- 10 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah berupaya meningkatkan produksi minyak mentah atau lifting nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Dalam sambutannya pada Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun INDEF 2026 di Jakarta, Kamis, Bahlil menyebut pemerintah telah menyiapkan tiga pendekatan untuk meningkatkan lifting minyak.
Ia mengingatkan, Indonesia pernah mencapai masa kejayaan produksi minyak pada 19961997 dengan lifting lebih dari 1,6 juta barel per hari. Saat itu, kebutuhan dalam negeri hanya sekitar 500 ribu barel per hari sehingga Indonesia mampu mengekspor minyak mentah hingga 1,1 juta barel per hari.
Namun, kondisi tersebut kini berbalik. Pada 2025, lifting minyak mentah Indonesia berada di kisaran 605 ribu hingga 610 ribu barel per hari, sementara kebutuhan nasional mencapai 1,6 juta barel per hari.
Untuk menutup kebutuhan tersebut, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1,1 juta barel minyak per hari.
Menurut Bahlil, penurunan produksi terjadi karena sebagian besar sumur minyak yang ada telah berusia tua dan mengalami penurunan produktivitas.
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/677036/full-bahlil-lahadalia-soal-geopolitik-tak-menentu-indonesia-tingkatkan-produksi-minyak-mentah
Dalam sambutannya pada Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun INDEF 2026 di Jakarta, Kamis, Bahlil menyebut pemerintah telah menyiapkan tiga pendekatan untuk meningkatkan lifting minyak.
Ia mengingatkan, Indonesia pernah mencapai masa kejayaan produksi minyak pada 19961997 dengan lifting lebih dari 1,6 juta barel per hari. Saat itu, kebutuhan dalam negeri hanya sekitar 500 ribu barel per hari sehingga Indonesia mampu mengekspor minyak mentah hingga 1,1 juta barel per hari.
Namun, kondisi tersebut kini berbalik. Pada 2025, lifting minyak mentah Indonesia berada di kisaran 605 ribu hingga 610 ribu barel per hari, sementara kebutuhan nasional mencapai 1,6 juta barel per hari.
Untuk menutup kebutuhan tersebut, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1,1 juta barel minyak per hari.
Menurut Bahlil, penurunan produksi terjadi karena sebagian besar sumur minyak yang ada telah berusia tua dan mengalami penurunan produktivitas.
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/677036/full-bahlil-lahadalia-soal-geopolitik-tak-menentu-indonesia-tingkatkan-produksi-minyak-mentah
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Semua yang salam hati, yang mohon maaf saya diri sebuah satu, ada dari Den, Bang Fadil, ya Pak Kepala Sekarang
00:08Migas, dari Pertaminga, Pak Wadirud, kemudian dari BPH Migas, seluruh pejabat yang ada di Kementerian SDM, ada pelaku usaha, ya
00:19dari Exxon, Pak Wil, kemudian Buketi, dari Bibi, dan teman-teman semua.
00:25Saya mohon maaf, tidak perlu masuk ke absin satu-satu. Bapak-Ibu semua, saya mencoba untuk menghargai daripada CNBC, harusnya
00:33hari ini saya berangkat jam yang sama, harus berangkat ke Tuban untuk meresumikan pabrik LPG, untuk mengurangi timpor kita, tapi
00:46karena CNBC ini dianggap penting, maka saya datang.
00:55Yang pertama, saya disuruh bicara apa sebenarnya?
01:00Energi, energi.
01:03Saya sudah bingung.
01:05Yang pertama, Bapak-Ibu semua, saya ingin sharing saja.
01:11Geopolitik sekarang ini, seperti orang, saya mengumpamakan itu seperti orang yang sakit malaria.
01:24Sakit malaria di Kulipopua, itu pagi sebuah, siang naik lagi, nanti malam turun lagi.
01:33Di malaria utar, ada malaria tersiana, ada malaria tropika.
01:39Tuh, jadi mudah dikai musung lapar.
01:42Musung lapar, saya kan pernah musung lapar ya.
01:44Jadi, kalau pagi sembuh, siang udah mulai ketika dingin.
01:49Itulah kira-kira perubahan geopolitik sekarang.
01:51Hari ini bisa damai, sudah ditekan, besok muncul lagi.
01:56Jadi, dalam kondisi geopolitik yang seperti ini, yang tidak ada kepastian,
02:05sulit bagi kita untuk menjadikan beserai mana yang akan dijadikan sebagai rujukan.
02:11Maka yang ada adalah, inklusi, analisa, bahkan mungkin tidak berlebihan kalau saya katakan memanage ini,
02:19seperti konsep di masa-masa, di bahagian.
02:23Nah, dalam kondisi seperti itu, saya ingin menjelaskan tentang posisi energi kita.
02:31Bapak-Ibu semua, di forum yang, kalau tidak salah dulu dikerjakan di detik, kalau tidak salah dulu.
02:37Saya ngomong juga di sini.
02:39Kita punya lifting sekarang, tahun 1997,
02:44itu kurang lebih sekitar 1,5 sampai 1,6 juta barang berdek.
02:50Inilah puncak keemasan sektor energi kita.
02:56Dan 43 persen APB kita di tahun 1996-1997,
03:02itu adalah dari sektor migas.
03:05Ini puncak-puncaknya.
03:07Kemudian kris ekonomi,
03:10kemudian lingkungan yang rendus.
03:13Pada saat lifting kita 1,6-1,6 juta konsumsi kita,
03:18itu hanya kurang lebih sekitar 500 juta barang berdek.
03:22Kita ekspor, kurang lebih sekitar 1,1 juta sampai 1,1 juta barang berdek.
03:30Bapak-Ibu semua, apa yang terjadi begitu krisis dan tambah dokter ekonomi dunia,
03:37yang merasa paling ahli, yang namanya EMF,
03:41memperkenalkan fundasi paket-paket ekonomi.
03:44Karena waktu itu kita pinjam pohon dari beliau.
03:46Paket-paket kebijakan ekonomi.
03:51Industri kita dibuat terkondasi,
03:53seolah-olah akhirnya dia,
03:55termasuk undang-undang migas kita.
03:59Akhirnya apa yang terjadi?
04:01Lifting kita udah mulai turun.
04:04Yang tadinya Pertamina bisa kuat,
04:06dengan melakukan KSO,
04:08melakukan ekspansi eksplorasi,
04:11dengan undang-undang itu kemudian pertahanan mulai turun.
04:15Ini menunjukkan bahwa kolonialisme itu masuk di bangsa kita,
04:19pas kakek mendekat,
04:21dengan berintervensi biar gelas.
04:23Ini fatal.
04:25Apa yang terjadi Bapak-Ibu semua?
04:27Lifting kita turun terus,
04:29dan Alhamdulillah,
04:30Alhamdulillah,
04:30Alhamdulillah,
04:31Alhamdulillah,
04:32Alhamdulillah,
04:32Lifting kita dalam 10 tahun terakhir,
04:35tidak pernah mencapai target ABPN.
04:38Bahwa di tahun 2025,
04:40lifting kita itu baru mencapai target ABPN.
04:46Nah,
04:47sekarang lifting kita bagaimana?
04:49Kita tidak perlu tutup tangan,
04:51karena menurut aku,
04:53sangat mengawatirkan,
04:56lifting kita sekarang itu di 2025,
04:58itu 600 ribu barang per day.
