- 3 jam yang lalu
- #pertamax
- #kpr
- #kelasmenengah
- #litbangkompas
JAKARTA, KOMPAS.TV - Siapa bilang Pertamax hanya digunakan oleh kelas atas? Nyatanya, kelas menengah dan rentan miskin justru berkontribusi besar dalam konsumsi Pertamax, termasuk para pengemudi ojek daring yang saat ini harus putar otak di tengah himpitan efek bola salju ekonomi.
Bukan hanya kenaikan harga Pertamax yang kian menghimpit, kelas menengah juga dibebani cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Cicilan KPR akan semakin tinggi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen.
Hasil survei Litbang Kompas merekam tekanan ekonomi paling berat dirasakan oleh kelas menengah. Pendapatan kelompok ini minim, biaya hidup terus naik, dan mereka tidak menerima bantuan sosial.
Simak pembahasannya bersama Peneliti Litbang Kompas, Agustina Purwanti dalam Kompas Bisnis pada Jumat (26/6/2026).
Baca Juga Menkeu Purbaya Yakin Harga Pertamax akan Segera Turun, Ini Alasannya | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/ekonomi/676424/menkeu-purbaya-yakin-harga-pertamax-akan-segera-turun-ini-alasannya-sapa-malam
#pertamax #kpr #kelasmenengah #litbangkompas
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/677220/full-survei-kelas-menengah-terengah-engah-peneliti-litbang-kompas-singgung-pertamax-kpr
Bukan hanya kenaikan harga Pertamax yang kian menghimpit, kelas menengah juga dibebani cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Cicilan KPR akan semakin tinggi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen.
Hasil survei Litbang Kompas merekam tekanan ekonomi paling berat dirasakan oleh kelas menengah. Pendapatan kelompok ini minim, biaya hidup terus naik, dan mereka tidak menerima bantuan sosial.
Simak pembahasannya bersama Peneliti Litbang Kompas, Agustina Purwanti dalam Kompas Bisnis pada Jumat (26/6/2026).
Baca Juga Menkeu Purbaya Yakin Harga Pertamax akan Segera Turun, Ini Alasannya | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/ekonomi/676424/menkeu-purbaya-yakin-harga-pertamax-akan-segera-turun-ini-alasannya-sapa-malam
#pertamax #kpr #kelasmenengah #litbangkompas
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/677220/full-survei-kelas-menengah-terengah-engah-peneliti-litbang-kompas-singgung-pertamax-kpr
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:08Intro
00:19Saudara saatnya Anda menyaksikan kompas bisnis dan ada informasi ini saudara siapa bilang
00:23Pertamax hanya digunakan oleh kelas atas, nyatanya kelas menengah dan rentan miskin justru berkontribusi besar
00:29dalam konsumsi Pertamax termasuk para pengemudi ojek daring yang saat ini harus putar otak
00:35di tengah impitan efek bola salju ekonomi
00:42Pengemudi ojek daring jadi satu pekerjaan dari sekian banyak yang terdampak kenaikan Pertamax
00:48Salah satu pengendara ojol di kota Semarang, Jawa Tengah, Cornelius Surya
00:54merasa dilema apakah tetap menggunakan Pertamax dengan harga yang sudah melambung atau beralih ke Pertalait
01:01Sebetulnya Surya pernah dalam sebulan mencoba menggunakan Pertalait
01:06Namun karena sepeda motor yang digunakan sudah jenis injeksi justru malah berkerak dan kotor
01:12sehingga terpaksa ia kembali menggunakan Pertamax
01:16Bukan hanya itu, pengeluaran pengemudi ojek yang membengkak
01:20karena naiknya harga berbagai barang kebutuhan hingga oli maupun spare part kendaraan
01:25Oli mesin yang biasa dibeli di harga Rp110.000 kini naik menjadi Rp150.000
01:31Demi menjaga tetap bisa makan, Surya harus menambah jam kerja
01:37Benernya agak berada, pengennya itu beralih
01:40Cuma kendaraan saya itu tidak bisa diisi Pertalait
01:44Dulu pernah diisi Pertalait zaman 2024 itu
01:482 bulan nyoba Pertalait
01:51Malah habis itu mesinnya berkerak
01:55Terus mesin injeksinya berkerak
01:57Terus, ya pokoknya sebab berkerak lah
02:01Akhirnya kan mau tidak mau tetap pakai Pertamax ya
02:05Menyiasatinya itu ya
02:07Apa namanya ya
02:10Harus rajin cari order yang lebih lama
02:13Ibaratnya yang dulu hanya
02:154 jam, 5 jam
02:16Sekarang mungkin harus ekstra sampai 7 jam ya
02:21Bukan hanya Surya
02:22Ada juga Agung Kencana
02:24Salah seorang pengemudi ojek daring di Kota Medan, Sumatera Utara
02:28Sebelumnya, Agung masih bisa mengisi motornya
02:31Dengan bahan bakar Pertamax
02:33Yang dikenal bersih
02:34Membuat mesin tetap terjaga
02:35Namun sejak pemerintah menaikan harga Pertamax
02:38Otomatis Agung terpaksa beralih ke Pertalait
02:41Hal ini tentu membuat dirinya was-was
02:44Terhadap performa mesin motornya
02:46Selain itu, Agung juga merasakan dampak lain
02:49Kenaikan harga Pertamax
02:51Yaitu harga makanan di warung makan
02:53Yang juga ikut naik
02:55Akibat kenaikan ini
02:56Agung terpaksa harus fokus mencari lebih banyak orderan
02:59Untuk menutup pengeluaran yang cukup besar
03:03Minimal tuh 100 per hari lah gitu nyari kan
03:06Ini sekarang udah harus lebih
03:08Karena harga Pertamax pun udah naik
03:09Karena saya pakai Pertamax gitu kan
03:10Ya, mau gak mau
03:12Karena orderan pun agak susah kan
03:14Udah banyak saingan juga
03:16Jadi harus pindah ke Pertalit
03:19Pelan-pelan gini
03:19Karena dari awal pakai Pertamax
03:21Jadi harus pelan-pelan pindah ke Pertalit
03:23Jadi dengan kenaikan harga bahan pokok
03:26Ngaruh juga gak?
