negara tetangga di Iran, kepentingan mereka sebenarnya stabilitas.
04:38Dan dari berbagai macam pihak, termasuk Saudi maupun misalnya Turki ya,
04:44yang dua-duanya itu adalah mitra dekat dari Amerika Serikat, boleh dikatakan juga sekutu dari Amerika Serikat,
04:50dua-duanya mengambil posisi yang sebenarnya tidak selaras dengan Amerika Serikat.
04:54Misalnya Turki, terang-terangan kemarin juga pasca dia, ada NATO Summit ya,
05:00KTT, Konferensi Tingkat Tinggi NATO, juga mengatakan bahwa wilayah udara dia,
05:05nggak boleh digunakan untuk menyerang Iran.
05:08Dan Saudi juga melakukan perjanjian dengan negara-negara di Teluk,
05:14untuk menciptakan atau mendahulukan stabilitas di kawasan.
05:17Jadi menurut saya karena agenda negara-negara kawasan itu sebenarnya adalah
05:23untuk mendahulukan komunikasi, dialog, inilah yang akan menjadi peredam ya,
05:29bagi Amerika Serikat maupun Iran.
05:32Walaupun kita belum melihat lagi nih, sekarang kalau Amerika Serikat menyala kembali,
05:37Israel responnya apa?
05:39Tapi apakah artinya Anda tidak melihat akan ada potensi perang lagi mungkin yang lebih besar?
05:45Saya melihat bahwa perang itu sebenarnya nggak akan ada selesainya sih,
05:50antara mereka berdua.
05:51Tapi skalanya saja yang mungkin akan dimanage gitu ya,
05:56bukan hanya oleh kedua negara, tapi oleh negara-negara tetangga.
06:00Oke baik, Mbak Dina pertanyaannya adalah kita melihat sikap Trump yang tidak konsisten.
06:06Satu sisi mengatakan bahwa kesepakatan kemarin sudah berakhir,
06:10tapi satu sisi dia tetap ingin melanjutkan.
06:13Apa sih maunya si Trump ini?
06:14Jangan dijawab dulu, kita selamat kembali saudara.
06:16Tetap di Sampai Indonesia Malam.
Komentar

Dianjurkan