00:00Publik seringkali ingin melihat kesungguhan dari lembaga-lembaga negara termasuk KPK juga.
00:05Kadang-kadang publik mengatakan begini, kalau begitu kapan dipanggil?
00:09Menteri Kehutanan dalam konteks penyelidikan, dalam konteks mengkonfirmasi dalam waktu dekat.
00:14Kenapa? Karena ini menjadi penting.
00:16Bukan saja bagi kita melihat, tapi juga supaya tidak ada beban bagi pejabat negara dan ada kepastian hukum.
00:22Dalam hal ini adalah KPK yang bisa memastikan ya atau tidak.
00:25Ya, tentu Mas Yogi, KPK terbuka kemungkinan ya untuk memanggil siapapun.
00:31Terbuka kemungkinan?
00:32Ya, untuk memanggil siapapun ya termasuk dalam konteks diskusi hari ini adalah Pak Menhut.
00:38Untuk menjelaskan apa yang kemudian kita diskusikan soal adanya dugaan pemberian amplop oleh Bupati kepada Pak Menhut.
00:47Apalagi sudah dikonfirmasi di ruang publik oleh Pak Menhut sendiri.
00:50Sehingga supaya apa yang disampaikan Pak Menhut itu juga masuk dalam BAP gitu ya.
00:56Menjadi alat bukti dalam proses penyelidikan perkara ini.
01:00Termasuk dalam kerangka penjegahan Mas Yogi.
01:03Kawan-kawan di gratifikasi tentu juga terbuka kemungkinan untuk bisa melakukan klarifikasi
01:09atas apa yang dilaporkan oleh Pak Menteri.
01:12Namun demikian itu nanti kita lihat kebutuhannya seperti apa, apakah perlu untuk meminta klarifikasi
01:20atau sudah cukup dengan apa yang sudah dilaporkan kemudian dari analisis, verifikasi, dan koordinasi internal tentunya.
01:27Karena ini cukup terang begitu ya.
01:31Apakah ini terkait atau tidak dengan perkara sebetulnya bisa dijawab.
01:35Tapi saya rasa kalau kita sampaikan hasilnya sekarang kan prematur.
01:40Karena ini masih berproses di gratifikasi.
01:42Tadi saya mau bertanya apakah statusnya terperiksa atau langsung,
01:46tapi karena Anda sudah menantangkan prematur saya beralih dulu ke Bang.
01:48Bang, Mas Budi sudah menjelaskan bahwa KPK sedang berusaha keras untuk menyakankan publik
01:54supaya ini terang-bederang kasusnya.
01:56Bang Soor melihat nggak, kan bagaimanapun kan kita pernah punya banyak cerita.
02:01Ada intervensi politik dalam setiap kasusnya.
02:03Menteri ini adalah Menteri Jabatan Politik.
02:05Dan kita tahu background partainya juga.
02:08Tidak ada urusnya dengan partai, tapi yang kita mau bicarakan adalah Anda melihat nggak?
02:12Dan ini harus hati-hati.
02:13Dukungan tadi dari DPR direspon positif oleh KPK.
02:18Gimana supaya kasus ini tidak ada yang memagari?
02:22Supaya siapapun nggak kesulitan melangkah, tujuannya adalah segera mengklarifikasi.
02:27Menurut Bang Soor apa yang harus digajarkan?
02:28Saya tadi senang Kompas TV memutar mensin setidaknya pidato daripada presiden.
02:36Saya mulai dari sana karena beliau ini adalah pembantu presiden.
02:40He's ministry.
02:41Oke.
02:43Kenapa saya tadi penting men-spill soal dia menyebut lembaga kejaksaan dan ordi.
02:50Saya tadi berpikir begini.
02:52Analisis saya ini kan suapnya cukup banyak ya.
02:56Cukup kuat gitu ya.
02:59Dia deklar, saya sudah menyulitkan misalnya staff, ini kan pasal 55 bisa kena loh staffnya ini.
03:06Disuruh untuk ini bersama-sama bisa kena.
03:10Kemudian juga teman-teman di kejaksaan juga bisa kena.
03:13Karena disebut-sebut ya.
03:14Nah oleh karena itu karena jelas-jelas komitmen daripada presiden di astas citanya adalah
03:20salah satu hari ke hari ini soal bersih-bersih pasti dimulai dengan kabinetnya.
03:25Nah saya sih meminta gini loh.
03:28Saya yakin lah kalau sampai ada itu misalnya Arief saya bilang kita catat dia dari partai apa gitu loh.
03:34Yang saya tahu presiden, he don't care apakah dia koalisi apa tidak.
03:39Bukti di BGN.
03:41Semua orang tahu dadang itu sayang banget sama presiden.
03:45Bahkan presiden bilang saya nangis loh sampai saya tahu bahwa dadan itu harus.
03:50Saya copot gitu loh.
03:51Proses hukum silahkan gitu loh.
03:53Maksud saya apa lagi kita ragukan.
03:55Nah oleh karena ini, karena itu Mas Yogi, karena di setiap menteri ini bergerak,
04:02ini bukan dari uang dari nenek moyangnya Mas Yogi,
04:05tapi uang dari Yogi sebagai pembayar pajak.
04:08Uang dari Mas Budi juga.
04:10Mas Budi dengan Mas Arief, tapi dia ikut menikmati juga.
04:15Dengan teman-teman di sini.
04:17Oleh karena itu maksud saya supaya jangan lagi ada tersendera lagi staffnya.
04:22Kejaksaan polisi.
04:23Saya sih berharap kalau dia punya harga diri demi jangan menyulitkan presiden.
04:29Saya sementara non aktif dulu.
04:32Atau bisa saja datang dari presiden.
04:34Atau kalau tidak karena presiden tidak mau ngambil resiko segera non aktif dulu.
04:39Sampai penyelidikan selesai.
04:41Itu memang saya lihat presiden selama ini agak berusaha untuk tidak seperti itu.
04:46Dia selalu Mas Ari kalau kita catat.
04:48Tapi gini, Bang Saur orang Indonesia kan?
04:52Oh iya, saya udah lama jadi orang Indonesia kata presiden.
04:54Udah pernah ada kes perjabat mau mundur gitu?
04:57Waktu apa namanya dirjen di Komdigi dulu ada berapa dirjen waktu dia.
05:02Mundur dulu?
05:03Dia mundur, mundur.
05:05Mundur, saya kira mundur.
05:07Kita juga apa namanya banyak saya kira pejabat-pejabat kita juga yang melakukan yang sama.
05:13Nah karena apa?
05:14Banyak nanti yang terkait dia ngomong lagi ini mendesain.
05:18Kalau Mas Ari bilang niat baiknya menurut saya niat buruk.
05:22Niat buruk gitu banyak korban-korban.
05:24Oleh karena itu menurut saya daripada kemudian ada lagi korban.
05:28Gentleman dia.
05:29Saya kenal anak ini dulu waktu dia di Institut Sapimari.
05:34Jangan sampai dia melukai legasi daripada Gus Buya Sapimari.
05:40Artinya yang disampaikan Bang Saur ini adalah untuk juga baik bagi diri seorang Raja Juli.
05:45Supaya tidak ada beban.
05:47Kepada kabinet daripada Pak Prabowo.
05:49Jangan sampai akhirnya apa?
05:51Orang bisa tidak percaya kepada kabinet ini kalau model seperti ini gitu loh.
05:55Oke.
05:56Lalu bagaimana akhir dari pengembalian amplop menhut Raja Juli ini?
06:00Kita akan bahas lengkap usai jeda tetaplah di Satu Mejada Forum.
Komentar