00:00Sebelumnya ya, saya mau langsung kita sudah bicarakan, segera diverifikasi, diperiksa, diaudit.
00:08Semua perusahaan yang memegang konsesi yang tidak mentaati peraturan itu ditindak ya.
00:17Dilihat seberapa besar peranggarannya dan itu dicabut.
00:22Yang sudah Anda cabut kemarin itu 22 ya.
00:26Jangan ragu-ragu, kalau Anda perlu bantuan, personil untuk investigasi, minta saja nanti ke KL lain.
00:34Minta mungkin bantuan Polri, TNI, atau KL lain.
00:38Sekali lagi, siapa yang melanggar, kita langsung tindak, kita cabut.
00:47Masih di satu meja The Forum, saya kemas Arief lagi.
00:50Tapi ini bukan soal tertutup-terbuka lagi, sudah selesai.
00:54Ini bicara soal komitmen Presiden, yang ingin semua menterinya bersih-bersih, ingin semuanya baik.
01:01Kalau memang bersalah, bersalah saja.
01:02Bahkan di kasus BGN kan, kepala BGN dan dua wakil sikat.
01:08Dari perspektif ini, Anda ingin menyampaikan nggak bahwa DPR juga ada di belakang Presiden,
01:15dalam kontek pengawasan kepada eksekutif, untuk menegakkan good governance, untuk menegakkan pemerintahan yang bersih.
01:21Kaitannya dengan rencana pemanggilan.
01:24Yang pasti gini, kita akan mendukung langkah Presiden, apalagi mengenai masalah korupsi.
01:31Nah ini memang bisa menjadi pintu masuk sebenarnya, untuk mengungkap kasus-kasus yang lainnya.
01:37Yang lebih besar menurut saya.
01:39Oh ada yang lebih besar dari ini?
01:40Mereka kan gini misalkan, pasti ini berkaitan dengan lahan-lahan sawit nih.
01:45Kan pasti kasus saya ini.
01:46Dan di Kuansing itu memang terkenal dengan lahan-lahan sawitnya.
01:50Nah ini kan juga kita harus mengungkap hal-hal lain selain ini.
01:54Kalau memang ini menyalahi aturan dan benar-benar masuk dalam tindak pidana korupsi,
02:02korupsi ini bisa menjadi sebuah langkah KPK juga untuk menelusuri hal-hal yang lain.
02:07Karena terus terang saja, ini lahan yang disita oleh Satgas PKH, ini kurang lebih 5 juta hektare.
02:13Dan ini tidak main-main.
02:16Dan juga kita tahu bahwa dari kasus sawit-sawit ini juga muncul masalah underpricing dan lain-lain.
02:23Dan ini bisa ditarik ke masalah TPPU.
02:25Karena ini merugikan masyarakat.
02:28Jadi ini momentum.
02:29Tapi kita juga harus bicara asas praduga tak bersalah.
02:33Tapi juga KPK juga tidak boleh ragu, tidak boleh takut.
02:38Karena harus sama semua di hadapan hukum.
02:41KPK tidak boleh ragu, kata Senayan DPR.
02:46Mas Budi mau meyakinkan apa supaya tidak ragu lagi?
02:50Ya, kami memandang apa yang disampaikan Pak Arief ini sebuah dukungan ya.
02:54Mas Yogi ya.
02:55Jadi memang KPK dalam setiap tindakan tidak pernah ragu.
03:00Sepanjang alat bukti yang kami dapatkan itu cukup.
03:04Artinya kawan-kawan di penyidik saat ini juga masih berproses.
03:09Pengledahan masih terus dilakukan.
03:11Dan dari barang bukti yang kami temukan tersebut, tentu nanti akan kita konfirmasi.
03:16Kita akan minta keterangan kepada pihak-pihak yang bisa menjelaskan.
03:20Supaya tadi apa yang disampaikan Pak Arief,
03:23supaya ini kemudian menjadi terang-benerang.
03:25Semuanya terungkap.
03:26Jika memang ada pihak-pihak lain yang punya peran signifikan,
03:30kenapa harus ditutupi gitu ya.
03:32Kita akan buka di situ.
03:34Ya, artinya kita terus mengalir,
03:36kita ikuti alat bukti yang didapatkan,
03:39kita tunggu nanti sampai di ujungnya seperti apa.
