Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan lembaganya dapat memanggil siapa pun apabila diperlukan untuk kepentingan penyidikan.

Menurut Budi, hal itu juga berlaku terhadap Menteri Kehutanan dalam konteks mengklarifikasi dugaan pemberian amplop yang telah menjadi pembahasan publik.

Budi mengatakan, keterangan yang telah disampaikan Menteri Kehutanan di ruang publik penting untuk dituangkan dalam berita acara pemeriksaan sebagai bagian dari proses penyidikan.

Namun KPK menegaskan, keputusan memanggil atau meminta klarifikasi masih bergantung pada kebutuhan penyidik dan hasil analisis internal.

Sementara itu, Pegiat Antikorupsi Saor Siagian meminta proses hukum berjalan tanpa intervensi dan mengusulkan Menteri Kehutanan dinonaktifkan sementara.

Saor menilai langkah tersebut penting agar proses penyelidikan berjalan tanpa menimbulkan beban terhadap pemerintahan.


Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/s1Xg03H14o8



#menhut #rajajuliantoni

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/679489/kpk-buka-peluang-panggil-menhut-saor-siagian-usul-raja-juli-nonaktif-sementara-satu-meja
Transkrip
00:00Publik seringkali ingin melihat kesungguhan dari lembaga-lembaga negara termasuk KPK juga.
00:05Kadang-kadang publik mengatakan begini, kalau begitu kapan dipanggil?
00:09Menteri Kehutanan dalam konteks penyelidikan, dalam konteks mengkonfirmasi dalam waktu dekat.
00:14Kenapa? Karena ini menjadi penting.
00:16Bukan saja bagi kita melihat, tapi juga supaya tidak ada beban bagi pejabat negara dan ada kepastian hukum.
00:22Dalam hal ini adalah KPK yang bisa memastikan ya atau tidak.
00:25Ya, tentu Mas Yogi, KPK terbuka kemungkinan ya untuk memanggil siapapun.
00:31Terbuka kemungkinan?
00:32Ya, untuk memanggil siapapun ya termasuk dalam konteks diskusi hari ini adalah Pak Menhut.
00:38Untuk menjelaskan apa yang kemudian kita diskusikan soal adanya dugaan pemberian amplop oleh Bupati kepada Pak Menhut.
00:47Apalagi sudah dikonfirmasi di ruang publik oleh Pak Menhut sendiri.
00:50Sehingga supaya apa yang disampaikan Pak Menhut itu juga masuk dalam BAP gitu ya.
00:56Menjadi alat bukti dalam proses penyelidikan perkara ini.
01:00Termasuk dalam kerangka penjegahan Mas Yogi.
01:03Kawan-kawan di gratifikasi tentu juga terbuka kemungkinan untuk bisa melakukan klarifikasi
01:09atas apa yang dilaporkan oleh Pak Menteri.
01:12Namun demikian itu nanti kita lihat kebutuhannya seperti apa, apakah perlu untuk meminta klarifikasi
01:20atau sudah cukup dengan apa yang sudah dilaporkan kemudian dari analisis, verifikasi, dan koordinasi internal tentunya.
01:27Karena ini cukup terang begitu ya.
01:31Apakah ini terkait atau tidak dengan perkara sebetulnya bisa dijawab.
01:35Tapi saya rasa kalau kita sampaikan hasilnya sekarang kan prematur.
01:40Karena ini masih berproses di gratifikasi.
01:42Tadi saya mau bertanya apakah statusnya terperiksa atau langsung,
01:46tapi karena Anda sudah menantangkan prematur saya beralih dulu ke Bang.
01:48Bang, Mas Budi sudah menjelaskan bahwa KPK sedang berusaha keras untuk menyakankan publik
01:54supaya ini terang-bederang kasusnya.
01:56Bang Soor melihat nggak, kan bagaimanapun kan kita pernah punya banyak cerita.
02:01Ada intervensi politik dalam setiap kasusnya.
02:03Menteri ini adalah Menteri Jabatan Politik.
02:05Dan kita tahu background partainya juga.
02:08Tidak ada urusnya dengan partai, tapi yang kita mau bicarakan adalah Anda melihat nggak?
02:12Dan ini harus hati-hati.
02:13Dukungan tadi dari DPR direspon positif oleh KPK.
