00:00Presiden Prabowo Subianto memperingatkan pihak-pihak yang mendanai demonstrasi
00:04karena Prabowo mengaku sudah tahu identitasi penyandang dana.
00:08Apakah pernyataan ini ada kaitannya dengan maraknya unjuk rasa
00:10yang meminta pemerintah memperbaiki kondisi perekonomian negara?
00:14Kami akan membahasnya dengan analis komunikasi politik UNPAD,
00:17Kunto Adi Wibowo. Selamat petang, Mas Adi.
00:20Selamat petang, Mbak Ilona.
00:23Ya, kalau kita merujuk, kita dengar barusan pernyataan di Presiden Prabowo Subianto.
00:26Menurut Anda, pihak mana yang coba diperingatkan oleh Presiden Prabowo?
00:32Siapa yang dimaksud bayar demonstrasi itu?
00:36Ya, menurut saya kan hari ini ada beberapa bentuk demonstrasi ya, Mbak.
00:39Terutama demonstrasi mahasiswa yang memang marak.
00:43Lalu kemudian kedua, ada demonstrasi juga yang mendukung MBG, kan?
00:48Yang pro MBG di berbagai daerah.
00:50Nah, menariknya kalau kita lihat bagaimana demonstrasi mahasiswa yang kemarin rame,
00:55yaitu Ketua BEM Fakultas Hukum UBK ini, kan dia bertemu Mas Gibran, Wakil Presiden.
01:03Dan dari situ kan kemudian ketahuan bahwa dia mengaku dapat 20 juta rupiah dari oknum polisi
01:08untuk memindahkan lokasi demonstrasi.
01:11Yang kedua juga ada mahasiswa dari Universitas Indonesia, saya lupa namanya,
01:15yang diajak Mas Gibran juga mengunjungi Papua, kalau nggak salah,
01:20yang menggunakan jaket alma mater Universitas Indonesia yang dikritik juga,
01:24karena dianggap mencegai perjuangan teman-temannya di UI.
01:30Tapi kalau kita lihat pengakuan di media masa,
01:34atau bahkan di media sosial,
01:36banyak pengakuan dari pelaku demonstrasi yang pro MBG
01:41yang mengaku tertipu karena hanya mendapatkan uang 50-60 ribu,
01:46sementara teman-temannya yang lain dapat 100 ribu, gitu.
01:50Lalu kemudian juga ada demo pro MBG di berbagai daerah
01:53yang juga menggunakan atau memobilisasi anak-anak,
01:57bahkan anak-anak SD, gitu,
01:59yang juga sudah direspon oleh KPAI, kan,
02:03yang akan ditandak tindak lanjuti,
02:04karena ini bentuk eksploitasi terhadap anak-anak
02:08untuk kepentingan politik tertentu, gitu.
02:10Nah, ini kan, apa, kalau kita lihat konteks ya,
02:14saya nggak tahu apakah Pak Prabowo menunjuk yang Mas Gibran
02:17atau menunjuk yang demonstrasi pro MBG, gitu.
02:21Karena kalau mahasiswa,
02:23saya pikir hembusan atau apa ya,
02:28semacam delegitimasi bahwa
02:33demonstrasi mahasiswa dibiayai,
02:35ada yang menunggangi, ada bohirnya,
02:37itu lagu lama, Mbak.
02:38Bahkan sejak saya demonstrasi tahun 98,
02:41itu sudah ada lagu itu, kan, gitu.
02:43Tapi kan itu tidak membuktikan
02:45atau bahkan tidak mengecilkan perjuangan mahasiswa,
02:48kan, waktu itu.
02:49Dan saya percaya, ya,
02:50di saat ini pun,
02:52walaupun pemerintahan Pak Prabowo
02:55akan tetap menuding bahwa
02:58gerakan mahasiswa ini dibiayai,
03:01tapi saya yakin teman-teman mahasiswa
03:03juga punya akal budi yang luar biasa
03:06sebagai mahasiswa, kan,
03:07dan dia nggak akan kehilangan akal kritisnya
03:11untuk kemudian tetap mengkritik
03:14sesuatu yang salah, gitu.
03:15Oke, jadi kalau itu dari sisi mahasiswanya,
03:18tapi saya yang mempertegas pandangan Anda,
03:20terkait pernyataan Pak Presiden.
03:22Sebenarnya, apa maksud Pak Presiden
03:25menyampaikan bahwa dia mengetahui
03:27siapa pendana demonstrasi?
03:29Ya, mungkin Pak Presiden merasa bahwa
03:32mahasiswa tidak akan bisa berbuat apa-apa
03:35tanpa dukungan elit politik, Mbak.
03:38Sehingga dia perlu menuding elit politik
03:41yang dia rasa ada di belakang mahasiswa.
03:44Jadi, ini elit lawan elit.
03:47Mahasiswa hanyalah alat, kan, gitu, Mbak.
03:49Jadi, ketika Pak Prabowo berbicara seperti itu,
03:53maka cara berpikir Pak Prabowo
03:55bahwa tidak mungkin ada demonstrasi berskala besar
03:58kalau tidak ada politik yang di belakangnya
04:01atau tidak ada bohir di belakangnya, kan, gitu, Mbak.
04:04Ini juga jadi bermasalah.
04:06Yang pertama,
04:08mengecilkan gerakan mahasiswa sendiri,
04:11mengecilkan rakyatnya sendiri.
04:12Yang kedua,
04:13juga tidak bisa melihat masalah secara lebih jernih.
