Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KARAWANG, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengaku resah Timnas Indonesia belum bisa masuk ajang turnamen Piala Dunia.

Prabowo mengatakan bahwa masuk Piala Dunia merupakan sebuah kehormatan, sehingga tidak bisa dianggap enteng.

"Yang sulit kita masuk Piala Dunia. Jadi saya resah, terus terang saya resah, kita bisa B50 tapi belum bisa masuk piala dunia, saya tidak puas. Bagaimana caranya masuk piala dunia. Saudara-saudara jangan anggap enteng, sepak bola itu kehormatan," ujar Prabowo dalam sambutannya saat peluncuran Biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026).

Ia pun meminta Menteri Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir cari cara agar Timnas Indonesia dapat masuk piala dunia.

Baca Juga FULL! Pidato Prabowo Luncurkan Biodiesel B50: Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan B50 di https://www.kompas.tv/video/679585/full-pidato-prabowo-luncurkan-biodiesel-b50-indonesia-jadi-negara-pertama-terapkan-b50

#prabowo #pialadunia #erickthohir #timnasindonesia

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/679596/prabowo-akui-resah-timnas-indonesia-belum-masuk-piala-dunia-jangan-anggap-enteng-itu-kehormatan
Transkrip
00:00Pada saat itu saya mendorong ke arah B100, tapi menteri-menteri saya menyakinkan saya, Pak, dengan B50 saja kita sudah
00:15tidak import solar lagi dari rumah negeri.
00:23Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa.
00:32Marilah kita mawas diri, marilah kita koreksi diri, marilah kita mengerti kekurangan-kekurangan diri kita sendiri.
00:49Jadi ada salah satu kekurangan dari pimpinan-pimpinan bangsa Indonesia.
01:02Dengan pimpinan saya mengatakan, ya saya maksudnya kita-kita.
01:07Pimpinan teknologi, pimpinan wira swasta, pimpinan politik, pimpinan pemerintahan, pimpinan tentara, pimpinan kepolisian, pimpinan ulama.
01:30Pimpinan adalah mereka yang paling terdidik.
01:34Tapi ada sifat kekurangan dari bangsa kita.
01:39Kadang-kadang kita kurang menghargai prestasi kita sendiri.
01:48Apalagi prestasi rekan-rekan kita.
01:52Kadang-kadang kita tidak hargai prestasi anak buah kita.
01:56Karena ada keanehan, keanehan.
02:01Mungkin ini adalah kita terlalu lama dijajah oleh Belanda, oleh asing.
02:10Sehingga yang timbul adalah rasa rendah diri.
02:16Bukan rasa rendah hati.
02:22Inder war de heits kompleks itu.
02:26Inferiority kompleks.
02:29Kita koreksi.
02:33Ada prestasi bangsa kita.
02:36Justru sering kita itu senang melihat rekan sendiri susah.
02:45dikatakan bahwa kita termasuk bangsa kepiting.
02:52Kepiting kalau rekannya sudah naik ke atas,
02:56kepiting yang di bawah nurinin dia lagi.
03:01Ada kepiting lain mau naik ke atas.
03:04Kepiting lain nurinin dia lagi.
03:06Itu namanya senang melihat rekan susah.
03:13Susah melihat rekan senang.
03:18Saya tidak tahu, mungkin saudara-saudara pun punya pengalaman.
03:22Rasa iri, dengki.
03:30Ingin menjatuhkan orang.