05:02Konsumsi kita,
05:041,5 juta,
05:051,6 juta barang per day.
05:07Sekarang kita dorong,
05:08menjadi 610 juta barang per day.
05:11Ini sekarang masih terkat ke status.
05:14Kondisi 96-97,
05:16itu berbalik,
05:18100 persen,
05:19dengan kondisi 2026.
05:21Konsumsi kita,
05:22kurang lebih sekitar 1,5 juta,
05:241,6 juta barang per day.
05:26Lifting kita,
05:28hanya,
05:28600 juta barang.
05:31jadi,
05:32impor kita,
05:341 juta barang per day.
05:35Nah,
05:36inilah gara-gara ini,
05:38geopolitik yang tidak menentu.
05:39Akhirnya,
05:39kita tidak akan kita di.
05:41Nah,
05:44limiting kita,
05:46impor kita,
05:48itu kita beli dari Middle East,
05:51sebelum terjadi,
05:54geopoliti,
05:55itu 20-29 persen,
05:57krub,
05:57yang kita beli di sana.
05:59Jadi,
06:00Bapak Ibu semua,
06:01saya mau sampaikan bahwa,
06:04yang kita beli dari Middle East itu,
06:06awalnya,
06:07bukan BBM jadi,
06:08bukan solar jadi,
06:10bukan bensin jadi,
06:11tapi krub.
06:15Makanya,
06:15waktu sebelum terjadi,
06:16ketegangan politik,
06:19serangan terjadi,
06:20Alhamdulillah,
06:21bahwa Presiden Prabowo,
06:22sudah mempunyai intuisi,
06:24bahwa ini akan terjadi,
06:25ketegangan politik,
06:26dan kita berlakukan roadshow,
06:28ke Amerika,
06:29ke Timur Tengah,
06:30ke beberapa negara lain,
06:31untuk,
06:33mengantisipasi ketika ini terjadi.
06:35Memang,
06:36intuisi Presiden,
06:37mantan,
06:37dan Jembo Pasu itu,
06:38berbeda dengan,
06:40intuisi,
06:41dan tidak penampan.
06:43Jadi,
06:43dari awal,
06:44sudah kita,
06:44jenaki.
06:46Bapak Ibu semua,
06:48linting kita,
06:49kenapa sih linting kita,
06:51tidak bisa diterimakan?
06:52Ini ada Ibu Ketia,
06:53ada Pak Wet,
06:54ada teman-teman,
06:55Pertamina,
06:55Hulu,
06:56apa-apa segala-apa.
06:58Sumur kita itu,
06:5939 ribu lebih,
07:00hampir lebih 40 ribu.
07:02Ini sumur-sumur,
07:03berpada tua.
07:04Ini sebagian sumur ini,
07:05saya belum lahir.
07:07Ini sumur-sumur,
07:08peningkaran,
07:09saya belum,
07:09kita berbeka,
07:10masih zaman,
07:11kolonia.
07:14Nah,
07:15dari total 39 ribu,
07:16hampir 40 ribu sumur ini,
07:18yang,
07:19itu kurang lebih,
07:20sekitar 16,
07:21sorry,
07:2118,
07:2218 sampai 19,
07:24yang jadi itu,
07:25yang beroperasi itu,
07:26hanya 16 sampai 17 sumur.
07:2816 ribu sampai 17 sumur.
07:31Yang mayoritas,
07:32daripada sumur-sumur ini,
07:33diupasai konsesinya,
07:34oleh Pertamina.
07:36Nah,
07:38hanya ada tiga pendekatan,
07:39untuk kita bisa meningkatkan lifting.
07:41Yang pertama adalah,
07:43karena ini sudah tua,
07:45pendekatannya teknologi.
07:47Nah,
07:47ini yang dilakukan oleh,
07:49Exxon.
07:50Kemarin di,
07:52Tuban,
07:542024 saya masuk,
07:57liftingnya,
07:57125 ribu.
08:002025,
08:02naik menjadi,
08:03185 ribu.
08:05Luar biasa.
08:06Tapi,
08:062026 ini,
08:08wet,
08:08mulai turun ini.
08:09Ini ada,
08:10penyakit apa kira-kira itu?
08:12Coba kok,
08:13cek.
08:16Salah satu jantaranya,
08:17sekarang lagi di,
08:18dikara-kara oleh Pertamina,
08:19EOR.
08:20Kemarin EOR,
08:21naiknya 300 persen.
08:22Ya, Pak Joko ya.
08:23Laporan dari,
08:24Kapol SK Kambigas.
08:25Ini Kapol SK Kambigas,
08:26ini kapolnya botak terus.
08:28Kalau lifting belum naik,
08:29berarti Kapolnya tambah botak.
08:31Untuk menutupi,
08:32pakai sombong karena bergulang aja.
08:35Nah,
08:36itu yang pertama,
08:37Teneroli.
08:38Yang kedua,
08:39adalah sumur-sumur,
08:41yang sudah saya eksplorasi,
08:42yang sudah POD.
08:44Mau tidak mau,
08:44kita melakukan percepatan,
08:46untuk konstruksi.
08:47Agar bisa produksi.
08:50Nah,
08:50cara ini memang,
08:52harus pakai setengah,
08:53ya setengah Jawa,
08:54setengah Pogua.
08:56ya kelakuannya,
08:57seperti begitu.
08:58Jadi,
08:58Jawa kan,
08:59harus-harus,
09:00baik,
09:01negosiasi.
09:02Ya,
09:02kalau Pogua kan,
09:03modennya,
09:04kau lakukan,
09:05kalau kau tidak lakukan,
09:06saya cabut.
09:06Itu aja.
09:07Kenapa?
09:09Konses yang mereka berikan itu,
09:11milik negara.
09:13Pasal 33,
09:14145.
09:16Itu adalah,
09:18seluruh kekayaan kita itu,
09:19milik negara,
09:20mereka hanya,
09:21diberikan kesempatan,
09:22untuk,
09:23mengelola.
09:25Jadi,
09:25kalau dia dikasih salat,
09:27dikasih kesempatan,
09:29sudah dikasih aturan,
09:31tapi kemudian,
09:32dia tidak bisa mengeksekusi,
09:33ya,
09:33sudah negara ambil.
09:35Tidak perlu protes.
09:38Itu seperti,
09:39contoh di,
09:40impact.
09:41Impact itu,
09:4228 tahun.
09:44Tidak jalan-jalan.
09:45Ya,
09:45bukan salah mereka semua juga,
09:47salah kita juga.
09:48Saya pesuki tahun,
09:49tahun 2014,
09:51sampai dengan,
09:532016-2017 itu,
09:55di dalam rangka kabinet,
09:57terjadi pertentangan,
09:58antara ini,
09:58mau ditanggung di laut,
09:59atau di dalam.
10:00Memang,
10:01semakin banyak detail,
10:02tadi saya bicara di IDF,
10:03kita ini semakin banyak detail akademik,
10:05perdebatan akademiknya terlalu banyak.
10:08Saya kini tidak tahu kapan eksekusinya.
10:10Menurut saya,
10:11sekarang dalam kondisi kayak begini,
10:13kecerdasan teori itu penting.
10:15Tapi keberanian eksekusi,
10:17jauh lebih penting.
10:17itu.
10:20Karena kalau enggak,
10:21gimana jalan barang ini?