03:28Ngaruh lah karena
03:29Kayak harga ini lah
03:31Harga nasi pun di beberapa warung langganan saya juga
03:34Udah mulai biasanya 10 ribu jadi 11 ribu gitu kan
03:37Ada yang 12
03:38Jadi ya harus
03:40Nambah inilah jam kerjanya
03:44Dengan harga minyak dunia yang saat ini turun
03:47Para pengemudi Ojek Daring berharap
03:49Pemerintah bisa mengembalikan Pertamax ke harga semula
03:52Selain memikirkan performa mesin kendaraan mereka
03:55Juga mengurangi beban daya beli yang kian berat
03:58Tim Liputan, Kompas TV
04:06Saudara bukan hanya kenaikan harga Pertamax
04:08Yang kian menghimpit kelas menengah
04:10Adalah cicilan kredit pemilikan rumah
04:12Cicilan KPR akan semakin tinggi
04:14Setelah Bank Indonesia
04:15Menaikan suku bunga acuan ke 5,75%
04:23Meskipun katanya jadi penggerak roda perekonomian
04:27Lagi-lagi kelas menengah terhimpit dari segala penjuru
04:31Dengan minimnya bantuan sosial
04:33Kini warga yang telah maupun berencana membeli rumah
04:37Melalui KPR
04:39Kian resah setelah Bank Indonesia
04:41Menaikan suku bunga acuan 3 kali berturut-turut
04:44Hingga menyentuh 5,75%
04:47Kenaikan BI Red ini
04:49Mulai dirasakan oleh sejumlah debitur KPR
04:51Salah satunya Bagus Hardy
04:54Yang bekerja sebagai General Fair dan Building Maintenance
04:57Di salah satu perusahaan furniture
04:59Di kota Surabaya, Jawa Timur
05:01Bagus telah membeli rumah
05:03Melalui skema KPR sejak tahun 2020
05:05Atau sudah memasuki tahun ke-6
05:08Selama menjalani cicilan
05:10Ia mengaku sudah 2 kali
05:12Mengalami kenaikan bunga pinjaman
05:15Menurut Bagus
05:16Kenaikan suku bunga membuat beban
05:18Keuangan keluarganya semakin bertambah
05:21Sudah cicilin berapa tahun ini?
05:23Sudah jalan berapa tahun?
05:24Saat ini jalan ke-6
05:26Jalan ke-6 ya?
05:28Sebelum 6 tahun
05:296 tahun ya?
05:296 tahun
05:30Sudah naik berapa kali mas?
05:32Selama 6 tahun ini mas?
05:33Waktu itu selama 4 tahun saya
05:36Sudahnya
05:383-4 tahun itu
05:39Naik
05:40Saya berapa pesti saya ke-8 juga
05:43Oke
05:44Cicilan pertama berapa?
05:46Cicilan pertama
05:47Waktu itu sekitar 3.600.000
05:51Kalau untuk sekarang berapa ini?
05:53Saat ini cicilannya hampir 4,7 juta pak
05:574,7 juta
05:58Ini mengikuti suku bunga ya?
06:00Ya betul
06:00Untuk menyiasati kenaikan cicilan KPR
06:03Banyak keluarga memilih lebih hemat
06:05Dengan mengurangi pengeluaran
06:07Langkah ini dilakukan
06:08Agar kondisi keuangan keluarga
06:10Tetap terjaga
06:11Di tengah kenaikan suku bunga
06:14Cilmi Ardi Artovani
06:16Kompas TV
06:17Surabaya
06:18Jawa Timur
06:23Hasil survei Litbang Kompas
06:25Merekam tekanan ekonomi
06:26Paling berat
06:27Dirasakan oleh kelas menengah
06:29Pendapatan kelompok ini minim
06:30Biaya hidup terus naik
06:32Dan juga tanpa bantuan sosial
06:33Kita bahas bersama peneliti Litbang Kompas
06:35Agustina Purwanti
06:37Mbak Tina selamat pagi
06:38Apa kabar?
