Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana mengaku sempat melakukan penelusuran terhadap isi memorandum of understanding atau MOU yang disebut menjadi dasar kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Meski demikian, ia menegaskan dokumen yang diperolehnya bukanlah naskah resmi.

Dari hasil penelusuran tersebut, Hikmahanto menemukan adanya komitmen Amerika Serikat untuk segera memberikan kelonggaran ekspor minyak Iran.

Menurut Hikmahanto, sejumlah poin dalam kesepakatan memang harus langsung dijalankan, sementara sebagian lainnya masih akan dinegosiasikan dalam masa 60 hari.

Namun, persoalan muncul karena Israel disebut masih melanjutkan operasi militernya di Lebanon Selatan.

Di tengah meredanya tensi geopolitik, Hikmahanto menilai pemerintah tidak lagi bisa menjadikan konflik internasional sebagai alasan perlambatan ekonomi nasional.

Ia juga berharap dampak positif dari meredanya konflik segera dirasakan masyarakat, termasuk melalui penyesuaian harga energi.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rakE3PUjcR8




#perang #iran #indonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/676913/pakar-hikmahanto-juwana-geopolitik-mereda-tak-ada-lagi-alasan-ekonomi-lesu-satu-meja
Transkrip
00:00Tapi kita masih fokus soal ketika Iran, ada cerita itu, ada dampak, terus kemudian ada faktor Amerika, Profik melihatnya seperti
00:10apa?
00:10Bisa gak sih semudah itu atau memang-memang bagaimanapun selama Indonesia masih dalam kebutuhan politik internasionalnya dengan Amerika masih dominan,
00:19ya mau elaborasi dengan Iran pasti susah.
00:22Gini, saya ini kan latar belakang saya hukum nih, jadi kalau orang hukum itu bicara katanya kalau gak punya evidence
00:31-nya buktinya agak repot gitu ya.
00:33Jadi waktu ada kesepakatan MOU antara Amerika Serikat dengan Iran, saya coba google di internet, apa sih kesepakatan itu?
00:43Dan saya dapatkan itu isinya 14 poin, tapi saya harus disclaimer ya, mungkin aja ini bukan yang ditanda tangani.
00:51Oke, bukan yang otentik, tapi yang hasil temuan riset mandiri dari Profik.
00:55Riset mandiri yang sudah dipublish di sebuah koran, korannya dari Israel lagi.
01:01Nah, di dalam poin 10 dikatakan disitu bahwa the United States undertakes,
01:09the United States undertakes that immediately after the signing of this MOU,
01:13and until the date of the lifting of sanctions, the United States Treasury Department will issue wavers for export of
01:22Iranian crude oil,
01:24petrochemical dan seterusnya.
01:26Jadi itu kata-katanya immediately, jadi itu harus segera.
01:30Memang kemarin itu ada perkembangan, ada kapal Iran yang keluar,
01:35dan itu tidak diapak-apakan oleh blokade yang Amerika Serikat.
01:41Artinya, kalau misalnya dilihat dari MOU itu, memang ada yang immediately, segera,
01:48ada yang sifatnya memang on progress dari 60 hari ini dinegosiasikan.
01:56Memang kalau di pasal satunya, soal pokoknya kita sudah tidak saling serang ya,
02:02dan juga termasuk di Lebanon, itu kan, itu harusnya sudah selesai.
02:06Tapi memang yang jadi permasalahan ini sekarang, Israel masih menyerang Lebanon.
02:12Nah, kemarin ini setelah ada penanda tanganan secara elektronik gitu ya.
02:16Dan Benjamin Netanyahu masih meresponnya tidak serius.
02:20Ya, tidak serius dan mengatakan bahwa,
02:22Amerika.
02:22Iya, mengatakan bahwa, oke kalau misalnya tidak ada serangan,
02:27tapi kita di Lebanon Selatan sudah kuasa ini, sudah milik kita.
02:31Nah, sebenarnya Iran maunya tidak ada serangan, terutama ke Hezbollah,
02:35dan Israel harus keluar dari Lebanon Selatan.
02:39Nah, ini kan apa namanya, yang tadi yang saya katakan,
02:43ada yang immediately tapi kok tidak sesuai,
02:46dengan yang immediately yang memang...
02:48Dan ada satu lagi, Israel tegas menyampaikan bahwa,
02:52kami tidak ikut dalam kesepakatan damai.
02:54Betul, itu yang tadi saya katakan di awal bahwa,
02:57dia kan punya kedaulatan.
02:58Yes.
02:59Amerika Serikat, mau dia ngomong apa,
03:02Netanyahu sekarang dalam posisi, oke,
03:05sekarang kita punya perbedaan pandangan nih,
03:08terkait dengan Iran.
03:09Kalau kemarin kita sama,
03:11tapi kalau sekarang, tidak.
03:13Di situ,
03:14kalau saya hitung mungkin ada dua, tiga kali.
03:17Trump itu marah sama Israel.
03:19Bahkan yang terakhir,
03:20beliau mengatakan bahwa,
03:21tanpa kami,
03:23sebenarnya Israel sudah tidak ada lagi.
03:25Meskipun agak sulit dipercaya,
03:28Amerika bisa marah serius gitu sama Israel gitu.
03:31Melihat artinya,
03:32itu kan agak sulit.
03:33Khawatirnya ini gimmick dan sebagainya.
03:35Tapi itulah, itu wilayahnya Amerika.
03:36Yang ingin kita tegaskan di sini adalah,
03:39karena kita bicara ini angin segar,
03:41apakah ini bisa,
03:42khususnya hubungan diplomatik dengan Iran,
03:44apakah bisa diperbaiki,
03:45dan kemudian bisa berdampak,
03:48paling tidak ada alternatif sumber.
03:51Yang pasti satu Mas Yogi,
03:52sekarang ini pemerintah,
03:54tidak bisa lagi,
03:56menyalahkan perekonomian sedang lesu itu,
03:58karena masalah geopolitik.
04:00Oke, itu salah satunya.
04:01Tidak ada lagi alasan itu.
04:02Dan yang diharapkan oleh masyarakat,
04:04kemarin yang naik,
04:06itu harus segera turun.
04:07Memang ada waktu ya,
04:09penyesuaian dan lain sebagainya,
04:10tapi harus turun.
04:11Dan yang ketiga adalah,
04:13yang tadinya investor,
04:14keluar mungkin dia mau wait and see,
04:17ya harusnya sekarang,
04:18kita kalau katakanlah fundamental ekonomi sudah bagus,
04:22harusnya bisa masuk dong.
04:24Tapi kan isunya adalah,
04:26apakah masalah fundamental ekonomi Indonesia yang bagus,
04:28atau kepercayaan,
04:30trust dari para investor ini.
04:33Jangan-jangan lebih ke masalah kepercayaan investor,
04:36bukan masalah fundamental ekonomi.
04:38Karena kalau dalam pemahaman saya,
04:41fundamental ekonomi bagus,
04:42geopolitik sudah meredah.
04:44Sudah membaiklah paling tidak.
04:45Harusnya,
04:46ya BBM akan turun,
04:48segala sesuatu akan...
04:49Bung Abrah masih yakin,
04:50harga BBM,
04:51atau punya rekomendasi bahwa,
04:53kalau kesepakatan damai ini berjalan dengan baik,
04:55ya otomatis harus segera turun,
04:56karena harga minyaknya pasti akan turun,
04:59mendekati asumsi APBN.
05:00Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan