Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 jam yang lalu
AUSTRALIA, KOMPAS.TV - Indonesia resmi memulai ekspor perdana pupuk urea ke Australia melalui skema kerja sama antar pemerintah atau government to government (G2G).

Sebanyak 47.250 ton urea dari PT Pupuk Indonesia tiba di Pelabuhan Brisbane, Queensland, pada 22 Juni 2026, menandai langkah baru kemitraan strategis Indonesia dan Australia di sektor pangan serta pertanian.

Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono mengungkap makna di balik pengiriman perdana ini, mulai dari arahan Presiden untuk membantu negara tetangga yang menghadapi krisis pupuk hingga komitmen menjaga pasokan pupuk nasional tetap aman.

Ekspor ini juga mempertegas posisi Indonesia sebagai pemasok pupuk andal di tengah ketidakpastian pasokan global.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/677108/perdana-indonesia-resmi-ekspor-47-ribu-ton-urea-ke-australia-perkuat-ketahanan-pangan-indo-pasifik
Transkrip
00:03Intro
00:05Sahabat Kompas TV pengiriman perdana pupuk urea
00:09antara pemerintah Indonesia ke Australia
00:12menjadi momen penting terutama mengenai hubungan kedua negara
00:16tapi dibalik itu pasti pengiriman pupuk urea ini
00:21memiliki arti yang lebih besar dari sekedar ekspor-impor
00:25Nah saat ini saya sedang bersama dengan Duta Besar Indonesia untuk Australia
00:30Halo Pak Siswa, apa kabar?
00:32Halo, baik
00:32Baik, sehat ya Pak ya?
00:35Ya, sehat
00:35Pak, jadi sebelum kita ngomongin soal pupuk
00:38mungkin yang bisa saya tanyakan adalah
00:39sudah 5 tahun di Canberra
00:42Hampir 5 tahun
00:43Hampir 5 tahun
00:44Adakah hal-hal dari Indonesia yang paling dikangenin Pak?
00:48Setiap kali saya balik ke Indonesia saya cari rujak cingur
00:52Rujak cingur, ya ampun
00:55Pak, tapi kalau di kedutaan besar memang chefnya enggak masak itu Pak?
01:00Ya, enggak ada cuma cingur resepnya aja
01:02tapi enggak ada petis, enggak ada apa
01:05jadi enggak ada
01:06Saya mesti balik ke, ya kayak besok itu saya ke Gresik misalnya
01:09ya tarik rujak cingur
01:12Oh oke
01:12Wah, kalau misalnya teman bilang mungkin saya bawakan bisa
01:15Pak, jadi ini terkait dengan ekspor pupuk urea pertama
01:21dengan skema G2G dari Indonesia ke Australia
01:25itu sebenarnya awalnya gimana sih Pak ceritanya?