06:38Selamat pagi Mas Ian
06:39Tentu harus tetap baik kabarnya
06:41Oke di tengah banyak impian ekonomi ya
06:43Di kelas menengah seperti kita
06:44Kita baca dari
06:46Harian Kompas
06:47Yang juga mengangkat terkait dengan
06:48Kelas menengah ini
06:49Ada beberapa hal yang bisa digarisbawahi
06:52Adalah Litbang Kompas
06:53Merekam tekanan ekonomi
06:54Paling berat yang dirasakan oleh kelas menengah
06:56Apa pertimbangannya mengangkat tema ini?
07:00Ya Mas Ian
07:01Sebenarnya survei yang kita lakukan ini
07:02Adalah survei rutin ya
07:04Yang biasa dilakukan oleh
07:05Litbang Kompas
07:06Kami ingin memang ingin mengcapture
07:08Seperti apa sih
07:09Perkembangan ekonomi
07:10Yang dihadapi oleh masyarakat
07:11Nah kebetulan memang
07:13Kami juga mengklasifinya
07:15Berdasarkan kelas
07:16Sehingga kami menemukan
07:17Ternyata ada fakta-fakta menarik
07:19Yang kita temukan
07:20Ketika kita membedah
07:21Situasi ekonomi
07:23Di masing-masing kelas
07:24Itu seperti apa?
07:25Kemudian apa sih
07:26Triggernya atau fenomena apa
07:28Yang membuat
07:29Tim dari jurnalisme data
07:30Dan juga di Litbang Kompas
07:31Mengangkat tema ini
07:32Karena akhir-akhir kita ketahui ya
07:34Terkait tim petan ekonomi
07:35Ada kenaikan pertamak
07:36Seperti yang tadi
07:37Ada juga kenaikan BI
07:38Red, pelemahan rupiah
07:39Juga IHSG
07:40Yang juga rontok
07:41Apa saja yang menjadi background
07:42Sehingga mengangkat tema ini?
07:44Tentu tadi
07:45Beberapa faktor itu tadi
07:46Yang menarik juga
07:47Untuk mengulas
07:48Seperti apa
07:49Kehidupan kelas menengah
07:51Secara ekonominya
07:53Surveinya juga
07:54Berdasarkan atas
07:55Situasi tersebut sebenarnya
07:56Survei ini sebenarnya
07:57Dilakukan dari bulan April
07:59Memang
08:00Berarti tidak ujuk-ujuk
08:01Karena kenaikan pertamak
08:02Tidak
08:03Beberapa bulan lalu ya
08:04Memang
08:05Makanya tadi saya bilang
08:06Ini adalah sebenarnya
08:07Survei rutin yang kita lakukan
08:08Karena kita ingin melihat
08:09Perkembangan ekonomi masyarakat
08:10Itu sebenarnya seperti apa sih
08:11Apakah semakin baik
08:12Atau seperti apa
08:14Ternyata
08:14Fakta yang dari hasil
08:15Survei terbaru
08:16Itu menampilkan
08:18Menunjukkan
08:19Bahwa situasinya
08:20Ternyata
08:20Agak gak mudah nih
08:21Atau bahkan
08:22Kita bilangnya
08:23Cukup terengah-engah
08:24Terutama di kelas menengah
08:25Oke
08:25Siapa saja kemudian
08:27Yang disurvei
08:28Kelompok sosial ekonomi
08:30Mana saja
08:30Usia berapa saja
08:31Yang menjadi responden disini
08:34Sebagaimana
08:34Survei kita yang
08:35Sebelum-sebelumnya ya
08:36Masian
08:37Survei kita ini
08:38Selalu menyasar semua
08:39Semua kelompok masyarakat
08:40Kita lakukan
08:41Di 38 provinsi
08:43Di Indonesia
08:43Survei dilakukan
08:44Tetap muka
08:45Kepada 1.200 responden
08:46Tadi dari kelas bawah
08:48Sampai kelas atas
08:49Dari segala usia juga
08:50Dan dari berbagai latar belakang
08:52Pendidikan
08:53Tetapi memang
08:55Ada beberapa bagian
08:56Yang kami ingin
08:57Meng-capture
08:57Lebih dalam
08:58Salah satunya
08:58Di kehidupan kelas menengah itu
09:00Oke
09:00Apa sebetulnya
09:01Kekhawatiran yang
09:02Paling tinggi
09:02Dari kelas menengah ini
09:03Dan sebetulnya
09:04Apa saja sih
09:06Yang bisa dilakukan oleh pemerintah
09:07Untuk membantu
09:08Kelas menengah
09:08Yang seperti
09:09Ketahui bahwa
09:10Kelas menengah menjadi
09:11Motor juga
09:13Begitu di perekonomian
09:14Di Indonesia
09:14Kita bahas
09:15Tetaplah bersama kami
09:16Di Kompas Bisnis
09:41Saudara kita kembali bahas
09:42Soal hipitan kelas menengah
09:43Bersama peneliti
09:44Litbang Kompas
09:45Agustina Purwanti
09:46Mbak Tina kita tadi
09:48Sempat membahas
09:48Bagaimana metodenya
09:49Sekarang kita masuk ke
09:50Isi dari surveinya
09:52Menarik sekali
09:53Bahwa di layer pertama
