- 1 hari yang lalu
- #mahasiswa
- #demo
- #presidenprabowo
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto yang menyebut ada pihak-pihak yang membayar aksi demonstrasi.
Lantas, apa indikasinya, dan bagaimana mahasiswa menanggapinya?
Kita akan bahas bersama Koordinator Sospol Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Hafiz Haernanda dan Hariqo Wibawa, Tenaga Ahli Badan Komunikasi (BAKOM) RI.
#mahasiswa #demo #presidenprabowo
Baca Juga Dedi Mulyadi Tegaskan Uang Sayembara Penangkapan Taufik Hidayat dari Dana Pribadi | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/676870/dedi-mulyadi-tegaskan-uang-sayembara-penangkapan-taufik-hidayat-dari-dana-pribadi-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676879/full-respons-koor-sospol-bem-ui-bakom-ri-soal-pernyataan-adanya-pihak-yang-mendanai-aksi-demo
Lantas, apa indikasinya, dan bagaimana mahasiswa menanggapinya?
Kita akan bahas bersama Koordinator Sospol Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Hafiz Haernanda dan Hariqo Wibawa, Tenaga Ahli Badan Komunikasi (BAKOM) RI.
#mahasiswa #demo #presidenprabowo
Baca Juga Dedi Mulyadi Tegaskan Uang Sayembara Penangkapan Taufik Hidayat dari Dana Pribadi | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/676870/dedi-mulyadi-tegaskan-uang-sayembara-penangkapan-taufik-hidayat-dari-dana-pribadi-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676879/full-respons-koor-sospol-bem-ui-bakom-ri-soal-pernyataan-adanya-pihak-yang-mendanai-aksi-demo
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara Presiden Prabowo Subianto menyebut ada pihak-pihak yang membayar aksi demonstrasi.
00:05Lantas apa indikasinya dan bagaimana mahasiswa menanggapinya?
00:09Kita akan bahas bersama Koordinator Sospol Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Hafiz Hairnanda
00:15dan Hariko Wibawa, Tenaga Ahli Badan Komunikasi RI atau BAKOM RI.
00:20Selamat malam Mas Hariko dan juga Mas Hafiz.
00:24Selamat malam Mas Hafiz, Mas Radi.
00:28Baik, saya ke Mas Hafiz dulu ya.
00:30Mas Hafiz, kalau menyimak pernyataannya Pak Presiden Prabowo,
00:34bagaimana respons organisasi Anda terhadap pernyataan Presiden yang sebenarnya menyiratkan banyak demonstran katanya dibayar dan tidak paham isu?
00:43Itu kira-kira apa dampaknya bagi gerakan mahasiswa menurut Anda?
00:48Dampaknya sebenarnya, praktik-praktik seperti ini, itu sudah terjadi, kita bisa bilang mungkin 10 tahun terakhir gitu loh.
00:56Ini bukan hal yang baru. Justru yang baru adalah ketika Prabowo akhirnya mengakui, mengakui bahwa ada selain pihak asing yang
01:04melakukan hal tersebut.
01:05Dan Pak Prabowo sendiri, seperti pidato-pidato sebelumnya, mengatakan bahwa sebenarnya ia tahu siapa aktor dibalik hal tersebut gitu loh.
01:14Sebelumnya tapi kan dia asing.
01:16Tapi saat ini, Pak Prabowo dengan yakin mengatakan bahwa ia tahu.
01:19Sebenarnya simpel kan?
01:20Dari BMU sendiri, itu penasaran banget loh.
01:23Sebenarnya, kalau misalnya Bapak tahu, emang siapa sih?
01:26Mengapa tidak mau disebut? Itu pertama.
01:28Kedua, kenapa tidak ada aksi lanjutan dari pemerintah untuk meluliskan hal tersebut?
01:33Karena saat ini Indonesia kan merupakan negara demokrasi.
01:36Di negara demokrasi, demo itu wajar gitu loh.
01:39As in, demo itu merupakan hak warga yang sudah dijamin undang-undang.
01:43Tapi, di negara demokrasi saat ini, kita bisa lihat, dari mulai demo tanggal 12 Juni, itu terus ada aksi di
01:50tiap titik-titik.
01:51Tidak hanya di Jakarta, tapi ada di Malang, Surabaya, Blitar, dan seterusnya gitu loh.
01:55Berarti, saat ini, negara demokrasi kita itu sedang tidak apa-apa.
02:00It's not okay.
02:02Tumbuhnya demo-demo yang seperti yang cukup intens, itu menandakan bahwa demokrasi kita saat ini, itu tuh sedang ditekan sangat
02:09intens gitu loh.
02:10Karena wajar, kalau misalnya demo-demo tersebut terjadi, saat ini saja pemerintah masih belum bisa menjawab tuntutan-tuntutan kita gitu
02:17loh.
02:17Dan bahkan malah banyak yang menolak, padahal tuntutan kita itu sudah terstruktur, logis, dan jelas.
02:22Dan kalau misalnya Pak Probo, malah bilang bahwa banyak demonstran itu tidak paham dan sebagainya, ya datanya dari mana?
02:29Dan hati-hati loh Pak, Bapak berbicara seperti itu.
02:33Berarti Bapak juga mengakui, dan bahkan membuat sebuah lelucon gitu loh.
02:39Bahwa sebenarnya, ya rakyat-rakyat Bapak itu bodoh.