10:23Depan ini,
10:24padat,
10:24padat,
10:26padat,
10:26padat,
10:27padat,
10:28padat,
10:28padat,
10:30padat,
10:30berkelah itu,
10:32menurut pakal ini,
10:33pakal ini,
10:34pakal ini,
10:34lama-lama kita mati,
10:35dari pikiran terus.
10:36Kapan jalannya?
10:38Nah,
10:39kemudian di zaman kami,
10:40kami kumpulin para ahli-ahli ini,
10:42saya sampaikan,
10:43kapan kau jalankan?
10:44Kalau kau tidak jalankan,
10:46izinnya,
10:46saya akan memaruhasi.
10:48Ya,
10:48Alhamdulillah,
10:49sekarang sudah boleh jalan,
10:50tender nanti di,
10:53belum berikinya bulan Juli ya,
10:54Pak Joko ya.
10:55Bulan Juli ini sudah boleh jalan,
10:57targetnya,
10:57untuk produksi,
10:582029-2030.
11:00Dengan total,
11:01investasi kurang lebih sekitar 20 miliar USD.
11:04Sekarang 21 ya,
11:07termasuk,
11:08apa namanya,
11:09karbos tolet.
11:11Nah,
11:11ini bapak ibu semua,
11:12yang bisa kita lakukan,
11:13itu yang kedua.
11:14Yang ketiga,
11:15adalah,
11:16mau tidak mau,
11:17kita melakukan,
11:19pelelangan.
11:21Ini slide-nya,
11:22nggak,
11:22sama mobil.
11:25Pelelangan,
11:26kalau tidak ada slide-nya,
11:27berarti ya,
11:27bagian slide-nya kita turunkan pangkatnya.
11:30Jadi sekarang,
11:30bukan hanya pejabat,
11:31yang kita bisa turunkan pangkatnya,
11:33tukang,
11:34bikin slide-nya pun,
11:35bisa kita turunkan.
11:38Jadi begitu,
11:39Pak,
11:39Miss Bambu ya,
11:40jadi ketua komisi pun,
11:41kalau sana,
11:42bisa kita evaluasi.
11:45Bayangkan,
11:46apa namanya,
11:46tukang slide-nya kita evaluasi,
11:48apa lagi.
11:49Memang,
11:49saya sering,
11:50job,
11:51dengan orang di SDM.
11:53Menaikan pejabat itu,
11:54butuh TPA.
11:56Tim,
11:58penduduk akhir.
11:59Ya, Pak,
11:59dadanya,
12:00harus ada tim ini,
12:02tim ini,
12:02tim ini.
12:02harus,
12:04fit and proper,
12:06harus naik,
12:08di TPA-kan di,
12:09presiden.
12:10Itu untuk menaikkan pejabat.
12:12Tapi menurunkan pejabat,
12:13nggak perlu pakai TPA-TPA.
12:15Cuk!
12:16Sama dengan menteri.
12:18Menteri gitu,
12:19begitu.
12:20Ini kena dengan presiden.
12:22Kalau menteri mau jadi,
12:23fit and proper.
12:24Kalau menteri kerjanya nggak donar,
12:27tidak perlu fit and proper,
12:28besok pagi kau lewat.
12:30Jadi maksud saya adalah,
12:31kita ini harus kerja baik dan benar.
12:33Nah,
12:34untuk,
12:36nah ini,
12:40118 titik yang kita akan tenderkan.
12:45Termasuk BP ya,
12:47yang Ibu Ketia,
12:48yang udah,
12:49Pak Lode udah selesai.
12:50Pak Joko udah selesai.
12:52Tinggal tanda tangan.
12:54Tinggal setekan.
12:55Ya,
12:56itu BP di transkretor
12:59Kek Buketi.
12:59Ini saya pakai bahasa Indonesia soalnya ya.
13:02Itu yang untuk menyambungkan produksi BP
13:05agar tidak turun produksinya,
13:07dia harus mencari sumur-sumur baru.
13:09Dan dia dapat di situ.
13:11Ada Gia,
13:12kemudian Rawa,
13:14Bentuni.
13:15Itu yang kita,
13:16yang karena dia yang sudah punya
13:18pabrik di sana,
13:20sudah punya,
13:20kita dorong untuk melakukan percepatan
13:22waktu mereka bisa melakukan.
13:24Selebihnya yang lain masih banyak, Pak.
13:26Silahkan.
13:27Ini gak ada pengkali-kong.
13:29Kalau udah,
13:29jangan mau main-main ya.
13:30Dikian,
13:32kau harus bersih.
13:33Saya bersih minyak dan gas.
13:37Jadi ini,
13:38kita lakukan percepatan.
13:40Nah,
13:41itu untuk meningkatkan lifting Bapak Ibu semua.
13:45Nah, sekarang bagaimana sih posisi
13:46BPM kita?
13:48Bapak Ibu semua,
13:49tahu nggak konsumsi kita sekarang solar?
13:52total konsumsi kita solar itu
13:5439 juta kiloliter.
13:5639 juta kiloliter.
13:59Dari 39 juta kiloliter itu,
14:02kemarin B-40,
14:03itu 40 persen pakai FAME.
14:06FAME itu adalah dari CPO,
14:09dengan metanol,
14:10dicampur jadi FAME.
14:12Kemudian dicampur,
14:14menjadi solar,
14:15yang namanya B-40.
14:17Mandatory B-10 sampai B-40,
14:19lakukan sejak 2016.
14:21Ini tujuannya apa dulu?
14:23Harga petani,
14:25sawit lagi turun,
14:26untuk menjamin market,
14:28agar petani,
14:29sawit kita harganya bagus,
14:31maka dilakukanlah,
14:32gilirisasi terhadap konsumsi domestik.
14:35Yang namanya B-10,
14:37kemudian lagi petani bagus,
14:39menjadi B-40.
14:40Walhasis peran,
14:42kita kan nggak pernah tahu.
14:44Ternyata dengan B-10 sampai B-40,
14:46yang besok Juli,
14:48akan kita resmikan B-50,
14:50itu menyelamatkan wajah Indonesia,
14:53dari ketergantungan impor solar kita.
14:56Dan mulai tahun ini,
14:58kita tidak lagi melakukan impor solar.
15:05Jadi dengan B-50 ini,
15:0750% kita,
15:09kan kita konsumsi kita,
15:1050% dari solar,
15:13itu kurang lebih sekitar 300 juta barang per day,
15:16yang bisa kita kargar.
15:17Jadi artinya,
15:19impor solar,
15:20impor back fruit kita,
15:22yang 1 juta barang per day,
15:23itu tinggal sekitar 700 juta barang per day,
15:26karena 300 juta barangnya,
15:28itu dikonversi dengan,
15:30apa namanya,
15:31B-50,
15:32faham itu.
15:34Nah ini kan,
15:35kalau tidak dapat minyak di laut,
15:37tidak dapat minyak di darat,
15:38ya dapat minyak tumbuhan saja.
15:41Saya lagi pikir-pikir ya,
15:43kalau begini,
15:44bisa,
15:44Pak Presiden merintahkan,
15:46kalau memang ini,
15:47bisa nggak kita buat B-70,
15:49B-80,
15:50ya kita tambah,
15:52lahan.