09:55Begitu
09:55Ada soal
09:57Deskripsi yang menggambarkan
09:58Kondisi ekonomi keluarga
10:00Untuk kelas menengah atas
10:02Ini justru dominan
10:02Merasa kondisi ekonomi
10:03Tidak mentuh
10:04Mengapa demikian
10:06Ini tergambar ya
10:08Dari tadi sebenarnya
10:09Beberapa informasi
10:10Yang sudah disajikan juga
10:11Situasinya
10:12Agak menghimpit gitu ya
10:14Mas ya
10:14Karena kalau menengah
10:15Kita menanyakan sebenarnya
10:17Kalau boleh dibilang
10:18Sebenarnya menggambarkan
10:19Situasi keluarga anda sekarang
10:20Itu seperti apa sih
10:21Beragam jawabannya
10:22Ada yang mereka
10:23Menganggap tidak menentu
10:25Dan itu kelompok terbesar
10:26Bilang bahwa
10:27Situasinya tidak menentu
10:28Kelompok menengah
10:29Bilang seperti itu
10:30Kenapa mereka
10:31Mengatakan tidak menentu
10:32Ya kita
10:33Kita melihat ya
10:34Situasi akhir-akhir ini
10:35Gonjang-ganjing
10:36Memang secara global
10:37Situasinya juga tidak mudah
10:38Tetapi
10:39Di internal kita sendiri
10:40Ya kita harus
10:41Juga
10:42Memahami
10:43Kenapa akhirnya
10:43Pemerintah mengambil
10:44Kebijakan-kebijakan
10:45Misalnya tadi
10:46Seperti kenaikan suku bunga
10:47Itu kan juga upaya
10:48Untuk kita bisa
10:49Menstabilkan rupiah kita
10:50Seperti itu juga kan
10:51Tetapi pada akhirnya
10:54Efek lainnya adalah
10:55Ini yang membuat
10:56Salah satunya tadi
10:57Kelas menengah
10:58Merasa tidak menentu
10:59Karena punya cicilan
11:00Misalnya
11:01Itu kan akhirnya
11:02Apalagi mereka
11:03Yang suku bunganya
11:04Floating gitu ya
11:05Mas ya
11:05Yang dulu mungkin
11:06Di 5 persen
11:07Sekarang harus naik
11:07Jadi 7
11:08Bahkan 8 persen
11:09Atau bahkan
11:10Lebih
11:10Sementara pendapatan
11:12Yang dipunyai
11:13Itu mungkin
11:14Tidak bergerak
11:15Atau bahkan
11:15Stagnan
11:16Atau bahkan turun
11:17Karena hasil survei kita
11:19Juga menanyakan
11:20Survei kami menanyakan
11:21Apakah
11:22Beberapa waktu terakhir
11:24Ada perubahan pendapatan
11:25Dan ada sebagian
11:27Yang mengatakan
11:28Bahwa pendapatannya
11:29Memang turun
11:29Sehingga
11:30Itulah yang menggambarkan
11:31Situasinya
11:32Kalau itu kan tadi
11:32Yang tergambar juga
11:33Di grafis
11:34Yang ditayangkan
11:35Di layar kaca Anda
11:36Saudara
11:36Itu kan tadi
11:37Soal menengah atas
11:39Termasuk juga
11:40Menengah bawah
11:41Dan juga kelas bawah
11:41Juga didominasi
11:42Jawaban kondisi
11:43Ekonomi tidak menentu
11:44Apakah alasannya
11:45Serupa dengan
11:46Menengah atas
11:48Alasannya sebenarnya
11:49Mirip ya
11:50Karena situasinya kan sama
11:51Karena perbandingan
11:52Antara kelas
11:52Menengah bawah
11:53Menengah atas
11:54Kan sebenarnya
11:54Spernya gak terlalu
11:56Jauh ya
11:56Mas yang mungkin
11:57Menarik adalah
11:59Salah satunya
12:00Ketika kelas atas
12:01Itu yang bilang
12:01Mereka lebih settle
12:02Ya tentu ya
12:03Karena kalau misalnya
12:03Kelas atas
12:04Itu kan relatif bisa
12:06Secara finansial
12:07Itu sudah lebih
12:08Siap begitu
12:09Sementara kelas menengah
12:10Kelas bawah
12:11Apalagi yang itu
12:12Sulit situasi
12:12Kalau kita juga
12:14Lihat tadi
12:15Di grafis sebelumnya
12:16Bisa ditampilkan
12:17Yang pertama
12:17Di survei pertama
12:18Ini
12:19Sebenarnya
12:20Kalau kita melihat ini
12:21Persentase untuk
12:21Jawaban ekonomi terkendali
12:23Juga cukup besar ya
12:24Ini apa
12:24Artinya menggambarkan apa
12:25Kalau terkendali
12:26Cukup besar itu
12:28Sebenarnya salah satu
12:29Hal yang bisa kita lihat
12:30Mungkin
12:30Masyarakat itu
12:31Cukup optimis ya
12:32Melihat
12:33Tetapi
12:34Kalau kita
12:35Melihat secara
12:36Keseluruhan
12:36Kesiapan orang itu
12:37Kan berbeda-beda ya
12:38Mas
12:38Ada yang mungkin
12:39Mereka merasa terkendali
12:40Karena pendapatannya
12:41Sebenarnya sama-sama minim
12:42Terbatas
12:43Tetapi mereka punya
