Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 9 jam yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Di Pasar Tradisional Madyopuro, Kota Malang, harga telur ayam turun drastis sejak beberapa pekan terakhir. Jika sebelumnya harga telur ayam sempat tinggi hingga Rp 35.000 per kilogram kini turun drastis menjadi Rp 22.000 per kilogram. Bahkan untuk telur afkir harganya Rp 20.000 per kilogram.

Menurut pedagang, turunnya harga telur ini disebabkan karena pasokan telur dari peternak yang melimpah. Sementara itu serapan pasar untuk telur ayam saat ini cenderung lesu. Menurut pedagang, meski harga telur ayam tergolong murah namun penjualan justru sepi.

"Harga telur sekarang turun drastis kasihan peternak, dari harga Rp 35.000 sekarang Rp 28.000 sekarang Rp 22.500 " Kata Lika.

Karena permintaan pasar yang lesu, saat ini pedagang juga mengurangi jumlah pengambilan telur dari peternak. Jika sebelumnya pedagang bisa mendatangkan 2 hingga 3 kwintal telur ayam kini jumlah tersebut berkurang menjadi 1 kwintal.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/677062/harga-telur-ayam-turun-penjualan-lesu
Transkrip
00:01Saudara, sejak beberapa pekan terakhir harga telur ayam di Kota Malang turun.
00:05Turunnya harga telur ini disebut pedagang tidak membuat penjualan meningkat, melainkan turun.
00:12Di pasar tradisional Madiopuro, Kota Malang, harga telur ayam turun drastis sejak beberapa pekan terakhir.
00:19Jika sebelumnya harga telur ayam sempat tinggi hingga Rp35.000 per kilogram,
00:24kini turun drastis menjadi Rp22.000 per kilogram.
00:27Bahkan untuk telur afkir harganya Rp20.000 per kilogram.
00:31Menurut pedagang, turunnya harga telur disebabkan pasokan telur dari sejumlah peternak yang melimpah,
00:37sementara serapan pasar untuk telur ayam cenderung lesu.
00:41Meski harga telur ayam tergolong murah, namun penjualan justru sepi,
00:45hingga pedagang mengurangi pengambilan telur dari peternak.
00:57Drastis, kasih yang peternak ya, baca ini.
01:01Boleh?
01:03Dari harga Rp35.000 sekarang Rp28.000, ada yang harga Rp28.000 sekarang jadi Rp2.500.000.
01:14Rp2.500.000?
01:16Ada yang Rp20.000 juga kalau di sini?
01:17Ini.
01:21Bantuan terkini harga telur ayam di Malang, Jawa Timur,
01:25kita tanyakan langsung pada Jurnalus Kompasivi, Deddy Prasetyo di Malang, Jawa Timur.
01:29Deddy, untuk saat ini bagaimana pantauan harga telur
01:32dan apakah masih dalam kondisi penjualan yang terus menurun?
01:38Ya, Juno dan juga saudara bisa saya laporkan dari tempat saya saat ini,
01:43ya ini pasar tradisional Matiopura, Kota Malang.
01:46Memang harga telur ayam rp ini turun sejak beberapa pekerjaan terakhir.
01:51Sebelumnya harga telur ayam ini sempat tinggi Rp30.000 hingga Rp5.000.000.
01:57Namun selanjutnya harga telur ayam ini turun Rp30.000, Rp25.000.000
02:02yang saat ini menurut angka Rp52.000 hingga Rp23.000.000.
02:07Bahkan untuk beberapa pedagang menjual telur akhir yang harganya semakin murah,
02:13ya ini Rp20.000.000.
02:15Menurut pedagang turunnya harga telur ini ternyata tidak berdampak pada penjualan.
02:22Meski harga tergolong murah saat ini, pedagang justru merasa bahwa penjualan telur saat ini lesu.
02:30Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah pengambilan pedagang yang dikurangi
02:34karena serapan telur untuk masyarakat saat ini di pasar Matiopura,
02:41seperti Masa Matiopura ini cenderung turun meski harga telur ayam ini tergolong murah.
02:48Ya tentu Deddy ini ada anomali bahwa umumnya pada saat harga turun penjualan meningkat.
02:53Namun ini justru sebaliknya.
02:55Lalu apa saja penyebab yang telah ditelusuri oleh dinas terkait?
03:00Ya menurut pedagang memang hal tersebut memang cukup menurutkan
03:04karena harga telur ayam yang cenderung murah justru pembeli cenderung sepi.
03:11Menurut pedagang dalam kondisi ekonomi saat ini memang cenderung warga ini
03:16masih membutuhkan beberapa keperluan, yakni seperti tahun ajaran baru,
03:22hingga masyarakat masih memilih untuk mendahulukan kebutuhan-kebutuhan penting
03:28seperti pendaftaran sekolah, seragam sekolah, buku, dan lain-lain.
03:32Hal tersebut membuat serapan telur di pasar ini cenderung turun.
03:37Pedagang sendiri juga untuk mengantisipasi karena turunnya permintaan telur,
03:42pedagang memilih untuk mengurangi jumlah pengambilan.
03:45Seperti pedagang yang baru saja saya temui,
03:48jika sebelumnya pedagang ini dalam sekali pengambilan bisa 2 hingga 2,5 kuintal
03:55dalam sekali pengambilan saat ini karena permintaan yang lesu,
03:58pedagang memilih mengurangi menjadi satu kuintal dalam sekali pengambilan.
04:04Dalam seminggu, pedagang bisa mendatangkan 2 kali telur ayam dari belitar.
04:10Juno.
04:12Baik, penurunan penjualan menjadi salah satu faktor yang indikasi daya beli masyarakat menemak.
04:17Terima kasih atas laporan Anda, Junos Kompasivi, Dedy Prasetyo dari Malang, Jawa Timur.
Komentar

Dianjurkan