15:53Tapi begitu kita mau tambah lahan,
15:55ada yang nggak setuju lagi,
15:57bikin besta apalah kira-kira gitu ya,
15:59dan begitulah kira-kira.
16:01Ini orang-orang ini nasionalis kan kita ya,
16:03atau suka impor-impor aja.
16:06Ini kita bingungin.
16:08Nah,
16:09yang kedua,
16:10itu adalah basic,
16:13R-90,
16:14R-92,
16:15R-95,
16:15R-98.
16:16Total konsumsi kita,
16:18itu 40 juta kiloliter.
16:21Dan total 40 juta kiloliter,
16:23sebelum kita punya kilang,
16:25yang kita resmikan di Kalimantan itu,
16:27Pak Wadilut,
16:28sudah jadi belum?
16:29Kemudian,
16:30Pak Trebek sekarang sudah jadi.
16:32Sudah jadi belum?
16:35Sudah diperbaiki.
16:36Berapa lama lagi?
16:40Jangan sampai ada sabotasi itu.
16:43Ada sabotasi dari luar,
16:45dari luar,
16:45bisa dari dalam dan dari luar.
16:47Deep state.
16:49Deep state itu.
16:50Itu kilang kita sebelum terjadi perismian,
16:56dari total 20 juta itu,
16:58kita punya kilang-kilang yang ada di Medi Pertamina,
17:00hanya bisa men-supply 14,3 juta kiloliter per tahun.
17:05Artinya kita impor,
17:06kurang lebih sekitar 25-26 juta kiloliter per tahun.
17:12Begitu kilang kita resmikan,
17:14itu menghasilkan 5,5 juta kiloliter,
17:16berarti tinggal 20 juta kiloliter kita impor.
17:19Sekarang bagi traveler,
17:20mudah-mudahan setelah kecepat selesai.
17:23Nah, dari 20 juta kiloliter ini,
17:25kita impor oleh Bumat.
17:28Jadi yang kita impor itu,
17:31bensin sama solar itu,
17:33atau produk jadi itu,
17:34kita impor tidak dari menelis.
17:36Kita impor itu dari negara-negara di Asia Tenggara.
17:39Sudah lebih terangnya di mana?
17:40Singapura sama Malaysia.
17:43Sudah lah, terang-terang aja kita.
17:45Makanya aku bingung.
17:48Saya kalau ditanya,
17:49suka atau tidak?
17:50Saya tidak suka.
17:52Karena saya menteri tidak suka impor-impor.
17:55Aku jujur aja lah.
17:58Karena disitu setiap ada impor,
17:59pasti ada potensi rente.
18:02Ini yang membuat kita punya
18:04orang-orang terbaik di bangsa
18:06yang diperiksa oleh orang pendidikan hukum.
18:09Kasian berapa orang Pertamina,
18:11orang terbaiknya untuk diri.
18:13Jadi,
18:14cara untuk membuat tidak ada lagi kecurigaan,
18:17ada stop impor.
18:19Makanya produksi dalam negeri
18:21harus kita meningkatkan.
18:23Nah, caranya bagaimana
18:24kalau di tingkat naik untuk bensin?
18:26Bapak, Ibu semua,
18:27saya masih ingat,
18:27tujuh bulan lalu,
18:28wah, bukan tujuh bulan,
18:30hampir satu tahun lalulah,
18:32saya pernah masuk di kampus,
18:33saya ketawa akhir-akhir
18:34ketika saya membuat ide,
18:36bikin E20.
18:38Oh, itu dihujat.
18:40Apa ini mimpi?
18:41Apa kau sekolah?
18:42Tidak ada di Google,
18:43pebicaraan E20 lagi.
18:44Kayak orang-orang perbicaraan aja.
18:46Bapak, Ibu semua,
18:47E20 ini sebenarnya
18:49saya membuat contoh
18:50prototipe
18:51daripada B40.
18:53B40 itu kan
18:55dari B10
18:56menuju B40
18:57itu dari sawit.
18:59Kalau E,
19:00ini adalah bensin
19:01yang dari etanol.
19:03Etanol itu
19:04bahan bakunya dari
19:05singkong,
19:07tebu,
19:08jagung.
19:09Kalau kita sukses
19:10untuk menuju B50,
19:12kenapa tidak kita
19:13memulai dari ini?
19:14Ini untuk mengurangi impor.
19:15kalau kita bikin E20
19:16berarti kita bisa
19:17menghemat 4 juta
19:19militer
19:19per tahun.
19:22Kita bisa meningkatkan
19:23pendapatan rakyat
19:24lewat pertanian mereka,
19:26menciptakan
19:27kawasan
19:27penyumbang ekonomi,
19:29menciptakan
19:29alpangan pekerjaan,
19:30di sisi lain
19:31ada kemandirian.
19:33Energi yang bisa kita dorong.
19:34Jadi,
19:34baik sumber dapati
19:36maupun fosil.
19:38Dan ini juga
19:39untuk menunjuk
19:39kepada green energy
19:40dalam rangka
19:41mencapai
19:42diesel emisi
19:42pada tahun
19:432060.
19:45waktu itu
19:46saya ketawain orang.
19:47Sekarang
19:48banyak orang
19:48sudah menanyakan ketawa.
19:50Bahkan
19:50sebagian menteri
19:51sudah bicara
19:52tentang EE ini.
19:53Memang
19:54saya itu bagian
19:55yang orang ketawain
19:56di bagian saya.
19:57Yang mulai
19:59ada hasil,
20:00ya semua orang senyum.
20:01Tapi ya,
20:02rezeki anak soleh kan
20:03MBG yang tadi
20:05yang mau
20:05nyinyir saya
20:07jadi patin juga
20:07baru gitu.
20:10Ya itu,
20:11nyinyir itu
20:12nggak apa-apa.
20:13Rezeki anak soleh.
20:15jadi Bapak Ibu semua
20:17ini adalah cara
20:19untuk kita menuju
20:19ke sana.
20:21Nah,
20:22saya ditanya,
20:24tadi saya bicara di Indep.
20:26Pak,
20:27dengan tidak
20:28menaikkan harga BPM,
20:30itu kan
20:30dibanding
20:31luar negara.
20:33Dan bahkan
20:34di awal-awal
20:34saya
20:35dikasih pandangan
20:36oleh senior saya
20:37di Kotal
20:39bahwa Pak,
20:39kalau bisa
20:40naikkan
20:41harga BPM.
20:42Dalam hati saya,
20:43ini abang-abang ini
20:44mungkin
20:45lahirnya udah kaya kali ya.
20:47Kalau saya ini kan
20:48mantang orang miskin.
20:49Saya ini kan
20:50pernah musuh lapar.
20:52Jadi,
20:52tahu betul
20:53penderitaan rakyat
20:54di bawah itu
20:54bagaimana.
20:55Jadi,
20:56kalau bicara tentang
20:56penderitaan rakyat,
20:58jangan ajarin saya.
20:59Karena saya ini
21:000-26 tahun
21:01menderita.
21:03Nah,
21:04saya katakan begini,
21:06saya lapor
21:06sama presiden,
21:07Pak,
21:09kalau boleh,
21:11dalam kondisi
21:12seperti ini,
21:13BPM subsidi
21:14jalan kita naikkan.
21:16Saya rapat
21:17sama Pak Menju,
21:18gimana caranya
21:19mendapat duit?
