00:00Sekalian Mas Budi, ini buat edukasi publik ini, apa bedanya sebelum saya ke Bang Sawar, apa bedanya SWAP dengan gratifikasi?
00:07Itu tergantung meeting of mine-nya.
00:10Clear ya?
00:12Jadi kalau SWAP itu lebih, penderimanya lebih aktif juga, ada yang diinginkan, tapi kalau gratifikasi pasif.
00:21Ini sementara Menteri Kehutana Rajulim memposisikan itu gratifikasi, sambil menunggu nanti kejelasan dari KPK.
00:27Saya ingin ke Bang Sawar, Bang Sawar, kalau melihat seperti ini, satu-satu dulu, saya melihatnya begini, kan awalnya itu
00:34OTT KPK kaitannya dengan SWAP jabatan sekda.
00:39Kemudian dalam penelusarannya tadi sampaikan Mas Budi, bahwa ada juga, bahkan PLT Direktur Penjadikan mengatakan bisa meluas ke soal pelepasan.
00:48Di saat yang relatif berdekatan, Menteri menyampaikan kepada publik, tanggal 2 saya bertemu, saya 10 hari kemudian menyampaikan.
00:58Anda melihat sebenarnya ini bisa dipisahkan atau memang ada aroma yang memang harus mengklirkan seorang Menteri, ini soal integritas kan?
01:07Saya malah menindaklanjuti pertanyaan Yogi ke Mas Budi, apakah ini gratifikasi atau SWAP, sudah sangat telanjang.
01:16Menurut Anda apa ini?
01:16Sangat telanjang gitu loh ya.
01:18Telanjang?
01:19Artinya sangat terbuka bahwa ini adalah SWAP.
01:21SWAP, oke.
01:22Dari mana?
01:23Misalnya begini, saya kira kita gak ajarilah, ikan itu berenang.
01:29Berenang itu sudah tahu dengan sendirinya.
01:31Seorang Menteri, Mas Yogi, kalau dia mengatakan dia tidak tahu bagaimana proses pengembalian gratifikasi atau penolakan Mas Budi tadi.
01:44Saya kemarin itu bilang gak sampai setengah jam.
01:48KPK itu sudah membantu publik, sesungguhnya bagaimana mudah, bahkan melalui online itu bisa.
01:55Maksudnya begini, apakah Republik ini...
01:58Anda mau bilang bahwa aneh seorang Menteri, tidak tahu kalau pengembalian gratifikasi itu harus ke KPK gitu.
02:03Ya, justru desain tanggalnya, kemudian tanggal 2 ketemu, kemudian tanggal 17 hari, kemudian tanggal 12, kemudian baru saya kembalikan.
02:14Justru di situ menurut saya menstruanya itu sangat telanjang.
02:18Artinya adalah bukan saja ini gratifikasi, tetapi upaya untuk menutupi dugaan.
02:25Nah, kedua tadi Mas Budi juga sudah menyebut, jelas pertemuan dengan Bupati dan juga dengan perangkat ada camat di sana,
02:35ada di sana.
02:37Mereka sudah mengumpulkan uang dari 900 sekian anggota Kopra Unit Desa.
02:43Maksudnya Pak Kapak Menteri kemudian memenolak bahwa tidak ada berkaitan yang dibilang.
02:50Semeter pun belum saya ada, betul memang proses lagi mau diberikan 1.800 ya Mas Budi yang akan dijanjikan.
02:57Kan saya kemarin itu buat analoginya, seperti saya tadi ke Kompas ini, saya eksekusi sampai saya di Kompas, kemudian saya
03:06berangkat dari rumah saya untuk target utamanya itu sampai ketemu dengan Kompas.
03:12Ya, itu adalah saya ketemu dulu di jalan sampai dengan saya di Kompas.
03:18Nah, begitu juga proses korupsi.
03:19Baru, kenapa misalnya begini?
03:22Kenapa uang ini ditukarkan dalam bentuk katakanlah US Singapore?
03:28Itu kan pertanyaan-pertanyaan.
03:30Dia bilang, saya tidak tahu isinya itu apa gitu loh.
03:34Loh, kalau Anda tidak tahu, kenapa tiba-tiba juga dikembalikan misalnya?
03:38Nah, itulah pertanyaan-pertanyaan yang menurut kami itu menutupi.
03:41Nah, oleh karena itu Mas Budi kita dorong nih, menurut saya ini sudah cukup bukti untuk dinaikkan penyidikan supaya publik
03:50juga pengen, karena kan berkali-kali Presiden berharap loh, Mas Harip di sini ya.
03:55Dia hari-hari sampai kadang dituduh dia cuma omong-omong, karena apa?
04:00Hari-hari kita ini semuanya hanya ngurusin yang model kayak begini, apalagi dia...
04:05Sementara saya tahan dulu, posisinya Bang Saur adalah ini adalah suap.
04:10Saya ingin ke Mas Harip, dari perspektif Komisi 4 kan pimpinan Komisi 4 sudah mengatakan, akan memanggil, karena ini kan
04:17mitra kerja ya kan.
04:19Pasti kita tahu dari DPR adalah perspektif politik gitu kan.
04:23Sebetulnya, kapan mau dipanggil dan persisnya seperti apa? Ini resmi atau tidak?
04:27Jadi memang kita sudah ada agenda, rapat nanti tanggal 14 Juli dengan Menteri...
04:34Itu yang sudah teragenda, bukan yang khusus karena terkait merespon kasus amplop ini?
04:38Jadi kita ini belum bisa sidang karena memang kita sedang banyak kunjungan kerja ke daerah.
04:47Kita dibagi tugas karena memang banyak panja-panja, termasuk panja alifungsi lahan.
04:52Ada panja alifungsi lahan, sedangkan Bu Titi sendiri juga kan jadi ketua tim alifungsi lahan.
04:58Nah jadi mungkin belum ada agenda karena belum bertemu semua, tapi kita sudah pasti agendakan dan memang kalau mendesak, kita
05:06bisa panggil secara mendadak untuk dipanggil.
05:11Fokusnya apa? Ingin meminta penjelasannya?
05:14Karena kalau agenda kemarin itu kita berkaitan dengan masalah El Nino.
05:20Tapi kalau yang terkait ini ada nggak?
05:22Terkait ini belum ada.
05:23Oh belum ada.
05:24Belum ada.
05:25Tapi saya yakin kemarin juga Wakil Ketua Komisi sudah menyampaikan akan dipanggil segera, Pak Firman juga sudah menyampaikan dan beberapa
05:33anggota juga sudah menyampaikan untuk ada segera klarifikasi agar terang-benderang masalah ini.
05:40Dan itu bisa lebih cepat ya?
05:41Bisa lebih cepat.
05:43Atas nama rakyat Mas Sarif ya itu harus pertamanya agenda karena El Nino boleh lah.
05:49Sebagai lembaga politik yang mengawasi eksekutif saya kira pasti akan kesana.
05:53Selalu akan kesana, pasti akan kesana.
05:55Meskipun dengan tetap mengedepankan asas pradugata bersalah.
06:00Tapi juga tetap harus equal, or the law.
06:04Bagaimanapun harus setara.
06:05Tidak boleh si kaya, si miskin, menteri, bukan menteri, tetap harus dipanggil.
06:11Kita akan bahas dalamnya lagi apakah amplop ini swap atau gratifikasi, kita akan sambung lagi usaha jeda tetaplah di satu
06:18menjadi forum.
Komentar