12:44Pengendalian keuangan
12:45Yang lebih baik
12:46Sehingga merasa
12:47Ya baik-baik aja
12:48Atau mungkin
12:49Memang ada
12:50Orang-orang
12:51Yang mereka bekerja
12:52Di sektor
12:53Yang saat ini
12:53Masih aman
12:54Tetapi ada
12:55Pekerja-pekerja
12:56Yang mereka bekerja
12:56Di sektor yang tidak aman
12:57Katakanlah di
12:58Industri pengolahan
12:59Mereka yang bekerja di pabrik
13:00Mereka kan bekerja informal juga
13:02Sebenarnya
13:03Tetapi juga masuk
13:03Golongan kelas menengah
13:04Begitu
13:05Yang situasinya
13:06Gonjang-ganjing
13:07Nah
13:07Oke berarti ada di
13:08Pengelolaan keuangan
13:09Setiap individunya juga
13:10Ini tergambar dalam survei ini ya
13:11Kalau kita bergeser
13:12Ke survei yang kedua
13:14Ini
13:14Ada pertanyaan
13:16Apakah siap secara finansial
13:17Apabila kondisi ekonomi
13:18Kedepan suram
13:19Baik
13:20Menengah
13:20Ini
13:21Ataupun menengah bawah
13:22Dominan
13:23Belum siap
13:24Begitu ya
13:24Apakah ini bisa menggambarkan
13:26Kerentanan finansial
13:27Dari kelas menengah
13:28Atas
13:29Baupun kelas menengah bawah
13:30Benar
13:31Itu benar sekali mas
13:32Kalau
13:32Memang tadi
13:33Selalu ada
13:34Situasi yang berbeda ya
13:36Antara setiap responden
13:37Ada yang mengatakan
13:39Bahwa mereka sudah siap
13:40Tetapi
13:40Di kelompok menengah ini
13:42Dibandingkan misalnya tadi
13:43Lagi-lagi kelas atas
13:44Itu mereka relatif lebih siap
13:45Karena ada memang
13:46Yang mengatakan belum siap
13:47Kesiapan orang kan beda-beda ya
13:48Kelas atas mungkin juga punya
13:50Standar pengeluaran yang berbeda
13:51Tetapi kalau kelas menengah
13:53Mereka memang ada yang sudah siap
13:54Tetapi proporsi yang mengatakan
13:56Secara finansial
13:57Mereka belum siap
13:58Itu lebih besar
14:00Proporsinya
14:01Begitu
14:02Oke
14:03Secara spesifik
14:04Apa saja sih yang
14:06Membuat kelas menengah ini
14:08Merasa belum siap
14:09Atau justru sebetulnya
14:09Kondisi saat ini
14:10Sudah dianggap oleh kelas menengah
14:12Sudah masuk ke kerentanan ekonomi
14:16Sepertinya lebih ke kerentanan ekonomi
14:18Makanya ketika kami melihat hasil ini
14:21Karena kalau dari survei pertanyaan yang kedua
14:23Jika ekonomi tidak baik-baik saja di kemudian hari
14:28Apakah justru saat ini
14:30Kelas menengah ini sudah merasa
14:31Kondisi saat ini
14:32Merasa ekonomi sudah tidak baik-baik saja
14:34Benar apalagi tadi ketika agak sedikit ke pertanyaan sebelumnya
14:37Apakah sudah cukup siap untuk finansial berikutnya
14:40Ibaratnya boro-boro nyiapin untuk yang berikut-berikutnya
14:43Mempersiapkan untuk yang hari ini saja sudah cukup sulit tadi dengan pendapatan yang mungkin cekak gitu ya pendapatannya
14:50Tetapi peningkatan-peningkatan kebutuhan hidup
14:53Kita melihat angka inflasi juga kan naik ya
14:56Sempat agak turun di April
14:57Tetapi bulan Mei BI merilis bahwa
15:00Angka inflasinya kembali naik
15:01Dan itu naik di berbagai hal begitu
15:05Di pangan juga kemudian
15:06BBM naik juga
15:07Itu kan BBM bagaimanapun kan
15:09Dia salah satu bahan baku untuk banyak distribusi dan sebagainya
15:13Akhirnya berdampak kepada kenaikan kebutuhan-kebutuhan pokok itu
15:17Oke kelas menengah tentunya sudah paham betul
15:19Terkait dengan misalkan dana darurat
15:21Tabungan darurat begitu
15:22Apakah dengan kondisi saat ini
15:24Jadi rasa-rasanya semakin sulit untuk kelas menengah untuk memiliki tabungan darurat
15:28Itu benar sekali mas
15:30Karena dari survei yang kita lakukan juga
15:34Akhirnya kita juga kan menanyakan
15:35Lalu apa yang Anda lakukan di tengah situasi seperti ini
15:39Sebagian besar mengatakan bahwa mereka harus melakukan penyesuaian
15:42Penyesuaian yang dilakukan adalah melakukan penghematan
15:45Kemudian akhirnya tabungannya juga harus dikurangi
