00:02Ya, jadi Bang Andi, setelah bertemu dengan Pak Jokowi, Anda membacanya apa yang diinginkan loh Pak Jokowi?
00:07Ingin terus datang intens hadir atau yang seperti Pak Firman bilang, kalau dipanggil baru saya datang gitu?
00:13Ya, beliau yang eager untuk datang.
00:15Oh iya?
00:16Eager untuk datang, tapi kan kata Pak Prof Firman juga mengatakan kan, masa ujuk-ujuk harus datang.
00:21Kan harus ada undangannya.
00:23Undangan ada, ya, tanggal berapa beliau harus hadir, ya beliau akan mempersiapkan waktunya untuk itu.
00:28Terlepas, beliau ini ada yang namanya silaturahmi kebangsaan, berkunjung beberapa, tapi ini ada first priority buat beliau.
00:37Oke, Michael, Anda yakin Pak Jokowi akan hadir, rajin kalau dipanggil?
00:42Repot, saya yakin, saya nggak yakin ya.
00:44Nggak yakin, kenapa nggak yakin?
00:46Tapi kemarin gini, saya kemarin sama Bang Andi Azwan di Kompas juga, dan saya mendapat sesuatu pesan sepertinya,
00:55bahwa mungkin kalau datang takut keamanannya tidak terjamin.
00:58Nyatanya, Bang Andi Azwan kemarin datang, waktu hari Kamis, dan dia duduk di antara pendukung-pendukungnya ibu dokter Tifa,
01:07bahkan saudara-saudaranya dokter Tifa di sebelah dia duduk, dan keamanannya sampai sekarang tidak ada masalah.
01:13Jadi menurut saya Pak Jokowi juga, apalagi Pak Jokowi pasti kan ada pas pampresnya, ada pengamanan, bahkan ada mobil brimob
01:23tuh beberapa kemarin.
01:25Nggak ada yang ditakutkan lah kalau soal keamanan.
01:28Tetapi ini soal kenegarawanan aja, ya kan?
01:31Apakah beliau cukup negarawan untuk datang, setelah cukup negarawan untuk melaporkan 12 orang?
01:38Salah satunya saya, tanggal 30 April itu, gitu loh.
01:42Padahal, kita ingatkan lagi, kenapa ini bukan mengatakan dokumen kertas itu palsu?
01:48Tapi, yang ditemukan oleh Pak Roy Suryo, Bang Rismon Sianipar, yang entah dimana sekarang orangnya, dan dokter Tifa, adalah sebuah
01:59skripsi yang tidak ditandatangani penguji.
02:02Nah, ini saya bisa jawab kalau masalah.
02:03Nah, tunggu dulu Bang.
02:04Saya bisa jawab untuk ini.
02:06Sebuah skripsi yang tidak ditandatangani penguji, kok bisa lulus orangnya?
02:10Gitu loh.
02:12Ini pertanyaan buat saya, apakah dia ini adalah seorang yang punya legal standing untuk bicara tentang skripsi Pak Jokowi?
02:19Saya ada di situ.
02:20Ya kan?
02:21Saya ada di situ.
02:21Ini kan konten kreator yang mencari konten untuk itu.
02:24Kalau kita berbicara tentang yang namanya skripsinya Pak Jokowi, itu yang bisa menjelaskan itu adalah UGM untuk matang itu.
02:33Dan UGM sudah menjelaskan berkali-kali.
02:35Dan juga kita sudah berardu argumentasi dengan Pak Roy Suryo ya, dengan dokter Tifa itu di berbagai stasiun TV mengenai
02:45ijasa yang tidak ditandatangani itu.
02:48Saya sampe.
02:48Di UGM itu banyak sekali, itu juga ditemukan oleh Rismon bahwa itu ijasa itu tidak ada tandatangani.
02:56Ijasa skripsi.
02:56Sorry, bukan ijasa.
02:59Skripsi.
03:00Ya, tidak ada tandatangani itunya.
03:03Dan ingat, skripsi itu kan bukan hanya satu.
03:05Bisa lima, satu ditaruh di perpustakaan pusat, dipegang sendiri, ditaruh di fakultas.
03:13Yang paling itu ada satu yang memang komplit di tanda tangan.
03:17Karena itu syarat.
03:18Ya kan, kelulusannya kan?
03:20Kayak begitu.
03:21Kalau kita lihat di perpustakaan jarang yang full ditandatangani oleh dosen.
