Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo mengisyaratkan bangsa Indonesia sebagai tim sepak bola yang sedang bertanding dengan negara-negara lain. Namun, ada sejumlah pihak yang justru tidak mendukung bangsanya sendiri.

Lantas, siapa pihak yang dimaksud Presiden membiayai unjuk rasa? Pertanyaan ini disampaikan Koordinator Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Hafiz Haernanda. Hafiz meminta Presiden membuka siapa yang mendanai aksi unjuk rasa.

Dia khawatir pernyataan Presiden mendiskreditkan gerakan mahasiswa yang beberapa waktu belakangan berunjuk rasa menuntut perbaikan kondisi ekonomi bangsa.

Badan Komunikasi Pemerintah RI menyebut Presiden sudah mempunyai data siapa-siapa saja pihak yang ditengarai membayar aksi demo.

Presiden tak menyebut siapa yang membayar unjuk rasa atau unjuk rasa mana yang dibayar. Namun, soal penerimaan uang terkait unjuk rasa diakui Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdimaludin.

Saat diinterogasi rekan-rekannya sesama mahasiswa, Abdi mengaku terima uang sebelum menggelar unjuk rasa pada 15 Juni 2026. Jumlahnya Rp20 juta.

Uang itu diberikan dengan permintaan untuk memindahkan titik aksi demo dari dekat Istana Presiden ke depan Gedung DPR RI. Abdi dan kawan-kawan sempat diterima Wapres Gibran di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.

Karena pengakuannya itu, pihak rektorat Universitas Bung Karno memutuskan melakukan investigasi dan menonaktifkan Abdimaludin. UBK menyatakan menolak intervensi pihak luar kepada gerakan mahasiswa.

Beberapa pekan terakhir, gelombang unjuk rasa, utamanya mahasiswa, terjadi di sejumlah daerah. Mahasiswa turun ke jalan menuntut perbaikan ekonomi bangsa, salah satunya adalah meminta evaluasi program MBG.

Namun, di berbagai daerah juga terjadi aksi unjuk rasa yang menuntut sebaliknya, yaitu agar program MBG terus dilanjutkan.

Pemerintah menegaskan mengapresiasi semua aksi unjuk rasa dan membantah mengondisikan demonstrasi untuk mendukung program MBG.