02:43Padahal Bapak sendiri sebagai, Pak Probo ya, sebagai presiden kita yang memang selalu membanggakan 58% rakyat tersebut,
02:51bisa jadi aja orang-orang yang turun di situ, merupakan orang yang ngevote Bapak saat itu.
02:56Dan saat ini malah Bapak mempelintirkannya seolah-olah demo kita itu tidak ada artinya,
03:00dan juga para demonstran itu tidak mengerti gitu loh.
03:03Menurut kami ini merupakan hal yang sangat ofensif.
03:05Oke, hal yang sangat ofensif. Dan Anda juga sebenarnya tadi menuntut juga reaksi dari pemerintah,
03:12dalam hari ini presiden maupun juga yang mewakilinya.
03:15Kalau gitu saya langsung ke Pak Hariko dari Bakom.
03:19Mas Hariko, tapi dari Bakom sendiri, dengan pernyataan Pak Prabowo seperti itu,
03:24apakah juga pemerintah punya bukti yang kuat,
03:27yang mendukung juga pernyataan presiden tentang pendendan aksi protes ini?
03:32Ya, terima kasih Mas Radisaputro dan Mas Hafiz,
03:37yang kami hormati pemirsa Kompas TV.
03:40Jadi, sangat setuju dengan Mas Hafiz dari BEM UI ya,
03:46bahwa demonstrasi itu hak setiap warga negara.
03:49Kami setuju dengan mahasiswa UI, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa kritik itu menyelamatkan kita.
03:58Tapi fitnah itu dilarang oleh semua agama.
04:02Dan kami berterima kasih kepada seluruh mahasiswa,
04:05orasinya, spanduknya, dan berbagai kritik-kritiknya terhadap pemerintah.
04:09Nah, terkait dengan demonstrasi yang dibayar,
04:15jadi pesan utama yang ingin disampaikan oleh Presiden adalah,
04:20kita ini satu tim, ya.
04:23We are one team.
04:25Jadi, kita satu tim.
04:27Bahkan Presiden itu mengumpamakan,
04:30mengibaratkan, kita seperti sebuah tim sepak bola.
04:34Apalagi saat ini sedang piala dunia.
04:37Dan kita sama-sama melihat bahwa
04:40200-an negara di dunia ini tidak hanya bersaing di bidang olahraga,
04:45tapi juga di bidang ekonomi, intelijen, militer.
04:49Nah, jadi Presiden sengaja menyampaikan analogi sepak bola ini
04:55agar mudah dipahami,
04:56dan mari kita sama-sama melihat ke atas
04:59bahwasannya negara kita sedang bersaing dengan negara-negara lain.
05:04Nah, kita ini timnas Indonesia,
05:06mungkin kalau disebut timnas Indonesia,
05:09di kepala kita ini timnas sepak bola.
05:11Tapi mari kita perluas bahwa timnas Indonesia itu
05:14adalah 284 juta penduduk Indonesia ini.
05:18Dan termasuk yang kita banggakan para mahasiswa.
05:21Apa yang kita perjuangkan hari ini?
05:23Dan kita harus jujur mengakui,
05:26tidak semua orang suka dengan kebijakan-kebijakan pemerintah
05:30yang berpihak kepada masyarakat, ya.
05:33Seperti sama-sama kita ketahui,
05:35ada hal yang puluhan tahun dibiarkan.
05:38Sekarang ditertibkan.
05:40Pemerintah telah merebut kembali,
05:42menguasai kembali,
05:44lebih dari 5 juta hektare kebun kelapa sawit
05:47yang melanggar hukum,
05:49yang tidak sesuai dengan peraturan,
05:51yang bikin kebun dikutang lindung,
05:53yang memasukkan laporan.
05:54Ini puluhan tahun dibiarkan.
05:57Kemudian pemerintah juga telah menutup
05:59ratusan tambang-tambang tanpa izin.
06:02Jadi selama ini negara dianggap tidak ada,
06:05kemudian pemerintah juga menertibkan
06:07berbagai korupsi-korupsi di sektor sumber daya alam.
06:10Nah, Presiden ingin mengajak kita,
06:12seperti yang sering kita lihat selama ini.
06:15Jadi apa yang dilakukan oleh Presiden ini,
06:17sepertinya jauh melampaui tuntutan dari mahasiswa.
06:21Bahkan ada yang selama 34 tahun dibiarkan
06:24kecurangan ekspor,
06:26dan itu merugikan negara 15 ribu,
06:29lebih, bahkan hampir 16 ribu.
06:30Sekarang kita akan memerangi itu.
06:33Presiden memahami ada orang-orang yang tidak setuju
06:37dengan kebijakan-kebijakan pemerintah ini.
06:39Baru 19 bulan Presiden,
06:41240 BUMN sudah ditutup.
06:43Kemudian tantim-tantim komisaris bonus tahunan juga sudah tidak ada.
06:47Kemudian ada pembatasan usia media sosial.
06:51Kemudian ada pembatasan untuk produk-produk-produk cepat saji
06:55yang kadar gula, garam, dan lemaknya itu,
06:58itu sekarang juga akan diberikan label.
07:00Memang banyak kebijakan-kebijakan pemerintah
07:03yang tidak menguntungkan sebagian kecil orang.
07:06Tetapi ini 100% demi masa depan orang Indonesia
07:10dan demi seluruh mahasiswa yang kita mengatakan.
07:14Baik, Mas Riko begini.
07:15Mas Riko, kalau tadi Anda menganaludikan pertandingan sepak bola begitu ya,
07:19Pak Presiden juga menganaludikan hal yang sama.
