00:00Saudara kaderan pejabat pemerintah di Arena Kampus dalam acara diskusi kembali mendapat penolakan dari mahasiswa.
00:06Mahasiswa Universitas Mulau Warman menolak Wakil Menteri HAM Mugiyanto dari Arena Kampus
00:11karena materi kuliah umum yang ia sampaikan dinilai tidak sesuai dengan semangat pengusutan pelanggaran HAM.
00:27Mahasiswa yang tergabung dalam badan eksekutif mahasiswa Universitas Mulau Warman, Samarinda, Kalimantan Timur
00:34memprotes kehadiran Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto pada selasa 23 Juni.
00:40Saat itu, wamen HAM Mugiyanto sedang menghadiri acara dialog soal penguatan HAM kepada mahasiswa.
00:46Namun mahasiswa memprotes dan meminta acara diskusi dihentikan.
00:52Mahasiswa juga membawa sejumlah poster bergambarkan sejumlah wajah aktivis yang hilang semasa Orde Baru.
00:59Mahasiswa menilai kehadiran Mugiyanto untuk berbicara tentang HAM dinilai tak sesuai.
01:04Mahasiswa menuntut kepastian hukum dan penuntasan pelanggaran HAM di masa lalu.
01:11Hari ini yang kemudian menjadi sikap kami yalah terkait dengan wamen HAM ini kan satu pengkhianat reformasi ya.
01:19Foto-foto teman-teman yang kemudian ditinggalkan hari ini.
01:22Pantas kemudian berani mempuliahi kami terkait dengan hak asasi manusia.
01:27Itu satu. Dua, revisi undang-undang HAM, apa yang kemudian menjadi persoalan HAM nasional maupun Kaltim juga tadi sudah dibahas.
01:3544.736 lubang tambah, 53 korban lubang tambah.
01:42Hari ini kan persoalan HAM begitu kemudian menjadi persoalan yang krusial, fundamental, dan vital.
01:49Wamen HAM, Mugiyanto merespons tuntutan mahasiswa.
01:53Mugiyanto mengatakan kasus pelanggaran HAM pada tahun 1998 tengah ditangani dan merupakan perintah presiden untuk diselesaikan.
02:02Mugiyanto bilang, Menteri HAM bukan menteri di belakang meja,
02:05melainkan menteri yang harus turun ke lapangan mendengar langsung keluhan masyarakat.
02:10Mahasiswa, adakan-akan aktivis yang datang ke ruangan,
02:13menyampaikan aspirasinya, yang menyebutkan kasus-kasus korban pertambangan,
02:21kasus-kasus aktivis tahun 1998.
02:24Itu adalah persoalan-persoalan yang hari ini kami tangani untuk diselesaikan.
02:29Itu adalah kasus-kasus yang saya perjuangkan sejak 1998 dan saya akan dan sedang perjuangkan sampai hari ini.
02:36Pastikan saya turun, saya berdialog, dan saya tidak pilih-pilih forum.
02:39Saya hadapi semua forum.
02:41Forum yang keras sekalipun, saya datang ke Merauke dengan kawan-kawan Solidaritas Merauke yang menolak PSN saya hadapi.
02:48Karena saya ingin hadapi dalam artian saya mendengar, saya menyerap, saya membersamai mereka berjuang.
02:54Di sini juga seperti itu.
02:56Ini bukan kali pertama, protes mahasiswa berujung pada pengusiran terhadap menteri dan wakil menteri dalam acara di lingkungan kampus.
03:04Sebelumnya, acara diskusi yang dihadiri Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sujadmiko, Menteri ATR BPN Nusron Wahid, dan Wamentan Sudaryono di
03:14Universitas Gajah Mada pada 15 Juni 2026 di UGM,
03:19sempat digeruduk mahasiswa dan berujung pada pengusiran.
03:23Budiman Sujadmiko langsung dievakuasi oleh petugas keamanan kampus,
03:26sementara Nusron dan Sudaryono sempat mencoba berdialog dengan mahasiswa, namun situasi tak kondusif.
03:33Mahasiswa menilai keadiran tiga pejabat pemerintah yang membicarakan soal Pancasila tidak tepat.
03:38Tim Liputan, Kompas TV
03:47Di tengah gelombang aksi unjuk rasa, mahasiswa menolak sejumlah kebijakan pemerintah di sejumlah daerah.
