Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto memperingatkan pihak-pihak yang disebut mendanai aksi demonstrasi.

Dalam pernyataannya, Prabowo mengaku telah mengetahui identitas pihak yang menjadi penyandang dana di balik sejumlah aksi unjuk rasa.

Kepada siapa sebenarnya pesan dan peringatan itu ditujukan? Untuk membahasnya, telah bergabung bersama kami Analis Komunikasi Politik Unpad, Kunto Adi Wibowo.

#presidenprabowo #aksidemo #peringatan

Baca Juga Usman Hamid & Ade Armando Soroti Penyebab Mahasiswa Tolak Diskusi Bersama Menteri & Wamen di Kampus di https://www.kompas.tv/nasional/676841/usman-hamid-ade-armando-soroti-penyebab-mahasiswa-tolak-diskusi-bersama-menteri-wamen-di-kampus



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676842/full-analis-komunikasi-bahas-peringatan-presiden-prabowo-ke-sejumlah-pihak-yang-mendanai-aksi-demo
Transkrip
00:00Presiden Prabowo Subianto memperingatkan pihak-pihak yang mendanai demonstrasi
00:04karena Prabowo mengaku sudah tahu identitasi penyandang dana.
00:08Apakah pernyataan ini ada kaitannya dengan maraknya unjuk rasa
00:10yang meminta pemerintah memperbaiki kondisi perekonomian negara?
00:14Kami akan membahasnya dengan analis komunikasi politik UNPAD,
00:17Kunto Adi Wibowo. Selamat petang, Mas Adi.
00:20Selamat petang, Mbak Ilona.
00:23Ya, kalau kita merujuk, kita dengar barusan pernyataan di Presiden Prabowo Subianto.
00:26Menurut Anda, pihak mana yang coba diperingatkan oleh Presiden Prabowo?
00:32Siapa yang dimaksud bayar demonstrasi itu?
00:36Ya, menurut saya kan hari ini ada beberapa bentuk demonstrasi ya, Mbak.
00:39Terutama demonstrasi mahasiswa yang memang marak.
00:43Lalu kemudian kedua, ada demonstrasi juga yang mendukung MBG, kan?
00:48Yang pro MBG di berbagai daerah.
00:50Nah, menariknya kalau kita lihat bagaimana demonstrasi mahasiswa yang kemarin rame,
00:55yaitu Ketua BEM Fakultas Hukum UBK ini, kan dia bertemu Mas Gibran, Wakil Presiden.
01:03Dan dari situ kan kemudian ketahuan bahwa dia mengaku dapat 20 juta rupiah dari oknum polisi
01:08untuk memindahkan lokasi demonstrasi.
01:11Yang kedua juga ada mahasiswa dari Universitas Indonesia, saya lupa namanya,
01:15yang diajak Mas Gibran juga mengunjungi Papua, kalau nggak salah,
01:20yang menggunakan jaket alma mater Universitas Indonesia yang dikritik juga,
01:24karena dianggap mencegai perjuangan teman-temannya di UI.
01:30Tapi kalau kita lihat pengakuan di media masa,
01:34atau bahkan di media sosial,
01:36banyak pengakuan dari pelaku demonstrasi yang pro MBG
01:41yang mengaku tertipu karena hanya mendapatkan uang 50-60 ribu,
01:46sementara teman-temannya yang lain dapat 100 ribu, gitu.
01:50Lalu kemudian juga ada demo pro MBG di berbagai daerah
01:53yang juga menggunakan atau memobilisasi anak-anak,
01:57bahkan anak-anak SD, gitu,
01:59yang juga sudah direspon oleh KPAI, kan,
02:03yang akan ditandak tindak lanjuti,
02:04karena ini bentuk eksploitasi terhadap anak-anak
02:08untuk kepentingan politik tertentu, gitu.
