Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tiga santri pondok pesantren di Dusun Sengkol, Lombok Tengah, NTB, diduga dibakar oleh senior mereka. Ketiganya mengalami luka bakar serius, dan satu orang di antaranya meninggal dunia.

Kedua korban selamat yang mengalami luka bakar serius masih merasa kesakitan di sekujur tubuhnya, karena beberapa luka bakar belum mengering.

Tangan salah satu korban masih membutuhkan penanganan medis. Sementara korban lainnya mengalami luka yang parah, bahkan sampai mengenai wajah. Keduanya mengalami cacat permanen akibat tindakan keji yang diduga dilakukan oleh senior mereka di pesantren tempat mereka menimba ilmu. Sementara satu santri lain meninggal dunia.

Kapolda NTB, Irjen Polisi Kalingga Rendra Raharja, yang menyambangi korban menyebut hingga saat ini sudah memanggil sejumlah orang saksi, termasuk pimpinan ponpes.

Dalam waktu dekat, gelar perkara juga akan dilakukan di Polres Lombok Tengah untuk menentukan tersangka dalam kasus ini.

#santri #ponpes #penganiayaan

Baca Juga Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Susunan Pemain dan H2H di https://www.kompas.tv/olahraga/679615/prediksi-skor-prancis-vs-maroko-di-piala-dunia-2026-susunan-pemain-dan-h2h



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/679623/polisi-akan-gelar-perkara-soal-kasus-3-santri-yang-diduga-dibakar-senior-sapa-malam
Transkrip
00:00Bergeser ke berita lain, tiga santri pondok pesantren di Dusun Sengkol, Lombok Tengah, NTB diduga dibakar oleh senil mereka.
00:07Ketiganya mengalami luka bakar serius dan satu orang di antaranya meninggal dunia.
00:14Kedua korban selamat yang mengalami luka bakar serius masih merasa kesakitan di sekujur tubuhnya karena beberapa luka bakar belum mengering.
00:23Tangan salah satu korban masih membutuhkan penanganan medis, sementara korban lainnya mengalami luka yang parah bahkan sampai mengenai wajah.
00:32Keduanya mengalami cacat permanen akibat tindakan keji yang diduga dilakukan oleh senior mereka di pesantren tempat mereka menimba ilmu.
00:40Sementara satu santri lain meninggal dunia.
00:43Kapolda NTB Irjain Polisi Kalinga Rendra Harja yang menyambangi korban menyebut hingga saat ini sudah memanggil sejumlah orang saksi
00:52termasuk pimpinan PONFES.
00:54Dalam waktu dekat, gelar perkara juga akan dilakukan di Polres Lombok Tengah untuk menentukan tersangka dalam kasus ini.
01:05Kegiatan penyidikan dan insya Allah di dalam laki mungkin dari semis akan dilakukan gelar perkara.
01:14Dan dari gelar perkara itu diambil kesimpulan akan ada insya Allah ada penutupan tersangka untuk melakukan penyidikan.
01:22Yang insya Allah nanti pada hari Kamis dan Kamis sudah ada penetapan di sana.
01:31Sementara itu pihak keluarga berharap anak mereka bisa sembuh dan kembali ke sekolah meskipun dengan kondisi yang tidak lagi sempurna.
01:38Pihak keluarga juga kecewa dengan sikap pimpinan PONFES.
01:41Yang terkesan lepas tanggung jawab atas apa yang terjadi kepada anak mereka.
01:46Sebelumnya pihak keluarga sempat didatangi seorang pengacara yang meminta tanda tangan wali korban tanpa menjelaskan tujuan dari penandatanganan itu.
01:56Keluarga mengaku tidak tahu menau terkait dengan berkas damai yang disedorkan sang pengacara.
02:04Sejak pertama kita tanyakan, nah itu katanya, jangan katanya kasihan, ibu tidak punya uang untuk bayar.
02:12Memang mau bayar apa?
02:14Saya kan juga sempat bertanya-tanya, berpikir.
02:17Apa yang mau dibayar, nanti kan kalau keluar katanya ini kita bayar 5 juta.
02:24Kalau lapor?
02:25Kalau lapor katanya si ini masih tanyakan juga nanti.
02:28Paling saya harapkan, pengen melihat anak sekolah lagi bisa sembuh.
02:34Tidak mungkin, kan tidak mungkin sampai seperti semula sembuh sempurna total.
02:40Pasti banyak kekurangan juga.
Komentar

Dianjurkan