Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelatihan calon manajer Koperasi Merah Putih menyusul meninggalnya lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut dan memastikan evaluasi telah dilakukan bersama pemerintah.

Menurut Ferry, hasil evaluasi itu melahirkan perubahan pada format pelatihan.

Ferry menjelaskan, perubahan juga dilakukan pada komposisi materi pelatihan dengan memperbesar porsi pembelajaran manajerial.

Menanggapi komposisi pelatihan yang sebelumnya lebih banyak diisi materi kemiliteran dibanding manajerial, Ferry mengatakan:

"Itu yang kita kemarin dievaluasi juga. Bobotnya juga nanti akan ditambah di ruang kelas. Sehingga nanti pengetahuan-pengetahuan yang tadi dimaksudkan itu nanti akan diperbanyak untuk muatan pendidikan," ungkapnya.

Terkait kritik sejumlah lokasi Koperasi Merah Putih, termasuk yang berada di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Ferry mengatakan masukan dari masyarakat tetap diterima.


Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/kJtf0NVIOJE



#kopdesmerahputih #militer #tni

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/679213/menteri-koperasi-akui-evaluasi-pelatihan-kopdes-merah-putih-usai-5-calon-manajer-meninggal-dipo
Transkrip
00:08Intro
00:10Saudara Pemerintah terus berupaya untuk menjadikan kooperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional
00:15melalui gagasan besar yaitu Kooperasi Merah Putih
00:18Saya akan tanyakan secara langsung secara eksklusif kepada Menteri Kooperasi Bapak Ferry Juliantono
00:23Pak Ferry, terima kasih untuk waktunya Pak
00:25Sama-sama
00:26Pak Ferry, izinkan saya menanyakan hal yang paling pertama terkait dengan berita duka Pak
00:31yang datang bahwa ada 5 calon manajer Kooperasi Merah Putih
00:36yang kemudian meninggal dunia Pak pada saat mengikuti prosesi pelatihan
00:41tanggapan Anda Pak Menteri
00:43Yang pertama tentu kami menyatakan duka yang mendalam
00:46Saya sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Bapak Menteri Pertahanan
00:52dan juga kami, saya sendiri juga sudah menyampaikan langsung kepada Bapak Presiden
00:58dan kemarin secara resmi
01:00Kementerian Pertahanan juga sudah menyatakan
01:03mengevaluasi dan merubah format pelatihannya
01:07jadi pelatihan ini tidak pelatihan dasar komunitaran
01:11tapi pelatihan bela negara dengan format yang berbeda dengan yang sebelumnya
01:17melihat gagasan dasar dari Kooperasi Merah Putih itu sendiri
01:21tolak ukur keberhasilannya itu apa Pak Menteri?
01:23Pak Prabowo jadi Presiden kami didorong untuk menjadikan badan usaha kooperasi ini ngejar
01:28ketinggalan dengan BUMN dan badan usaha swasta
01:30melalui INPRES nomor 9 tahun 2025
01:32kita bentuk badan hukumnya, aktenya
01:36kemudian dilanjutkan dengan INPRES nomor 17 tahun 2025
01:40tentang pembangunan fisik, gudang, giri-giri, dan alat kelengkapannya
01:44nah sekarang yang bangunan fisiknya sudah selesai itu sekitar 14 ribuan
01:5014 ribu?
01:51yang sedang dibangun itu 23 ribuan
01:54harapannya nanti bulan Agustus
01:56sekitar 30 ribuan bangunan fisik, gudang, giri, dan alat kelengkapannya itu sudah selesai
02:01terkait dengan manajerial
02:03pertanyaannya adalah ketika kita membahas soal hari
02:06ataupun jumlah hari pelatihan
02:08koreksi kalau saya salah Pak, 30 hari dilatih oleh militer
02:13sementara 15 hari atau lebih sedikit ini untuk pelatihan manajerial
02:17itu yang kita kemarin dievaluasi juga
02:21bobotnya juga nanti akan ditambah di ruang kelas
02:24sehingga nanti pengetahuan yang tadi dimaksudkan itu nanti akan diperbanyak
02:30untuk volume pendidikan
02:33artinya manajerial ini porsinya akan lebih banyak?
02:35seperti apa prosedur dan juga pemilihan lokasi dari pendirian kooperasi merah putih yang kita tahu banyak sekali diperbincang oleh publik?
02:45tidak banyak Pak?
02:45tidak banyak
02:46oke, Pak Menteri bilang 10 ya Pak?
02:48tidak sampai 10
02:48tidak sampai 10
02:50tapi kita tetap harus juga menerima masukan tentang misalkan lokasi yang dianggap kurang ideal
02:56betul
02:57nah tetapi proses penentuan lokasi yang tidak ideal itu sebenarnya sudah ditempuh melalui musyawarah dengan masyarakat desanya
03:04saya juga sudah mendatangi secara langsung kooperasi Kelurahan Merah Putih
03:08yang berada di kawasan Blok M Jakarta Selatan Pak
03:11mengapa ditempatkan, mengapa didirikan di tengah aktivitas anak muda?
03:15jadi gini, ini saya ceritakan dulu
03:18jadi dulu waktu sebelum dikeluarkan impres nomor 17 tentang pembangunan fisik muda, gede, gede, dan alat kelengkapan
03:25dulu memang kita berusaha untuk menggunakan fasilitas bangunan yang bisa digunakan di daerah-daerah
03:33termasuk juga yang di Blok M itu, itu dulu waktu awal
03:37nah tetapi oleh Bapak Presiden kemudian dibuat impres supaya ada standarnya
03:42yang Kelurahan nanti model bisnis dan studi kelayakan usahanya juga akan berbeda
03:49kita tahu 12 Juli nanti adalah hari kooperasi nasional Pak
03:53apakah kemudian momentum ini juga akan digunakan oleh Kementerian Kooperasi
03:57untuk betul-betul mensosialisasikan program ini dan juga menggalakkan lagi
04:01bahwa kooperasi memang adalah sokoguru perekonomian bangsa
04:04bulan kooperasi ini menjadi bulannya kembalinya momentum, kembalinya ideologi ekonomi
04:12sesuai dengan pasal 33, selamat tinggal ekonomi liberal kapitalis
Komentar

Dianjurkan