Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pegiat Antikorupsi Saor Siagian mempertanyakan narasi bahwa amplop yang diterima Menteri Kehutanan merupakan gratifikasi.

Saor bahkan menilai dugaan tersebut mengarah pada tindak pidana suap. Saor juga mempertanyakan proses pengembalian amplop yang dilakukan beberapa hari setelah pertemuan dengan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing).

Menurut Saor, fakta-fakta yang telah diungkap KPK sudah cukup untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR Fraksi NasDem Arif Rahman memastikan DPR telah memiliki agenda rapat dengan Menteri Kehutanan pada 14 Juli mendatang.

Meski agenda tersebut semula membahas isu lain, Arif mengatakan polemik amplop juga akan menjadi perhatian DPR dan dapat dipercepat bila dinilai mendesak.

Arif menegaskan DPR akan menjalankan fungsi pengawasan dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan persamaan di hadapan hukum.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/s1Xg03H14o8



#menhut #rajajuliantoni #ott

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/679481/dpr-siap-panggil-menhut-soal-amplop-bupati-kuansing-saor-siagian-ini-suap-satu-meja
Transkrip
00:00Sekalian Mas Budi, ini buat edukasi publik ini, apa bedanya sebelum saya ke Bang Sawar, apa bedanya SWAP dengan gratifikasi?
00:07Itu tergantung meeting of mine-nya.
00:10Clear ya?
00:12Jadi kalau SWAP itu lebih, penderimanya lebih aktif juga, ada yang diinginkan, tapi kalau gratifikasi pasif.
00:21Ini sementara Menteri Kehutana Rajulim memposisikan itu gratifikasi, sambil menunggu nanti kejelasan dari KPK.
00:27Saya ingin ke Bang Sawar, Bang Sawar, kalau melihat seperti ini, satu-satu dulu, saya melihatnya begini, kan awalnya itu
00:34OTT KPK kaitannya dengan SWAP jabatan sekda.
00:39Kemudian dalam penelusarannya tadi sampaikan Mas Budi, bahwa ada juga, bahkan PLT Direktur Penjadikan mengatakan bisa meluas ke soal pelepasan.
00:48Di saat yang relatif berdekatan, Menteri menyampaikan kepada publik, tanggal 2 saya bertemu, saya 10 hari kemudian menyampaikan.
00:58Anda melihat sebenarnya ini bisa dipisahkan atau memang ada aroma yang memang harus mengklirkan seorang Menteri, ini soal integritas kan?
01:07Saya malah menindaklanjuti pertanyaan Yogi ke Mas Budi, apakah ini gratifikasi atau SWAP, sudah sangat telanjang.
01:16Menurut Anda apa ini?
01:16Sangat telanjang gitu loh ya.
01:18Telanjang?
01:19Artinya sangat terbuka bahwa ini adalah SWAP.
01:21SWAP, oke.
01:22Dari mana?
01:23Misalnya begini, saya kira kita gak ajarilah, ikan itu berenang.
01:29Berenang itu sudah tahu dengan sendirinya.
01:31Seorang Menteri, Mas Yogi, kalau dia mengatakan dia tidak tahu bagaimana proses pengembalian gratifikasi atau penolakan Mas Budi tadi.
01:44Saya kemarin itu bilang gak sampai setengah jam.
01:48KPK itu sudah membantu publik, sesungguhnya bagaimana mudah, bahkan melalui online itu bisa.
01:55Maksudnya begini, apakah Republik ini...
01:58Anda mau bilang bahwa aneh seorang Menteri, tidak tahu kalau pengembalian gratifikasi itu harus ke KPK gitu.
02:03Ya, justru desain tanggalnya, kemudian tanggal 2 ketemu, kemudian tanggal 17 hari, kemudian tanggal 12, kemudian baru saya kembalikan.
02:14Justru di situ menurut saya menstruanya itu sangat telanjang.
02:18Artinya adalah bukan saja ini gratifikasi, tetapi upaya untuk menutupi dugaan.
02:25Nah, kedua tadi Mas Budi juga sudah menyebut, jelas pertemuan dengan Bupati dan juga dengan perangkat ada camat di sana,
02:35ada di sana.
