Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi IV DPR Fraksi NasDem Arif Rahman menilai perkara yang kini ditangani KPK dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar dugaan korupsi yang lebih luas.

Menurut Arif, pengungkapan perkara ini tidak semestinya berhenti pada kasus yang sedang berjalan.

Arif menilai dugaan penyimpangan di sektor perkebunan sawit juga patut ditelusuri lebih jauh.

Meski demikian, Arif mengingatkan asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung. Di sisi lain, ia meminta KPK tidak ragu menindak siapa pun yang terbukti melanggar hukum.

Menanggapi dukungan tersebut, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan lembaganya bekerja berdasarkan alat bukti, bukan tekanan atau asumsi.

Saat ini, kata Budi, penyidik masih melakukan penggeledahan dan mengumpulkan barang bukti untuk dikonfirmasi kepada para pihak terkait.

KPK juga memastikan tidak akan menutup-nutupi apabila nantinya ditemukan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/s1Xg03H14o8



#menhut #rajajuliantoni

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/679488/dpr-dorong-kpk-usut-tuntas-dugaan-korupsi-jangan-berhenti-di-satu-kasus-satu-meja
Transkrip
00:00Sebelumnya ya, saya mau langsung kita sudah bicarakan, segera diverifikasi, diperiksa, diaudit.
00:08Semua perusahaan yang memegang konsesi yang tidak mentaati peraturan itu ditindak ya.
00:17Dilihat seberapa besar peranggarannya dan itu dicabut.
00:22Yang sudah Anda cabut kemarin itu 22 ya.
00:26Jangan ragu-ragu, kalau Anda perlu bantuan, personil untuk investigasi, minta saja nanti ke KL lain.
00:34Minta mungkin bantuan Polri, TNI, atau KL lain.
00:38Sekali lagi, siapa yang melanggar, kita langsung tindak, kita cabut.
00:47Masih di satu meja The Forum, saya kemas Arief lagi.
00:50Tapi ini bukan soal tertutup-terbuka lagi, sudah selesai.
00:54Ini bicara soal komitmen Presiden, yang ingin semua menterinya bersih-bersih, ingin semuanya baik.
01:01Kalau memang bersalah, bersalah saja.
01:02Bahkan di kasus BGN kan, kepala BGN dan dua wakil sikat.
01:08Dari perspektif ini, Anda ingin menyampaikan nggak bahwa DPR juga ada di belakang Presiden,
01:15dalam kontek pengawasan kepada eksekutif, untuk menegakkan good governance, untuk menegakkan pemerintahan yang bersih.
01:21Kaitannya dengan rencana pemanggilan.
01:24Yang pasti gini, kita akan mendukung langkah Presiden, apalagi mengenai masalah korupsi.
01:31Nah ini memang bisa menjadi pintu masuk sebenarnya, untuk mengungkap kasus-kasus yang lainnya.
01:37Yang lebih besar menurut saya.
01:39Oh ada yang lebih besar dari ini?
01:40Mereka kan gini misalkan, pasti ini berkaitan dengan lahan-lahan sawit nih.
01:45Kan pasti kasus saya ini.
01:46Dan di Kuansing itu memang terkenal dengan lahan-lahan sawitnya.
01:50Nah ini kan juga kita harus mengungkap hal-hal lain selain ini.
01:54Kalau memang ini menyalahi aturan dan benar-benar masuk dalam tindak pidana korupsi,
02:02korupsi ini bisa menjadi sebuah langkah KPK juga untuk menelusuri hal-hal yang lain.
02:07Karena terus terang saja, ini lahan yang disita oleh Satgas PKH, ini kurang lebih 5 juta hektare.
02:13Dan ini tidak main-main.
02:16Dan juga kita tahu bahwa dari kasus sawit-sawit ini juga muncul masalah underpricing dan lain-lain.
02:23Dan ini bisa ditarik ke masalah TPPU.
02:25Karena ini merugikan masyarakat.
02:28Jadi ini momentum.
02:29Tapi kita juga harus bicara asas praduga tak bersalah.
02:33Tapi juga KPK juga tidak boleh ragu, tidak boleh takut.
02:38Karena harus sama semua di hadapan hukum.
02:41KPK tidak boleh ragu, kata Senayan DPR.
02:46Mas Budi mau meyakinkan apa supaya tidak ragu lagi?