21:20Saya bilang begini,
21:23sekarang subsidi
21:24kita itu kan
21:24berurusan
21:25harga ICP,
21:27Pak,
21:27sebab nanti
21:27luluskan ya,
21:28harga ICP
21:2970 dolar,
21:30itu tetap
21:31pendapatan negara kita
21:3210,8 miliar
21:33dolar.
21:34Dengan asumsi
21:35subsidi kita
21:36kurang lebih sekitar
21:36200 triliun,
21:38170 sampai 200 triliun,
21:39asumsi.
21:42Kalau harga
21:43ICP-nya
21:44100 dolar,
21:45maka ada
21:46penambahan subsidi
21:47sekitar
21:48200 sampai
21:48220 triliun.
21:51Pertanyaan
21:52waktu itu orang
21:53sempat naik
21:53menjadi
21:54119 dolar
21:55ICP.
21:56Pada saat ini
21:57semua bingung,
21:58gimana caranya?
21:59Bumi naikkan.
22:00Saya katakan enggak.
22:02Untuk
22:03saudara-saudara kita
22:04yang
22:05ekonominya
22:06dibawa,
22:06kita harus protect.
22:08Dan
22:09BBM
22:09subsidi ini
22:1080%
22:12dari total
22:13minyak
22:14dari total
22:14BBM
22:1580%
22:16itu disubsidi.
22:19Waktu tanya
22:19lo,
22:20ini nanti
22:20fiskal kita
22:21gimana?
22:21Saya kasih
22:22Tepang
22:22Purmayan.
22:23Pak Menteri,
22:25Bapak ini kan
22:26sekolahnya
22:26di luar negeri,
22:28orang hebat Bapak ini.
22:28Kalau saya di sekolah
22:29enggak ada
22:30tapi saya sekolah
22:31perasaan.
22:32Kalau Bapak ini kan
22:33sekolah rasio,
22:33kalau saya sekolah
22:34perasaan.
22:35Saya katakan begini,
22:38kalau kita ICP-nya
22:3970,
22:41itu pendapatan negara
22:4210,8 miliar
22:4617,6 miliar
22:47artinya ada
22:497 miliar
22:50yang semi
22:51dari pendapatan itu.
22:537 miliar
22:55kali
22:5517,500
22:56waktu itu
22:57asumsi rata-rata
22:58kurang lebih sekitar
22:58120
22:59sampai
22:59130
23:00triliun.
23:01125
23:01130
23:01baik
23:02kalkulator
23:03saya tidak
23:03memenuhi
23:04makanya
23:04sekitar
23:05Raya
23:05Gp.
23:05itu berarti
23:07kita sudah
23:09mempunyai
23:0950%
23:10dari total
23:12menutup
23:12subsidi tambahan.
23:14Habis itu
23:15saya akan
23:15tidak akan
23:15lagi.
23:17Saya putar
23:18lagi otak.
23:19Saya naik
23:20dari Raya
23:20arti
23:20dari
23:20Niken
23:21dan
23:21Ketubara
23:21dan komunitas
23:22lain.
23:23Itu
23:24dapat tambahan
23:2530
23:25sampai
23:2635
23:26triliun.
23:27Jadi
23:28totalnya
23:28sudah
23:28160
23:29triliun
23:30dari
23:31sektor
23:31SDM
23:32untuk
23:32menambah
23:32penambahan
23:34subsidi
23:34dari
23:35ketidak
23:35naik
23:35harga
23:36BPN.
23:37Saya
23:38berlaku
23:38kode
23:39segeris
23:39dari
23:39tempat
23:40lain.
23:41Bapak
23:42Ibu
23:42semua
23:42itulah
23:43kenapa
23:43rumusan
23:44orang
23:44akan
23:44tanya
23:44saya
23:45inilah
23:46rumusan
23:47kenapa
23:47tidak
23:47kita
23:47naik
23:48BPN.
23:49Nah
23:49sekarang
23:51terjadi
23:52kalau ini
23:53kalau ini
23:54adalah
23:54BPN
23:55naik
23:55Bapak
23:56Ibu
23:56semua
23:57yang
23:57saya
23:57cintai
23:58tidak
23:58saya
23:58banggakan
23:59coba
24:00cek
24:00dulu
24:00negara
24:02itu
24:02berdasarkan
24:03permit
24:03tahun
24:032022
24:04itu
24:05menjaga
24:06mensubsidi
24:07BPN
24:08kepada
24:08saudara-saudara
24:09kita
24:09yang berhak
24:10menerimanya.
24:11Dari
24:11total
24:12konsumsi
24:12BPN
24:1380%
24:13mensubsidi.
24:15Yang
24:15naik
24:16itu
24:16adalah
24:16BPN
24:17yang
24:18bagus
24:20tahun
24:2092
24:2193
24:2198
24:23yang
24:24itu
24:25masa
24:25pakai
24:26mobil
24:26BMW
24:26pakai
24:28Nersi
24:28mau
24:30minyaknya
24:30di
24:30subsidi
24:31halo
24:32yang
24:33masuk
24:33akan
24:33ajarah
24:34kayak
24:34Pak
24:35Miss
24:35Bakun
24:35pakai
24:36minyak
24:36subsidi
24:37tinggi
24:38bro
24:38jangan
24:40Pak
24:40Miss
24:40Bakun
24:41pakai
24:41mobilnya
24:41versi
24:42nongkrongnya
24:43di
24:43mall
24:44di
24:44cafe
24:45bagus
24:45minta
24:46minyaknya
24:46subsidi
24:47macam
24:48mana
24:50malu
24:50dikit
24:51lah
24:52minyak
24:53ini
24:53subsidi
24:53yang
24:53saudara-saudara
24:54kita
24:54memang
24:55yang
24:55berhak
24:55di
24:55subsidi
24:56kalau
24:57Miss
24:57Bakun
24:58mau
24:58subsidi
24:58jangan
24:59pakai
24:59minyak
24:59si
24:59Pak
24:59Miss
25:00Bakun
25:00pakai
25:01amansa
25:02makan
25:03di
25:03Wartek
25:04nanti
25:04saya
25:05kasih
25:05Pak
25:05subsidi
25:07jangan
25:08Pak
25:08Pak
25:09Miss
25:09Pak
25:09pakai
25:10jasnya
25:11gagah
25:12makan
25:13di
25:13hotel
25:14Grand
25:15Hyatt
25:15mobil
25:17nya
25:17BMW
25:17minta
25:19BPM
25:19subsidi
25:19ya
25:20Allah
25:21ini
25:21sudah
25:21bagaimana
25:21bos
25:22saya
25:22pikir
25:23ini
25:23ceritanya
25:24saya
25:24bikin
25:24ini
25:24dikelola
25:26besar
25:26jadi
25:26Bapak
25:28Ibu
25:28semua
25:28BPM
25:30subsidi
25:30itu
25:30tidak
25:30naik
25:32dan
25:33BPM
25:33subsidi
25:34termasuk
25:34men-cover
25:35angkutan
25:37umum
25:37angkutan
25:38logistik
25:39tujuannya
25:41apa
25:41agar
25:42harga
25:42barang
25:42tidak
25:42naik
25:44jadi
25:45basic
25:46BPM
25:47yang
25:47naik
25:48itu
25:48diperuntukkan
25:49kepada
25:50memang
25:50mobil-mobil
25:51yang
25:52mengkonsumsi
25:53BPM
25:54bagus
25:54dan itu
25:55antara
25:55koron
25:55bagus
25:56nah
25:56CMBC
25:57tulis
25:57ini
25:58jangan
25:59kalau saat
26:00CMBC
26:00harga BPM