07:21Saya juga coba bermain analogi.
07:23Misalnya satu tim sepak bola,
07:24ada satu pemain yang tidak diberikan bola.
07:29Bukankah satu pemain itu akan protes ketika
07:31dia juga berhak untuk memainkan bola
07:34dan juga berperan untuk menciptakan prestasi buat timnya.
07:37Dan dengan tujuan yang sama itu,
07:40mengapa juga tidak diberikan kesempatan yang sama
07:44terhadap misalnya pemainnya ini dalam hal ini
07:47analoginya adalah misalnya teman-teman mahasiswa
07:49yang menyuarakan protes begitu.
07:51Kenapa saya tidak mendapatkan hak saya untuk memainkan bola,
07:54menciptakan gol misalnya kegawang lawan?
07:57Baik.
07:58Tadi di awal kami sampaikan kritik-kritik dari mahasiswa,
08:03spanduk-spanduk dari mahasiswa,
08:05orasi-orasi dari mahasiswa,
08:07ikut terlibat dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia.
08:12Jadi, kalau nanti ada pencapaian pemberantasan korupsi pemerintah ini
08:17lebih baik, itu bukan prestasi pemerintah saja.
08:21Tetapi itu prestasi seluruh mahasiswa.
08:24Dan itu sangat-sangat kita apresiasi.
08:26Bahkan Presiden mengatakan,
08:29coba bayangkan, apakah orang-orang koruptor ini
08:32ketika pakai baju oran dan tangannya diborgol,
08:35itu dia ingat bagaimana perasaan anak dan istrinya.
08:38Tapi sorry, aku ingin nanya, Bang.
08:40Jadi, sekali lagi kami sampaikan,
08:42peranan mahasiswa di sini sangat strategis
08:44dalam membuat pemberantasan korupsi di Indonesia.
08:47Oke, baik. Silahkan, Mbak Safis.
08:49Aku mau nanya ke Bang Hariko.
08:50Emang tuntutan kita selama ini apa aja, Bang?
08:53Emang Abang tahu?
08:54Iya.
08:55Apa aja?
08:55Tapi mahasiswa meminta perbaikan di bidang ekonomi,
08:59kemudian penghentian MPG.
09:00Secara spesifik, Bang.
09:01Secara spesifik.
09:02Terutama tanggal 12 Juni.
09:04Ya, ada 20 tuntutan yang kalau kita lihat di sana, Kak.
09:08Saya masih ada catatannya.
09:10Tapi yang saya sayangkan satu, Mas.
09:12Dalam berbagai tuntutan-tuntutan itu,
09:14kenapa di sana juga dicantumkan penolakan terhadap sekolah rakyat?
09:19Loh, tanggal 12 Juni memang kita ada turun bawa penolakan sekolah rakyat?
09:2312 Juni loh, Mas.
09:24Ketika BEMUI turun, 5 tuntutan.
09:27Ada, berarti Mas.
09:28Berkaitan 20 tuntutan mahasiswa.
09:30Enggak, saya kan bertanya.
09:31Mas hafal, ya kan?
09:33Semua tuntutan orasi.
09:34Ini saya, saya nggak usah nanya orasi.
09:36Saya tanya tuntutan.
09:38Dari 5 tuntutan yang dibawa oleh BEMUI dan BEMSUI dan teman-teman BEMUNIF lainnya,
09:43memang ada.
09:44Kami membawa tutup sekolah rakyat.
09:47Nah, masalah itu seperti itu loh, Bang.
09:49Abang mengatakan bahwa Abang mendengarkan tuntutan kita, orasi kita.
09:53Tapi bahkan di 5 tuntutan original kita saja, itu tidak ada, Bang.
09:58Dan, pertanyaannya kan simpel.
09:59Sudah diberitahu oleh hostnya tadi.
10:01Sebenarnya emang Prabowo tuh punya data.
10:04Punya orangnya tahu siapa.
10:05Silahkan Abang beritahu orangnya siapa saat ini.
10:08Abang kan sebagai badan pemerikasi.
10:10Saat ini Abang malah memberitahu prestasi-prestasi.
10:14Ya pemerintahan doang gitu loh.
10:15Saat ini ya Abang, itu tuh prioritasnya adalah untuk memberitahu ke kami dan seluruh penonton saat ini.
10:22Sebenarnya siapa sih yang membayar?
10:24Nah, supaya clear juga, Bang Hariko.
10:26Betul, tadi dikatakan Mas Hafiz.
10:28Bahwa, kan Pak Parbowo secara spesifik.
10:31Ini ada yang mendanai gerakan mahasiswa.
10:33Kenapa tidak diunggap saja?
10:34Supaya ini clear.
10:35Bukan BEMUI, bukan siapa, bukan siapa, tapi siapa gitu misalnya.
10:39Ya.
10:40Terkait dengan tuntutan teman-teman dari BEMUI, yang paling sering kami dengar itu adalah menghentikan pemborosan APBN.
10:50Oke.
10:50Benar nggak, Pak Parbowo?
10:51Betul.
10:51Betul kan?
10:52Kemudian, sering juga mahasiswa mengatakan agar menurunkan harga bahan pokok.
10:58Benar ya?
10:58Betul.
10:59Kemudian, mahasiswa UI juga menuntut penghentian program makan bergizi gratis.
11:05Betul?
11:06Betul.
11:07Kemudian, mahasiswa UI juga menuntut menolak militerisme di ranah sipil.
11:11Betul.