02:50Ya, kami memandang apa yang disampaikan Pak Arief ini sebuah dukungan ya.
02:54Mas Yogi ya.
02:55Jadi memang KPK dalam setiap tindakan tidak pernah ragu.
03:00Sepanjang alat bukti yang kami dapatkan itu cukup.
03:04Artinya kawan-kawan di penyidik saat ini juga masih berproses.
03:09Pengledahan masih terus dilakukan.
03:11Dan dari barang bukti yang kami temukan tersebut, tentu nanti akan kita konfirmasi.
03:16Kita akan minta keterangan kepada pihak-pihak yang bisa menjelaskan.
03:20Supaya tadi apa yang disampaikan Pak Arief,
03:23supaya ini kemudian menjadi terang-benerang.
03:25Semuanya terungkap.
03:26Jika memang ada pihak-pihak lain yang punya peran signifikan,
03:30kenapa harus ditutupi gitu ya.
03:32Kita akan buka di situ.
03:34Ya, artinya kita terus mengalir,
03:36kita ikuti alat bukti yang didapatkan,
03:39kita tunggu nanti sampai di ujungnya seperti apa.
03:41Mas Yogi.
03:42Publik seringkali ingin melihat kesungguhan dari lembaga-lembaga negara,
03:46termasuk KPK juga.
03:47Kadang-kadang publik mengatakan begini,
03:50kalau begitu kapan dipanggil?
03:52Menteri Kehutanan dalam konteks penyelidikan,
03:54dalam konteks mengkonfirmasi,
03:55dalam waktu dekat.
03:57Kenapa?
03:57Karena ini menjadi penting.
03:58Bukan saja bagi kita melihat,
04:00tapi juga supaya tidak ada beban bagi pejabat negara,
04:02dan ada kepastian hukum.
04:04Dalam hal ini adalah KPK yang bisa memastikan,
04:07ya atau tidak.
04:07Ya, tentu Mas Yogi, KPK terbuka kemungkinan untuk memanggil siapapun.
04:13Terbuka kemungkinan?
04:14Ya, untuk memanggil siapapun,
04:16ya termasuk dalam konteks diskusi hari ini adalah Pak Menhut.
04:20Untuk menjelaskan apa yang kemudian kita diskusikan,
04:24soal adanya dugaan pemberian amplop oleh Bupati kepada Pak Menhut.
04:29Apalagi sudah dikonfirmasi di ruang publik oleh Pak Menhut sendiri.
04:33Sehingga supaya apa yang disampaikan Pak Menhut itu juga masuk dalam BAP,
04:37menjadi alat bukti dalam proses penyidikan perkara ini.
04:42Termasuk dalam kerangka penjegahan, Mas Yogi.
04:45Kawan-kawan di gratifikasi tentu juga terbuka kemungkinan
04:49untuk bisa melakukan klarifikasi
04:51atas apa yang dilaporkan oleh Pak Menteri.
04:55Namun demikian, itu nanti kita lihat kebutuhannya seperti apa,
04:58apakah perlu untuk meminta klarifikasi,
05:01atau sudah cukup dengan apa yang sudah dilaporkan,
05:06kemudian dari analisis, verifikasi, dan koordinasi internal tentunya.
05:09Karena ini cukup terang begitu ya.
05:13Apakah ini terkait atau tidak dengan perkara,
05:16sebetulnya bisa dijawab.
05:17Tapi saya rasa kalau kita sampaikan hasilnya sekarang kan prematur,
05:22karena ini masih berproses di gratifikasi.
05:24Tadi saya mau bertanya apakah statusnya terperiksa atau langsung,
05:28tapi karena Anda sudah menantangkan prematur,
05:29saya beralih dulu ke Bang.
05:31Bang, Mas Budi sudah menjelaskan bahwa KPK sedang berusaha keras
05:35untuk meyakankan publik,
05:36supaya ini terang-benerang kasusnya.
05:38Bang Soor melihat nggak,
05:40kan bagaimanapun kan kita pernah punya banyak cerita,
05:43ada intervensi politik dalam setiap kasus.
05:45Menteri ini adalah Menteri Jabatan Politik,
05:48dan kita tahu background partainya juga.
05:50Tidak ada urusnya dengan partai,
05:51tapi yang kita mau bicarakan adalah Anda melihat nggak,
05:54dan ini harus hati-hati.
05:55Dukungan tadi dari DPR direspon positif oleh KPK,
06:00gimana supaya kasus ini tidak ada yang memagari,
06:05supaya siapapun nggak kesulitan melangkah,
06:07tujuannya adalah segera mengkalifikasi.
06:09Menurut Bang Soor apa yang harus digajarkan?
06:10Saya tadi senang Kompas TV memutar,
06:14mencintai setidaknya pidato daripada Presiden.