02:10Nah, ini kan, apa, kalau kita lihat konteks ya,
02:14saya nggak tahu apakah Pak Prabowo menunjuk yang Mas Gibran
02:17atau menunjuk yang demonstrasi pro MBG, gitu.
02:21Karena kalau mahasiswa,
02:23saya pikir hembusan atau apa ya,
02:28semacam delegitimasi bahwa
02:33demonstrasi mahasiswa dibiayai,
02:35ada yang menunggangi, ada bohirnya,
02:37itu lagu lama, Mbak.
02:38Bahkan sejak saya demonstrasi tahun 98,
02:41itu sudah ada lagu itu, kan, gitu.
02:43Tapi kan itu tidak membuktikan
02:45atau bahkan tidak mengecilkan perjuangan mahasiswa,
02:48kan, waktu itu.
02:49Dan saya percaya, ya,
02:50di saat ini pun,
02:52walaupun pemerintahan Pak Prabowo
02:55akan tetap menuding bahwa
02:58gerakan mahasiswa ini dibiayai,
03:01tapi saya yakin teman-teman mahasiswa
03:03juga punya akal budi yang luar biasa
03:06sebagai mahasiswa, kan,
03:07dan dia nggak akan kehilangan akal kritisnya
03:11untuk kemudian tetap mengkritik
03:14sesuatu yang salah, gitu.
03:15Oke, jadi kalau itu dari sisi mahasiswanya,
03:18tapi saya yang mempertegas pandangan Anda,
03:20terkait pernyataan Pak Presiden.
03:22Sebenarnya, apa maksud Pak Presiden
03:25menyampaikan bahwa dia mengetahui
03:27siapa pendana demonstrasi?
03:29Ya, mungkin Pak Presiden merasa bahwa
03:32mahasiswa tidak akan bisa berbuat apa-apa
03:35tanpa dukungan elit politik, Mbak.
03:38Sehingga dia perlu menuding elit politik
03:41yang dia rasa ada di belakang mahasiswa.
03:44Jadi, ini elit lawan elit.
03:47Mahasiswa hanyalah alat, kan, gitu, Mbak.
03:49Jadi, ketika Pak Prabowo berbicara seperti itu,
03:53maka cara berpikir Pak Prabowo
03:55bahwa tidak mungkin ada demonstrasi berskala besar
03:58kalau tidak ada politik yang di belakangnya
04:01atau tidak ada bohir di belakangnya, kan, gitu, Mbak.
04:04Ini juga jadi bermasalah.
04:06Yang pertama,
04:08mengecilkan gerakan mahasiswa sendiri,
04:11mengecilkan rakyatnya sendiri.
04:12Yang kedua,
04:13juga tidak bisa melihat masalah secara lebih jernih.
04:17Dia hanya melihat masalah bahwa
04:19ini hanya pertarungan elit.
04:21Padahal,
04:21tuntutan mahasiswa bukanlah itu, kan, gitu.
04:24Tuntutan mahasiswa kan lebih pada fiskal,
04:27lalu kemudian perbaiki program-program
04:29yang memang sudah kelihatan buruk, kan, gitu, ya, Mbak, ya.
04:34Sebelum semakin memperburuk.
04:36Dan menurut saya,
04:36itu tuntutan yang wajar kok hari ini
04:41ada di mahasiswa.
04:43Oke.
04:43Mas Adikalo memang ada mengatakan
04:45ada campur tangan elit antar elit.
04:47Jadi bagaimana kita menerjemahkan demonstrasi
04:49yang dilakukan oleh mahasiswa belakangan ini?
04:52Apakah ini merupakan bentuk pelanggaran etik oleh mahasiswa
04:57atau sebenarnya intervensi terhadap kebebasan pergerakan mahasiswa?
05:03Kalau yang terjadi seperti Ketua BEM Fakultas Hukum UBK
05:08yang dibayar oleh Oknum Polisi,
05:10itu menurut saya ya memang
05:12apa yang kita harus, apa ya,
05:16secara kritis kemudian menolaknya, kan, gitu.
05:19Ini hanya salah satu.
05:21Saya nggak akan bilang Oknum lah.
05:23Ini nanti ikut-ikutan aparat kalau saya bilang Oknum.