11:13Kemudian, mahasiswa UI juga mengatakan agar Presiden Prabowo mengakui kesalahan dan kemudian mendesak kepemimpinan untuk mengakui kesalahan.
11:23Betul demikian?
11:23Lebih tepatnya mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.
11:26Nah, justru sekarang tuntutan menutup sekolah tadi itu gimana, Pak?
11:31Tadi sudah saya sampaikan tuntutan mahasiswa UI, lima tuntutan dari mahasiswa UI.
11:35Sekarang, kalau kita ingin menyampaikan kembali kepada tahun 2015, kita balik kembali ya.
11:43Di tahun 2015, itu ada demo Indonesia Gelap.
11:47Dan salah satunya, kami mengapresiasi teman-teman BEM,
11:51Namun, kami sangat menyayangkan kenapa di sana disampaikan bahwasannya KIP kuliah itu terancam diputus.
12:01Bahwa faktanya tidak.
12:02Artinya, mari kita sama-sama tidak hanya melihat dari suara teman-teman kita, tapi kita juga lihat juga dari suara
12:10-suara dari tempat lain.
12:11Tadi ketika Mas mengatakan, apa namanya, pemerintah tidak mendengarkan program dari pemerintah.
12:18Tadi sudah saya bacakan lima dari tuntutan teman-teman BEM UI.
12:21Baik, kita bahas satu persatu.
12:22Yang pertama, tentang pemborosan anggaran.
12:25Kami sangat berterima kasih sekali kepada teman-teman BEM UI yang sudah mengingatkan hal ini.
12:30Dan ini kami setuju 100% dengan teman-teman BEM UI, hentikan pemborosan anggaran.
12:37Oleh karena itu, sejak 20 Oktober tahun 2024, Presiden telah meminta kepada seturuh jajarannya
12:43untuk menghentikan perjalanan dinas yang tidak perlu, untuk menghentikan rapat-rapat yang tidak penting,
12:50untuk menghentikan pembelian ATK-ATK yang tidak penting.
12:53Kalau terbang ke negara, itu berubah pemborosan APBN nggak, Bang?
12:56Iya.
12:57Kalau kami terima kritiknya terkait dengan kunjungan Presiden ke luar negeri,
13:02tetapi kunjungan Presiden ke luar negeri itu juga dalam rangka mengamankan bagaimana bahan bakar minyak kita bisa tidak naik.
13:11Dan hari ini kita merasakan bagaimana di dunia lain panas, di dunia lain lebih dulu naik, kita masih bisa menahan.
13:18Kemudian untuk...
13:19Meskipun kelas menengahnya yang menjerit karena pertamaksnya naik ya, Bang.
13:22Dan investasi kita dari kunjungan-kunjungan di luar negeri itu triliunan rupiah.
13:28Jadi yang dikritik adalah apabila tujuan dari perjalanan itu tidak jelas.
13:34Kalau tujuan perjalanan itu jelas, bagaimana kita mendayung di tengah dua raksasa besar ini,
13:40bagaimana kita mengamankan 284 juta orang ini, tidak terjadi konflik.
13:47Dan kita merasakan itu semua di hari lebaran kemarin ya, 38 provinsi, kemudian 514 kota kabupaten di Indonesia,
13:56semuanya damai, semuanya bisa dikunjungi, tidak terjadi kelangkaan harga bahan pokok,
14:01bahkan banyak bonus-bonus untuk perjalanan mudi.
14:05Artinya, untuk menjaga 284 juta ini masyarakat, bisa aman, bisa rukun,
14:12bahkan kita terdiri dari 1750 suku bangsa, 1350 suku bangsa, ini tidak mudah.
14:19Butuh berbagai pendekatan-pendekatan.
14:22Dan kemarin kita bisa melihat, setelah kunjungan Presiden Prabowo ke Perancis,
14:26ternyata Perancis menjadi salah satu mediator dari perdamaian Amerika dan Iran.
14:32Setiap kunjungan Presiden Prabowo tentu ada tujuannya.
14:36Kalau tidak ada tujuannya, kami setuju dengan mahasiswa itu harus dikritik.
14:40Dan itu adalah pemborosan.
14:42Oke, Anda ada respons Mas Hafiz dengan jawaban yang diutarakan oleh Mas Ariko tadi?
14:48Ya, sebenarnya kan kenapa kita membawa diskusi lima turunan tersebut,
14:52tadinya Mas Ariko bilang bahwa Mas tahu dari awal.
14:55Tapi tanya aja, awal-awal Mas Ariko bilang,
14:58ya kami minta menutup sekolah rakyat itu loh.
15:01Terus kedua, sebenarnya Mas Ariko tuh masih belum menjawab saat ini.
15:04Siapa sih sebenarnya membawa banyak mahasiswa UBK tersebut?
15:08Siapa sih yang kira-kira yang malah membayar?
15:11Nah, yang sebenarnya anehnya adalah,
15:14di menurut keterangan si Abdi itu ya, ketua FHUBK,
15:18dia menyatakan katanya dia dibayar untuk audiensinya
15:23jangan di DPR atau tidak di DPR gitu.
15:25Tapi kan nyatanya adalah, dia malah audiensinya di mana?
15:28Di istana saat itu.
15:30Nah, ini kan justru mengeluarkan asumsi-asumsi gitu loh
15:33kepada masyarakat dan sebagainya.
15:35Kalau misalnya memang Pak Presiden itu tahu dan sebagainya,
15:39silahkan memberitahu.
