00:01PEMBICARA 1
00:30PEMBICARA 1
01:00Hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gue tahu itu.
01:13Peringatan itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di puncak Pekan Nasional Petani dan Melayat.
01:20Presiden mengibaratkan bangsa Indonesia sebagai tim sepak bola yang sedang bertanding dengan negara-negara lain.
01:27Namun ada sejumlah pihak yang justru tidak mendukung bangsanya sendiri.
01:33Tapi gak ada yang main demo. Ditanya, ditanya anak-anak demo gak ngerti.
01:40Mau demo apa ya?
01:44Kami dibayar Rp200.000.
01:47Tapi ada, saya gak mengerti.
01:51Saudara-saudara kita ini kalau merasa, kalau kita dalam pertandingan gitu ya, kita jadi supporter kan.
01:59Kita mendukung satu tim.
02:00Ayo maju, maju, maju.
02:02Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara.
02:08Harusnya bangsa ini kompak.
02:11Kalau ada yang kurang, temen yang kurang, tim kita lagi main ya, mainnya kurang bagus, ya tetap di supporter.
02:28Nanti begitu sudah selesai pertandingan baru dikoreksi.
02:34Lantas, siapa pihak yang dimaksud Presiden membiayai unjuk rasa?
02:39Pertanyaan ini disampaikan Koordinator Sospol Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Hafiz Hayernanda.
02:47Hafiz meminta Presiden membuka siapa yang mendanai aksi unjuk rasa.
02:51Dia khawatir, pernyataan Presiden mendiskreditkan gerakan mahasiswa yang beberapa waktu belakangan berkunjuk rasa menuntut perbaikan kondisi ekonomi bangsa.
03:27Badan Komunikasi Pemerintah atau BAKOM RI menyebut Presiden sudah mempunyai.
03:33Data siapa-siapa saja pihak yang ditenggarai membayar aksi demo.
03:39Tentunya Presiden mempunyai data, tapi itu bukan menjadi konsumsi daripada publik untuk sementara ini.
03:49Alasannya, kenapa tidak bisa diungkap?
03:56Ya, kan strategi itu bermacam-macam. Strategi bagaimana menjaga kestabilan masyarakat, bagaimana menjaga ketenangan masyarakat, ini kan diperlukan.
04:08Presiden tak menyebut siapa yang membayar unjuk rasa atau unjuk rasa mana yang dibayar.
04:14Namun, soal penerimaan uang terkait unjuk rasa, diakui Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin.
04:24Saat diinterogasi rekan-rekannya sesama mahasiswa, Abdi mengaku terima uang sebelum menggelar unjuk rasa pada 15 Juni 2026, jumlahnya 20
04:36juta rupiah.
04:38Uang itu diberikan dengan permintaan untuk memindahkan titik aksi demo dari dekat Istana Presiden ke depan gedung DPR RI.
04:45Abdi dan kawan-kawan sempat diterima Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka di kantor Wakil Presiden Jakarta.
04:54Maka dari itu, terkait uang itu memang saya terima 20 persen.
05:04Uang itu sebenarnya, Abdi tahu nggak, peruntukannya itu untuk mengalihkan atau untuk yang lain sebenarnya?
05:13Untuk mengalihkan titik aksi di Istana, mereka suruh untuk tidak aksi di Istana dan aksi di DPR.
05:22Karena pengakuannya itu, pihak rektor Universitas UBK memutuskan melakukan investigasi dan menonaktifkan Abdi Maludin.
05:30UBK menyatakan menolak intervensi pihak luar kepada gerakan mahasiswa.
05:36Universitas Bongkarno menolak pihak-pihak luar yang sengaja menunggangi aspirasi dan perjuangan mahasiswa Universitas Bongkarno
05:50Kami meminta seluruh elemen mahasiswa untuk tidak terprovokasi dan menjaga kedaulatan kampus dari intervensi eksternal yang tidak bertanggung jawab.
06:06Lima, Universitas Bongkarno akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa dan pengakuan dari oknum-oknum yang terlibat pelanggaran peraturan kampus.
06:25Beberapa pekan terakhir, gelombang unjuk rasa, utamanya mahasiswa, terjadi di sejumlah daerah.
06:30Mahasiswa turun ke jalan menuntut perbaikan ekonomi bangsa.
06:34Salah satunya adalah meminta evaluasi program makan bergizi gratis.
06:39Namun, di berbagai daerah juga terjadi aksi unjuk rasa yang menuntut sebaliknya, yaitu agar program makan bergizi gratis terus dilanjutkan.
06:48Pemerintah menegaskan mengapresiasi semua aksi unjuk rasa dan membantah mengondisikan demonstrasi untuk mendukung program makan bergizi gratis.
06:58Di dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, siapapun boleh menyatakan pendapat.
07:06Baik pendapat yang sepakat dengan kebijakan pemerintah maupun yang mengkritik kebijakan pemerintah.
07:14Baik dengan dugaan ada pengkondisian dari pemerintah terhadap demo yang mendukung MBG,
07:20saya rasa itu tidak benar karena posisi pemerintah adalah menghargai setiap pendapat suara masyarakat, baik yang pro maupun yang kontra.
07:32Analis komunikasi politik Universitas Pajajaran Kunto Adiwibowo menilai,
07:37wajar jika Presiden menganggap unjuk rasa dibiayai untuk menurunkan wibawa pemerintahannya.
07:43Namun, tidak tepat jika ucapan tersebut ditujukan kepada gerakan mahasiswa.
07:51Kalau dari sisi Pak Presiden ya, ya wajarlah mbak gitu.
07:55Kalau beliau kemudian menuding ada elit lain yang berusaha untuk menurunkan di bawah pemerintahan dia,
08:04mengganggu pemerintahan dia, lalu dia marah kalau menurut saya wajar.
08:07Cuma salah halamat nih kalau ke mahasiswa gitu.
08:12Kalau menurut saya Pak Presiden harus lebih bijak untuk melihat mana yang sebenarnya gerakan mahasiswa yang kritiknya memang oke.
08:21Unjuk rasa yang terjadi di sejumlah daerah dua pekan terakhir ini harus disikapi bijaksana.
08:27Pemerintah diharapkan mau mendengar kritik dan masukan dari rakyatnya
08:31dan menjawab dengan langkah konkret demi perbaikan dan kemajuan bangsa dan negara.
08:36Tim Liputan Kompas TV
Komentar