03:41Mas Yogi.
03:42Publik seringkali ingin melihat kesungguhan dari lembaga-lembaga negara,
03:46termasuk KPK juga.
03:47Kadang-kadang publik mengatakan begini,
03:50kalau begitu kapan dipanggil?
03:52Menteri Kehutanan dalam konteks penyelidikan,
03:54dalam konteks mengkonfirmasi,
03:55dalam waktu dekat.
03:57Kenapa?
03:57Karena ini menjadi penting.
03:58Bukan saja bagi kita melihat,
04:00tapi juga supaya tidak ada beban bagi pejabat negara,
04:02dan ada kepastian hukum.
04:04Dalam hal ini adalah KPK yang bisa memastikan,
04:07ya atau tidak.
04:07Ya, tentu Mas Yogi, KPK terbuka kemungkinan untuk memanggil siapapun.
04:13Terbuka kemungkinan?
04:14Ya, untuk memanggil siapapun,
04:16ya termasuk dalam konteks diskusi hari ini adalah Pak Menhut.
04:20Untuk menjelaskan apa yang kemudian kita diskusikan,
04:24soal adanya dugaan pemberian amplop oleh Bupati kepada Pak Menhut.
04:29Apalagi sudah dikonfirmasi di ruang publik oleh Pak Menhut sendiri.
04:33Sehingga supaya apa yang disampaikan Pak Menhut itu juga masuk dalam BAP,
04:37menjadi alat bukti dalam proses penyidikan perkara ini.
04:42Termasuk dalam kerangka penjegahan, Mas Yogi.
04:45Kawan-kawan di gratifikasi tentu juga terbuka kemungkinan
04:49untuk bisa melakukan klarifikasi
04:51atas apa yang dilaporkan oleh Pak Menteri.
04:55Namun demikian, itu nanti kita lihat kebutuhannya seperti apa,
04:58apakah perlu untuk meminta klarifikasi,
05:01atau sudah cukup dengan apa yang sudah dilaporkan,
05:06kemudian dari analisis, verifikasi, dan koordinasi internal tentunya.
05:09Karena ini cukup terang begitu ya.
05:13Apakah ini terkait atau tidak dengan perkara,
05:16sebetulnya bisa dijawab.
05:17Tapi saya rasa kalau kita sampaikan hasilnya sekarang kan prematur,
05:22karena ini masih berproses di gratifikasi.
05:24Tadi saya mau bertanya apakah statusnya terperiksa atau langsung,
05:28tapi karena Anda sudah menantangkan prematur,
05:29saya beralih dulu ke Bang.
05:31Bang, Mas Budi sudah menjelaskan bahwa KPK sedang berusaha keras
05:35untuk meyakankan publik,
05:36supaya ini terang-benerang kasusnya.
05:38Bang Soor melihat nggak,
05:40kan bagaimanapun kan kita pernah punya banyak cerita,
05:43ada intervensi politik dalam setiap kasus.
05:45Menteri ini adalah Menteri Jabatan Politik,
05:48dan kita tahu background partainya juga.
05:50Tidak ada urusnya dengan partai,
05:51tapi yang kita mau bicarakan adalah Anda melihat nggak,
05:54dan ini harus hati-hati.
05:55Dukungan tadi dari DPR direspon positif oleh KPK,
06:00gimana supaya kasus ini tidak ada yang memagari,
06:05supaya siapapun nggak kesulitan melangkah,
06:07tujuannya adalah segera mengkalifikasi.
06:09Menurut Bang Soor apa yang harus digajarkan?
06:10Saya tadi senang Kompas TV memutar,
06:14mencintai setidaknya pidato daripada Presiden.
06:19Saya mulai dari sana,
06:20karena beliau ini adalah pembantu Presiden,
06:22His Ministry.
06:23Oke.
06:25Kenapa saya tadi penting men-spill soal,
06:28dia menyebut apa namanya,
06:30lembaga kejaksaan dan ordi.
06:32Saya tadi berpikir begini,
06:35analisis saya ini kan swabnya cukup banyak ya,
06:38cukup kuat gitu ya.
06:41dia deklar,
06:43saya sudah menyulitkan misalnya staff,
06:46ini kan pasal 55 bisa kena loh staffnya ini,
06:49disuruh untuk ini bersama-sama bisa kena.