02:37Mereka sudah mengumpulkan uang dari 900 sekian anggota Kopra Unit Desa.
02:43Maksudnya Pak Kapak Menteri kemudian memenolak bahwa tidak ada berkaitan yang dibilang.
02:50Semeter pun belum saya ada, betul memang proses lagi mau diberikan 1.800 ya Mas Budi yang akan dijanjikan.
02:57Kan saya kemarin itu buat analoginya, seperti saya tadi ke Kompas ini, saya eksekusi sampai saya di Kompas, kemudian saya
03:06berangkat dari rumah saya untuk target utamanya itu sampai ketemu dengan Kompas.
03:12Ya, itu adalah saya ketemu dulu di jalan sampai dengan saya di Kompas.
03:18Nah, begitu juga proses korupsi.
03:19Baru, kenapa misalnya begini?
03:22Kenapa uang ini ditukarkan dalam bentuk katakanlah US Singapore?
03:28Itu kan pertanyaan-pertanyaan.
03:30Dia bilang, saya tidak tahu isinya itu apa gitu loh.
03:34Loh, kalau Anda tidak tahu, kenapa tiba-tiba juga dikembalikan misalnya?
03:38Nah, itulah pertanyaan-pertanyaan yang menurut kami itu menutupi.
03:41Nah, oleh karena itu Mas Budi kita dorong nih, menurut saya ini sudah cukup bukti untuk dinaikkan penyidikan supaya publik
03:50juga pengen, karena kan berkali-kali Presiden berharap loh, Mas Harip di sini ya.
03:55Dia hari-hari sampai kadang dituduh dia cuma omong-omong, karena apa?
04:00Hari-hari kita ini semuanya hanya ngurusin yang model kayak begini, apalagi dia...
04:05Sementara saya tahan dulu, posisinya Bang Saur adalah ini adalah suap.
04:10Saya ingin ke Mas Harip, dari perspektif Komisi 4 kan pimpinan Komisi 4 sudah mengatakan, akan memanggil, karena ini kan
04:17mitra kerja ya kan.
04:19Pasti kita tahu dari DPR adalah perspektif politik gitu kan.
04:23Sebetulnya, kapan mau dipanggil dan persisnya seperti apa? Ini resmi atau tidak?
04:27Jadi memang kita sudah ada agenda, rapat nanti tanggal 14 Juli dengan Menteri...
04:34Itu yang sudah teragenda, bukan yang khusus karena terkait merespon kasus amplop ini?
04:38Jadi kita ini belum bisa sidang karena memang kita sedang banyak kunjungan kerja ke daerah.
04:47Kita dibagi tugas karena memang banyak panja-panja, termasuk panja alifungsi lahan.
04:52Ada panja alifungsi lahan, sedangkan Bu Titi sendiri juga kan jadi ketua tim alifungsi lahan.
04:58Nah jadi mungkin belum ada agenda karena belum bertemu semua, tapi kita sudah pasti agendakan dan memang kalau mendesak, kita
05:06bisa panggil secara mendadak untuk dipanggil.
05:11Fokusnya apa? Ingin meminta penjelasannya?
05:14Karena kalau agenda kemarin itu kita berkaitan dengan masalah El Nino.
05:20Tapi kalau yang terkait ini ada nggak?
05:22Terkait ini belum ada.
05:23Oh belum ada.
05:24Belum ada.
05:25Tapi saya yakin kemarin juga Wakil Ketua Komisi sudah menyampaikan akan dipanggil segera, Pak Firman juga sudah menyampaikan dan beberapa
05:33anggota juga sudah menyampaikan untuk ada segera klarifikasi agar terang-benderang masalah ini.
05:40Dan itu bisa lebih cepat ya?
05:41Bisa lebih cepat.
05:43Atas nama rakyat Mas Sarif ya itu harus pertamanya agenda karena El Nino boleh lah.
05:49Sebagai lembaga politik yang mengawasi eksekutif saya kira pasti akan kesana.
05:53Selalu akan kesana, pasti akan kesana.
05:55Meskipun dengan tetap mengedepankan asas pradugata bersalah.
06:00Tapi juga tetap harus equal, or the law.
06:04Bagaimanapun harus setara.
06:05Tidak boleh si kaya, si miskin, menteri, bukan menteri, tetap harus dipanggil.
06:11Kita akan bahas dalamnya lagi apakah amplop ini swap atau gratifikasi, kita akan sambung lagi usaha jeda tetaplah di satu
06:18menjadi forum.
Komentar

Dianjurkan