15:48Dan ini juga selaras dengan Bank Indonesia itu kan setiap bulan melakukan survei juga
15:53Survei konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia
15:55Kalau kita lihat proporsi tabungan masyarakat itu
15:59Yang dirilis oleh Bank Indonesia itu semakin turun
16:02Itu berbanding terbalik dengan kredit mereka yang semakin naik
16:06Nah ini kan artinya kita kan sudah terbiasa dengan fenomena mantap gitu ya
16:09Makan tabungan
16:11Itu kayaknya sudah menjadi semakin menjalar kemana-mana
16:13Mungkin jadi jokes
16:15Tapi kita kan tidak boleh selalu mewajarkan hal ini
16:18Betul
16:19Kalau kita lihat juga ada juga survei yang ketiga dari Litbang Kompas
16:25Begitu di pertanyaan ini ada soal
16:27Dalam 3 bulan terakhir begitu cukup atau tidak penghasilan Anda untuk memenuhi kebutuhan hidup
16:32Ini semua kelompok sosial ekonomi kompak mendominasi
16:36Jawabannya pas dengan kebutuhan
16:38Baik kelas atas menengah maupun kelas bawah
16:41Ini apa artinya?
16:42Ini benar mas
16:42Jadi sebenarnya kalau misalnya kita berbicara soal kelas ya
16:46Atau kelompok sosial ekonomi gitu
16:47Kelas bawah mungkin paling berat
16:50Kelas menengah juga kelas atas mungkin ya relatif mereka lebih settle lah
16:54Dari segala sisi keuangan dan sebagainya
16:56Tetapi kali ini kita salah satu yang menarik dari survei kali ini adalah
17:00Ternyata semua kelompok merasakan hal yang sama sebenarnya
17:03Secara garis besar gitu ya
17:05Meskipun ketika memang dibedah masing-masing
17:07Ya ada skala-skala yang berbeda begitu
17:11Tadi cukup atau tidak penghasilan semua sepakat bahwa tidak cukup
17:16Sebagian besarnya begitu ya meskipun ada yang berkata cukup
17:19Untuk kelas menengah ini lagi-lagi mereka paling banyak proporsinya yang bilang tidak cukup
17:24Itu tadi kembali lagi ke awal ketika pendapatannya konstan atau tetap
17:29Tetapi biaya-biaya kehidupan di hari ke hari itu semakin besar begitu mas
17:34Apakah yang survei yang ketiga ini yang Anda bisa lihat di layar kaca saudara
17:40Ini juga menunjukkan kerentanan ekonomi kelas menengah yang kian nyata
17:44Karena sekarang saya sudah pas-pasan ditambah tekanan lainnya tanpa ada bantalan dari pemerintah
17:48Nah kalau berbicara soal bantalan kenapa akhirnya kelas menengah ini lebih terengah-engah gitu ya
17:56Atau lagi-lagi kami sengaja melihat bahwa ini situasinya ternyata agak-gak berubah gitu ya
18:03Sebenarnya kalau kita berbicara soal kelas menengah ini kan bukan fenomena atau fakta yang baru
18:08Dari 2019-2020 kita sudah bertahun-tahun berbicara soal kelas menengah
18:14Tetapi ternyata survei ini membuktikan bahwa situasinya tadi belum banyak berubah karena kelas menengah lagi-lagi yang masih tertekan
18:21Kenapa mereka mungkin bisa dibilang paling terimpit gitu ya
18:24Kalau misalnya kita berbicara soal kelas bawah kita tahulah
18:27Pemerintah punya perhatian penuh terhadap masyarakat kelas bawah dengan berbagai bantuannya
18:32Mulai dari PKH atau mungkin anak dari kelas miskin atau kelas kelompok bawah dapat biasiswa dan sebagainya
18:39Atau bentuk bantuan-bantuan sosial lainnya
18:42Tetapi kelas menengah ini kan tanggung ya bisa dibilang sebenarnya kelompok tanggung
18:47Karena mereka tidak cukup miskin katakanlah untuk bisa mendapatkan bantuan
18:52Tetapi tidak cukup kaya juga untuk bisa mengatur keuangannya tadi karena pas-pasan
18:58Sehingga mereka yang paling terimpit di sini
19:01Untuk bantuan mungkin memang ada ya
19:03Kita juga tentu mengapresiasi apa yang sudah diupayakan oleh pemerintah dengan beberapa bantuan
19:08Yang katanya diberikan untuk kelas menengah seperti keringanan pajak dan sebagainya
19:12Tetapi berbicara soal keringanan pajak
19:15Kelas menengah ini adalah kelompok-kelompok yang kalau misalnya hari bulan Maret tuh biasanya kita lapor pajak
19:20Itu adalah kelompok-kelompok yang PTKP gak kena pajak sebenarnya
19:24Jadi ini agak real gak sih sebenarnya bantuannya gitu
19:27Terus misalnya berbicara soal BBM yang harganya naik dibilang
19:32Loh tapi kan subsidi tetap ada
19:33Tapi kan secara peraturan subsidi ini diperuntukkan untuk yang kelompok miskin
19:37Tadi informasi juga sudah disampaikan bahwa kelas menengah juga mereka yang menggunakan Pertamax
19:42Dan akhirnya harus ganti ke Pertalet
19:44Mungkin itu cukup ngerem ya pengeluaran sekarang
19:47Tetapi ketika kendaraannya adalah harusnya menggunakan Pertamax
19:51Tapi untuk Pertalet nanti Wande mereka juga pasti akan mengeluarkan biaya lebih lagi
19:56Untuk misalnya perawatan kendaraan dan sebagainya
19:58Dan kalau migrasi ke Pertalet juga ntar pemerintah subsidi semakin membengkak
20:02Itu dia itu kan tantangannya jadi harus bagaimana ini
20:05Nah kalau kita melihat berbagai impitan yang tadi sudah sempat dijelaskan oleh Mbak Tina
20:10Apakah ini menjadi ada semakin besar risiko penurunan kasta dari kelas menengah ke rentan miskin?
20:17Benar, kalau berbicara soal penurunan kasta ini kan sebenarnya sudah terjadi ya
20:22Data BPS itu mengatakan bahwa dulu sekitar 17% kelas menengah
20:28Sekarang proporsinya sekitar 16% dan itu makin turun dari tahun ke tahun setidaknya dari 2019 begitu ya
20:34Ini menjadi tantangan Mas karena kelas menengah ini kan sebenarnya salah satu penggerak ekonomi nasional kita gitu ya
20:44Kalau kita melihat proporsi kelas miskin, kelompok miskin atau kelas bawah itu kan semakin kecil
20:49Karena tadi berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengangkat mereka ke naik kelas begitu
20:54Tetapi kelas menengah ini kan kelas kaya ya hanya segelintir orang gitu lah ya
20:58Yang padat ini kan di kelas menengah begitu dan ketika mereka semakin terimpit ini akan efeknya ke perekonomian kita
21:05Padahal kita tahu bahwa ekonomi kita secara makro itu kan didorong paling kuat itu adalah oleh konsumsi rumah tangga
21:12Katakanlah dari 100% PDB kita 53 sekarang sekitar 53-54 itu disupport oleh konsumsi rumah tangga yang sebagian besarnya
21:21adalah kelas menengah
21:22Ketika kita-kita yang kelas menengah ini kesulitan untuk konsumsi, untuk belanja
21:27Nah itu kan akan pengaruh juga nanti pada akhirnya kepada perekonomian gitu
21:31Siapa lagi yang akan mendorong perekonomian kalau yang di dunia siapa lagi yang akan mendorong perekonomian
21:35Yang juga menarik ini Mbak Tina di pertanyaan selanjutnya, di survei selanjutnya ini terkait dengan apa yang dilakukan setelah mengalami
21:43PHK
21:44Kebanyakan ini menjawab mencari pekerjaan baru
21:47Namun kalau kita ketahui akhir-akhir ini rasanya mencari pekerjaan juga susah
21:51Lapangan pekerjaan juga tidak seluas dulu begitu
21:54Ini bagaimana caranya bisa ketika di PHK opsinya adalah mencari pekerjaan baru di sisi lain begitu kontradiktif
22:02Mencari pekerjaan juga susah
22:04Ini benar, jadi ini sebenarnya backgroundnya adalah kita menanyakan ketika setidaknya 2 tahun belakangan ini kan ada banyak kasus-kasus
22:13PHK
22:14Kami ingin meng-capture apakah di lingkungan sekitar responden kami ini juga terjadi PHK
22:18Dan benar sekali banyak yang mereka mengatakan ada fenomena-fenomena PHK
22:24Apakah itu mereka ataupun anggota keluarga mereka atau orang-orang di sekitar mereka
22:28Dan kita lalu menanyakan lalu ketika PHK apa yang Anda lakukan
22:31Pasti refleks responsnya adalah ya pasti mencari pekerjaan seperti itu
22:36Tetapi memang tadi benar Mas Ian katakan situasinya tidak mudah karena lapangan pekerjaan sekarang sempit gitu ya
22:4319 juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan kita masih belum tahu berapa sebenarnya begitu
22:48Bahkan ada jokes alih-alih lapangan pekerjaan malah lapangan padel yang banyak gitu katanya