03:28Bahaya ini klaimnya.
03:29Anda tidak bisa lihat itu.
03:30Karena Rismon sendiri yang membeberkan kok.
03:33Ini loh, banyak loh.
03:35Coba tanya juga dengan Pak Refliarun.
03:37Apakah sama?
03:38Ada enggak skripsinya yang tidak ditandatangani?
03:40Karena dia adalah alumni dari UGM untuk itu.
03:43Jadi apa yang dikatakan untuk itu?
03:46Sudahlah, Anda bukan ahli dalam hal itu.
03:48Anda juga bukan dari UGM untuk itu.
03:51Anda ada konten kreator.
03:52Jadi kalau kita berbicara tentang Pak Jokowi, kalau beliau dikatakan tidak akan hadir, Anda akan lihat sendiri.
04:01Karena saya berkeyakinan penuh untuk itu.
04:03Karena beliau berkali-kali berbicara.
04:06Karena mereka ini ingin menggiring isu biar Pak Jokowi tidak hadir.
04:11Karena apa?
04:11Ya delik aduan absolut.
04:13Kalau beliau tidak hadir, ya mereka bisa bebas untuk itu.
04:16Masalah ini adalah masalah hukum ya.
04:18Jadi tidak berdasarkan keyakinan, tapi fakta.
04:21Ya kalau fakta, kenapa dia berbicara tentang masalah skripsi?
04:25Karena pada waktu ke Jokowi, dia yang meliput.
04:27Ya faktanya memang banyak kok.
04:29Banyak yang tidak ditandatangani.
04:32Banyak.
04:33Mau Pak Kutus apa saja?
04:34Hukum, ekonomi.
04:36Semua dibeberkan oleh Saudara Risma di dalam Balik Akademi.
04:41Dia ketika masih bergabung dengan mereka.
04:43Tapi itu sudah keluar topik.
04:45Itu sudah keluar topik.
04:46Sudah keluar topik masalah itu.
04:48Yang memvideokan waktu itu, di YGD ya.
04:53Saya?
04:53Dia tahu.
04:54Risma sudah lihat dan menunjukkan kepada kita semua di Pakultas Hukum.
04:59Oh ada ya?
05:00Tidak tertanganan.
05:01Ekonomi?
05:01Oh ada ya?
05:02Itu tidak absolut bahwa itu semua harus ditandatangani oleh Bibi Akademi.
05:08Bukan masalah ijasa.
05:10Ijasa itu hanya satu.
05:11Tapi kami minta pertanggung jawaban dari 709 dokumen itu.
05:15Yang ada itu.
05:16Itu kan mendukung.
05:18Ijasa itu kan bukan tiba-tiba ada.
05:20Kan ada proses.
05:22Dengan dikumpulkannya 709 bukti, surat dan sebagainya.
05:26Disitulah akan kita challenge.
05:28Ya ini aja nanti kan diperlendangkan untuk itu.
05:30Ada beberapa fakta termasuk pada tahun 88-1 itu, itu tidak ada sarjana mudan diumumkan di koran.
05:37Tapi ini ada.
05:39Di koran.
05:40Dan korannya lagi yang bahasa Jawa itu yang seharusnya poso menjadi puasa.
05:44Dan itu pun diamankan.
05:46Kat Rismon sendiri yang ngomong, dari perpustaka diambil.
05:50Menariknya yang tanggal itu aja yang diambil.
05:53Kan sudah jampaikan.
05:54Boleh.
05:54Tunggu Pak Al-Katir sedikit ya.
05:55Boleh komen nggak?
05:56Boleh.
05:57Sebentar.
05:57Satu aja.
05:58Rismon itu datang ke perpustakaan kedaulatan rakyat, dan datang ke Kasmujo, dan datang ke desa Ketoyan, bukan atas dasar dia
06:08sendiri.
06:08Dia itu numpang dengan saya.
06:11Saya yang menginvestigasi itu, dan saya dibantu oleh banyak sekali netizen yang menunjukkan saya di mana rumah Kasmujo.
06:19Jadi itu fakta semua yang dikatakan, hilang dari perpustakaan daerah kedaulatan rakyat yang hanya bulan itu saja.
06:27Oke, silahkan.
06:27Luar biasa.
06:28Silahkan.
06:29Coba, kalau kita dengarkan dulu Pak Perlman.
06:30Kan ini kan persidangan-persidangan Bu Tifa.