15:40ini kan yang ingin kita butuhkan sekarang.
15:44Dan apalagi Bapak sekarang sebagai batong.
15:45Seharusnya Bapak juga bisa dong memberitahu kita siapa nih sebenarnya orangnya.
15:49Terus satu, kedua.
15:51Yang harus di bring up juga, itu sebenarnya saat ini adalah
15:54aksi pro MBG yang sudah banyak sekali ada di sosial media yang terbukti dibayar.
16:00Bahkan sempat ada wawancara di TV nasional
16:04yang mengakui bahwa seseorang cuma mendapatkan duit 100 ribu,
16:07makanan, dan sebagainya gitu loh.
16:08Ini loh seharusnya yang menjadi public discussion di antara pemerintahan dan rakyat,
16:14bukan tiba-tiba Pak Prabowo bilang bahwa,
16:18oh iya nih, aku tahu siapa yang membayar mereka.
16:21Tapi ujung-ujungnya, Pak Prabowo malah tidak mau memberitahu kita.
16:25Lantas tujuannya apa?
16:26Apakah di sini Prabowo ingin merasa gagah-gagahan?
16:29Kalau misalnya Prabowo ingin merasa gagah,
16:32pertama, beritahu seluruh informasi yang Pak Prabowo tahu tentang pembayaran mahasiswa tersebut.
16:38Kedua, tolonglah perbaiki komunikasinya gitu loh.
16:41Entah di level Prabowo, atau di level BAKOM, atau di level Kementerian Kelembagaan lainnya.
16:46Karena ini sekarang yang kita butuhkan gitu loh.
16:49Krisis komunikasi kita jelas.
16:51Kita sudah mau krisis ekonomi, banyak orang bilang demikian.
16:55Banyak orang bilang krisis politik.
16:56Jangan sampai kita juga krisis komunikasi seperti ini.
16:59Kalau misalnya Pak Prabowo hanya mengatakan dia tahu siapa yang bayar,
17:02ini akan mengakibatkan konflik horizontal.
17:05Kecuali, kecuali.
17:06Ternyata memang Prabowo ingin kita konflik horizontal.
17:09Oke, nah ini yang akan dijawab nanti oleh Bang Ariko.
17:12Tadi pertanyaan saya juga belum terjawab, termasuk oleh pertanyaan dari Mas Hafiz.
17:15Siapa sih sebenarnya yang membayar gerakan masyus yang dimaksud oleh Pak Prabowo?
17:20Supaya clear juga, tidak lantas mendeskreditkan gerakan mahasiswa.
17:24Dan juga tadi dikatakan oleh Mas Hafiz bahwa komunikasi dari pemerintah harus berbaiki.
17:29Bagaimana caranya? Kita akan tanyakan kepada Bang Ariko setelah jadat di Sapa Indonesia malam.
17:35Ya, di paruh diskusi kita kali ini,
17:37Bung Ariko Satria dari BAKOM Republik Indonesia juga akan menjawab sepertinya
17:42siapa yang dimaksud oleh Pak Presiden Prabowo ketika ada yang mendanai demo mahasiswa.
17:49Silahkan dijawab, Bung Hariko.
17:50Dan termasuk juga bagaimana tadi memperbaiki pola komunikasi
17:53agar krisis komunikasi tidak terjadi di negara kita?
17:57Ya, terima kasih Mas Radit.
18:01Tadi kami sudah sampaikan bahwasannya pesan utama yang ingin disampaikan oleh Presiden
18:08kepada kita semua adalah kita ini satu tim.
18:12Kita ini satu tim.
18:13Bahkan Presiden mengumpamakan kita dengan tim sepak bola.
18:17Jadi kita sedang bertanding dengan negara-negara lain.
18:21Oleh karena itu, kalau pertanyaan terkait Mas Radit tadi,
18:25tentunya Presiden mempunyai data.
18:28Tapi itu bukan menjadi konsumsi daripada publik untuk sementara ini.
18:35Alasannya, Bung Hariko?
18:38Bagaimana?
18:39Alasannya kenapa tidak bisa diungkap?
18:42Ya, kan strategi itu bermacam-macam.
18:46Strategi bagaimana menjaga kestabilan masyarakat,
18:50bagaimana menjaga ketenangan masyarakat.
18:52Ini kan diperlukan.
18:54Yang jelas negara kita punya data.
18:58Tentu sudah mengetahui.
18:59Tadi kan Presiden menyampaikannya bukan dengan kemarahan.
19:04Tapi kalau kita lihat dengan riang gembira,
19:08silakan yang memahami pakar ekspresi bisa menilai.
19:12Jadi Presiden, kalau kita lihat tadi dari gesturnya,
19:15dia mengatakan,
19:17wahai, bahkan menggunakan bahasa keseharian,
19:20menggunakan kata-kata gue ya.
19:22Nah, barulah Presiden mengingatkan
19:24bahwasannya kita ini satu tim.
19:27Dan sekali lagi, kita harus jujur mengakui,
19:30tidak semua orang suka dengan kebijakan-kebijakan pemerintah
19:34yang berpihak kepada masyarakat.
19:37Sekali lagi kami sampaikan,
19:38pemerintah telah merebut kembali,
19:41telah menguasai kembali lebih dari 5 juta hektare
19:44kebun kelapa sawit yang melanggar hukum,
19:46yang tidak sesuai dengan peraturan,
19:49yang bikin kebun di hutan lindung,
19:51yang memarsukan laporan.
19:53Dan ini kan sudah puluhan tahun ya.
19:55Kemudian, pemerintah telah menutup ratusan tambang-tambang
19:58tanpa izin.
19:59Kalau kita melihat Presiden Prabowo,
20:02marilah kita melihat Presiden sebagai orang
20:06yang baru bekerja selama 19 bulan.
20:10Namun demikian,
20:11ada tantangan-tantangan yang selama puluhan tahun ini
20:14yang harus diselesaikan oleh Presiden.
20:17Seperti dalam masalah kecurangan ekspor.
20:21Itu kan sudah 34 tahun
20:22yang merugikan negara Rp15 lebih.
20:25Jadi, untuk itu,
20:27Presiden dari hati ke hati mengajak kita bersama,
20:30mari sama-sama kita menjadari,
20:32kita ini satu tim.
20:34Termasuk teman-teman mahasiswa.
20:36Siapapun lah yang memperjuangkan
20:38kenaikan gaji guru,
20:39itu tujuannya sama.
20:41Teman-teman mahasiswa yang memperjuangkan
20:42menghentikan pemborosan APBN,
20:44itu juga tujuannya sama.
20:46menurunkan penghentian harga,
20:48apa namanya,
20:48menghentikan harga pokok,
20:50itu juga sama semuanya.
20:51Oke, Bunga Riko,
20:52tujuan kita adalah sama.
20:53Ya, Bunga Riko,
20:54maaf saya potong.
20:56Ini pertanyaan saya selanjutnya,
20:57kalau gitu,
20:57kalau memang untuk menjaga kestabilan
21:00kehidupan bernegara lah ya,
21:01begitu,
21:02tidak bisa mengungkap siapa yang dimaksud,
21:04tapi minimal,
21:05demonstrasi yang mana yang dimaksud oleh Pak Presiden?
21:07Apakah yang UBK?
21:08Karena demonstrasi banyak sekali.
21:10Ada BEMUI,
21:10ada yang mana,
21:11ada yang mana.
21:11Apa yang Aksi Pro MBG?
21:13Oh, ini pertanyaan sangat bagus ini.
21:14Aksi Pro MBG kalau kata Mas Hafiz.
21:18Ini yang mana,
21:19demonstrasi yang mana yang diketahui Pak Presiden,
21:22katanya dibayar.
21:24Ya, kita selama beberapa pekan ini kan melihat
21:27pemandangan yang sangat indah,
21:29Mas Radi,
21:30kemudian Mas Hafiz.
21:31Tidak ada,
21:33kita lihat kekerasan yang berlebihan,
21:35yang dilakukan oleh mahasiswa,
21:37terhadap,
21:38seperti biasanya,
21:40tidak ada anarkisme,
21:42kemudian mahasiswa juga tidak,
21:43membuat bakar-bakaran yang berlebihan.
21:47Ini kan prestasi kita semua.
21:49Kemudian ada yang mendukung MBG,
21:52ada yang menolak MBG,
21:56membawa isu menghentikan program MBG,
21:59seperti teman-teman dari BEMUI,
22:01itu kan salah satu tuntutannya
22:02menghentikan program MBG.
22:04Kemudian di satu sisi ada juga masyarakat,
22:08ibu-ibu kita,
22:09bapak-bapak kita,
22:10anak-anak,
22:11tiba-tiba ada asal lihat anak kecil datang ke lapangan,
22:15kemudian dia menyatakan dukungannya terhadap MBG.
22:18Tapi kan sama teman-teman mahasiswa,
22:20anak-anak yang mendukung MBG ini,
22:22juga dianggap sebagai adik-adiknya juga,
22:25sebagai masa depan Indonesia juga.
22:27Jujur saja,
22:28kita bangga sekali dengan situasi selama beberapa hari ini demonstrasi,
22:32demonstrasi, ada yang menolak, ada yang mendukung.
22:35Tidak ada terjadi kesempatan benturan di lapangan.
22:38Jadi kita saling sama-sama menghormati,
22:40saling sama-sama menghargai pendapat ini.
22:43Jadi jawabannya yang mana, Mbak Hariko?
22:45Anda belum menjawab pertanyaan saya.
22:47Jadi sebenarnya ada beberapa hal yang Bang Hariko lupa sebutkan.
22:50Jadi oke, ada yang pro, ada yang kontra,
22:53ada yang dibayar, ada yang nggak dibayar.
22:57Bahkan kan di sini sudah melihat, terbukti,
22:59mana sih sebenarnya aksi-aksi yang dibayar itu seperti apa?
23:02Aksi pro MBG kemarin dibayar,
23:06aksi masiswa UBK kemarin dibayar.
23:08Nah, sebenarnya kan seharusnya ada tanggapan nih,
23:10terhadap pemerintah saat ini.
23:12Kok bisa ya demonstrasi saat ini,
23:15se-level untuk pro MBG itu dibayar,
23:17kalau memang ternyata itu pemerintah benar-benar tidak tahu ya,
23:20kalau memang aksi tersebut tidak dibayar.
23:21Kedua, seharusnya ini juga alarm buat mereka ya kan?
23:24Wah, masiswa UBK yang audiensi kepada Gibran,
23:28itu ternyata dibayar juga ya.
23:30Ini kan seharusnya pemerintah bisa sigap dan memberitahu.
23:34Selanjutnya mereka akan melakukan apa gitu loh,
23:37pemerintah untuk mengatasi hal tersebut.
23:39Ini kan berarti kan,
23:41mohon maaf Bang,
23:42aku lanjutin dulu ya.
23:43Berarti kan ini ibarat kata seperti demokrasi yang semu.
23:46Kalau misalnya ujung-ujungnya oke ada aksi pro,
23:49tapi kalau aksi pronya aja itu dibayar,
23:51masa iya itu bisa dibilang demokrasi?
23:53Itu yang pertama.
23:54Yang kedua juga,
23:55aku sebenarnya bingung,
23:56kenapa Bang Hariko menyebutkan penutupan tambang,
24:01mengambil alih lima hektare dari sawit,
24:03itu merupakan prestasi pemerintah.
24:05Sedangkan itu bukannya kewajiban pemerintah Bang,
24:07untuk melakukan hal tersebut.
24:09Dan ketiga, oke,
24:10Prabowo Gibran itu sudah 19 bulan.
24:13Tapi 19 bulan tersebut,
24:14itu merupakan sebenarnya waktu yang lama.
24:1719 bulan dari 5 tahun.
24:19Seharusnya bisa ada bebenah di sini.
24:21Bisa ada yang lebih baik di sini.
24:23Tetapi sayangnya,
24:24kita dari mahasiswa malah melihat ini ada keturunan yang sangat drastis.
24:29Dan bahkan di level demokrasi kita gitu loh.
24:31Dan balik lagi,
24:32pertanyaan yang belum sampai sekarang dijawab adalah,
24:35walaupun memang kalau misalnya kata Abang adalah,
24:38ya itu maksudnya Prabowo harus satu tim,
24:40tapi siapa sih sebenarnya yang membayar mahasiswa UBK tersebut?
24:43Bukannya ini merupakan sebuah krisis demokrasi kita ya, Bang?
24:47Seharusnya kan pemerintah bisa mampu menjawab dan memberi.
24:50Saya yakin kok pemerintah kalau misalnya hal-hal seperti ini bisa cepat.
24:54Nah, sekarang kan pertanyaan yang simpel, Bang.
24:56Kami tuh mau tahu,
24:57siapa sih pertama yang membayar demo-demo ini selama ini?
25:00Karena apa yang dikatakan Pak Prabowo,
25:03itu saya sangat berbahaya.
25:05Ia menggeneralisir seluruh mahasiswa,
25:08buruh tani dan sipil yang berdemo,
25:10itu pertama bodoh,
25:11karena tidak memahami tuntutannya,
25:13kedua lebih parah lagi,
25:15itu dibayar.
25:16Begitu.
25:17Dan itu kan fitnah.
25:18Baik.
25:19Oke, silahkan Bunga Reku dijawab.
25:21Sudah mendengarkan dengan baik
25:22apa yang disampaikan oleh Mas Hafiz dari BEMUI.
25:27Jadi sekali lagi,
25:28Presiden tidak pernah menggeneralisasi
25:31bahwa semua demonstrasi itu dibayar.
25:35Tidak pernah seperti itu.
25:37Tadi kalau Mas Hafiz mengatakan,
25:40misalnya demo MBG,
25:41semua demo MBG dibayar,
25:44itu juga tidak benar.
25:45kami juga tidak pernah menggeneralisasi.
25:49Artinya,
25:50ketika ada satu mahasiswa yang ketahuan dibayar demonstrasinya,
25:56kami tidak pernah menggeneralisasi
25:58bahwasannya semua mahasiswa dibayar.
26:01Sekali lagi,
26:02hubungan antara pemerintah dan mahasiswa ini,
26:05kita ini bukan musuh.
26:08Kita ini bukan lawan.
26:09Jauh sekali, berbahaya sekali
26:12kalau ada situasi,
26:13kalau ada upaya
26:14yang mengadu domba
26:16antara mahasiswa
26:17antara pemuda dengan pemerintah.
26:19Oleh karena itu,
26:20Presiden tadi menganalogikan,
26:22kita ini satu tim.
26:24Kita ini satu tim nas sepak bola.
26:26Dan banyak yang bertepuk tangan,
26:29banyak yang tertawa.
26:30Kalau di Indonesia ini terjadi kerusuhan,
26:32kalau program-program
26:33pemberantasan korupsi,
26:35penyitaan lahan,
26:36kemudian pemberantasan kecurangan ekspor ini,
26:39tiba-tiba berubah,
26:42berganti banyak yang senang.
26:45Nah, tadi terkait yang Mas Hafiz tanyakan,
26:47betul sekali itu adalah tugas pemerintah.
26:50Tidak pantaslah pemerintah itu
26:52menyampaikan pencapaian-pencapaiannya.
26:55Karena memang sudah harus
26:56menjadi tugas dari pemerintah.
26:59Itulah yang kita sebut
27:00dengan pentingnya kita menyampaikan
27:02agar tidak terjadi disinformasi.
27:05Jadi gini,
27:06di tahun 2025 dan 2026,
27:09sejak tahun 2024 lah,
27:11memang kita mengalami
27:12kesulitan dalam
27:14mensosialisasikan apa yang
27:16sudah dikerjakan oleh pemerintah.
27:18Karena ini bukan tantangan di Indonesia,
27:20ini di seluruh dunia.
27:21Itu mengatakan bahwa
27:23disinformasi dan misinformasi itu,
27:25itu tantangan global.
27:27Seperti misalnya,
27:28yang saya sampaikan tadi,
27:30tahun 2015,
27:31ada isu Indonesia Gelap,
27:33katanya KIP kuliah dipotong.
27:35Padahal KIP kuliah...
27:37Sepertinya itu bukan
27:382015,
27:39itu 2025.
27:402025 ya?
27:422024.
27:42Eh, 2024.
27:43Kemudian disebutkan juga,
27:44ini penting kami sampaikan,
27:46sampai hari ini pun masih ada
27:47yang mengatakan
27:48perbaikan sekolah terbangkalai.
27:50Padahal di tahun 2025,
27:5216.167 sekolah diperbaiki.
27:55Tahun 2026,
27:58itu 71.744 sekolah akan diperbaiki.
28:03Inilah revitalisasi sekolah
28:05yang terbesar
28:07sejak era reformasi.
28:08Kemudian disampaikan juga,
28:10kesehatan terbengkalai.
28:12Padahal untuk pertama kalinya
28:13dalam sejarah Indonesia,
28:15100 juta orang itu sudah...
28:17Oke, ada capaian-capaian
28:18yang sudah dicapai oleh pemerintah.
28:20Dan itu bukan hanya
28:20kesehatan gratis,
28:22tapi pengobatannya juga gratis.
28:24Nah, artinya begini,
28:25kalau begitu ada tadi,
28:27sebenarnya pola komunikasi
28:29ataupun kanal-kanal komunikasi
28:30yang sepertinya masih tersumbat
28:32untuk disampaikan
28:33bahwa pemerintah sudah melakukan ini,
28:35ayo mari bersama kita
28:36melakukan yang lain,
28:37hal-hal positif untuk membangun negara.
28:39Terakhir, saya ke Mas Hafiz,
28:41ada yang ingin disampaikan
28:42untuk menutup?
28:44Aku sebenarnya
28:45ingin menyampaikan satu hal lagi sih.
28:48Seperti ini bisa dibilang
28:48pencapaian untuk pemerintah.
28:50Kan tadi bilang
28:51pasca reformasi dan sebagainya.
28:54Nah, ada satu lagi nih,
28:55pasca reformasi
28:56yang baru saja terjadi.
28:58Kemarin tanggal 12 Juni,
28:59itu pertama kali
29:00pasca reformasi
29:02aksi di mana ada TNI
29:04untuk menjaga aksi.
29:07TNI dan Polri,
29:08mereka dikerahkan
29:09dengan total 4.150.
29:12Sedangkan,
29:13mahasiswa ataupun rakyat sipil
29:15yang hadir di sana,
29:16itu totalnya hanya 1.000.
29:18Nah, ini merupakan contoh besar
29:21bahwa demokrasi kita tuh
29:23semakin terkikis.
29:24Itu pertama.
29:25Kedua,
29:26kita juga harus melihat
29:27aksi-aksi seperti proyek MBG.
29:30Oke,
29:30kalau semisal memang betul
29:31itu secara integritas itu benar,
29:33silahkan.
29:34Itu merupakan hak demokrasi.
29:36Tapi sayangnya adalah,
29:37kalau semisal ternyata ia dibayar,
29:39barat ini merupakan demokrasi
29:40yang sangat semu.
29:41Dan kami ingin sekali loh,
29:44berbicara dengan pemerintah.
29:45Itu, komunikasi.
29:46Sudah.
29:47Iya,
29:48tolong kasih tau dong,
29:48siapa nih yang hal demikian.
29:50Masih diemin.
29:51Terus yang ketiga,
29:52yang paling pasti adalah,
29:53tolonglah,
29:55untuk siapapun itu,
29:56dan untuk rakyat juga,
29:58saya yakin,
29:59duit-duit tersebut itu
30:00merupakan duit yang banyak.
30:01Kalau misalnya di proyek MBG tersebut,
30:02200 ribu,
30:03bahkan untuk dari mahasiswa itu
30:05dengan nominal 20 juta.
30:07Oke, baik.
30:08Aku tidak bisa menyalahkan mereka juga.
30:09Mimpi terakhir banget.
30:10Aku tidak bisa menyalahkan mereka juga.
30:12Karena saat ini,
30:13memang,
30:14rakyat kelas menenah
30:15dan rakyat kecil itu dicekik.
30:17Rasanya sedang disandrat.
30:20Dan ketika ada beberapa oknum-oknum
30:22atau mungkin dari dalam internal sendiri
30:24itu sudah melakukan hal tersebut,
30:26ya terpaksa
30:26untuk menerima duit tersebut.
30:29Tapi seluruh siapa pemerintah itu
30:30bisa lebih proaktif lagi.
30:32Mencari tahu siapa yang membayar
30:33dan berani mengutap kepada kita semua
30:35selama ini.
30:36Siapa sih yang membayar demo
30:38yang selama ini dibilang sama Prabowo
30:39dan divitah Prabowo
30:40bahwa itu ditunggangin
30:42dan kita tidak mengerti
30:43tentang tersebut.
30:44Seperti itu sih.
30:44Oke, intinya
30:46kanal-kanal komunikasi
30:47yang ada
30:49harus dimanfaatkan dengan baik
30:50oleh pemerintah
30:51supaya ya itu tadi
30:52kelangsungan demokrasi kita
30:53berjalan dengan baik.
30:54Terima kasih
30:54Koordinator SOSPOL
30:56Badan Ekstruktif
30:56Masih Sopun Universitas Indonesia
30:57Hafiz Hernanda
30:59dan juga Hariko Wibaw
31:00Tanaga Ahli Badan Komunikasi
31:01Bakom Eri
31:01di situ
Komentar