00:03Intro
00:05Sahabat Kompas TV pengiriman perdana pupuk urea
00:09antara pemerintah Indonesia ke Australia
00:12menjadi momen penting terutama mengenai hubungan kedua negara
00:16tapi dibalik itu pasti pengiriman pupuk urea ini
00:21memiliki arti yang lebih besar dari sekedar ekspor-impor
00:25Nah saat ini saya sedang bersama dengan Duta Besar Indonesia untuk Australia
00:30Halo Pak Siswa, apa kabar?
00:32Halo, baik
00:32Baik, sehat ya Pak ya?
00:35Ya, sehat
00:35Pak, jadi sebelum kita ngomongin soal pupuk
00:38mungkin yang bisa saya tanyakan adalah
00:39sudah 5 tahun di Canberra
00:42Hampir 5 tahun
00:43Hampir 5 tahun
00:44Adakah hal-hal dari Indonesia yang paling dikangenin Pak?
00:48Setiap kali saya balik ke Indonesia saya cari rujak cingur
00:52Rujak cingur, ya ampun
00:55Pak, tapi kalau di kedutaan besar memang chefnya enggak masak itu Pak?
01:00Ya, enggak ada cuma cingur resepnya aja
01:02tapi enggak ada petis, enggak ada apa
01:05jadi enggak ada
01:06Saya mesti balik ke, ya kayak besok itu saya ke Gresik misalnya
01:09ya tarik rujak cingur
01:12Oh oke
01:12Wah, kalau misalnya teman bilang mungkin saya bawakan bisa
01:15Pak, jadi ini terkait dengan ekspor pupuk urea pertama
01:21dengan skema G2G dari Indonesia ke Australia
01:25itu sebenarnya awalnya gimana sih Pak ceritanya?
01:28Padahal kan kalau secara bisnis-bisnis kita sudah regular ya Pak ya untuk ekspor ke Australia
01:33Ya, jadi memang kalau kita lihat setiap tahun ya kita ngekspor itu barang ke sini urea ya
01:40tapi karena krisis kemarin
01:42akhirnya jadi G2G dan jangka panjang ya
01:47Rekod ekspor kita terbesar yang B2B tahun 2024 itu sampai 600 ribu ton urea
01:55karena Australia memperlu ya
01:57tapi sekarang dengan krisis ini Australia perlu lebih banyak pengamanan pasokan ya
02:01jadi dia mau jangka panjang
02:04Ceritanya gini, Australia itu tiap tahun perlu urea itu sekitar 3,7 juta ton
02:12dari jumlah itu ya yang 2 juta ton itu diambilnya dari Middle East
02:18nah ini dengan adanya goro-goro itu di Middle East ya
02:22enggak bisa lagi barangnya masuk sini loh
02:24jadi akhirnya dia cari sumber-sumber lain
02:28nah ini dari pihak Australia ya
02:31nah dia baru tahu rupanya oh di Indonesia punya kapasitas ekspor yang cukup tinggi
02:36kita kan produksi urea itu 9,3 juta ton
02:40nah kapasitas ekspor kita, urea itu kan untuk difokuskan ke petani-petani kita
02:45tapi produksinya ada lebih selalu
02:47jadi ada namanya Structural Export Capacity ya
02:51itu antara 1,5 juta ton ya
02:54jadi Australia lihat itu dan melihat bahwa Indonesia sebagai pemasok yang terdekat ya
03:00sementara itu Indonesia untuk bikin urea kan kita perlu ini
03:05kalau sampean bikin urea itu perlu gas dan perlu fosfat ya
03:10nah itu ternyata di sini banyak ya
03:13kemarin waktu krisis LPG misalnya ya
03:16kita sampai ada 3 kargo berangkat dari Australia
03:19nah yang untuk LNG, pipe gas di sini nih ada tapi perlu memang jangka panjang
03:25ada apa namanya kontrak jangka panjang
03:27jadi sekarang kita melihat ke Australia sebagai sumber fosfat dan gas
03:31Australia lihat Indonesia sebagai sumber urea
03:34nah ini kan dayung bersambut ya
03:37nah dari saat itu mulai muncul pemikiran ya kenapa nggak dibikin jangka panjang sekalian
03:42nah akhirnya disitu lah saya kira info di balik layarnya kayak gitu
03:49nah berarti terus untuk lobi-lobi ini awalnya di mana?
03:53katanya pemerintah Perdana Menteri itu kemudian sempat telpon langsung ke Pak Prabowo
03:59iya dengan Pak Prabowo dan saya kira ini bagus ya
04:03pertama kita dan Australia itu kan punya yang namanya kesepakatan comprehensive partnership ya
04:13antara Indonesia dan Australia
04:15ini satu, kedua kita punya yang namanya IASEPA
04:19comprehensive economic partnership
04:20jadi ada dasarnya yang sudah kuat kita itu partner
04:24kemudian di segi security kita punya yang namanya DCA
04:31defense cooperation agreement
04:33kemudian ada treaty of common security
04:36jadi sebenarnya secara infrastruktur politik itu kita sudah partner
04:42nah ini untuk mengisi ke partneran tadi
04:45nah kita ya bantulah kan Australia kan perlu dibantu ya
04:49jadi kita kirim urea disini
04:52memang atas kesepakatan atau permintaan Pak Prime Minister Albanisi kepada Pak Prabowo
04:58ya
04:59jadi ya itu
05:00itu prosesnya nggak lama ya Pak ya setelah itu ya?
05:02nggak nggak lama
05:03jadi kan Pak Prabowo itu punya filsafat ya
05:08tetangga itu yang harus kita open ini karena ada persoalan kita nengoknya ke tetangga
05:15ya kan Australia juga gitu
05:16nah ini tetangga kita lagi susah ya kita kasih
05:19walaupun itu bayar juga mereka kan
05:23misalnya ada pahalanya ada duite
05:27pengapalan pertama hari ini
05:28itu kan sekitar 47 ribu ton ya
05:33atau 50 ribu ribu ton
05:35jadi masih ada nanti kapal-kapal lainnya datang ya
05:37nah yang gelombang pertama itu dikirimi
05:41nanti akan dibagikan ke petani-petani yang di Queensland
05:43sama di New South Wales
05:46kenapa?
05:48Queensland itu sumber dari kapas
05:51kalau industri garmen kita
05:54ngambil kapasnya dari sini dari Queensland
05:56sementara New South Wales
06:00itu sumber dari gandum
06:02nah kita kan ngambil gandum itu dari Australia banyak untuk industri mie kita ya
06:07mie instan itu kan ambil gandumnya dari sini ya
06:10nah jadi kalau kita bantu mereka dengan urea
06:14ya kita lumintu nanti ngalir terus itu kapasnya ke kita
06:18ya mereka nggak gagal panel gitu kan
06:20kalau kita bantu mereka dengan urea untuk petani gandum
06:23gandumnya juga akhirnya kita ambil ya kan
06:26nah ini saya kira simbiosnya mutualistis lah
06:30dua-duanya mendapatkan keamanannya satu bisa terus nge-export
06:34kita juga terus nge-export urea kesini
06:36cuma yang kita export urea itu kan nilai tambahnya tinggi itu
06:39ya Pak sambil duduk mungkin biar kita ada waktu mau menistirahat
06:43sambil kita berada di sisi dari sungai Brisbane ini ya Pak ya
06:48sungai Brisbane
06:48nikmat sekali untuk dinikmati sore sore
06:50nah Pak terakhir jadi dari ekspor pupuk urea pertama melalui skema government to government
06:58apa sebenarnya yang mau disampaikan Indonesia ke Australia
07:02Indonesia lihatlah Australia sebagai salah satu sumber yang penting untuk bahan tahan takut kita
07:10dan Australia juga melihat Indonesia sebagai tempat yang bagus untuk processing
07:16ya nanti kalau sudah setengah jadi dikirimkan balik ke Australia
07:19diproses lagi disini dengan high tech
07:21ya Australia kan bagus high technya teknologinya tinggi
07:25ya kerjasama itu yang kita sebut sebagai cita-cita membentuk Indonesia Australia economic powerhouse
07:32oke terima kasih Pak siswa sudah berbagi insightnya
07:35semoga memang harapannya pengiriman perdana urea ini menjadi awal semakin kuatnya
07:40hubungan bilateral kita
07:41ya
07:41kerjasama kita dalam hal ekonomi begitu ya
07:44terutama di bidang perdagangan ataupun sektor-sektor strategis lainnya
07:48satu hal lagi Mbak
07:48satu hal lagi yang harus diingat ya
07:50oke
07:50kenapa processing di kawasan Indonesia atau Asia Tenggara itu bisa bagus
07:56karena nggak ada perang disini
07:5750 tahun nggak ada peperangan
08:00kita bandingkan dengan di middle east kan disana banyak perang ya
08:03dan itu bertahun-tahun
08:05artinya ketahanan politik ya di kawasan Asia Tenggara itu bisa terjamin
08:13karena Indonesia itu politiknya bebas aktif
08:16karena Indonesia itu politiknya non-line ya
08:20dan di ASEAN itu dijawantahkan menjadi ZOPAN
08:24zone on peace freedom and neutrality
08:26akhirnya ya Pak
08:28Amerika itu teman kita
08:29Cina itu teman kita
08:30Rusia teman kita
08:32Australia teman kita
08:33nah ini yang menghasilkan
08:35apa
08:36partnership yang bagus ya
08:38untuk membangun ekonomi bersama
08:41oke
08:42oke di nanti seperti apa
08:43kerjasama dari Indonesia dan juga Australia ke depannya
08:47tidak hanya pupuk Korea saja
08:48di bidang perdagangan
08:49di bidang pendidikan yang paling familiar ya Pak ya
08:53tapi semoga kita nantikan semoga ada kerjasama strategis di bidang-bidang lainnya
08:57terima kasih
08:58terima kasih
08:58salam sehat selalu
09:00ini sebetulnya pembicaraan kita ini ada pantunya
09:03oh apa tuh boleh
09:04saya tinggal bilang capeknya aja
09:06suwe ora jamu
09:08cakep
09:08jamu ora suwe
09:09cakep
09:10suwe ora ketemu
09:11ketemu ora suwe
09:14tapi pembicaraannya mudah-mudahan bermanfaat ya
09:16iya pembicaraan daging semua meskipun pertemuan cuma sebentar nanti kita masukin lagi
09:19waktu kita masih panjang Bapak sehat-sehat selalu
09:21nanti kita ngobrol lagi
09:23bye bye
09:23selamat menikmati
09:25selamat menikmati
09:27terima kasih
09:29selamat menikmati
09:29terima kasih
Komentar