#mbg #mahasiswa #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677134/presiden-prabowo-hati-hati-saya-kasih-peringatan-saya-tahu-yang-bayar-bayar-demo-itu
Transkrip
00:01PEMBICARA 1
00:30PEMBICARA 1
01:00Hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gue tahu itu.
01:13Peringatan itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di puncak Pekan Nasional Petani dan Melayat.
01:20Presiden mengibaratkan bangsa Indonesia sebagai tim sepak bola yang sedang bertanding dengan negara-negara lain.
01:27Namun ada sejumlah pihak yang justru tidak mendukung bangsanya sendiri.
01:33Tapi gak ada yang main demo. Ditanya, ditanya anak-anak demo gak ngerti.
01:40Mau demo apa ya?
01:44Kami dibayar Rp200.000.
01:47Tapi ada, saya gak mengerti.
01:51Saudara-saudara kita ini kalau merasa, kalau kita dalam pertandingan gitu ya, kita jadi supporter kan.
01:59Kita mendukung satu tim.
02:00Ayo maju, maju, maju.
02:02Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara.
02:08Harusnya bangsa ini kompak.
02:11Kalau ada yang kurang, temen yang kurang, tim kita lagi main ya, mainnya kurang bagus, ya tetap di supporter.
02:28Nanti begitu sudah selesai pertandingan baru dikoreksi.
02:34Lantas, siapa pihak yang dimaksud Presiden membiayai unjuk rasa?
02:39Pertanyaan ini disampaikan Koordinator Sospol Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Hafiz Hayernanda.
02:47Hafiz meminta Presiden membuka siapa yang mendanai aksi unjuk rasa.
02:51Dia khawatir, pernyataan Presiden mendiskreditkan gerakan mahasiswa yang beberapa waktu belakangan berkunjuk rasa menuntut perbaikan kondisi ekonomi bangsa.
03:27Badan Komunikasi Pemerintah atau BAKOM RI menyebut Presiden sudah mempunyai.
03:33Data siapa-siapa saja pihak yang ditenggarai membayar aksi demo.
03:39Tentunya Presiden mempunyai data, tapi itu bukan menjadi konsumsi daripada publik untuk sementara ini.
03:49Alasannya, kenapa tidak bisa diungkap?
03:56Ya, kan strategi itu bermacam-macam. Strategi bagaimana menjaga kestabilan masyarakat, bagaimana menjaga ketenangan masyarakat, ini kan diperlukan.
04:08Presiden tak menyebut siapa yang membayar unjuk rasa atau unjuk rasa mana yang dibayar.
04:14Namun, soal penerimaan uang terkait unjuk rasa, diakui Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin.
04:24Saat diinterogasi rekan-rekannya sesama mahasiswa, Abdi mengaku terima uang sebelum menggelar unjuk rasa pada 15 Juni 2026, jumlahnya 20
04:36juta rupiah.
04:38Uang itu diberikan dengan permintaan untuk memindahkan titik aksi demo dari dekat Istana Presiden ke depan gedung DPR RI.
04:45Abdi dan kawan-kawan sempat diterima Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka di kantor Wakil Presiden Jakarta.
04:54Maka dari itu, terkait uang itu memang saya terima 20 persen.
05:04Uang itu sebenarnya, Abdi tahu nggak, peruntukannya itu untuk mengalihkan atau untuk yang lain sebenarnya?
05:13Untuk mengalihkan titik aksi di Istana, mereka suruh untuk tidak aksi di Istana dan aksi di DPR.
05:22Karena pengakuannya itu, pihak rektor Universitas UBK memutuskan melakukan investigasi dan menonaktifkan Abdi Maludin.
05:30UBK menyatakan menolak intervensi pihak luar kepada gerakan mahasiswa.
05:36Universitas Bongkarno menolak pihak-pihak luar yang sengaja menunggangi aspirasi dan perjuangan mahasiswa Universitas Bongkarno
05:50Kami meminta seluruh elemen mahasiswa untuk tidak terprovokasi dan menjaga kedaulatan kampus dari intervensi eksternal yang tidak bertanggung jawab.
06:06Lima, Universitas Bongkarno akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa dan pengakuan dari oknum-oknum yang terlibat pelanggaran peraturan kampus.
06:25Beberapa pekan terakhir, gelombang unjuk rasa, utamanya mahasiswa, terjadi di sejumlah daerah.
06:30Mahasiswa turun ke jalan menuntut perbaikan ekonomi bangsa.
06:34Salah satunya adalah meminta evaluasi program makan bergizi gratis.
06:39Namun, di berbagai daerah juga terjadi aksi unjuk rasa yang menuntut sebaliknya, yaitu agar program makan bergizi gratis terus dilanjutkan.
06:48Pemerintah menegaskan mengapresiasi semua aksi unjuk rasa dan membantah mengondisikan demonstrasi untuk mendukung program makan bergizi gratis.
06:58Di dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, siapapun boleh menyatakan pendapat.
07:06Baik pendapat yang sepakat dengan kebijakan pemerintah maupun yang mengkritik kebijakan pemerintah.
07:14Baik dengan dugaan ada pengkondisian dari pemerintah terhadap demo yang mendukung MBG,
07:20saya rasa itu tidak benar karena posisi pemerintah adalah menghargai setiap pendapat suara masyarakat, baik yang pro maupun yang kontra.
07:32Analis komunikasi politik Universitas Pajajaran Kunto Adiwibowo menilai,
07:37wajar jika Presiden menganggap unjuk rasa dibiayai untuk menurunkan wibawa pemerintahannya.
07:43Namun, tidak tepat jika ucapan tersebut ditujukan kepada gerakan mahasiswa.
07:51Kalau dari sisi Pak Presiden ya, ya wajarlah mbak gitu.
07:55Kalau beliau kemudian menuding ada elit lain yang berusaha untuk menurunkan di bawah pemerintahan dia,
08:04mengganggu pemerintahan dia, lalu dia marah kalau menurut saya wajar.
08:07Cuma salah halamat nih kalau ke mahasiswa gitu.
08:12Kalau menurut saya Pak Presiden harus lebih bijak untuk melihat mana yang sebenarnya gerakan mahasiswa yang kritiknya memang oke.
08:21Unjuk rasa yang terjadi di sejumlah daerah dua pekan terakhir ini harus disikapi bijaksana.
08:27Pemerintah diharapkan mau mendengar kritik dan masukan dari rakyatnya
08:31dan menjawab dengan langkah konkret demi perbaikan dan kemajuan bangsa dan negara.
08:36Tim Liputan Kompas TV
Komentar

Dianjurkan