01:28Padahal kan kalau secara bisnis-bisnis kita sudah regular ya Pak ya untuk ekspor ke Australia
01:33Ya, jadi memang kalau kita lihat setiap tahun ya kita ngekspor itu barang ke sini urea ya
01:40tapi karena krisis kemarin
01:42akhirnya jadi G2G dan jangka panjang ya
01:47Rekod ekspor kita terbesar yang B2B tahun 2024 itu sampai 600 ribu ton urea
01:55karena Australia memperlu ya
01:57tapi sekarang dengan krisis ini Australia perlu lebih banyak pengamanan pasokan ya
02:01jadi dia mau jangka panjang
02:04Ceritanya gini, Australia itu tiap tahun perlu urea itu sekitar 3,7 juta ton
02:12dari jumlah itu ya yang 2 juta ton itu diambilnya dari Middle East
02:18nah ini dengan adanya goro-goro itu di Middle East ya
02:22enggak bisa lagi barangnya masuk sini loh
02:24jadi akhirnya dia cari sumber-sumber lain
02:28nah ini dari pihak Australia ya
02:31nah dia baru tahu rupanya oh di Indonesia punya kapasitas ekspor yang cukup tinggi
02:36kita kan produksi urea itu 9,3 juta ton
02:40nah kapasitas ekspor kita, urea itu kan untuk difokuskan ke petani-petani kita
02:45tapi produksinya ada lebih selalu
02:47jadi ada namanya Structural Export Capacity ya
02:51itu antara 1,5 juta ton ya
02:54jadi Australia lihat itu dan melihat bahwa Indonesia sebagai pemasok yang terdekat ya
03:00sementara itu Indonesia untuk bikin urea kan kita perlu ini
03:05kalau sampean bikin urea itu perlu gas dan perlu fosfat ya
03:10nah itu ternyata di sini banyak ya
03:13kemarin waktu krisis LPG misalnya ya
03:16kita sampai ada 3 kargo berangkat dari Australia
03:19nah yang untuk LNG, pipe gas di sini nih ada tapi perlu memang jangka panjang
03:25ada apa namanya kontrak jangka panjang
03:27jadi sekarang kita melihat ke Australia sebagai sumber fosfat dan gas
03:31Australia lihat Indonesia sebagai sumber urea
03:34nah ini kan dayung bersambut ya
03:37nah dari saat itu mulai muncul pemikiran ya kenapa nggak dibikin jangka panjang sekalian
03:42nah akhirnya disitu lah saya kira info di balik layarnya kayak gitu
03:49nah berarti terus untuk lobi-lobi ini awalnya di mana?
03:53katanya pemerintah Perdana Menteri itu kemudian sempat telpon langsung ke Pak Prabowo
03:59iya dengan Pak Prabowo dan saya kira ini bagus ya
04:03pertama kita dan Australia itu kan punya yang namanya kesepakatan comprehensive partnership ya
04:13antara Indonesia dan Australia
04:15ini satu, kedua kita punya yang namanya IASEPA
04:19comprehensive economic partnership
04:20jadi ada dasarnya yang sudah kuat kita itu partner
04:24kemudian di segi security kita punya yang namanya DCA
04:31defense cooperation agreement
04:33kemudian ada treaty of common security
04:36jadi sebenarnya secara infrastruktur politik itu kita sudah partner
04:42nah ini untuk mengisi ke partneran tadi
04:45nah kita ya bantulah kan Australia kan perlu dibantu ya
04:49jadi kita kirim urea disini
04:52memang atas kesepakatan atau permintaan Pak Prime Minister Albanisi kepada Pak Prabowo
04:58ya
04:59jadi ya itu
05:00itu prosesnya nggak lama ya Pak ya setelah itu ya?
05:02nggak nggak lama
05:03jadi kan Pak Prabowo itu punya filsafat ya
05:08tetangga itu yang harus kita open ini karena ada persoalan kita nengoknya ke tetangga
05:15ya kan Australia juga gitu
05:16nah ini tetangga kita lagi susah ya kita kasih
05:19walaupun itu bayar juga mereka kan
05:23misalnya ada pahalanya ada duite
05:27pengapalan pertama hari ini
05:28itu kan sekitar 47 ribu ton ya
05:33atau 50 ribu ribu ton
05:35jadi masih ada nanti kapal-kapal lainnya datang ya
05:37nah yang gelombang pertama itu dikirimi
05:41nanti akan dibagikan ke petani-petani yang di Queensland
05:43sama di New South Wales
05:46kenapa?
05:48Queensland itu sumber dari kapas
05:51kalau industri garmen kita
05:54ngambil kapasnya dari sini dari Queensland
05:56sementara New South Wales
06:00itu sumber dari gandum
06:02nah kita kan ngambil gandum itu dari Australia banyak untuk industri mie kita ya
06:07mie instan itu kan ambil gandumnya dari sini ya
06:10nah jadi kalau kita bantu mereka dengan urea
06:14ya kita lumintu nanti ngalir terus itu kapasnya ke kita
06:18ya mereka nggak gagal panel gitu kan
06:20kalau kita bantu mereka dengan urea untuk petani gandum
06:23gandumnya juga akhirnya kita ambil ya kan
06:26nah ini saya kira simbiosnya mutualistis lah
06:30dua-duanya mendapatkan keamanannya satu bisa terus nge-export
06:34kita juga terus nge-export urea kesini
06:36cuma yang kita export urea itu kan nilai tambahnya tinggi itu
06:39ya Pak sambil duduk mungkin biar kita ada waktu mau menistirahat
06:43sambil kita berada di sisi dari sungai Brisbane ini ya Pak ya
06:48sungai Brisbane
06:48nikmat sekali untuk dinikmati sore sore
06:50nah Pak terakhir jadi dari ekspor pupuk urea pertama melalui skema government to government
06:58apa sebenarnya yang mau disampaikan Indonesia ke Australia
07:02Indonesia lihatlah Australia sebagai salah satu sumber yang penting untuk bahan tahan takut kita
07:10dan Australia juga melihat Indonesia sebagai tempat yang bagus untuk processing
07:16ya nanti kalau sudah setengah jadi dikirimkan balik ke Australia
07:19diproses lagi disini dengan high tech
07:21ya Australia kan bagus high technya teknologinya tinggi
07:25ya kerjasama itu yang kita sebut sebagai cita-cita membentuk Indonesia Australia economic powerhouse
07:32oke terima kasih Pak siswa sudah berbagi insightnya
07:35semoga memang harapannya pengiriman perdana urea ini menjadi awal semakin kuatnya
07:40hubungan bilateral kita
07:41ya
07:41kerjasama kita dalam hal ekonomi begitu ya
07:44terutama di bidang perdagangan ataupun sektor-sektor strategis lainnya
07:48satu hal lagi Mbak
07:48satu hal lagi yang harus diingat ya
07:50oke
07:50kenapa processing di kawasan Indonesia atau Asia Tenggara itu bisa bagus
07:56karena nggak ada perang disini
07:5750 tahun nggak ada peperangan
08:00kita bandingkan dengan di middle east kan disana banyak perang ya
08:03dan itu bertahun-tahun
08:05artinya ketahanan politik ya di kawasan Asia Tenggara itu bisa terjamin
08:13karena Indonesia itu politiknya bebas aktif
08:16karena Indonesia itu politiknya non-line ya
08:20dan di ASEAN itu dijawantahkan menjadi ZOPAN
08:24zone on peace freedom and neutrality
08:26akhirnya ya Pak
08:28Amerika itu teman kita
08:29Cina itu teman kita
08:30Rusia teman kita
08:32Australia teman kita
08:33nah ini yang menghasilkan
08:35apa
08:36partnership yang bagus ya
08:38untuk membangun ekonomi bersama
08:41oke
08:42oke di nanti seperti apa
08:43kerjasama dari Indonesia dan juga Australia ke depannya
08:47tidak hanya pupuk Korea saja
08:48di bidang perdagangan
08:49di bidang pendidikan yang paling familiar ya Pak ya
08:53tapi semoga kita nantikan semoga ada kerjasama strategis di bidang-bidang lainnya
08:57terima kasih
08:58terima kasih
08:58salam sehat selalu
09:00ini sebetulnya pembicaraan kita ini ada pantunya
09:03oh apa tuh boleh
09:04saya tinggal bilang capeknya aja
09:06suwe ora jamu
09:08cakep
09:08jamu ora suwe
09:09cakep
09:10suwe ora ketemu
09:11ketemu ora suwe
09:14tapi pembicaraannya mudah-mudahan bermanfaat ya
09:16iya pembicaraan daging semua meskipun pertemuan cuma sebentar nanti kita masukin lagi
09:19waktu kita masih panjang Bapak sehat-sehat selalu
09:21nanti kita ngobrol lagi
09:23bye bye
09:23selamat menikmati
09:25selamat menikmati
09:27terima kasih
09:29selamat menikmati
09:29terima kasih
Komentar

Dianjurkan