03:52Kehadiran pejabat pemerintah dalam acara-acara diskusi di dalam kampus juga mendapat protes dan penolakan.
03:59Mahasiswa menyebut alasan penolakan untuk berdiskusi dengan pemerintah karena kebijakan yang dianggap tak berpihak kepada rakyat.
04:05Kita bahas bersama dengan Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid dan Pegiat Media Sosial Ade Armando.
04:11Selamat petang Bang Hamid, selamat petang Bang Ade.
04:14Selamat petang.
04:15Selamat petang Ilona.
04:17Ya, coba saya ke Bang Usman dulu. Bang Usman, kita lihat selama dua pekan ini, dalam waktu dekat ini,
04:23sudah ada dua peristiwa penolakan mahasiswa terhadap kehadiran pejabat pemerintah di area kampus.
04:28Pertama di UGM dan kemarin terjadi di Universitas Mula Warman.
04:32Bagaimana kita membaca ini? Apa yang jadi faktor penyebab mahasiswa menolak kehadiran pejabat pemerintah di kampus?
04:40Ya, terima kasih. Kalau kita lihat pemberitaan media di mana sejumlah mahasiswa menjelaskan mengapa mereka menolak,
04:49salah satu alasannya adalah karena mereka tidak lagi percaya kepada pemerintah.
04:54Dan secara khusus mereka meragukan integritas para pejabat pemerintah yang datang ke lokasi acara,
05:02baik itu di Universitas Gajah Mada maupun juga di Universitas Mula Warman.
05:06Bahkan dalam kasus UGM, mereka secara eksplisit menyatakan memiliki rasa muak dan ketidakpercayaan yang tinggi terhadap pemerintah.
05:15Jadi, saya kira itu adalah ungkapan-ungkapan ketidakpuasan yang tentu saja sepanjang tidak dilakukan secara kekerasan,
05:24misalnya, haruslah dihormati dan haruslah didengarkan oleh pemerintah dengan cara mengubah kebijakan pemerintah menjadi lebih baik.
05:34Misalnya, menyelesaikan pelanggaran hambarat, misalnya dalam kasus Universitas Mula Warman,
05:40atau dalam kasus UGM, saya kira memperbaiki berbagai kebijakan yang disoroti oleh pemerintah.
05:46Misalnya, perluasan militer di ruang sipil,
05:49atau misalnya masalah ekonomi termasuk juga kooperasi desa, kooperasi kelurahan merah putih yang baru-baru ini justru mengorbankan dua orang
06:01warga masyarakat
06:02karena meninggal dunia di dalam program latihan dasar kemiliteran.
06:07Jadi, saya kira kita membutuhkan pemerintah yang mendengar dan mengubah kebijakannya
06:13kalau memang itu dipandang bermasalah dan telah nyata-nyata menimbulkan masalah jatuhnya korban
06:19atau korupsi seperti dalam kasus makan bergizi gratis
06:24atau sengketa-sengketa lahan dalam kasus pengadaan kooperasi-kooperasi desa
06:28atau pembentukan nelayan-nelayan, kampung, dan lain-lainnya.
06:32Saya kira itu sekiranya ada di dalam tuntutan-tuntutan para mahasiswa yang memang belakangan ini
06:40seperti meningkatkan intensitas dan frekuensinya di dalam memprotes kebijakan pemerintah.
06:48Oke, jadi gambaran dua pengusiran pejabat pemerintah ke kampus ini bukan soal kepribadinya
06:54tetapi gambaran penolakan kebijakan pemerintahan secara keseluruhan kalau kita ringkas ya, Bang Usman ya?
07:02Ya, tentu saja itu termasuk integritas dari menteri-menterinya
07:07seperti yang mereka sampaikan di dalam protes-protes mereka gitu.
07:11Oke, Bang Ade, aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa
07:15penolakan terhadap pejabat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibra Raka Buming Raka
07:19itu karena gambaran ketidakpuasan mahasiswa terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan.
07:25Anda melihat itu?
07:26Iya, itu jelas.
07:28Tapi buat saya ini mengecewakan ya.
07:31Mengecewakan, kenapa?
07:32Ya, membuat banyak pihak barangkali jadinya melihat bahwa mahasiswa ini cuma mau menang sendiri ya.
07:40Jadi gini, ini kan apa yang kita kenal sebagai cancel culture ya.
07:44Jadi kebudayaan untuk meng-cancel orang-orang untuk bicara.
