00:01Saudara, sejak beberapa pekan terakhir harga telur ayam di Kota Malang turun.
00:05Turunnya harga telur ini disebut pedagang tidak membuat penjualan meningkat, melainkan turun.
00:12Di pasar tradisional Madiopuro, Kota Malang, harga telur ayam turun drastis sejak beberapa pekan terakhir.
00:19Jika sebelumnya harga telur ayam sempat tinggi hingga Rp35.000 per kilogram,
00:24kini turun drastis menjadi Rp22.000 per kilogram.
00:27Bahkan untuk telur afkir harganya Rp20.000 per kilogram.
00:31Menurut pedagang, turunnya harga telur disebabkan pasokan telur dari sejumlah peternak yang melimpah,
00:37sementara serapan pasar untuk telur ayam cenderung lesu.
00:41Meski harga telur ayam tergolong murah, namun penjualan justru sepi,
00:45hingga pedagang mengurangi pengambilan telur dari peternak.
00:57Drastis, kasih yang peternak ya, baca ini.
01:01Boleh?
01:03Dari harga Rp35.000 sekarang Rp28.000, ada yang harga Rp28.000 sekarang jadi Rp2.500.000.
01:14Rp2.500.000?
01:16Ada yang Rp20.000 juga kalau di sini?
01:17Ini.
01:21Bantuan terkini harga telur ayam di Malang, Jawa Timur,
01:25kita tanyakan langsung pada Jurnalus Kompasivi, Deddy Prasetyo di Malang, Jawa Timur.
01:29Deddy, untuk saat ini bagaimana pantauan harga telur
01:32dan apakah masih dalam kondisi penjualan yang terus menurun?
01:38Ya, Juno dan juga saudara bisa saya laporkan dari tempat saya saat ini,
01:43ya ini pasar tradisional Matiopura, Kota Malang.
01:46Memang harga telur ayam rp ini turun sejak beberapa pekerjaan terakhir.
01:51Sebelumnya harga telur ayam ini sempat tinggi Rp30.000 hingga Rp5.000.000.
01:57Namun selanjutnya harga telur ayam ini turun Rp30.000, Rp25.000.000
02:02yang saat ini menurut angka Rp52.000 hingga Rp23.000.000.
02:07Bahkan untuk beberapa pedagang menjual telur akhir yang harganya semakin murah,
02:13ya ini Rp20.000.000.
02:15Menurut pedagang turunnya harga telur ini ternyata tidak berdampak pada penjualan.
02:22Meski harga tergolong murah saat ini, pedagang justru merasa bahwa penjualan telur saat ini lesu.
02:30Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah pengambilan pedagang yang dikurangi
02:34karena serapan telur untuk masyarakat saat ini di pasar Matiopura,
02:41seperti Masa Matiopura ini cenderung turun meski harga telur ayam ini tergolong murah.
02:48Ya tentu Deddy ini ada anomali bahwa umumnya pada saat harga turun penjualan meningkat.
02:53Namun ini justru sebaliknya.
02:55Lalu apa saja penyebab yang telah ditelusuri oleh dinas terkait?
03:00Ya menurut pedagang memang hal tersebut memang cukup menurutkan
03:04karena harga telur ayam yang cenderung murah justru pembeli cenderung sepi.
03:11Menurut pedagang dalam kondisi ekonomi saat ini memang cenderung warga ini
03:16masih membutuhkan beberapa keperluan, yakni seperti tahun ajaran baru,
03:22hingga masyarakat masih memilih untuk mendahulukan kebutuhan-kebutuhan penting
03:28seperti pendaftaran sekolah, seragam sekolah, buku, dan lain-lain.
03:32Hal tersebut membuat serapan telur di pasar ini cenderung turun.
03:37Pedagang sendiri juga untuk mengantisipasi karena turunnya permintaan telur,
03:42pedagang memilih untuk mengurangi jumlah pengambilan.
03:45Seperti pedagang yang baru saja saya temui,
03:48jika sebelumnya pedagang ini dalam sekali pengambilan bisa 2 hingga 2,5 kuintal
03:55dalam sekali pengambilan saat ini karena permintaan yang lesu,
03:58pedagang memilih mengurangi menjadi satu kuintal dalam sekali pengambilan.
04:04Dalam seminggu, pedagang bisa mendatangkan 2 kali telur ayam dari belitar.
04:10Juno.
04:12Baik, penurunan penjualan menjadi salah satu faktor yang indikasi daya beli masyarakat menemak.
04:17Terima kasih atas laporan Anda, Junos Kompasivi, Dedy Prasetyo dari Malang, Jawa Timur.
Komentar