26:01tidak
26:01tulis
26:02BPM
26:02naik
26:02ditulis
26:03provokasi
26:03lagi
26:05nah
26:05gitu
26:05ini penting
26:07ini
26:08jadi itu
26:09apa
26:09itu semua
26:10nah
26:10sekarang
26:11saya
26:11bicara
26:11tentang
26:13LPG
26:15LPG
26:15kita
26:16total konsumsi
26:17LPG
26:17kita
26:178,5
26:18juta
26:18tahun
26:19per tahun
26:19dan
26:208,5
26:21juta
26:21tahun
26:21per tahun
26:22itu
26:23eh
26:23saya
26:24tinggal
26:24berpembedi
26:24ini
26:25masih
26:27pasal
26:27kita
26:28jangan
26:28berat
26:30tau
26:30jangan
26:31mundur-mundur
26:32Joko
26:32supaya cepat
26:33saya disini
26:34saya
26:35bisik
26:35pasti
26:35gila
26:36masih
26:37harapan
26:37saya
26:37tanya
26:38begitu
26:38sebagai
26:38staf
26:39lupa
26:39waktu
26:39sudah
26:39habis
26:45ini
26:45kita
26:45nomornya
26:46udah
26:47emang
26:48ini
26:48kepala
26:48SK
26:48lagi
26:49sur
26:49juga
26:49kelihatannya
26:50ini
26:51saya
26:52lanjut
26:52menyambut
26:53LPG
26:54LPG itu
26:55kita
26:55konsumsi
26:56kita
26:568,5
26:57juta
26:57ton
26:57per tahun
26:59dan
27:008,5
27:00juta
27:01ton
27:01itu
27:02produksi
27:03dalam negeri
27:03kita
27:03hanya
27:041,8
27:051,9
27:06juta
27:06ton
27:0975-80
27:11persen
27:11impor
27:13devisa
27:14kita keluar
27:15per tahun
27:15dengan asumsi
27:16ICP
27:17dulu
27:17Saudi Aramco
27:18bikin
27:19Saudi Aramco
27:19di invasi
27:20obayiran
27:21sekarang
27:22kita pakai
27:23harganya
27:24rujukan
27:24ICP
27:25waktu
27:27harganya
27:28ICP
27:2970
27:29waktu
27:31itu
27:31Saudi Aramco
27:32500-600
27:33itu
27:34kita
27:34punya
27:34devisa
27:35keluar
27:35per tahun
27:36120
27:36triliun
27:38sekarang
27:39ICP
27:39seperti ini
27:40bayangan
27:41saya
27:41devisa
27:42kita keluar
27:43untuk
27:43murus
27:43FPG
27:44tidak kurang
27:44dari
27:44Rp150
27:45sampai
27:45Rp150
27:46triliun
27:46dan
27:48total
27:48pembelajaran
27:49kita
27:49BPM
27:50per tahun
27:51kurang
27:51sekitar
27:5228-30
27:53mili
27:54lagi
27:54ini
27:55juga
27:55salah satu
27:56faktor
27:56menyebab
27:56kenapa
27:57nilai
27:58tukar
27:58rupiah
27:58kita
27:59belemah
27:59makanya
28:00ke depan
28:01saya
28:01pingin
28:03impor
28:04impor
28:04ini
28:05kalau
28:06bisa
28:06kita
28:07kurangi
28:07kita
28:08manfaatkan
28:09produksi
28:10dalam
28:10negeri
28:10kita
28:11dan
28:12atau
28:12kalau
28:12kita
28:12mau
28:12impor
28:13bila
28:14perlu
28:14jauh
28:14pakai
28:14dolar
28:15negara
28:15mana
28:16bisa
28:16beli
28:17kita
28:17beli
28:18tidak pakai
28:18dolar
28:19itu
28:19jauh lebih
28:19baik
28:20karena
28:21bagi
28:21pendanaan saya
28:22kita
28:23mengalami
28:24masa
28:24politik
28:24bebas
28:25aktif
28:26tetapi
28:27juga
28:27kita
28:27mengalami
28:28masa
28:29ekonomi
28:30bebas
28:30aktif
28:30bukan
28:31politik
28:31bebas
28:32aktif
28:32artinya
28:33tidak boleh
28:34ada satu
28:34negara
28:35yang
28:35memberai
28:37ekonomi
28:37kita
28:38kita
28:38punya
28:39kedaulatan
28:39nah
28:40ini
28:41terkait
28:41dengan
28:41pasar
28:4233
28:4345
28:44maka
28:45bapak
28:45ibu
28:45semua
28:46hari ini
28:46selalu berangkat
28:47meresimikan
28:47kebijin
28:48supaya
28:48kita
28:49mengurangi
28:49impor
28:49subsidi
28:50kita
28:51itu
28:5180
28:51sampai
28:5287
28:52triliun
28:53sekarang
28:54naiklah
28:54sampai
28:5450
28:54harus
28:56nombok
28:56kita
28:57nah
28:59itulah
28:59kenapa
29:00kemudian
29:02berpikir
29:02lagi
29:02kita
29:03orang
29:03bilang
29:04kita
29:04ini
29:04pemerintah
29:05tenang
29:06negara
29:07lain
29:07harga
29:07minyak
29:08naik
29:08susah
29:08ada uang
29:09belum tentu
29:09ada barang
29:10apalagi
29:11tidak ada uang
29:12tidak ada
29:12barang
29:12mati
29:13kita
29:14mati
29:15saya katakan
29:16teman-teman
29:16mungkin
29:17rakyat kita
29:18kita kasih tenang
29:18tapi kami
29:19yang
29:19buat kabinet
29:20dibawa
29:20pimpinan
29:21presiden
29:21Prabowo
29:22itu hari
29:23satu
29:23minggu
29:24gak ada
29:24libur
29:24nanya
29:25terus
29:26barang
29:26ini
29:26apalagi
29:27menyangkut
29:28BBM
29:28kadang-kadang
29:29kita tidur
29:29pun
29:30ngigur
29:30BBM
29:31BBM
29:33BBM
29:33ngigur
29:34pak
29:35bulan kuasa
29:37misalnya kamar
29:37saya sama istri
29:38kalau jangan
29:39dekat-dekat saya
29:39pusing
29:40pusing
29:41saya ngigur
29:41BBM
29:42ngecerahkan
29:42nanti
29:44bahaya pak
29:45jadi biarlah
29:46sakitnya itu
29:47kabinet
29:49rakyat itu
29:49biar
29:50tidak boleh
29:50terlalu sakit
29:51nah
29:54nah
29:55menyangkut
29:56rakyat
29:57bapak
29:57ibu
29:57semua
29:58gak ada
29:59cara lain
30:01kenapa
30:01rakyat kita
30:02cuma 20%
30:03dan total
30:03kapasitas
30:04konsumsi kita
30:04karena memang
30:06bahan bakunnya
30:06itu
30:07C3-C4
30:07gas kita
30:09melipat
30:10tapi gas kita
30:11itu
30:11C1-C2
30:12begitu
30:13Prof
30:13ini ilmu kau
30:16yang saya pakai
30:16ini
30:17waktu pertama
30:17saya tidak tahu
30:18ini kan
30:18pertama saya tidak tahu
30:19waktu masih
30:20menikir
30:20waktu saya
30:20menitri investasi
30:21dia yang
30:22cara mahalin saya
30:23ini
30:23pamis
30:24pakun
30:24jadi ya
30:25bikin-bikin
30:26sekarang