07:47Nah, pertanyaannya adalah apakah pantas gitu ya para pejabat ini yang datang ke sana
07:55dan kemudian belum apa-apa sudah langsung diteriaki, ditolak, tidak disediakan waktu untuk berbicara.
08:04Memang yang kondisi UGM itu menurut saya lebih parah lah ya.
08:09Tapi biar bagaimanapun, sebetulnya ini kan bicara menjadi penting bagi kita dalam era sekarang ini
08:17adanya upaya untuk melakukan komunikasi antara pihak-pihak yang barangkali berbeda pendapat ya.
08:24Kita barangkali di era yang disebut sebagai era media sosial yang penuh kemarahan ini,
08:30seringkali orang tidak berbicara secara rasional.
08:34Orang itu berbicara secara emosional.
08:37Jadi yang di nomor satukan adalah emosi, bukannya rasionya.
08:41Jadi gerakan mahasiswa kemarin nggak rasional ya Bang?
08:45Saya nggak bisa katakan bahwa seluruhnya tidak rasional,
08:48tapi jalan yang mereka pilih itu menurut saya salah.
08:52Harusnya gini, komunikasi itu dua arah harusnya.
08:58Istilah baratnya itu it takes two to tango.
09:01Jadi kalau mau komunikasi, jangan cuma satu orang yang bicara yang lain mendengar.
09:06Harus kedua pihak sama-sama punya kesempatan untuk bicara.
09:10Nah, apa yang terjadi di UGM dan di mana nih?
09:14Kalimantan ya?
09:15Kalimantan ya?
09:17Itu menurut saya mencerminkan ketidaksediaan untuk mendengar orang lain.
09:22Saya mengerti kritik-kritik tersebut adalah kritik-kritik yang valid, yang sah ya.
09:28Walaupun barangkali saya harus pertanyakan apakah lebih penting bicara tentang
09:33apa yang terjadi pada tahun 98 atau yang terjadi saat ini.
09:38Menurut saya kalau mahasiswa mau minta agar wakil menteri itu mendengar
09:43apa yang mereka katakan tentang korban-korban dari penambangan-penambangan yang ada
09:47ya sudah konsentrasi di situ dan ajak bicara secara terhormat ya.
09:52Duduk sama-sama.
09:53Gimana kedua belah pihak bisa mengutarakan pandang-pandangannya secara terbuka.
09:58Tapi kalau belum apa-apa udah langsung ditolak, diusir, menurut saya nggak pantas gitu ya.
10:04Oke, menurut Bang Ade nggak pantas Bang Usman?
10:07Mengecewakan apa yang dilakukan oleh mahasiswa mengusir pejabat dari luar kampus?
10:12Ya, lebih tidak pantas mana aksi mahasiswa seperti itu dengan penangkapan riduan
10:17peserta demonstrasi dalam unjuk rasa Agustus tahun lalu.
10:21Lebih pantas mana protes mahasiswa yang sebenarnya lebih merupakan simbolik.
10:29Suara Bang Usman keputus?
10:32Masih dengar suara saya Bang?
10:34Ya, di sini hingga hari ini.
10:35Lebih banyak, katakanlah, tidak pantas mana dengan pengambilan rahan-lahan masyarakat adat
10:41atau sengketa-sengketa lahan yang dipaksa diambil untuk kepentingan kooperasi desa
10:45atau makan bergizi gratis atau kebijakan pemerintah.
10:48Jadi saya kira kita, kalau kita bukan bagian dari pemerintah,
10:52sebaiknya energi kita diarahkan untuk mempersoalkan kebijakan pemerintah
10:56supaya dia bisa mengarah pada kepentingan umum.
11:02Nah, yang kedua saya mau katakan, ini beda dengan cancel culture.
11:06Cancel culture itu dia menolak atau memboykot seorang figur di publik
11:10untuk figur itu bertanggung jawab atas persoalan etikanya.
11:15Tetapi dalam kasus ini, ia dituntut untuk misalnya menyelesaikan pelanggaran hamrat.
11:20Dalam kasus Mugianto, saya kira sebagai wamen ham,
11:24ia digugat tanggung jawabnya baik sebagai pribadi maupun sebagai pejabat pemerintah.
11:31Jadi saya kira pemerintah dalam hal ini adalah entitas yang abstrak
11:36sebagai institusi yang seharusnya menjalankan kewajiban
11:40untuk misalnya mencari orang-orang yang masih hilang.
11:43Hari ini kita di media sosial dihebohkan oleh keterangan dari seorang jurnalis
11:49namanya Farida, dia menceritakan dalam ungkapan dia yang meminta maaf
11:54kepada orang tuanya Bimo Petrus Anugrah.
11:56Bimo adalah mahasiswa Universitas Air Langga dan Sekolah Tinggi Filsafat Driakara
12:01yang diculik 98 beberapa bulan atau 1-2 bulan setelah ia menulis di harian keupas.
12:09Dan ia menurut Farida, ia setelah dinyatakan meninggal dunia karena dieksepusi
12:16dibawa ke sebuah tu pulau di perairan, kakinya diikat dengan rantai
12:20dan rantainya diikatkan pada bola atau pada coran semen dan kemudian meninggal dunia.
12:26Jadi saya kira wajar kalau ada semacam urgensi dari para mahasiswa ini
12:31apalagi mereka melihatkan poster-poster dari para aktivis yang hilang.
12:36Misalnya Bicukul atau Bimo Anugrah dan lain sebagainya.
12:40Jadi saya kira lebih menggugat tanggung jawab negara dan tanggung jawab pemerintah.
12:45Ada sisi urgensinya katanya Bang Ade, apakah Anda juga tidak melihat bahwa
12:48aksi penolakan dibanding dialog merupakan menandakan krisis kepercayaan
12:53yang tidak selesai seperti disampaikan tadi Bang Usman.
12:55Ada sejumlah tuntutan tapi tidak diselesaikan termasuk soal HAM.
12:58Ya saya setuju bahwa isu-isu yang tadi diangkat oleh Bang Usman itu penting
13:03dan harus disampaikan ya soal hilangnya orang-orang karena aksi demokrasi dia,
13:12pro-demokrasi dia ya penting dibicarakan.
13:14Yang saya ingin katakan adalah ya bicara memang harus berbicara.
13:18Makanya saya katakan tadi dalam komunikasi takes two to tango ya.
13:22Cancel culture tuh bahayanya adalah kita tidak memberi tempat bagi orang untuk bicara.
13:26Tapi disampaikan Bang Usman tadi ini bukan cancel culture Bang?
13:30Enggak, saya...
13:31Enggak, ini mungkin pemahaman Bang Usman beda aja tentang apa itu cancel culture.
13:34Cancel culture tuh dimana orang tidak diberi kesempatan karena dia punya kesalahan
13:39maka dia kemudian kita katakan Anda nggak pantas ngomong di hadapan saya.
13:43Nah ini di baharat pun jadi masalah ya.
13:45Karena gini, kayak kasus si Wamen Kumham ini ya.
13:50Dia datang, dia belum ngomong apa-apa, udah langsung ditolak.
13:54Oke.
13:54Jadi gimana dia...
13:55Kan Anda katakan bahwa tadi dia seharusnya sadar bahwa ada persoalan-persoalan serius nih
14:00dengan penambangan-penambangan di Indonesia.
14:02Atau dengan perlakuan-perlakuan terhadap para aktivis, para mahasiswa yang bergerak untuk memperjuangkan demokrasi.
14:09Ya penting, itu harus disampaikan.
14:10Tapi kan cara menyampaikannya adalah tidak dengan mengusir, lebih baik dicari-cari untuk si wakil menteri ini bisa mendengar apa
14:19yang dikatakan.
14:20Publik bisa mendengar apa yang dikatakan bahwa memang ada seorang aktivis yang tewas begitu saja, hilang begitu saja karena tulisannya
14:28di sebuah harian.
14:29Oke.
14:29Ini kan tidak sama sekali dibicarakan.
14:31Yang bicara itu sekarang Bang Usman Hamid, dan itu bagus.
14:34Tapi harusnya itu disampaikan oleh mahasiswa, tidak dengan cara seperti orang-orang yang tidak memberi kesempatan buat orang lain untuk
14:43bicara, tapi justru.
14:44Baik, kita tunggu nanti bagaimana.
14:47Baik, terima kasih Bang Adi, saya sudah tangkap poinnya, saya juga sudah tangkap poin dari Bang Usman.
14:51Nanti kita lanjutkan lagi.
14:52Terima kasih telah bergabung di Kompas Petang, Abang-Abang.
14:54Terima kasih telah menonton.
Komentar