00:28Pengembalian
00:58Pengembalian
01:07Selamat malam, kasus hukum terkait suap jual-beli jabatan sekda yang menjerat Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Ambi merembet ke nama
01:17Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
01:19Raja Juli Antoni menyampaikan ke publik pernah bertemu dengan Bupati Suhardiman Ambi sebelum operasi tangkap tangan KPK.
01:26Selain itu, Raja Juli Antoni mengaku telah mengembalikan amplop yang diduga gratifikasi ke Bupati Suhardiman bukan ke KPK.
01:35PLT Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik menyampaikan ada dugaan penerimaan terkait pelepasan kawasan hutan produksi terbatas terkait Bupati Suhardiman.
01:45Amplop Raja Juli suap atau gratifikasi.
01:49Inilah Satu Meja The Forum malam ini bersama saya Yogi Nugrahan.
01:52Sudah hadir di studio Kompas TV malam ini, untuk membahas tema malam ini ada Mas Arief Rahman, anggota Komisi 4
02:00DPR dari fraksi Nasden.
02:02Selamat malam.
02:03Selamat malam Mas Arief.
02:05Ada Bang Saur Siagian, pegiat anti korupsi.
02:09Malam Bang.
02:10Selamat malam Mas Yogi.
02:11Semangat?
02:12Alhamdulillah.
02:13Ada juga Budi Prasetyo, jurubicara KPK.
02:16Mas Budi apa kabar?
02:17Kabar baik Mas Yogi.
02:19KPK lagi ditunggu orang banyak se-Indonesia.
02:23Saya ke Mas Budi dulu kalau begitu.
02:27Budi kan dari penjelasan KPK dan kemudian KPK PLT Direktur Penyidik itu kan mengatakan bahwa ya ada dugaan.
02:37Ini bukan sekedar kasus suap yang menjerat Bupati terkait dengan jabatan sekta.
02:43Nah, kira-kira bagi KPK ini kan terakhir mengatakan Mas Yogi terus akan melihat.
02:49Nah, publik melihatnya ini kok analoginya sudah mengarah ke ada relasi kuasa ini.
02:54Untuk apa seorang Bupati datang ke...
02:57Kira-kira pertanyaan itu.
02:58KPK sudah punya apa yang ingin disampaikan?
03:00Oke.
03:00Karena pertama langsung pertanyaannya berat ini.
03:03Oh!
03:04Saya tarik nafas.
03:05Berarti kejauh, kalau dulu kan ringan-ringan gitu.
03:09Jadi begini Mas Yogi, terkait dengan amplop ini bermula dari peristiwa tertangkap tangan yang KPK lakukan di Kuansing.
03:17Awalnya ini terkait dengan suap jabatan.
03:20Suap jabatan sekta ya.
03:22Yang kemudian dalam prosesnya KPK menemukan keterangan ya terkait adanya dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati Saudara SA ini.
03:32Jadi Bupati ini mengumpulkan uang-uang dari para anggota KUD Mas Yogi.
03:39Yang mana anggota KUD ini kawan-kawan kita, kawan-kawan petani begitu yang punya kepentingan.
03:47Untuk mengurus pelepasan izin kawasan hutan.
03:51Ini juga bagian dari program prioritas nasional.
03:57Nah dalam prosesnya pemeriksaan awal yang dilakukan di Kuansing, Bupati ini mengumpulkan dari 900 lebih petani.
04:07Petani.
04:07Mas Yogi, dengan total angka puluhan ribu SGD.
04:12Jadi uang yang dikumpulkan dari petani ini kemudian ditukarkan, dikonversi dalam bentuk Singapura Dolar.
04:20Yang kemudian dari uang yang dikumpulkan tersebut oleh Pak Bupati diduga cross.
04:27Diberikan ke pihak-pihak di Kementerian Kehutanan.
04:31Yang kemudian Pak Menteri melalui konfirmasi bahkan cukup detil ya dari tanggal penerimaan amplop berisi uang tersebut.
04:44Kemudian oleh Pak Menhut dikembalikan ya di tanggal 12 ya.
04:50Kemudian itu terus rame ya begitu KPK melakukan tangkap tangan.
04:56Kemudian KPK.
04:56Bahkan detil dijelaskan oleh Pak Menteri itu bahwa tanggal 2 bertemu menerima 10 hari kemudian tanggal 12 dikembalikan.
05:04Betul.
05:04Kemudian dan dia menyebut 17 hari sebelum OTT.
05:07Ya artinya apa yang disampaikan Pak Menteri ini seolah mengkonfirmasi ya terkait dengan keterangan awal yang didapatkan oleh tim penyelidik
05:16ya.
05:16Bahwa Bupati ini mengumpulkan uang terkait dengan pelepasan kawasan hutan terbatas.
