Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah bersama DPR dan serikat pekerja telah menggelar rapat koordinasi untuk memetakan perusahaan-perusahaan yang berpotensi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Selain membahas langkah mitigasi PHK, pemerintah juga menyoroti persoalan pasokan gas industri yang dinilai mendesak dan akan segera diputuskan sesuai arahan Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyebut kondisi ketenagakerjaan saat ini berada dalam situasi kritis.

Ia mengungkap sekitar 55 ribu pekerja telah terancam PHK, termasuk penutupan PT Granito, serta potensi PHK terhadap sekitar 150 ribu pekerja akibat persoalan RKB.

Pemerintah, DPR, dan serikat pekerja sepakat memperkuat koordinasi melalui Satgas Mitigasi PHK untuk mencari solusi yang menguntungkan pekerja maupun dunia usaha.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/677250/prasetyo-hadi-andi-gani-bahas-polemik-suplai-gas-industri-rkb-pemerintah-selamatkan-ancaman-phk
Transkrip
00:00Baik, terima kasih Pak Dasko, Pak Tujun, pembinaan DPR dan Pak Menaker, Bang Andi Gani, Pak Syed Bibal, kemudian dari
00:12teman-teman Des Ketanaga Kerjaan Polri dan seluruh teman-teman wartawan yang kami hormati.
00:19Jadi hari ini kami difasilitasi oleh Pak Dasko berdiskusi tentang beberapa hal terutama berkenaan dengan adanya informasi beberapa perusahaan yang
00:34berpotensi terjadi PHK.
00:37Oleh karena itulah hari ini tadi kita berkoordinasi untuk memetakan perusahaan apa saja dan permasalahannya apa saja sehingga kita bisa
00:45mengambil langkah-langkah mitigasi.
00:49Kemudian yang kedua, hari ini juga kami tadi berdiskusi berkenaan dengan ada beberapa masalah berkaitan dengan masalah suple gas ke
01:01industri kita
01:02yang sudah kami koordinasikan dan sesuai dengan petunjuk dari Bapak Presiden untuk kita segera mencari jalan keluar
01:11yang mungkin dalam satu dua hari ini kita akan ambil keputusan untuk memastikan kegiatan-kegiatan di sektor yang membutuhkan gas,
01:23terutama di sektor industri,
01:25dapat berjalan sebagaimana yang seharusnya.
01:28Saya kira itu dulu yang dapat kami sampaikan kurang lebihnya Pak Dasko sekali lagi.
01:32Terima kasih, terima kasih Bapak-Bapak semuanya.
01:34Terima kasih teman-teman lagi ya.
01:35Baik, jadi nanti saat gas mitigasi PHK, pihak pemerintah dan DPR akan rutin bertemu untuk kemudian berkoordinasi.
01:44Hari-hari DPR nanti akan dipimpin oleh Pak Cucun, Sam Surijal.
01:49Dan tadi mengenai masalah suple gas dan lain-lain mungkin dari pihak Serikat Pekerja akan menyampaikan.
01:57Baik, terima kasih Pak Dasko, teman-teman yang saya hormati.
02:02Rapat tadi berjalan sangat efektif, karena memang konfederasi KSPSC yang saya pimpin, KSPSC yang digunakan yang paling terdampak besar,
02:1055 ribu sudah terancam di depan mata dan sudah tutup satu perusahaan itu PT Granito.
02:16Tiga hari yang lalu perusahaan memanggil dan menyatakan seluruh pekerja di PHK.
02:20Karena itu, rapat tadi memutuskan dan mungkin dalam waktu satu dua hari,
02:24pemerintah akan segera mengumumkan, menegas industri dan mudah-mudahan dapat menyelamatkan situasi yang sangat kritis.
02:31Yang dapat saya katakan sangat kritis.
02:33Lalu yang kedua masalah RKAB yang juga menyimpan potensi sangat besar.
02:38PHK di 150 ribu pekerja, tapi saya yakin pemerintah sangat cepat mengambil keputusan,
02:46sangat cermat dan hari ini teman-teman yang banyak bertanya siapa Ketua Satgas PHK.
02:51Ketua Satgas PHK itu adalah Pak Mesesek.
02:54Karena kami juga yang meminta para pimpinan buruh sepakat,
02:56supaya efektif dalam komunikasi lintas sektoral kementerian.
03:01Karena itu, kepada teman-teman buruh yang saya sedang menantikan hasil pertemuan ini,
03:05saya pastikan pemerintah berada di pihak buruh dan juga pengusaha,
03:10win-win solution,
03:11dan mudah-mudahan hari Senin sudah ada keputusan menegas industri dan RKAB.
03:15Terima kasih.

Dianjurkan