00:00Di tengah prosesi pemakaman Ali Khamenei, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat.
00:05Amerika Serikat menyirang sejumlah target Iran saat solsana duka nasional.
00:09Pertanyaannya, apakah operasi militer ini benar-benar karena sikap Iran di Selat Hormuz
00:14atau ada tekanan dari Washington dalam poin kesepakatan yang masih dikaji oleh kedua belah pihak?
00:19Kita bahas bersama praktisi dan pengajar hubungan internasional Sinergi Polisis, Dina Praptor Harja.
00:25Selamat malam, Mbak Dina.
00:27Selamat malam, Mbak Ilona.
00:28Langsung ke pertanyaan pertama, Mbak Dina.
00:30Kira-kira, mengapa Amerika Serikat memilih menyerang Iran dalam suasana duka Iran?
00:37Tanggal 11 Juli itu akan ada diagendakan pertemuan lagi di Islamabad,
00:44negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran.
00:48Jadi itu salah satu timeline yang paling mendesak, tinggal dua hari lagi.
00:52Dan muncul kembali ya bahwa Amerika Serikat menggunakan strategi tekanan militer untuk mendapatkan deal yang lebih baik.
01:03Tadi seperti kita lihat, pernyataan Trump itu kan sebenarnya bersayap ya.
01:07Di satu sisi dia bilang tidak percaya lagi pada Iran, tapi di sisi lain juga dia masih minta negosiasi.
01:13Jadi artinya itu ada inkonsistensi lah dari statement dia.
01:19Jadi artinya ini memang strategi dari Amerika Serikat untuk lebih menekan Iran.
01:24Satu hal juga yang tidak diceritakan itu adalah bahwa sebelum kejadian Iran itu menembak tiga kapal komersial itu,
01:33dari pihak Amerika Serikat mencabut janjinya untuk melepas sanksi ekonomi kepada Iran.
01:43Jadi saat ini Iran belum bisa melakukan perdagangan minyaknya.
01:47Padahal itu kan yang menjadi satu bagian penting dari nota kesepahaman waktu itu.
01:52Sebelum kita bicara soal inkonsistensi Trump yang berulang kali jadi pembahasan kita, Mbak Dina.
01:57Pertanyaan adalah ketika serangan lakukan Amerika Serikat di masa berduka Iran,
02:02apa kira-kira pesan politik yang disampaikan oleh Trump?
02:07Trump mengejek ya bahwa, ini saling ejek sih sebenarnya antara Amerika Serikat dengan Iran.
02:14Kita perlu melihat bahwa dua negara ini sebenarnya akan sangat sulit didamaikan dalam situasi yang paling kooperatif sekalipun.
02:23Dua negara ini dalam posisi kepentingan yang totally berbeda, yang sangat-sangat berbeda.
02:29Amerika Serikat saya lihat kesimpulannya sebenarnya tetap ingin berusaha mempertahankan
02:34influence-nya, pengaruhnya dia yang sangat kuat di kawasan dan juga di tingkat global.
02:39Tidak ada ruang untuk power lain.
02:43Dan Iran saat ini berusaha untuk punya power dengan cara keluar dari isolasi ekonominya.
02:51Jadi dua hal ini adalah dua hal yang sangat bertolak belakang.
02:55Jadi kalau dilihat dari perkembangan situasinya, sebenarnya dari segi domestik Amerika Serikat kan sudah makin menekan Trump ya.
03:04Dengan kemarin di Kongres ada satu keputusan, war power resolution juga dikeluarkan oleh Senat.
03:11Artinya sebenarnya Trump tidak lagi punya kuasa untuk semena-mena melanjutkan perang dengan Iran.
03:17Tapi faktanya dia belum selesai dengan agendanya, sehingga dengan apapun yang ada di kuasanya saat ini,
03:25sampai nanti Kongres protes lagi.
03:28Karena sebenarnya implikasinya di dalam negeri adalah agenda lain termasuk isu-isu yang juga butuh budget lebih,
03:36itu diabaikan oleh Trump.
03:38Itu kan artinya resistensi dari dalam negeri, kita tunggu aja munculnya bagaimana dan kapan gitu ya.
03:44Tapi dari segi Iran, yang menahan Iran untuk melakukan serangan lebih keras lagi itu adalah mitra-mitra di kawasan.
03:54Turki, Pakistan, Qatar, itu semua berusaha untuk meyakinkan Iran secukupnya saja gitu.
04:02Melakukan, menunjukkan kekuatannya.
04:06Karena mereka harus, memang kayaknya di dua negara ini, karena tadi bertolak belakang ya,
04:11dua-duanya sama-sama harus menunjukkan powerful gitu, masih kuat gitu.
04:16Tapi meskipun apa Iran tampak akan menahan setelah diserang oleh Amerika Serikat,
04:22apakah akan membuat Iran tetap mendengarkan negara sekutunya,
04:26atau justru akan membalas lebih besar lagi terhadap Amerika Serikat?
04:30Kalau dilihat kepentingan negara-negara tetangga di Iran, kepentingan mereka sebenarnya stabilitas.
04:38Dan dari berbagai macam pihak, termasuk Saudi maupun misalnya Turki ya,
04:44yang dua-duanya itu adalah mitra dekat dari Amerika Serikat, boleh dikatakan juga sekutu dari Amerika Serikat,
04:50dua-duanya mengambil posisi yang sebenarnya tidak selaras dengan Amerika Serikat.
04:54Misalnya Turki, terang-terangan kemarin juga pasca dia, ada NATO Summit ya,
05:00KTT, Konferensi Tingkat Tinggi NATO, juga mengatakan bahwa wilayah udara dia,
05:05nggak boleh digunakan untuk menyerang Iran.
05:08Dan Saudi juga melakukan perjanjian dengan negara-negara di Teluk,
05:14untuk menciptakan atau mendahulukan stabilitas di kawasan.
05:17Jadi menurut saya karena agenda negara-negara kawasan itu sebenarnya adalah
05:23untuk mendahulukan komunikasi, dialog, inilah yang akan menjadi peredam ya,
05:29bagi Amerika Serikat maupun Iran.
05:32Walaupun kita belum melihat lagi nih, sekarang kalau Amerika Serikat menyala kembali,
05:37Israel responnya apa?
05:39Tapi apakah artinya Anda tidak melihat akan ada potensi perang lagi mungkin yang lebih besar?
05:45Saya melihat bahwa perang itu sebenarnya nggak akan ada selesainya sih,
05:50antara mereka berdua.
05:51Tapi skalanya saja yang mungkin akan dimanage gitu ya,
05:56bukan hanya oleh kedua negara, tapi oleh negara-negara tetangga.
06:00Oke baik, Mbak Dina pertanyaannya adalah kita melihat sikap Trump yang tidak konsisten.
06:06Satu sisi mengatakan bahwa kesepakatan kemarin sudah berakhir,
06:10tapi satu sisi dia tetap ingin melanjutkan.
06:13Apa sih maunya si Trump ini?
06:14Jangan dijawab dulu, kita selamat kembali saudara.
06:16Tetap di Sampai Indonesia Malam.
Komentar