06:52Kemudian juga teman-teman di kejaksaan juga bisa kena.
06:55Karena disebut-sebut ya.
06:56Ya, nah oleh karena itu,
06:57karena jelas-jelas komitmen daripada Presiden di Astas,
07:01citanya adalah salah satu hari ke hari ini,
07:04soal bersih-bersih,
07:05pasti dimulai dengan kabinetnya.
07:07Nah, saya sih meminta gini loh,
07:10saya yakin lah,
07:12kalau sampai ada itu,
07:13misalnya Arief,
07:14saya bilang kita catat dia dari partai apa gitu loh.
07:16Yang saya tahu Presiden,
07:18he don't care apakah dia koalisi apa tidak,
07:22bukti di BGN.
07:23Semua orang tahu,
07:25dadang itu sayang banget sama Presiden.
07:27Bahkan Presiden bilang,
07:28saya nangis loh,
07:30sampai saya tahu bahwa dadang itu harus,
07:32saya copot gitu loh.
07:34Proses hukum silahkan gitu loh.
07:36Mas Usai apa lagi kita ragukan?
07:38Nah, oleh karena ini,
07:39karena itu Mas Yogi,
07:41karena di setiap menteri ini bergerak,
07:44ini bukan dari uang dari nenek moyangnya Mas Yogi,
07:48tapi uang dari Yogi sebagai pembayar pajak,
07:51uang dari Mas Budi juga.
07:52Mas Budi,
07:53dengan Mas Arief,
07:55tapi dia ikut menikmati juga.
07:57Dengan teman-teman di sini,
07:59oleh karena itu maksud saya,
08:01supaya jangan lagi ada tersendera lagi staffnya,
08:04kejaksaan polisi,
08:06saya sih berharap kalau dia punya harga diri,
08:08demi jangan menyulitkan Presiden,
08:11saya sementara non-aktif dulu.
08:14Atau bisa saja datang dari Presiden.
08:16Atau kalau tidak,
08:17karena Presiden tidak mau ngambil resiko,
08:20segera non-aktif.
08:21Sampai penyelidikan selesai.
08:23Itu memang,
08:24saya lihat Presiden,
08:26selama ini agak berusaha untuk tidak seperti itu.
08:29Dia selalu Mas Ari kalau kita catat,
08:31dia tidak mau.
08:32Bang Saur,
08:33orang Indonesia kan?
08:34Oh iya,
08:35saya sudah lama jadi orang Indonesia,
08:36saya kata Presiden.
08:36Sudah pernah ada,
08:37kes perjabat mau mundur gitu?
08:39Waktu dirjen di Komdigi dulu,
08:43ada beberapa dirjen waktu dia,
08:44mundur dulu?
08:45Dia mundur,
08:46mundur,
08:47mundur,
08:48saya kira mundur.
08:49Kita juga,
08:51apa namanya,
08:52banyak,
08:53saya kira pejabat-pejabat kita juga,
08:54yang melakukan yang sama.
08:55Nah karena apa?
08:56Banyak nanti yang terkait,
08:58dia ngomong lagi ini mendesain,
09:00kalau Mas Ari bilang niat baiknya,
09:02menurut saya niat buruk.
09:04Niat buruk gitu,
09:05banyak korban-korban.
09:06Oleh karena itu menurut saya,
09:08daripada kemudian ada lagi korban,
09:11gentleman dia.
09:12Saya kenal anak ini dulu,
09:13waktu dia di Institut Sapimari.
09:16Jangan sampai dia melukai,
09:18legasi daripada Gus Buya Sapimari.
09:22Oke,
09:22artinya yang disampaikan Bang Sohuri ini,
09:24adalah untuk juga baik,
09:25bagi diri seorang Raja Juli,
09:27supaya tidak ada beban.
09:30Kepada kabinet daripada Pak Prabowo,
09:31jangan sampai akhirnya apa?
09:33Orang bisa tidak percaya kepada kabinet ini,
09:36kalau model seperti ini gitu loh.
09:37Oke,
09:38lalu bagaimana akhir dari pengembalian,
09:41amplop manhood Raja Juli ini,
09:43kita akan bahas lengkap,
09:44usai jeda,
09:45tetaplah di Satu Mejada Forum.
09:46Terima kasih.
Komentar