06:19Saya mulai dari sana,
06:20karena beliau ini adalah pembantu Presiden,
06:22His Ministry.
06:23Oke.
06:25Kenapa saya tadi penting men-spill soal,
06:28dia menyebut apa namanya,
06:30lembaga kejaksaan dan ordi.
06:32Saya tadi berpikir begini,
06:35analisis saya ini kan swabnya cukup banyak ya,
06:38cukup kuat gitu ya.
06:41dia deklar,
06:43saya sudah menyulitkan misalnya staff,
06:46ini kan pasal 55 bisa kena loh staffnya ini,
06:49disuruh untuk ini bersama-sama bisa kena.
06:52Kemudian juga teman-teman di kejaksaan juga bisa kena.
06:55Karena disebut-sebut ya.
06:56Ya, nah oleh karena itu,
06:57karena jelas-jelas komitmen daripada Presiden di Astas,
07:01citanya adalah salah satu hari ke hari ini,
07:04soal bersih-bersih,
07:05pasti dimulai dengan kabinetnya.
07:07Nah, saya sih meminta gini loh,
07:10saya yakin lah,
07:12kalau sampai ada itu,
07:13misalnya Arief,
07:14saya bilang kita catat dia dari partai apa gitu loh.
07:16Yang saya tahu Presiden,
07:18he don't care apakah dia koalisi apa tidak,
07:22bukti di BGN.
07:23Semua orang tahu,
07:25dadang itu sayang banget sama Presiden.
07:27Bahkan Presiden bilang,
07:28saya nangis loh,
07:30sampai saya tahu bahwa dadang itu harus,
07:32saya copot gitu loh.
07:34Proses hukum silahkan gitu loh.
07:36Mas Usai apa lagi kita ragukan?
07:38Nah, oleh karena ini,
07:39karena itu Mas Yogi,
07:41karena di setiap menteri ini bergerak,
07:44ini bukan dari uang dari nenek moyangnya Mas Yogi,
07:48tapi uang dari Yogi sebagai pembayar pajak,
07:51uang dari Mas Budi juga.
07:52Mas Budi,
07:53dengan Mas Arief,
07:55tapi dia ikut menikmati juga.
07:57Dengan teman-teman di sini,
07:59oleh karena itu maksud saya,
08:01supaya jangan lagi ada tersendera lagi staffnya,
08:04kejaksaan polisi,
08:06saya sih berharap kalau dia punya harga diri,
08:08demi jangan menyulitkan Presiden,
08:11saya sementara non-aktif dulu.
08:14Atau bisa saja datang dari Presiden.
08:16Atau kalau tidak,
08:17karena Presiden tidak mau ngambil resiko,
08:20segera non-aktif.
08:21Sampai penyelidikan selesai.
08:23Itu memang,
08:24saya lihat Presiden,
08:26selama ini agak berusaha untuk tidak seperti itu.
08:29Dia selalu Mas Ari kalau kita catat,
08:31dia tidak mau.
08:32Bang Saur,
08:33orang Indonesia kan?
08:34Oh iya,
08:35saya sudah lama jadi orang Indonesia,
08:36saya kata Presiden.
08:36Sudah pernah ada,
08:37kes perjabat mau mundur gitu?
08:39Waktu dirjen di Komdigi dulu,
08:43ada beberapa dirjen waktu dia,
08:44mundur dulu?
08:45Dia mundur,
08:46mundur,
08:47mundur,
08:48saya kira mundur.
08:49Kita juga,
08:51apa namanya,
08:52banyak,
08:53saya kira pejabat-pejabat kita juga,
08:54yang melakukan yang sama.
08:55Nah karena apa?
08:56Banyak nanti yang terkait,
08:58dia ngomong lagi ini mendesain,
09:00kalau Mas Ari bilang niat baiknya,
09:02menurut saya niat buruk.
09:04Niat buruk gitu,
09:05banyak korban-korban.
09:06Oleh karena itu menurut saya,
09:08daripada kemudian ada lagi korban,
09:11gentleman dia.
09:12Saya kenal anak ini dulu,
09:13waktu dia di Institut Sapimari.
09:16Jangan sampai dia melukai,
09:18legasi daripada Gus Buya Sapimari.
09:22Oke,
09:22artinya yang disampaikan Bang Sohuri ini,
09:24adalah untuk juga baik,
09:25bagi diri seorang Raja Juli,
09:27supaya tidak ada beban.
09:30Kepada kabinet daripada Pak Prabowo,
09:31jangan sampai akhirnya apa?
09:33Orang bisa tidak percaya kepada kabinet ini,
09:36kalau model seperti ini gitu loh.
09:37Oke,
09:38lalu bagaimana akhir dari pengembalian,
09:41amplop manhood Raja Juli ini,
09:43kita akan bahas lengkap,
09:44usai jeda,
09:45tetaplah di Satu Mejada Forum.
09:46Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan