Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Komunikasi Pemerintah membantah isu pengondisian atau intervensi aksi demo mahasiswa yang mengkritisi kebijakan dan program prioritas.

Hal itu menyusul pengakuan mahasiswa Universitas Bung Karno yang menerima uang Rp20 juta untuk memindahkan lokasi demo dari Istana ke kompleks parlemen.

PLT Deputi Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana menegaskan pemerintah tidak mengkondisikan atau mengintervensi unjuk rasa mahasiswa.

Pemerintah menghargai setiap pendapat masyarakat, baik yang mendukung maupun mengkritik kebijakan dan program kerja pemerintah.

Menurutnya, pemerintah saat ini fokus membenahi tata kelola, khususnya program Makan Bergizi Gratis.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Jakarta, Muhammad Abdimaludin mengaku menerima uang Rp20 juta untuk memindahkan aksi demonstrasi mahasiswa UBK dari Istana Negara ke Gedung DPR RI.

Hal itu terungkap sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno tampak menginterogasi Muhammad Abdimaludin soal dugaan penerimaan uang di aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Bung Karno.

Abdi pun mengaku uang dua puluh juta rupiah sudah dibagi-bagi ke sejumlah pihak.

Tujuan pemberian uang itu adalah agar BEM Mahasiswa FH UBK yang dipimpinnya memindahkan titik demonstrasi dari Istana Negara ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat.

Abdi dan kawan-kawan sempat diterima Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Kantor Wakil Presiden Jakarta pada aksi demo Senin (15/6/2026) lalu.

Baca Juga [FULL] Feri Amsari Respons soal Ketua BEM FH UBK Terima Uang Rp20 Juta Usai Demo | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/676690/full-feri-amsari-respons-soal-ketua-bem-fh-ubk-terima-uang-rp20-juta-usai-demo-kompas-petang

#ubk #suap #demo

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676876/respons-soal-ketua-bem-fh-ubk-terima-rp20-juta-bakom-ri-tidak-ada-pengondisian-demo-sapa-malam
Transkrip
00:00Saudara Badan Komunikasi Pemerintah membantah isu pengondisian atau intervensi aksi unjuk rasa mahasiswa yang mengkritisi kebijakan dan program prioritas.
00:09Hal itu menyusul pengakuan mahasiswa Universitas Bung Karno, UBK, yang menerima uang 20 juta rupiah untuk memindahkan lokasi demo dari
00:17istana ke kompleks parlemen.
00:19PLT Deputi Kemitraan dan Hubungan Media Bakom Republik Indonesia Kurnia Ramadana menegaskan,
00:24pemerintah tidak mengondisikan atau mengintervensi unjuk rasa mahasiswa.
00:27Pemerintah menghargai setiap pendapat masyarakat, baik yang mendukung maupun mengkritik kebijakan, dan program kerja pemerintah.
00:35Menurutnya pemerintah saat ini fokus memenahi tata kelola, khususnya program makan bergizi gratis atau MBG.
00:48Di dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, siapapun boleh menyatakan pendapat,
00:54baik pendapat yang sepakat dengan kebijakan pemerintah maupun yang mengkritik kebijakan pemerintah.
01:02Baik dengan dugaan ada pengkondisian dari pemerintah terhadap demo yang mendukung MBG,
01:09saya rasa itu tidak benar karena posisi pemerintah adalah menghargai setiap pendapat suara masyarakat,
01:17baik yang pro maupun yang kontra.
01:21Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Jakarta, Muhammad Abdi Maludin,
01:27mengaku menerima uang 20 juta rupiah untuk memindahkan aksi demonstrasi mahasiswa UBK dari Istana Negara ke gedung DPR RI.
01:34Hal itu terungkap sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno tampak menginterogasi Muhammad Abdi Maludin
01:40soal dugaan penerimaan uang di aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Bung Karno.
01:45Abdi pun mengaku uang 20 juta rupiah sudah dibagi-bagi ke sejumlah pihak.
01:49Tujuan pemberian uang itu adalah agar BEM mahasiswa FHUBK yang dipimpinnya memindahkan titik demonstrasi
01:55dari Istana Negara ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat.
01:59Abdi dan kawan-kawan sempat diterima Wakil Presiden Gibran Rakabuming di kantor Wakil Presiden Jakarta
02:05pada aksi demo Senin 15 Juni lalu.
02:11Maka dari itu, terkait uang itu memang saya terima 20 persen.
02:21Uang itu sebenarnya, Abdi tahu nggak, peruntukannya itu untuk mengalihkan atau untuk yang lain sebenarnya?
02:30Untuk mengalihkan titik aksi di Istana, mereka suruh untuk tidak aksi di Istana dan aksi di DPR.
Komentar

Dianjurkan