Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
LAMONGAN, KOMPAS.TV - Kodam VI/Mulawarman membenarkan adanya salah satu siswa peserta didik dan pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, SPPI Koperasi Desa Merah Putih, meninggal dunia saat ikuti kegiatan diklat di Dodikjur Rindam VI/Mulawarman.

Korban merupakan peserta rekrutmen asal Lamongan, Jawa Timur, yang mulai mengikuti pendidikan pada 17 Juni lalu.

Kapendam VI Mulawarman, Kolonel Infanteri Gatot Teguh Waluyo memastikan seluruh prosedur kegiatan telah berjalan sesuai aturan.

Ia menegaskan, kegiatan diklat tidak melibatkan aktivitas fisik berat, melainkan dominan proses belajar mengajar di kelas.

Mengenai prosedur penanganan saat kejadian, pihaknya klaim penanganan medis sudah sesuai protokol mulai dari pemeriksaan di Klinik Dodikjur hingga merujuk korban ke rumah sakit.

Baca Juga Yandri Susanto Ungkap Alasan 10 Asosiasi Perangkat Desa Dukung MBG dan Kopdes di https://www.kompas.tv/nasional/676608/yandri-susanto-ungkap-alasan-10-asosiasi-perangkat-desa-dukung-mbg-dan-kopdes

#kopdes #manajer #lamongan

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/676874/kapendam-vi-mulawarman-buka-suara-soal-2-calon-manajer-kopdes-meninggal-saat-pelatihan-sapa-malam
Transkrip
00:00Beralih ke topik lain, Kodam 6 Mula Warman, saudara membenarkan adanya salah satu siswa peserta didik dan pelatihan Sarjana Penggerak
00:07Pembangunan Indonesia atau SPPI,
00:09Koperasi Desa Merah Putih, meninggal saat ikuti kegiatan diklat di Dodik Jur Rindam 6 Mula Warman.
00:19Korban merupakan peserta rekrutmen asal Lamongan, Jawa Timur, yang mulai mengikuti pendidikan pada 17 Juni lalu.
00:27Kapendam 6 Mula Warman, Kolonel Infantri Gatot Teguh Waluyo memastikan seluruh prosedur kegiatan telah berjalan sesuai aturan
00:35dan menegaskan kegiatan diklat tidak melibatkan aktivitas fisik berat, melainkan dominan proses belajar-mengajar di kelas.
00:42Mengenai prosedur penanganan saat kejadian, ia mengklaim penanganan medis sudah sesuai protokol,
00:49mulai dari pemeriksaan di klinik Dodik Jur hingga merujuk korban ke rumah sakit.
00:59Pemeriksaan yang dilaksanakan ini sama sekali tidak melibatkan kegiatan fisik,
01:06dalam arti yang lebih condong, dominan kepada proses belajar-mengajar di kelas.
01:15Saya juga memastikan bahwa dalam prosedur penanganan pada saat kejadian,
01:20sudah dilaksanakan dengan tepat,
01:22dialami dengan pemberian pemeriksaan di lapangan,
01:26kemudian dibawa ke klinik kesehatan yang ada di Dodik Jur,
01:30karena melihat perkembangan yang terjadi oleh kesambutan tidak membaik,
01:36segera dilarikan, dirujukan ke rumah sakit.
Komentar

Dianjurkan