30:26biar awal
30:26gak kuliah di ITB
30:27tapi oke lah
30:29teman diskusi saya
30:30provisor-promisor
30:31gimana
30:31udah provisor
30:32praktis
30:32jadi kalau
30:34saya sampai
30:34tersalah
30:35tersalah
30:35tersalah
30:37tersalah
30:38kalau benar
30:39berarti
30:39lah
30:40nah
30:42LPG ini
30:43gak ada
30:43cara lain
30:44untuk kita
30:45mengurangi
30:45devisa
30:46kita keluar
30:46dan mengurangi
30:47subsidi
30:47harus ada
30:48namanya
30:48teorinya
30:49namanya
30:49bauran
30:49energi
30:50makanya
30:51kita
30:51sekarang
30:51CNG
30:53CNG itu
30:55gasnya
30:56pakai
30:56C1-C2
30:57dan itu
30:59melimpa
30:59di Indonesia
30:59kita kemarin
31:00baru dapat
31:01JND
31:02ini
31:03di Kalimantan Timbul
31:035 TCF
31:06plus 2 TCF
31:07terus
31:08kondensratnya
31:09itu kurang
31:09bisa kita
31:09200 ribu
31:11para
31:11ekonomi
31:12minyak
31:12ya
31:13oil ya
31:13itu
31:14di
31:152028
31:162029
31:17produksinya
31:18itu
31:18bisa mencapai
31:193000 mm
31:21sementara
31:22untuk mengkamer
31:22konsumsi
31:23LPG kita
31:24tidak lebih dari
31:26800 mm
31:27jadi
31:27surplusnya
31:28banyak sekali
31:29nah
31:30sekali lagi
31:30kalau kita
31:31dorong ini
31:31pasti banyak
31:32yang mulai tidak
31:33percaya
31:33makanya
31:33di sospek
31:34bilang
31:34CNG itu
31:35pokono
31:36pokono
31:36ini
31:37importir lagi
31:38karena pasti
31:38yang mati
31:39importir ini
31:40ini yang
31:41om suka
31:43om suka
31:44ini
31:45bapak ibu
31:46semua
31:48ini baru kita
31:49menuju
31:49konsep
31:50apa yang disebut
31:50dengan
31:50kedaulatan
31:51dan kemandirian
31:53energi
31:56LPG
31:56tahun 2006
31:57dikonversi
31:58dari minyak tanah
31:59itu ide mulia
31:59bagus
32:00tapi kita
32:01tidak beri
32:02dengan industri
32:02LPG
32:03maka kita
32:04sebenarnya
32:04yang
32:05impor lagi
32:06nah CNG
32:07ini sekarang
32:08sudah masuk
32:08dalam tahap
32:09ketiga
32:09untuk gas
32:10tabung
32:11tiga kilonya
32:12sama-sama
32:12Pertamina
32:13kalau CNG
32:14yang 12
32:15kilogram
32:1550 kilogram
32:16itu sudah ada
32:17di dapur-dapur
32:18MBG
32:18di industri
32:19HA
32:19apa-apa
32:20hotel
32:21restoran
32:21apa-apa
32:23itu sudah
32:25pakai CNG
32:25ini bukan
32:26barang baru
32:27ini bukan
32:28barang
32:28muncul dari
32:29tiba-tiba
32:30dari fakta
32:30tidak
32:31ini sudah
32:31sudah ada
32:32ini
32:33cuma
32:34untuk rakyat
32:35kita dibawa
32:36yang dikenakan
32:36subsidi
32:36itu
32:37harus pakai
32:38tabung
32:38yang
32:39tiga kilo
32:41tekanannya
32:42itu
32:42200
32:42sampai
32:42250
32:43bar
32:44nah
32:45ini
32:45yang kita
32:45sekarang
32:46lagi
32:46uji
32:46coba
32:46dia pakai
32:47valve
32:48ini
32:48yang kita
32:49coba
32:49nanti
32:49kompornya
32:50tidak perlu
32:51diganti
32:51kompor
32:52langsung
32:53dan
32:54itu
32:54bisa
32:54menahan
32:56peledakan
32:56dan
32:57kebakaran
32:57sampai
32:57100
32:581000 cc
32:59itu
33:00sudah
33:00sekarang
33:00lagi
33:00uji
33:01sekarang
33:01kita
33:01lagi
33:02uji
33:02tahap
33:02ketiga
33:02mudah-mudahan
33:03bulan
33:04Juli
33:04sudah
33:04bisa
33:05produksi
33:05nah
33:06kalau
33:06ini
33:06mampu
33:07kita
33:07lakukan
33:07bapak
33:07ibu semua
33:08berarti
33:08kita bisa
33:09menahan
33:09impor
33:09LPG
33:11takut
33:11untuk
33:11daerah
33:11daerah
33:12itu
33:12masuk
33:12untuk
33:12LPG
33:13jadi
33:13kita
33:13bikin
33:13bauran
33:14dan
33:14sebagian
33:15kompor
33:15listrik
33:16kompor
33:16listrik
33:17itu
33:17besar
33:18900
33:20KPH
33:20pakai
33:21listrik
33:21nah
33:21kita
33:21sekarang
33:22600
33:23dan
33:24kompornya
33:24pakai
33:24HP
33:25itu
33:25bisa
33:26juga
33:26saya
33:27pikir
33:28bapak
33:29ibu semua
33:29ini menyangkut
33:30dengan
33:30energi
33:31menyangkuti
33:32lirisasi
33:32yang di
33:33volume lain kita bicara
33:35bagi kami adalah
33:36kerjasama dengan KTKS
33:38itu penting
33:38Pak Joko
33:39saya minta tolong juga
33:40ya
33:40Pak Witt
33:42nanti coba
33:43aku terjemahkan
33:44berkepanjangan
33:44eksos saya sudah bahas
33:45tapi jangan minta
33:46terlalu tinggi
33:46itu kau punya
33:47Pak Joko
33:48bisa depan
33:49supaya kita butuh win-win
33:50win-win
33:51negara dapat
33:52apa namanya
33:54KTKS juga
33:54bagus
33:55jadi kita maunya
33:56yang setah
33:57jangan
33:58tahu
33:59complam begini
34:00gak bagus
34:00yang pengusaha juga
34:01kan butuh untung
34:02tapi negara juga
34:03butuh pendapatan
34:04kita maunya
34:04nah
34:05terakhir itu juga
34:05PLN
34:06ada PLN
34:06di sini
34:08oh PLN
34:09lagi takut
34:10kelihatannya
34:12oke
34:13saya terakhir
34:13saya bicara
34:14dengan PLN
34:16Bapak ibu
34:16semua
34:17ini udahlah
34:17ini
34:17supaya
34:18jangan kita
34:18mau ketikulah
34:19ya
34:19aku marah juga
34:20ngomongnya
34:21bohong-boh
34:21terus
34:22Bapak ibu
34:23semua
34:24PLN
34:25orang kan selalu
34:27mengatakan
34:28tentang
34:28Bantu Barang
34:29tahu gak
34:31masalahnya
34:33kemarin saya
34:34rapat sama
34:35Jasalu
34:38Kepala BIN
34:42DPR
34:43Bipinan DPR
34:43pada Asko
34:46saya
34:48Mensece
34:49Seska
34:50kita
34:52berjahin
34:53apa ini masalah
34:54sudah
34:54karena PLN
34:55datang
34:562022
34:56juga
34:58begini
34:59bahkan
35:002022 itu
35:01sempat kita
35:02melalang ekspor
35:03Batu Barang
35:03begitu
35:05padahal
35:06saya mau tanya
35:08sebenarnya
35:08apa sih
35:09akhirnya
35:09aku pimpin
35:10rapat bos
35:12saya
35:1210 hari terakhir
35:14jabatan saya
35:15Menteri SD
35:16merangkap PM
35:17PLN
35:17di Pekanan Batu Barang
35:18project manager
35:20jadi
35:21ngurus
35:21Batu Barang
35:22sampai saya tahu
35:24lokasi
35:25cara bagaimana
35:27mengirimnya
35:28tahu gak
35:29total kebutuhan
35:31kita
35:31untuk PLN
35:32Batu Barang
35:34selama setahun
35:35pembangkitnya
35:37itu
35:37total
35:38154 juta
35:39metrikton
35:43154 juta
35:44metrikton
35:44karena kita
35:46punya aturan
35:47DMO
35:47oleh undang-undang
35:48yang ini Pak Bambang
35:49sampaikan juga
35:50pada anggota komisi
35:5112
35:52jadi
35:53kalau saran saya
35:54anggota komisi
35:5512 itu
35:56baca dulu
35:57baru bicara
35:58ya
35:59dari 100
36:02dari RKB
36:03yang dikeluarkan
36:05penugasannya
36:06Pak Bambang
36:06kepada
36:07perusahaan-perusahaan itu
36:09180
36:11sampai 190 juta
36:12metrikton
36:14yang sudah
36:16diverifikasi
36:17dan sudah
36:18menyatakan
36:19kesediaannya
36:19itu
36:20160 juta
36:21sampai 170 juta
36:23ton
36:23yang sudah
36:25dikontrak oleh
36:26PLN
36:27sudah kontrak nih
36:27itu
36:29134 juta
36:31metrikton
36:31dan akhir
36:323 hari lalu
36:33sudah mencapai
36:34141 juta
36:35metrikton
36:38artinya
36:39ini dari
36:391 Januari
36:40sampai dengan
36:41bulan
36:42Juni
36:43dari
36:44154 juta
36:45kurang
36:46141 juta
36:47itu kan berarti
36:48tinggal
36:4813 juta
36:49masa
36:50batubara
36:51habis
36:51di
36:53bulan
36:546
36:54ini ilmu
36:55abuliki
36:56apa lagi
36:56gitu loh
36:57kayaknya
36:58aku jujur-jujur aja nih
37:02berarti kan
37:03ada sesuatu
37:06ternyata kita cek
37:07ada
37:09medium
37:11batubara yang
37:12kalorinya di atas
37:135 ribu
37:13untuk campur
37:14inilah yang
37:16diputukan
37:17nah
37:18kalau pemerintah
37:19memberikan demo
37:20teknisnya kan
37:21kamu
37:23perusahaan
37:25gitu loh
37:26jangan air sudah diputar
37:27leher baru teriak
37:29nah makanya
37:30saya 2 minggu
37:30terakhir ini
37:31sudah jadi
37:32proyek manajer
37:33PLN
37:33saya sudah
37:34lama
37:34sampai di
37:34PLN
37:35saya jadi
37:36proyek manajer
37:36kau
37:37kalau gini
37:38nah karena
37:39seperti itu
37:39maka
37:40atas arahan
37:41bapak presiden
37:42kami tidak
37:43ingin kejadian
37:44ini terurang lagi
37:45sekarang kan
37:46kejadian normal
37:47ini sekarang
37:47dari beberapa
37:49yang harus ekspor
37:50keluar
37:50kita tahan
37:52kebetulan
37:53dalam negeri
37:53nah mulai
37:55ke depan
37:55kita membentuk
37:57tim pengadaan
37:57energi primer
38:00melibatkan BPKP
38:03dispertur jenderal
38:04PLN
38:05batu marah
38:06pengadaannya harus
38:07transparan
38:08dan saya minta
38:08para pendidikan
38:09punggung awasi
38:10supaya jangan
38:11kerapuan begini
38:12setiap tahun
38:12untuk
38:13muncul terus
38:14nah ini kira-kira
38:15kondisi
38:16PLN
38:17kita doakan
38:18semoga
38:20PLN
38:21tetap
38:21namakan penjangan
38:22dan perusahaan
38:23listrik negara
38:23tidak diperintir
38:26ke yang lain-lain
38:26karena bagaimanapun
38:27PLN ini
38:28agar menyangkut
38:29hajat hidup
38:30orang banyak
38:31dan karena itu
38:32menjadi kewajiban
38:33kita khususnya
38:34pemerintah
38:34dan PLN
38:35untuk menjaga
38:36dan memastikan
38:37agar masyarakat
38:39dapat lehari
38:39dengan baik
38:40memang ada
38:41masalah teknis
38:42ada masalah
38:46maintenance
38:47tapi saya gak perlu
38:49menjelaskan
38:49disini
38:50karena itu cukup
38:51setengah kamar
38:51saya pikir
38:53bapak ibu semua
38:53sudah cukup ya
38:55honor kau juga
38:56gak ada
38:56jadi saya gak bisa
38:57lama-lama
38:59saya
39:00menyampaikan
39:00informasi
39:01yang kau bayar
39:03juga
39:03nanti
39:03dikirain kita
39:04dapat honor
39:05kan ibu
39:05lebih biasa
39:07kalau dalam super lama
39:08itu berarti
39:08ada apa-apanya
39:09yang saya misi
39:10tapi kalau
39:11semakin cepat
39:11berarti semakin
39:12tidak ada kecurigaan
39:14saya pikir demikian
39:15bapak ibu semua
39:16terima kasih
39:17atas
39:18waktu dan perhatiannya
39:19kepada teman-teman
39:20saya misi
39:21saya ucapkan selamat
39:22semoga informasi
39:23jangan cuma pada saat
39:24harga
39:25BPM-019 naik
39:27kalian beritakan
39:28rame
39:29dimana
39:30kalian tidak memberitakan
39:31di saat negara lain
39:32sudah naik
39:32dan diketahan
39:33oh gak ada
39:35round 92
39:3795 itu kan
39:39sudah 3 bulan
39:40harusnya naik
39:42ini baru
39:43ini baru naik
39:43kalau kalian beritakan
39:44tidak naik
39:45dan diberitakan
39:47ini juga saya
39:48kadang-kadang
39:48bertanya kepada media
39:50ada apa
39:50di balik itu
39:52tapi sesungguh
39:53yang bilang
39:53rumput
39:54yang bergoyang
39:54yang kalian beritakan
39:57saya ingin demikian
39:58terima kasih
39:59terima kasih
40:10terima kasih
40:10terima kasih
40:11terima kasih
40:13terima kasih
40:14terima kasih
40:15terima kasih
Komentar