06:35Jangan kita eksplor Pak Jokowi segitu dalam.
06:38Mengenai bukti ratusan, ya kalau sudah cukup hanya dua, tiga ya Bu, ya selesai.
06:43Kami sesuai dengan judul ya.
06:45Oh, judul.
06:46Kalau judul, berarti Bu Tifa dan Pak Roy.
06:49Menarikin Jokowi di sidang.
06:50Jadi kalau bicara masalah, tadi saya sepakat keyakinan, kan nanti kan hanya Hakim yang memimpin jalannya persidangan.
06:58Kan gitu.
06:58Jadi kalau ditanyakan, ya yang harusnya kita bahas hari ini adalah, dikatakan sama beliau-beliau ini adalah palsu, maka dia
07:05harus buktikan kepalsuannya.
07:06Bukan sebaliknya.
07:08Jadi saya mau mencoba memberikan angle bahwa ini yang diperiksa ini adalah Ibu Tifa dan Pak Roy.
07:15Bukan yang lain.
07:15Kalau itu memang asli, harus dibuktikan kasihnya.
07:17Pasti.
07:18UGM tidak pernah menunjukkan fisik atau fotokopi.
07:21UGM.
07:22Nanti saya bisa tunjukkan pernyataan Ibu Ova.
07:24Padahal ijasa itu, ijasa asli adalah pembuktian mata, bukan pembuktian ternyata.
07:29Tapi saya tidak mau membahas.
07:31Ini semakin liar, bulanya.
07:33Kenapa saya tidak mau membahas?
07:34Bulanya semakin liar.
07:35Ini bentar Pak Roy, bukan Pak Jokowi.
07:38Bukan fisiknya.
07:39Bukan.
07:40Soalnya Pak, saya tanya ke Pak Arianto.
07:42Jadi menurut Pak Arianto sendiri, dari fitnah dan mencemaran nama atas dasar tudingan ijasa Jokowi palsu oleh Dr. Tifa Roy,
07:49harus dibuktikan dulu dari ijasa palsunya, atau sebenarnya dua hal ini bisa dilakukan secara terpisah?
07:56Ini yang tadi diperdebatkan di sini soalnya.
07:57Kalau pendapat saya ya, ini dengan melihat apa yang sudah dikumpulkan oleh penyitik,
08:03dan kemudian apa yang sudah dibacakan oleh Jaksa tadi, gitu ya.
08:07Itu kira-kira itu nanti sekaligus dalam persidangan ini ya.
08:11Yang berlangsung adalah yang nomor satu, melihat-lihat apakah Pak Jokowi itu lulus dari Gama apa tidak.
08:19Itu pasti nanti akan dicari itu.
08:21Nah, di sini adalah perbedaan pendapat antara kubur sini dengan sana.
08:25Kalau dari sini kan,
08:27Tunjukin.
08:28Pak Jokowi itu,
08:29memang betul-betul lulus dari Gama apa tidak?
08:32Katanya.
08:32Kalau memang iya,
08:34berarti kan memang dia pasti punya ijasa.
08:36Iya lah ya.
08:36Itu.
08:38Sebentar lah dari sana,
08:39mana ijasanya tidak ada.
08:41Kan gitu kan.
08:42Selama ini tidak pernah dapat ijasa yang asli.
08:45Yang dibandingkan di luar sana,
08:47ini buktinya begini, buktinya begini,
08:49buktinya skripsinya tidak benar.
08:50Dan itu kekehan daripada mereka,
08:54kayak gitu.
08:55Nah, nanti lihat saja dari persidangan.
08:58Tapi kalau tadi ditanya pada saya,
09:00perkiraan saya nanti ya dalam persidangan itu,
09:02setelah tadi dibacakan dakwaan itu ya,
09:04pasti nanti akan dilihat,
09:06ini Pak Jokowi ini,
09:07ijasanya asli apa tidak.
09:10Caranya adalah nanti dilihat,
09:11pasti dari Gama dulu.
09:13Karena,
09:15yang di dalam berkas itu,
09:16adalah penyelikan yang dari Gama itu semua,
09:19sudah ada dalam berkas itu.
09:20Itu pasti nanti akan dicek.
09:23Nah, sementara yang dari sana kan katanya
09:25mau menambahkan bukti dari sana.
09:28Nah, pada kesempatan ini lah nanti diadu di lapangan.
Komentar