05:23Yang kemudian pada tanggal 2 Juni ini Bupati ketemu dengan Pak Menteri.
05:28Kemudian ada amplop di situ.
05:30Nah terkait dengan peristiwa amplop ini Mas Yogi ini ada irisannya ya antara penindakan dan juga pencegahan.
05:38Bahwa kemudian Pak Menteri tanggal 3 Juli kemarin melaporkan ke KPK dalam kerangka pencegahan.
05:46Tapi tentu dari laporan penolakan gratifikasi yang disampaikan Pak Menteri itu meskipun ini di ranah pencegahan ya KPK pasti akan
05:56lakukan verifikasi.
05:57Akan lakukan analisis ya terkait dengan materi laporan tersebut.
06:02Karena yang dilaporkan hanya berita acara penolakan.
06:06Bahkan PLT Direktur Penjadikan KPK mengatakan ya pengembalian gratifikasi tidak serta-merta menggugurkan usur pidananya.
06:12Jadi seharusnya ya sejukiannya ketika seorang penyelenggara negara melaporkan penolakan gratifikasi harusnya apa yang menjadi objek gratifikasi itu juga dilampirkan
06:24dalam laporan.
06:25Artinya dalam hal ini harusnya ketika Pak Menteri menerima uang tersebut di tanggal 2 Juni segera mungkin itu dilaporkan ke
06:33KPK.
06:33Laporan penolakan artinya masih ada amplop berisi uang.
06:37Ini sudah berjarak 10 hari tapi diserahkannya ke jalan bukan KPK.
06:42Artinya memang sekuel waktu ini juga akan menjadi poin analisis Mas Yogi.
06:46Dan itu akan jadi perhatian KPK ya.
06:48Di samping soal apakah yang dilaporkan Pak Menteri ini berkaitan dengan perkara yang sedang berjalan.
06:54Karena kalau kita melihat di pasal 14 perkom 1 2026 salah satu kriteria laporan tidak dapat ditindaklanjuti adalah ketika laporan
07:03gratifikasi itu terkait dengan perkara.
07:08Sekalian Mas Budi ini buat edukasi publik ini apa bedanya sebelum saya ke Bang Soor apa bedanya swap dengan gratifikasi?
07:15Nah itu tergantung meeting of mindnya.
07:19Clear ya.
07:21Jadi kalau swap itu lebih penderimanya lebih aktif juga ada yang diinginkan tapi kalau gratifikasi pasif.
07:30Ini sementara Menteri Kehutana Rajulip memposisikan itu gratifikasi sambil menunggu nanti kejelasan dari KPK.
07:36Saya ingin ke Bang Soor, Bang Soor kalau melihat seperti ini satu-satu dulu saya melihatnya begini.
07:42Kan awalnya itu OTT KPK kaitannya dengan swap jabatan sekda.
07:48Kemudian dalam penelusarannya tadi sampaikan Mas Budi bahwa ada juga bahkan PLT Direktur Penjadikan mengatakan bisa meluas ke soal pelepasan.
07:57Di saat yang relatif berdekatan Menteri menyampaikan kepada publik tanggal 2 saya bertemu saya 10 hari kemudian menyampaikan.
08:06Anda melihat sebenarnya ini bisa dipisahkan atau memang ada aroma yang memang harus mengklirkan seorang Menteri.
08:14Ini soal integritas kan gitu.
08:16Anda melihat.
08:16Saya malah menindaklanjuti apa pertanyaan Yogi ke Mas Budi apakah ini gratifikasi atau swap.
08:23Oke.
08:23Sudah sangat telanjang.
08:24Menurut Anda apa ini?
08:25Sangat telanjang gitu loh ya.
08:27Telanjang?
08:28Artinya sangat terbuka bahwa ini adalah swap.
08:30Swap oke.
08:31Misalnya begini, saya kira kita enggak ajarilah ikan itu berenang.
08:38Berenang itu sudah tahu dengan sendirinya.
08:39Seorang Menteri, Mas Yogi, kalau dia mengatakan dia tidak tahu bagaimana proses pengembalian gratifikasi atau penolakan Mas Budi tadi.
08:53Saya kemarin itu bilang enggak sampai setengah jam.
08:57KPK itu sudah membantu publik, sesungguhnya bagaimana mudah bahkan melalui online itu bisa.
09:04Maksudnya begini, apakah Republik ini...
09:07Anda mau bilang bahwa aneh seorang Menteri, tidak tahu kalau kamu bilang gratifikasi ke KPK gitu.
09:12Ya, justru desain tanggalnya, kemudian tanggal 2 ketemu, kemudian tanggal 17 hari, kemudian tanggal 12, kemudian baru saya kembalikan.
09:23Justru disitu menurut saya, Menteri itu sangat telanjang.
09:27Artinya adalah bukan saja ini gratifikasi, tetapi upaya untuk menutupi dugaan.