04:17Dia hanya melihat masalah bahwa
04:19ini hanya pertarungan elit.
04:21Padahal,
04:21tuntutan mahasiswa bukanlah itu, kan, gitu.
04:24Tuntutan mahasiswa kan lebih pada fiskal,
04:27lalu kemudian perbaiki program-program
04:29yang memang sudah kelihatan buruk, kan, gitu, ya, Mbak, ya.
04:34Sebelum semakin memperburuk.
04:36Dan menurut saya,
04:36itu tuntutan yang wajar kok hari ini
04:41ada di mahasiswa.
04:43Oke.
04:43Mas Adikalo memang ada mengatakan
04:45ada campur tangan elit antar elit.
04:47Jadi bagaimana kita menerjemahkan demonstrasi
04:49yang dilakukan oleh mahasiswa belakangan ini?
04:52Apakah ini merupakan bentuk pelanggaran etik oleh mahasiswa
04:57atau sebenarnya intervensi terhadap kebebasan pergerakan mahasiswa?
05:03Kalau yang terjadi seperti Ketua BEM Fakultas Hukum UBK
05:08yang dibayar oleh Oknum Polisi,
05:10itu menurut saya ya memang
05:12apa yang kita harus, apa ya,
05:16secara kritis kemudian menolaknya, kan, gitu.
05:19Ini hanya salah satu.
05:21Saya nggak akan bilang Oknum lah.
05:23Ini nanti ikut-ikutan aparat kalau saya bilang Oknum.
05:26Tapi menurut saya ada otokritik sendiri
05:29di dalam gerakan mahasiswa, kan,
05:32bahwa gerakan mahasiswa nggak monolitik, Pak.
05:34Dia bukan sesuatu yang satu komando dan segala macam, enggak.
05:38Nyatanya UI turun, yang lain nggak turun, gitu kan.
05:43BEM yang lain turun, UI nggak turun, dan segala macamnya.
05:45Jadi menurut saya ada, apa,
05:48satu gerakan mahasiswa hari ini
05:50belum benar-benar terkonsolidasi
05:53untuk kemudian dibilang itu
05:54sebuah gerakan yang monolitik.
05:56Lalu yang kedua, bahwa
06:00jangan sampai gerakan mahasiswa ini
06:03kemudian dikit-dikit didemonisasi, gitu.
06:06Ada kemudian istilah mahasewa, gitu,
06:10di media sosial
06:12untuk mendeskreditkan atau
06:13mendelegitimasikan gerakan mahasiswa ini.
06:17Dan ini kan salah satu indikasi bahwa
06:19ada pihak-pihak yang memang takut
06:21terhadap gerakan mahasiswa ini, kan, Pak.
06:24Tapi kan pernyataan dari Pak Presiden
06:26disampaikan setelah adanya pengakuan
06:28dari mahasiswa UBK.
06:30Jadi, menurut Anda sebenarnya
06:32menganalisis pengakuan,
06:34maaf, pernyataan Pak Presiden ini
06:36seperti apa? Sudah bijak?
06:39Menurut saya,
06:40tidak hanya Pak Prabowo
06:42yang akan berbicara itu mungkin ya
06:44dalam kondisi saat ini, gitu.
06:46Siapapun yang akan jadi Presiden
06:47juga akan berusaha mengalihkan
06:51atau, apa ya,
06:55memperingan tekanan politik
06:57dari demonstrasi itu.
06:58Dan salah satu caranya, ya, satu,
07:02mendelegitimasi aktor-aktor
07:03yang melakukan demonstrasi
07:04dalam hal ini mahasiswa, gitu.
07:07Mumpung ada yang ketahuan,
07:09dan saya pikir juga ada
07:11operasi informasi yang luar biasa,
07:13karena viralnya itu cepat banget, Pak.
07:15Ketika Ketua Bank Fakultas Hukum UBK itu
07:19mengaku mendapat 20 juta,
07:21itu langsung berurut viral.
07:22Semua orang tahu, gitu.
07:24Yang menurut saya,
07:26apa?
07:26Ya, ya, satu, itu memang memalukan.
07:29Tapi, viralitasnya dalam hal ini
07:32tampaknya tidak organik juga, gitu.
07:35Ini yang menurut saya,
07:36sebagai pengamat di media sosial juga,
07:38melihat bahwa ada upaya-upaya
07:41untuk mendelegitimasi gerakan mahasiswa ini.
07:43Kalau dari sisi Pak Presidennya,
07:45ya wajarlah, Mbak, gitu.
07:47Kalau beliau kemudian
07:48menuding ada elit lain
07:50yang berusaha untuk
07:53menurunkan di bawah pemerintahan dia,
07:56mengganggu pemerintahan dia,
07:58lalu dia marah,
07:59kalau menurut saya wajar.
08:00Cuma, salah halamat nih,
08:02kalau ke mahasiswa, gitu.
08:04Kalau menurut saya,
08:05Pak Presiden harus lebih bijak
08:07untuk melihat
08:08mana yang sebenarnya
08:09gerakan mahasiswa yang
08:10kritiknya memang oke,
08:12dan itu bisa dilihat
08:14dari call to action-nya, kan, Mbak?
08:16Sampai sekarang tidak ada
08:17yang call to action-nya itu
08:19menurunkan Presiden.
08:20Ada, kan, Mbak?
08:22Baik.
08:22Terima kasih, Mas Kuntuadi,
08:23telah bergabung di Kompas Petang.
08:25Sampai jumpa lagi.
08:26Terima kasih.
08:27Terima kasih.
08:29Terima kasih.
Komentar