03:35ingin mempermalukan saudara sendiri, rekan sendiri, bangsa sendiri.
03:41Padahal dunia ini penuh persaingan.
03:46Banyak negara yang iri sama kita.
03:49Banyak negara yang benci sama kita.
03:53Kita tidak pernah benci orang.
03:56Tapi, nyatanya banyak yang dengki iri.
04:01Maunya
04:02ngerjain kita.
04:05Jelek-jelek yang kita.
04:08Kampanye di sosmed.
04:11Indonesia chaos.
04:15Indonesia suram.
04:17Indonesia gelap.
04:19Akan kolaps.
04:20Akan kolaps.
04:21Dia berharap kolaps.
04:23Bayangkan.
04:23Orang Indonesia sendiri berharap kolaps.
04:26Sudah-sudah sekalian.
04:28Jadi,
04:31ini harus kita waspadai.
04:34Karena itu,
04:37hari ini,
04:40saya sengaja saya hadir.
04:44Ini adalah hari penuh kebanggaan.
04:48Akan dikenang.
04:50Dan
04:51sekarang pun,
04:52sudah membuat
04:54dunia
04:56buka mata.
05:01Saya terus,
05:04saya kaget sendiri.
05:06Tokoh-tokoh dunia
05:07membicarakan Indonesia.
05:10Indonesia kok berhasil?
05:13Indonesia kok tidak panik?
05:16Indonesia kok tidak naikin harga?
05:17BBM untuk rakyat kecil.
05:21Kalau untuk orang kaya,
05:23ya
05:24enggak ada masalah.
05:26Ya?
05:26Boy.
05:28Ya, boy.
05:30Ya, kan?
05:36Kok enggak ada masalah, boy?
05:37Boleh enggak?
05:44Siapa lagi yang enggak ada masalah ini?
05:50Arsyad.
05:52Ya, kok berani pakai Lamborghini ya?
05:55Harus berani bayar mahal.
06:06Rosan juga enggak ada masalah kan, Rosan.
06:14Jadi, saudara,
06:16hari ini sangat
06:19bersejarah.
06:22Kita dibicarakan di dunia.
06:25Saya juga,
06:25satu kita dibicarakan.
06:27Kenapa?
06:28Kita leading
06:29dalam
06:30apa?
06:33Dalam mengurangi emisi
06:35karbon.
06:38Kita
06:39kita leading.
06:43Mereka tahu kita punya program B50.
06:46tadi
06:47berapa?
06:49Emisi
06:49kita hemat
06:50400 berapa?
06:5644 juta.
06:59Juta.
07:02Apa itu?
07:04Ton
07:05ton
07:06karbon
07:07dioksida
07:09ekvivalen.
07:1044 juta.
07:12Kita kurangi.
07:13Baru
07:14B50
07:16bagaimana nanti
07:18kalau kita juga
07:19sudah diketahui
07:20oleh pimpin dunia
07:22kita diketahui
07:23kita akan
07:25bangun
07:25100 gigawatt
07:27tenaga surya.
07:30100 gigawatt.
07:35Tahun ini
07:36PLN akan
07:39mulai dengan
07:4117 gigawatt.
07:43Tahun ini.
07:46100 gigawatt
07:48dalam 2 tahun.
07:52Bisa?
07:54Pak Rusan?
07:55Bisa.
07:57Bisa.
07:58Kok kurang keras?
08:00Bisa.
08:01Bisa.
08:02Menteri Ekon,
08:04Menko,
08:04bisa?
08:05Bisa.
08:07Menteri SDM,
08:08bisa.
08:12Aku tidak
08:13tanya
08:14laksanakan.
08:15Bisa gak?
08:16Bisa.
08:17Iya,
08:17bisa.
08:20Dan kita
08:22akan
08:22sekita
08:23akan
08:24akan
08:24di ngenyek.
08:26Saya kasih ketahuan.
08:27Siap-siap.
08:28Kita akan
08:29dihujat.
08:30Pakar-pakar
08:31yang pintar-pintar
08:32itu akan
08:33bilang
08:33mana mungkin.
08:36iya kan?
08:38Mana mungkin.
08:40Yang masih
08:41kita sulit adalah
08:42masuk
08:43piala dunia.
08:44Itu saya masih.
08:47Itu.
08:50Jadi saya
08:51resah.
08:53Terus
08:53saja saya
08:54resah.
08:55Kita bisa
08:56B50,
08:57tapi tidak
08:58bisa masuk
08:59piala dunia,
