00:00Saudara sudah sepekan, pemadaman kebakaran TPA Cikolotok, Purwakarta terhalang kondisi cuaca yang telah memasuki musim kemarau.
00:07BMKG menyebut dalam beberapa hari ke depan, angin kencang masih akan bertiup di kawasan Purwakarta.
00:12Dengan kondisi minimnya awan, modifikasi cuaca untuk membantu pemadaman tak bisa dilakukan dengan maksimal.
00:19Dan berikut ini laporan jurnalis Kompas TV, Fida Alatas dan Juru Kamera Abdul Rohim dari Bandung, Jawa Barat.
00:26Saudara sudah kurang lebih satu minggu kebakaran di TPA Cikolotok, Purwakarta masih belum kunjung padam.
00:33Ada sejumlah faktor, diantaranya adalah terkait cuaca.
00:36Kami sudah bersama dengan PLT Kepala BMKG Bandung untuk mengetahui bagaimana cuaca di Purwakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari ke
00:44depan.
00:44Dan terkait apakah modifikasi cuaca untuk penanganan kebakaran di TPA Cikolotok ini mungkin dilakukan.
00:51Ada Pak Edi bersama saya, selamat siang Pak.
00:53Selamat siang.
00:55Pak Edi, ini sudah satu minggu lebih di Cikolotok, informasi terupdate, sebagian besar ini memang sudah berhasil dipadamkan.
01:03Namun sejumlah titik api kecil ini masih menyala dan ada kepulan asap tebal yang masih muncul.
01:10Artinya kalau seperti ini faktor cuaca sangat mempengaruhi begitu ya?
01:16Betul Mbak. Jadi secara umum untuk kondisi di Jawa Barat ya, itu memang pada saat sejak bulan Juli ini sudah
01:25hampir seluruhnya memasuki musim kemarau.
01:27Nah, kan kalau kondisi kemarau seperti ini otomatis kandungan uap air, kan sangat tipis di udara, kemudian curah hujan juga
01:39sudah sangat menurun.
01:41Jadi kemungkinan material-material yang itu sangat kering dan mudah terbakar.
01:47Kalau di Purwakarta dan sekitarnya sendiri, kondisi secara umum musim kemarau, tapi terkait angin, itu seperti apa sih?
01:55Arah anginnya kemana dan apakah ini juga bisa menghalangi proses pemadaman, Pak?
02:03Untuk arah angin secara umum juga ya di regional gitu, itu dominan itu dari arah tenggara gitu.
02:10Yang saat ini terjadi, kemudian kecepatannya itu berkisar antara minimumnya 5 km per jam sampai maksimumnya 25 km, sekitar 50
02:21km per jam.
02:23Maksimum ya?
02:25Nah, mungkin untuk kondisi seperti TPA yang sedang terbakar ini, mungkin dengan kecepatan angin sekitar ya di atas 35 atau
02:3640 km per jam saja,
02:37sudah dapat memicu juga ya, hasil itu semakin membesar gitu untuk kebakarannya.
02:45Artinya dengan kecepatan angin tersebut ini terhitung tinggi begitu ya Pak?
02:48Kalau untuk melihat maksimumnya tinggi, bisa dikatakan tinggi maksimumnya ya, tapi kan maksimum itu tidak setiap saat terjadi.
02:58Terkait potensi hujan Pak di Purwakarta, apakah dalam mungkin beberapa hari atau seminggu ke depan ini ada potensi hujan di
03:04sana?
03:04Untuk perakhiran kami, untuk 2 atau 3 hari ke depan sampai seminggu ke depan itu memang belum ada potensi terjadinya
03:13hujan di Purwakarta.
03:14Artinya Pak, apakah bisa disimpulkan secara garis besar dengan kondisi cuaca saat ini musim kemarau dan tadi awan yang ada
03:21karakternya seperti itu?
03:23Modifikasi cuaca untuk kemudian penanganan ini tidak bisa maksimal untuk dilakukan?
03:30Ya, menurut pengamatan kami seperti itu, dengan kondisi atmosfer, kondisi awan yang jauh barat ya pada umumnya,
03:42operasi modifikasi cuaca ini kemungkinan tingkat keberhasilannya ya kecil mungkin seperti itu, betul.
03:49Terima kasih banyak Pak Edi atas waktunya bersama kami dan juga informasinya tadi semoga bermanfaat.
03:55Terima kasih banyak Pak.
03:56Itu tadi saudara bagaimana saat ini kondisi cuaca di Purwakarta dan juga Jawa Barat secara umum memang masih dalam musim
04:03kemarau.
04:03Tentunya informasi tadi ini juga diharapkan bisa menjadi antisipasi bagi warga begitu ya,
04:09terkait bagaimana menjalankan aktivitasnya selama beberapa hari ke depan,
04:13terkait dampak dari kebakaran TPA Cikolotok Purwakarta.
04:18Dari Bandung Jawa Barat, Fida Alatas, Abdul Rahim melaporkan.
Komentar