Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menganggap wajar jika Presiden Prabowo mengetahui pihak pemberi uang demo kepada mahasiswa.

Bagi PDI Perjuangan, yang terpenting adalah mahasiswa tidak mudah terpecah belah pasca Ketua BEM UBK mengaku menerima uang dari oknum polisi agar tidak ikut demonstrasi.

Pemberian uang kepada mahasiswa dinilai sama dengan merusak pertumbuhan demokrasi di Indonesia.

#KETUABEMUBK #PDIP #MAHASISWADEMO

Baca Juga Kuasa Hukum Roy dan Tifa Klaim Tolak Tawaran Restorative Justice | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/676892/kuasa-hukum-roy-dan-tifa-klaim-tolak-tawaran-restorative-justice-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676894/pdip-soroti-pengakuan-ketua-bem-ubk-mahasiswa-diminta-tak-mudah-terpecah-belah-kompas-petang
Transkrip
00:00Ketua DPP, PD Perjuangan Andreas Hugo Pariera menganggap wajar jika Presiden Prabowo Subianto mengetahui pihak pemberi uang demo kepada mahasiswa.
00:10Bagi PDIP, yang terpenting adalah mahasiswa tidak mudah terpecah belah.
00:14Pasca Ketua BEMUBK mengaku merima uang dari oknum polisi agar tak demo.
00:19Pemberian uang ke mahasiswa sama dengan merusak pertumbuhan demokrasi di Indonesia.
00:28Dengan perangkat yang dimiliki, baik intelijen maupun perangkat penegak hukum, seharusnya mudah untuk mengetahui itu.
00:38Dan juga kita bisa kira-kira menduga dari mana sumber dana yang diberikan kepada mahasiswa.
00:47Kita harap anak-anak muda ini, mahasiswa-mahasiswa ini tidak terpengaruh dan tidak mudah untuk diadu domba,
00:54tidak mudah dipecah belah karena ada sebagian, sebagian kecil bahkan yang menerima dana-dana tersebut.
01:01Maka dari itu, terkait uang itu memang saya terima 20 persen.
01:14Indikasi pengembosan gerakan mahasiswa terlihat dari pemberian uang puluhan juta kepada sejumlah pimpinan
01:20badan eksekutif mahasiswa UBK untuk pengkondisian demonstrasi.
01:25Dugaan penyuapan itu muncul saat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UBK,
01:30Muhammad Abdimaludin, mengaku menerima uang 20 juta rupiah.
01:34Pusai demo bertemu Wakil Presiden Gibran Raka Buming.
01:37Uang tersebut diduga berkaitan dengan rencana pemindahan titik aksi mahasiswa UBK
01:42di Istana Presiden Jakarta Pusat.
02:03Wakil Rektor 3 UBK, Daniel Panda, menyebut UBK telah menonaktifkan Abdimaludin dari jabatannya sebagai Ketua BEM FH UBK.
02:14Saat ini UBK masih melakukan investigasi untuk mengetahui semua pihak yang terlibat dan memastikan fakta sebenarnya.
02:22Pihak kampus juga akan menentukan sanksi setelah proses pemeriksaan selesai.
02:28Dalam proses ini, kami UBK sudah membentuk tim investigasi karena di kami ada komisi etik yang diketuai oleh Mas Eko.
02:39Dalam proses ini kami nanti akan menyelidiki, akan bertanya kepada beberapa mahasiswa,
02:45nah baru itu kita akan menjatuhkan sanksi.
02:49Jadi sanksi itu akan dilihat seberapa besar tingkat kesalahan yang dilakukan oleh oknoma siswa tersebut,
02:56sehingga kami akan menjatuhkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berada di kampus Universitas Bumkamp.
03:04Peneliti Postdem Universitas Andalas Ferry Amsari menyebut dalam setiap demonstrasi selalu ada upaya pihak-pihak tertentu untuk mengendalikan unjuk rasa.
03:14Menurutnya upaya ini menjadi ancaman serius untuk membungkam suara mahasiswa
03:19dan mengalihkan perhatian publik pada tuntutan yang disampaikan mahasiswa terkait perbaikan kondisi perekonomian.
03:25Ya, tidak sekedar membungkam mahasiswa, ini bahkan bisa mengalihkan kepada pokok persoalan sesungguhnya.
03:35Sekarang kita mau tidak mau akan teralihkan bicara soal dari mana uangnya, siapa yang punya kepentingan,
03:43kenapa gerakan mahasiswa kemudian disusupi dengan gerakan uang seperti ini.
03:48Kita melupakan aksi yang dilakukan oleh teman-teman UI, teman-teman terisakti,
03:55apa tuntutan mereka, apa lima harapan mereka yang harus dijalankan oleh pemerintah.
04:01Ini menjauhkan kita kepada pokok persoalan sesungguhnya.
04:07Kasus pemberian uang terhadap pengurus badan eksekutif mahasiswa tingkat fakultas di UBK
04:12mendapat kecaman dari mahasiswa di kampus tersebut.
04:16Teman-teman Kompas TV
Komentar

Dianjurkan