09:35Nah, kedua tadi Mas Budi juga sudah menyebut.
09:38Jelas pertemuan dengan Bupati dan juga dengan perangkat ada camat di sana, ada di sana.
09:45Mereka sudah mengumpulkan uang dari 900 sekian anggota Koperan Unit Desa.
09:53Maksudnya Pak Kapak Menteri kemudian memenolak bahwa tidak ada berkaitan yang dibilang.
09:59Semeter pun belum saya ada, betul memang proses lagi mau diberikan 1.800 ya Mas Budi yang akan dijanjikan.
10:06Kan saya kemarin itu buat analoginya, seperti saya tadi ke Kompas ini, saya eksekusi sampai saya di Kompas, kemudian saya
10:15berangkat dari rumah saya untuk target utamanya itu sampai ketemu dengan Kompas.
10:21Ya itu adalah saya ketemu dulu di jalan sampai dengan saya di Kompas.
10:27Nah, begitu juga proses korupsi.
10:28Baru, kenapa misalnya begini?
10:31Kenapa uang ini ditukarkan dalam bentuk katakanlah US Singapore?
10:37Itu kan pertanyaan-pertanyaan.
10:39Dia bilang, saya tidak tahu isinya itu apa gitu loh.
10:42Loh, kalau Anda tidak tahu, kenapa tiba-tiba juga dikembalikan misalnya?
10:46Nah, itulah pertanyaan-pertanyaan yang menurut kami itu menutupi.
10:50Nah, oleh karena itu Mas Budi kita dorong nih.
10:52Menurut saya, ini sudah cukup bukti untuk dinaikkan penyidikan, supaya publik juga pengen, karena kan berkali-kali Presiden berharap loh,
11:03Mas Arief disini ya.
11:04Dia hari-hari sampai kadang dituduh dia cuma omong-omong, karena apa?
11:09Hari-hari kita ini semuanya hanya ngurusin yang model kayak begini, apalagi dia.
11:14Sementara saya tahan dulu, posisinya Bang Saur adalah ini adalah suap.
11:19Saya ingin ke Mas Arief, dari perspektif Komisi 4 kan pimpinan Komisi 4 sudah mengatakan, akan memanggil, karena ini kan
11:26mitra kerja ya kan.
11:27Pasti kita tahu dari DPR adalah perspektif politik gitu kan.
11:32Sebetulnya, kapan mau dipanggil dan persisnya seperti apa? Ini resmi atau tidak?
11:36Jadi memang kita sudah ada agenda, rapat nanti tanggal 14 Juli dengan Menteri...
11:43Itu yang sudah teragenda?
11:44Teragenda.
11:45Khusus karena terkait merespon kasus amplop ini?
11:48Jadi kita ini belum bisa sidang, karena memang kita sedang banyak kunjungan kerja ke daerah.
11:55Kita dibagi tugas, karena memang banyak panja-panja, termasuk panja alifungsi lahan.
12:01Ada panja alifungsi lahan, sedangkan Bu Titi sendiri juga kan jadi ketua tim alifungsi lahan.
12:07Nah jadi mungkin belum ada agenda, karena belum bertemu semua, tapi kita sudah pasti agendakan, dan memang kalau mendesak, kita
12:15bisa panggil secara mendadak untuk dipanggil.
12:20Fokusnya apa? Ingin meminta penjelasannya?
12:23Karena kalau agenda kemarin itu kita berkaitan dengan masalah El Nino.
12:29Tapi kalau yang terkait ini ada nggak?
12:31Terkait ini belum ada.
12:32Oh belum ada.
12:33Belum ada.
12:34Tapi saya yakin kemarin juga Wakil Ketua Komisi sudah menyampaikan akan dipanggil segera, Pak Firman juga sudah menyampaikan, dan beberapa
12:42anggota juga sudah menyampaikan untuk ada segera klarifikasi.
12:47Agar terang-benderang masalah ini.
12:49Dan itu bisa lebih cepat ya?
12:50Bisa lebih cepat.
12:52Atas nama rakyat Mas Sarif, ya itu harus pertamanya agenda, karena El Nino bolehlah.
12:57Sebagai lembaga politik yang mengawasi eksekutif saya kira pasti akan ke sana.
13:02Selalu akan ke sana, pasti akan ke sana.
13:04Meskipun dengan tetap mengedepankan asas pradugata bersalah.
13:09Tapi juga tetap harus equal, or the law.
13:13Bagaimanapun harus setara.
13:14Tidak boleh si kaya, si miskin, menteri, bukan menteri, tetap harus dipanggil.
13:20Kita akan bahas dalamnya lagi, apakah amplop ini swap atau gratifikasi?
13:24Kita akan sambung lagi, usaha jeda tetaplah di satu menjadi forum.
Komentar