05:26Tapi menurut saya ada otokritik sendiri
05:29di dalam gerakan mahasiswa, kan,
05:32bahwa gerakan mahasiswa nggak monolitik, Pak.
05:34Dia bukan sesuatu yang satu komando dan segala macam, enggak.
05:38Nyatanya UI turun, yang lain nggak turun, gitu kan.
05:43BEM yang lain turun, UI nggak turun, dan segala macamnya.
05:45Jadi menurut saya ada, apa,
05:48satu gerakan mahasiswa hari ini
05:50belum benar-benar terkonsolidasi
05:53untuk kemudian dibilang itu
05:54sebuah gerakan yang monolitik.
05:56Lalu yang kedua, bahwa
06:00jangan sampai gerakan mahasiswa ini
06:03kemudian dikit-dikit didemonisasi, gitu.
06:06Ada kemudian istilah mahasewa, gitu,
06:10di media sosial
06:12untuk mendeskreditkan atau
06:13mendelegitimasikan gerakan mahasiswa ini.
06:17Dan ini kan salah satu indikasi bahwa
06:19ada pihak-pihak yang memang takut
06:21terhadap gerakan mahasiswa ini, kan, Pak.
06:24Tapi kan pernyataan dari Pak Presiden
06:26disampaikan setelah adanya pengakuan
06:28dari mahasiswa UBK.
06:30Jadi, menurut Anda sebenarnya
06:32menganalisis pengakuan,
06:34maaf, pernyataan Pak Presiden ini
06:36seperti apa? Sudah bijak?
06:39Menurut saya,
06:40tidak hanya Pak Prabowo
06:42yang akan berbicara itu mungkin ya
06:44dalam kondisi saat ini, gitu.
06:46Siapapun yang akan jadi Presiden
06:47juga akan berusaha mengalihkan
06:51atau, apa ya,
06:55memperingan tekanan politik
06:57dari demonstrasi itu.
06:58Dan salah satu caranya, ya, satu,
07:02mendelegitimasi aktor-aktor
07:03yang melakukan demonstrasi
07:04dalam hal ini mahasiswa, gitu.
07:07Mumpung ada yang ketahuan,
07:09dan saya pikir juga ada
07:11operasi informasi yang luar biasa,
07:13karena viralnya itu cepat banget, Pak.
07:15Ketika Ketua Bank Fakultas Hukum UBK itu
07:19mengaku mendapat 20 juta,
07:21itu langsung berurut viral.
07:22Semua orang tahu, gitu.
07:24Yang menurut saya,
07:26apa?
07:26Ya, ya, satu, itu memang memalukan.
07:29Tapi, viralitasnya dalam hal ini
07:32tampaknya tidak organik juga, gitu.
07:35Ini yang menurut saya,
07:36sebagai pengamat di media sosial juga,
07:38melihat bahwa ada upaya-upaya
07:41untuk mendelegitimasi gerakan mahasiswa ini.
07:43Kalau dari sisi Pak Presidennya,
07:45ya wajarlah, Mbak, gitu.
07:47Kalau beliau kemudian
07:48menuding ada elit lain
07:50yang berusaha untuk
07:53menurunkan di bawah pemerintahan dia,
07:56mengganggu pemerintahan dia,
07:58lalu dia marah,
07:59kalau menurut saya wajar.
08:00Cuma, salah halamat nih,
08:02kalau ke mahasiswa, gitu.
08:04Kalau menurut saya,
08:05Pak Presiden harus lebih bijak
08:07untuk melihat
08:08mana yang sebenarnya
08:09gerakan mahasiswa yang
08:10kritiknya memang oke,
08:12dan itu bisa dilihat
08:14dari call to action-nya, kan, Mbak?
08:16Sampai sekarang tidak ada
08:17yang call to action-nya itu
08:19menurunkan Presiden.
08:20Ada, kan, Mbak?
08:22Baik.
08:22Terima kasih, Mas Kuntuadi,
08:23telah bergabung di Kompas Petang.
08:25Sampai jumpa lagi.
08:26Terima kasih.
08:27Terima kasih.
08:29Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan