Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan periode 20192024, Mahfud MD, menyayangkan pengakuan Ketua Umum BEM Universitas Bung Karno (UBK) nonaktif yang mengaku menerima uang terkait aksi unjuk rasa yang mendesak perbaikan kondisi ekonomi.

Mahfud berharap peristiwa tersebut tidak memecah persatuan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa harus tetap konsisten memperjuangkan aspirasi dan perbaikan bagi bangsa serta tidak terpengaruh oleh kepentingan yang dapat mencederai gerakan mahasiswa.

Selain itu, Mahfud juga meminta Presiden Prabowo Subianto mengungkap kepada publik pihak yang dimaksud dalam pernyataannya terkait adanya pihak yang diduga membayar aksi demonstrasi. Menurut Mahfud, keterbukaan informasi tersebut penting agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

#MahfudMD #Prabowo #DemoMahasiswa #BEMUBK

Baca Juga KSP Ungkap Pesan Prabowo soal Kasus Penyekapan di Bandung di https://www.kompas.tv/nasional/677196/ksp-ungkap-pesan-prabowo-soal-kasus-penyekapan-di-bandung

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677207/mahfud-md-minta-prabowo-ungkap-pihak-yang-diduga-membayar-aksi-demonstrasi-mahasiswa-kompas-pagi
Transkrip
00:00Sorotan lainnya saudara Menko Polhukam periode 2019-2024 Mahfud MD
00:05menyayangkan ketumbem UBK nonaktif yang mengaku merima uang sogokan
00:11terkait unjuk rasa mendesak perbaikan ekonomi.
00:18Mahfud pun berharap mahasiswa tidak terpecah dan tetap konsisten
00:22memperjuangkan perbaikan negara.
00:25Sementara Mahfud juga meminta agar Presiden Prabowo mengungkap
00:29soal siapa yang dituding sebagai pihak yang membayar aksi demo kepada publik.
00:38Yang dibayar siapa?
00:40Yang bayar kelompok tertentu kan selama ini yang diduga bukan orang swasta ya, orang dalam.
00:48Iya kan?
00:49Yang mungkin, tapi enggak tahu mesinnya yang bawa-bawa umumkan saja.
00:55Siapa sih yang dibayar, siapa yang membayar?
00:57Jadi diomongin aja terang-terangan lah, ini BEM ini dibayar ini, ini yang bayar kan gitu.
01:02Kayak mahasiswa kan jelas, ini salahnya di sini lah, pemerintah disebut, pemerintahnya disebut kebijakannya.
01:08Kalau hanya bilang mahasiswa dibayar, terus siapa yang mau diperbaiki di tengah kita?
01:14Kalau pemerintah, mahasiswa jelaskan kalau kritik pemerintah, nyebut kasusnya.
01:17NBG, korupsinya sekian, ini sekian, ini kan disebut, ini kelakunya kan.
01:30Terkait uang itu memang saya terima.
01:33Berapa?
01:3520 persen.
01:37Mengalihkan titik aksi di istana.
01:40Mereka suruh untuk tidak aksi di istana dan aksi di DPR.
01:45Hati-hati loh.
01:47Saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gue tahu itu.
01:58Presiden Prabowo Subianto mengatakan,
02:00ia mengetahui pihak yang berada di balik sejumlah aksi demonstrasi belakangan ini.
02:05Prabowo heran ada pihak yang tidak mendukung pemerintahannya bersaing dengan negara lain.
02:11Presiden ingin seluruh rakyat kompak, layaknya tim sepak bola yang sedang menjalani pertandingan.
02:17Pengamat komunikasi politik Unpat, Kunto Adiwibowo menyebut, ungkapan presiden itu untuk menuding elit politik.
02:24Pak Prabowo berbicara seperti itu, maka cara berpikir Pak Prabowo bahwa tidak mungkin ada demonstrasi berskala besar,
02:32kalau tidak ada elit politik yang di belakangnya atau tidak ada bohir di belakangnya.
02:37Ini juga jadi bermasalah.
02:40Yang pertama, mengecilkan gerakan mahasiswa sendiri, mengecilkan rakyatnya sendiri.
02:46Yang kedua, juga tidak bisa melihat masalah secara lebih jernih.
02:51Dia hanya melihat masalah bahwa ini hanya pertarungan elit.
02:54Padahal tuntutan mahasiswa bukanlah itu, kan gitu.
02:58Tuntutan mahasiswa kan lebih pada fiskal, lalu kemudian perbaiki program-program yang memang sudah kelihatan buruk, kan gitu.
03:10Sementara mahasiswa UI membantah tudingan demo bayaran,
03:14Ketua BEM UI, Yata Latov Masyuk Imawan meminta agar pemerintah tak sekedar menuding,
03:20namun juga membuka data ke publik soal pihak yang membayar aksi unjuk rasa mahasiswa.
03:26Dan juga langsung buka kepada publik transparansi hasil penelusarannya.
03:32Misalkan, bagaimana bisa mahasiswa UBK itu menerima aliran uang sebesar 300 juta, gitu.
03:37Terus juga bagaimana bisa ada kepala dinas pendidikan malah mengeksploitasi dalam tanda kutip anak-anak untuk ikut aksi PRMBG, gitu.
03:46Jadi dari kami mahasiswa melihatnya seperti itu, Kak.
03:51Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menyebut,
03:54jika ada pihak yang membiayai aksi unjuk rasa hingga berujung ricuh, akan memiliki sanksi pidana.
04:00Titik tertentu ya, apabila memang orang-orang yang selama ini dianggap membiayai aksi itu,
04:10dan kemudian aksi itu mengarah kepada hal-hal yang sudah tidak terarah lagi,
04:15misalnya mengarah ke anarkis, gitu ya.
04:19Terus kemudian apa yang disampaikan sudah tidak objektif lagi, gitu ya.
04:23Nah itu sebenarnya bisa dikenakan, dibawa ke masalah ranah hukum.
04:28Pertama, jadi ya itu kalaupun memang ada yang bayar-bayar, ya stop lah bayar-bayar dari mahasiswa ini.
04:37Sebelumnya, Ketua BMUBK nonaktif Muhammad Abdi Maludin mengaku,
04:41mendapat sejumlah uang untuk mengubah lokasi unjuk rasa dari titik di istana,
04:46menjadi ke DPR saat disidang oleh sejumlah rekannya di area kampus.
04:51Ketua BMUBK nonaktif bersama 14 rekannya juga sempat bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming
04:58saat melakukan aksi unjuk rasa di istana pada 15 Juni 2026.
Komentar

Dianjurkan