02:18Gimana supaya kasus ini tidak ada yang memagari?
02:22Supaya siapapun nggak kesulitan melangkah, tujuannya adalah segera mengklarifikasi.
02:27Menurut Bang Soor apa yang harus digajarkan?
02:28Saya tadi senang Kompas TV memutar mensin setidaknya pidato daripada presiden.
02:36Saya mulai dari sana karena beliau ini adalah pembantu presiden.
02:40He's ministry.
02:41Oke.
02:43Kenapa saya tadi penting men-spill soal dia menyebut lembaga kejaksaan dan ordi.
02:50Saya tadi berpikir begini.
02:52Analisis saya ini kan suapnya cukup banyak ya.
02:56Cukup kuat gitu ya.
02:59Dia deklar, saya sudah menyulitkan misalnya staff, ini kan pasal 55 bisa kena loh staffnya ini.
03:06Disuruh untuk ini bersama-sama bisa kena.
03:10Kemudian juga teman-teman di kejaksaan juga bisa kena.
03:13Karena disebut-sebut ya.
03:14Nah oleh karena itu karena jelas-jelas komitmen daripada presiden di astas citanya adalah
03:20salah satu hari ke hari ini soal bersih-bersih pasti dimulai dengan kabinetnya.
03:25Nah saya sih meminta gini loh.
03:28Saya yakin lah kalau sampai ada itu misalnya Arief saya bilang kita catat dia dari partai apa gitu loh.
03:34Yang saya tahu presiden, he don't care apakah dia koalisi apa tidak.
03:39Bukti di BGN.
03:41Semua orang tahu dadang itu sayang banget sama presiden.
03:45Bahkan presiden bilang saya nangis loh sampai saya tahu bahwa dadan itu harus.
03:50Saya copot gitu loh.
03:51Proses hukum silahkan gitu loh.
03:53Maksud saya apa lagi kita ragukan.
03:55Nah oleh karena ini, karena itu Mas Yogi, karena di setiap menteri ini bergerak,
04:02ini bukan dari uang dari nenek moyangnya Mas Yogi,
04:05tapi uang dari Yogi sebagai pembayar pajak.
04:08Uang dari Mas Budi juga.
04:10Mas Budi dengan Mas Arief, tapi dia ikut menikmati juga.
04:15Dengan teman-teman di sini.
04:17Oleh karena itu maksud saya supaya jangan lagi ada tersendera lagi staffnya.
04:22Kejaksaan polisi.
04:23Saya sih berharap kalau dia punya harga diri demi jangan menyulitkan presiden.
04:29Saya sementara non aktif dulu.
04:32Atau bisa saja datang dari presiden.
04:34Atau kalau tidak karena presiden tidak mau ngambil resiko segera non aktif dulu.
04:39Sampai penyelidikan selesai.
04:41Itu memang saya lihat presiden selama ini agak berusaha untuk tidak seperti itu.
04:46Dia selalu Mas Ari kalau kita catat.
04:48Tapi gini, Bang Saur orang Indonesia kan?
04:52Oh iya, saya udah lama jadi orang Indonesia kata presiden.
04:54Udah pernah ada kes perjabat mau mundur gitu?
04:57Waktu apa namanya dirjen di Komdigi dulu ada berapa dirjen waktu dia.
05:02Mundur dulu?
05:03Dia mundur, mundur.
05:05Mundur, saya kira mundur.
05:07Kita juga apa namanya banyak saya kira pejabat-pejabat kita juga yang melakukan yang sama.
05:13Nah karena apa?
05:14Banyak nanti yang terkait dia ngomong lagi ini mendesain.
05:18Kalau Mas Ari bilang niat baiknya menurut saya niat buruk.
05:22Niat buruk gitu banyak korban-korban.
05:24Oleh karena itu menurut saya daripada kemudian ada lagi korban.
05:28Gentleman dia.
05:29Saya kenal anak ini dulu waktu dia di Institut Sapimari.
05:34Jangan sampai dia melukai legasi daripada Gus Buya Sapimari.
05:40Artinya yang disampaikan Bang Saur ini adalah untuk juga baik bagi diri seorang Raja Juli.
05:45Supaya tidak ada beban.
05:47Kepada kabinet daripada Pak Prabowo.
05:49Jangan sampai akhirnya apa?
05:51Orang bisa tidak percaya kepada kabinet ini kalau model seperti ini gitu loh.
05:55Oke.
05:56Lalu bagaimana akhir dari pengembalian amplop menhut Raja Juli ini?
06:00Kita akan bahas lengkap usai jeda tetaplah di Satu Mejada Forum.
Komentar

Dianjurkan