22:52Nah ini menjadi sulit nah ketika mereka sulit juga untuk mendapatkan pekerjaan ada hal-hal lain yang mereka upayakan untuk
23:01tetap bisa survive kehidupannya
23:03Karena tadi tidak dapat bantalan dan tidak punya cukup dana untuk survive gitu ya
23:07Akhirnya ada beberapa sebagian yang mereka memilih untuk meminjam uang
23:14Ada juga yang melakukan pinjol tetapi kepada kerabat dan sebagainya itu juga dilakukan
23:19Karena ini juga kalau Mas Ian mention soal pinjol ya ini kan tantangan berat juga ketika makin terimpit pendapatan gak
23:26cukup
23:26Pengeluaran gede besar pasak daripada tiang itu kan mereka mau gak mau mengambil langkah-langkah yang ekstrim tadi bisa jadi
23:32pinjol
23:32Sementara kita tahu bagaimana cerita-cerita ketika orang sudah terjerat pinjol itu kan sangat jadi kompleks begitu ya kehidupannya
23:40Dan yang hal lainnya yang juga kami capture adalah ketika mereka mencari pekerjaan mungkin mereka tidak cukup dengan pekerjaan utamanya
23:49Mau gak mau kelas menengah ini harus mencari pekerjaan sampingan
23:54Jurnalisme data harian kompas pernah mengangkat soal itu dan semakin banyak proporsi kelas menengah yang melakukan pekerjaan sampingan
24:01Untuk tadi tetap bisa survive karena mereka tidak punya bantalan dari manapun
24:05Sementara pengeluaran-pengeluaran semakin tinggi
24:08Nah ini juga bisa kita lihat efeknya tuh bisa sangat luas mas karena ketika mereka mencari pekerjaan sampingan
24:15Katakanlah mereka mungkin waktu dengan keluarga menjadi sangat berkurang
24:18Atau mereka ya stresnya kan menjadi semakin tinggi ya karena semakin banyak pekerjaan
24:22Tadi juga ada ojol yang mengatakan bahwa ya harus lebih banyak nariknya gitu
24:27Karena itu bentuk-bentuk lain dampak dari ketika kelas menengah ini semakin terimpit
24:30Oke artinya berarti mengandalkan satu pekerjaan saja untuk kelas menengah sudah tidak relevan lagi
24:36Benar mungkin kalau dulu kelas menengah yang dianggap sebenarnya agak punya makanya mereka tidak dapat bantuan gitu ya
24:42Ketika Senin sampai Jumat mereka bekerja berpikir Sabtu minggu nanti saya mau healing kemana ya gitu
24:47Tapi mungkin di situasi sekarang kelas menengah Senin sampai Jumat kerja nanti Sabtu minggu saya job apa ya gitu
24:54Sudah mulai ada pergeseran ya
24:55Sudah mulai ada pergeseran
24:56Oke terakhir Mbak Tina apakah tergambar ada harapan dari responden apa sih yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk menolong terutama
25:04kelas menengah
25:05Ini situasinya tadi sangat kompleks ya Mas Ian dan ketika kita tanyakan sebenarnya apa yang diharapkan oleh mereka terutama kelas
25:13menengah
25:13Nah tentu tadi lapangan pekerjaan itu suara mayoritas masyarakat terutama kelas menengah juga sekitar 30% mengatakan mereka ingin lapangan
25:21pekerjaan itu disediakan
25:22Karena itu tadi mereka ya untuk yang mencari sampingan pun atau memang mereka yang sama sekali tidak punya pekerjaan itu
25:29menjadi salah satu yang paling disuarakan
25:31Karena idealnya memang orang kan punya pendapatan untuk bisa tetap bertahan hidup gitu ya
25:36Yang kedua adalah stabilitas kebutuhan pokok begitu
25:40Karena kita lihat akhir-akhir ini juga sangat tinggi fluktuatif kenaikan harga
25:45Nah itu yang menjadi harapan besar dari masyarakat
25:48Oke berarti ada dua harapan besar sebetulnya yang di capture begitu oleh jurnalisme data harian Kompas terkait dengan lapangan pekerjaan
25:54Juga stabilitas kebutuhan pokok
25:57Terima kasih peneliti Likbang Kompas Agustina Purwanti atas penjelasannya yang lengkap sekali hari ini di Studio Kompas TV
26:03Sekali lagi terima kasih banyak
26:04Terima kasih Mas Ian
26:05Oke saudara jangan kemenemannya karena Kompas bisnis selesai tidak akan kembali untuk Anda
26:09Jadi tetap bersama kami
Komentar