08:59saya masih
09:00tidak buat.
09:01Saya tidak
09:02buat.
09:05bagaimana
09:05caranya
09:06masuk
09:06piala dunia.
09:09Saudara-saudara
09:10jangan anggap
09:10enteng.
09:11Sepak bola
09:12itu
09:12kehormatan.
09:19Siapa
09:20bertanggung jawab?
09:21Mana?
09:22Eric Tohir
09:23mana?
09:23Eric Tohir.
09:27Boy,
09:29kasih tahu
09:29ademu ya.
09:32aduh
09:33aduh
09:34aduh
09:34aduh
09:34aduh
09:38aduh
09:38mana
09:39Menteri Keuangan
09:40apa yang
09:41diperlukan
09:42supaya kita
09:42bisa masuk
09:43piala dunia
09:48jadi
09:49ya
09:50energi
09:52pangan
09:53air
09:54kita bersyukur
09:56kepada yang maha kuasa
09:57air kita cukup
09:58tinggal
10:01bagaimana manage
10:03di suatu tempat
10:05berlebihan.
10:07Jawa Barat,
10:11turun air yang
10:12tertinggi di dunia, termasuk
10:14di Jawa Barat. Benar? Tinggal
10:16bagaimana manage.
10:20Yang di
10:21beberapa tempat, kurang air.
10:22Nah ini harus kita, tapi kita
10:24krim tim terus belajar
10:27bagaimana mengolah
10:28supaya di tempat yang kurang air
10:31bisa
10:32kita jadikan
10:35tanahnya subur
10:36dan hijau.
10:39Apakah bisa?
10:40Bisa. Kalau ada
10:43kemauan, kita bisa.
10:45Dan Indonesia bisa. Dan Indonesia
10:46akan.
10:50Jadi saudara-saudara, tidak perlu
10:55risau kalau
10:57dihina,
10:58di ejek,
10:59tidak ada masalah.
11:00Saya belajar sesuatu
11:02banyak. Jadi kalau
11:04tidak berani dihina, di ejek,
11:06di fitnah,
11:07di kritik,
11:08ya ada tiga hal yang bisa kita berbuat.
11:12do nothing,
11:15say nothing,
11:17be nothing.
11:19Tidak usah
11:19bicara apa saja,
11:22tidak usah berbuat apa saja,
11:24dan tidak usah
11:24jadi apa saja.
11:26Nah itu,
11:26you tidak akan di ejek,
11:27you tidak akan dihina,
11:29you akan dihina.
11:31Iya kan?
11:32Jadi ini fenomena manusia.
11:36semakin tinggi,
11:38semakin dapat
11:39terpaan angin.
11:41Ya sudah.
11:43Risiko.
11:46Apapun ini gubernur,
11:48apapun kau buat,
11:49pasti ada yang cari.
11:51Iya kan?
11:52Cari celaan.
11:54Menteri-menteri juga.
11:57Yang penting hati kita bersih,
11:59kerja untuk bangsa,
12:01kerja untuk rakyat.
12:02Cari solusi.
12:04Cari solusi.
12:06Cari solusi untuk mengurangi
12:08kesulitan rakyat.
12:11Dan kita tidak bisa,
12:12oh ini dulu nanti,
12:13kita
12:15tidak serentak.
12:17Semua,
12:18semua penting.
12:20Kita saling
12:21bekerjasama.
12:23Teamwork.
12:25Menteri ini punya jasa,
12:27ini punya jasa.
12:27Kita tidak mungkin
12:29B50
12:30tanpa dukungan
12:32banyak pihak.
12:33Benar tidak?
12:34Jadi saudara-saudara,
12:37ini tonggak
12:38bersejarah
12:40dan ini juga
12:40prestasi pemerintah
12:42sebelum saya.
12:44Karena ini,
12:44kita canangkan ini
12:45sudah dari 2008.
12:50Bayangkan dari 2008.
12:52itu pemerintah
12:54SBI.
12:57Dilanjutkan
12:58selama pemerintah Jokowi.
13:00Di ujungnya
13:01saya teruskan.
13:02Ibarat ini adalah
13:04Estafet.
13:07Di tengah jalan
13:08yang diperintah Jokowi.
13:08Terima kasih.
13:09Terima kasih.
13:10Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan