Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Di tengah gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa menolak sejumlah kebijakan pemerintah di sejumlah daerah, kehadiran pejabat pemerintah dalam acara-acara diskusi di dalam kampus juga mendapat protes dan penolakan.

Mahasiswa menyebut alasan penolakan untuk berdiskusi dengan pemerintah karena kebijakan yang dianggap tak berpihak ke rakyat.

Kita bahas bersama dengan Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, dan pegiat media sosial Ade Armando.

#tolakdiskusi #mahasiswa #menteri&wamen

Baca Juga Bawa 29 Vape Berisi Narkoba, Pemuda di Sumut Ditangkap di Bandara Kualanamu | BORGOL di https://www.kompas.tv/regional/676838/bawa-29-vape-berisi-narkoba-pemuda-di-sumut-ditangkap-di-bandara-kualanamu-borgol



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676841/usman-hamid-ade-armando-soroti-penyebab-mahasiswa-tolak-diskusi-bersama-menteri-wamen-di-kampus
Transkrip
00:00Saudara kaderan pejabat pemerintah di Arena Kampus dalam acara diskusi kembali mendapat penolakan dari mahasiswa.
00:06Mahasiswa Universitas Mulau Warman menolak Wakil Menteri HAM Mugiyanto dari Arena Kampus
00:11karena materi kuliah umum yang ia sampaikan dinilai tidak sesuai dengan semangat pengusutan pelanggaran HAM.
00:27Mahasiswa yang tergabung dalam badan eksekutif mahasiswa Universitas Mulau Warman, Samarinda, Kalimantan Timur
00:34memprotes kehadiran Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto pada selasa 23 Juni.
00:40Saat itu, wamen HAM Mugiyanto sedang menghadiri acara dialog soal penguatan HAM kepada mahasiswa.
00:46Namun mahasiswa memprotes dan meminta acara diskusi dihentikan.
00:52Mahasiswa juga membawa sejumlah poster bergambarkan sejumlah wajah aktivis yang hilang semasa Orde Baru.
00:59Mahasiswa menilai kehadiran Mugiyanto untuk berbicara tentang HAM dinilai tak sesuai.
01:04Mahasiswa menuntut kepastian hukum dan penuntasan pelanggaran HAM di masa lalu.
01:11Hari ini yang kemudian menjadi sikap kami yalah terkait dengan wamen HAM ini kan satu pengkhianat reformasi ya.
01:19Foto-foto teman-teman yang kemudian ditinggalkan hari ini.
01:22Pantas kemudian berani mempuliahi kami terkait dengan hak asasi manusia.
01:27Itu satu. Dua, revisi undang-undang HAM, apa yang kemudian menjadi persoalan HAM nasional maupun Kaltim juga tadi sudah dibahas.
01:3544.736 lubang tambah, 53 korban lubang tambah.
01:42Hari ini kan persoalan HAM begitu kemudian menjadi persoalan yang krusial, fundamental, dan vital.
01:49Wamen HAM, Mugiyanto merespons tuntutan mahasiswa.
01:53Mugiyanto mengatakan kasus pelanggaran HAM pada tahun 1998 tengah ditangani dan merupakan perintah presiden untuk diselesaikan.
02:02Mugiyanto bilang, Menteri HAM bukan menteri di belakang meja,
02:05melainkan menteri yang harus turun ke lapangan mendengar langsung keluhan masyarakat.
02:10Mahasiswa, adakan-akan aktivis yang datang ke ruangan,
02:13menyampaikan aspirasinya, yang menyebutkan kasus-kasus korban pertambangan,
02:21kasus-kasus aktivis tahun 1998.
02:24Itu adalah persoalan-persoalan yang hari ini kami tangani untuk diselesaikan.
02:29Itu adalah kasus-kasus yang saya perjuangkan sejak 1998 dan saya akan dan sedang perjuangkan sampai hari ini.
02:36Pastikan saya turun, saya berdialog, dan saya tidak pilih-pilih forum.
02:39Saya hadapi semua forum.
02:41Forum yang keras sekalipun, saya datang ke Merauke dengan kawan-kawan Solidaritas Merauke yang menolak PSN saya hadapi.
02:48Karena saya ingin hadapi dalam artian saya mendengar, saya menyerap, saya membersamai mereka berjuang.
02:54Di sini juga seperti itu.
02:56Ini bukan kali pertama, protes mahasiswa berujung pada pengusiran terhadap menteri dan wakil menteri dalam acara di lingkungan kampus.
03:04Sebelumnya, acara diskusi yang dihadiri Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sujadmiko, Menteri ATR BPN Nusron Wahid, dan Wamentan Sudaryono di
03:14Universitas Gajah Mada pada 15 Juni 2026 di UGM,
03:19sempat digeruduk mahasiswa dan berujung pada pengusiran.
03:23Budiman Sujadmiko langsung dievakuasi oleh petugas keamanan kampus,
03:26sementara Nusron dan Sudaryono sempat mencoba berdialog dengan mahasiswa, namun situasi tak kondusif.
03:33Mahasiswa menilai keadiran tiga pejabat pemerintah yang membicarakan soal Pancasila tidak tepat.
03:38Tim Liputan, Kompas TV
03:47Di tengah gelombang aksi unjuk rasa, mahasiswa menolak sejumlah kebijakan pemerintah di sejumlah daerah.
03:52Kehadiran pejabat pemerintah dalam acara-acara diskusi di dalam kampus juga mendapat protes dan penolakan.
03:59Mahasiswa menyebut alasan penolakan untuk berdiskusi dengan pemerintah karena kebijakan yang dianggap tak berpihak kepada rakyat.
04:05Kita bahas bersama dengan Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid dan Pegiat Media Sosial Ade Armando.
04:11Selamat petang Bang Hamid, selamat petang Bang Ade.
04:14Selamat petang.
04:15Selamat petang Ilona.
04:17Ya, coba saya ke Bang Usman dulu. Bang Usman, kita lihat selama dua pekan ini, dalam waktu dekat ini,
04:23sudah ada dua peristiwa penolakan mahasiswa terhadap kehadiran pejabat pemerintah di area kampus.
04:28Pertama di UGM dan kemarin terjadi di Universitas Mula Warman.
04:32Bagaimana kita membaca ini? Apa yang jadi faktor penyebab mahasiswa menolak kehadiran pejabat pemerintah di kampus?
04:40Ya, terima kasih. Kalau kita lihat pemberitaan media di mana sejumlah mahasiswa menjelaskan mengapa mereka menolak,
04:49salah satu alasannya adalah karena mereka tidak lagi percaya kepada pemerintah.
04:54Dan secara khusus mereka meragukan integritas para pejabat pemerintah yang datang ke lokasi acara,
05:02baik itu di Universitas Gajah Mada maupun juga di Universitas Mula Warman.
05:06Bahkan dalam kasus UGM, mereka secara eksplisit menyatakan memiliki rasa muak dan ketidakpercayaan yang tinggi terhadap pemerintah.
05:15Jadi, saya kira itu adalah ungkapan-ungkapan ketidakpuasan yang tentu saja sepanjang tidak dilakukan secara kekerasan,
05:24misalnya, haruslah dihormati dan haruslah didengarkan oleh pemerintah dengan cara mengubah kebijakan pemerintah menjadi lebih baik.
05:34Misalnya, menyelesaikan pelanggaran hambarat, misalnya dalam kasus Universitas Mula Warman,
05:40atau dalam kasus UGM, saya kira memperbaiki berbagai kebijakan yang disoroti oleh pemerintah.
05:46Misalnya, perluasan militer di ruang sipil,
05:49atau misalnya masalah ekonomi termasuk juga kooperasi desa, kooperasi kelurahan merah putih yang baru-baru ini justru mengorbankan dua orang
06:01warga masyarakat
06:02karena meninggal dunia di dalam program latihan dasar kemiliteran.
06:07Jadi, saya kira kita membutuhkan pemerintah yang mendengar dan mengubah kebijakannya
06:13kalau memang itu dipandang bermasalah dan telah nyata-nyata menimbulkan masalah jatuhnya korban
06:19atau korupsi seperti dalam kasus makan bergizi gratis
06:24atau sengketa-sengketa lahan dalam kasus pengadaan kooperasi-kooperasi desa
06:28atau pembentukan nelayan-nelayan, kampung, dan lain-lainnya.
06:32Saya kira itu sekiranya ada di dalam tuntutan-tuntutan para mahasiswa yang memang belakangan ini
06:40seperti meningkatkan intensitas dan frekuensinya di dalam memprotes kebijakan pemerintah.
06:48Oke, jadi gambaran dua pengusiran pejabat pemerintah ke kampus ini bukan soal kepribadinya
06:54tetapi gambaran penolakan kebijakan pemerintahan secara keseluruhan kalau kita ringkas ya, Bang Usman ya?
07:02Ya, tentu saja itu termasuk integritas dari menteri-menterinya
07:07seperti yang mereka sampaikan di dalam protes-protes mereka gitu.
07:11Oke, Bang Ade, aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa
07:15penolakan terhadap pejabat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibra Raka Buming Raka
07:19itu karena gambaran ketidakpuasan mahasiswa terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan.
07:25Anda melihat itu?
07:26Iya, itu jelas.
07:28Tapi buat saya ini mengecewakan ya.
07:31Mengecewakan, kenapa?
07:32Ya, membuat banyak pihak barangkali jadinya melihat bahwa mahasiswa ini cuma mau menang sendiri ya.
07:40Jadi gini, ini kan apa yang kita kenal sebagai cancel culture ya.
07:44Jadi kebudayaan untuk meng-cancel orang-orang untuk bicara.
07:47Nah, pertanyaannya adalah apakah pantas gitu ya para pejabat ini yang datang ke sana
07:55dan kemudian belum apa-apa sudah langsung diteriaki, ditolak, tidak disediakan waktu untuk berbicara.
08:04Memang yang kondisi UGM itu menurut saya lebih parah lah ya.
08:09Tapi biar bagaimanapun, sebetulnya ini kan bicara menjadi penting bagi kita dalam era sekarang ini
08:17adanya upaya untuk melakukan komunikasi antara pihak-pihak yang barangkali berbeda pendapat ya.
08:24Kita barangkali di era yang disebut sebagai era media sosial yang penuh kemarahan ini,
08:30seringkali orang tidak berbicara secara rasional.
08:34Orang itu berbicara secara emosional.
08:37Jadi yang di nomor satukan adalah emosi, bukannya rasionya.
08:41Jadi gerakan mahasiswa kemarin nggak rasional ya Bang?
08:45Saya nggak bisa katakan bahwa seluruhnya tidak rasional,
08:48tapi jalan yang mereka pilih itu menurut saya salah.
08:52Harusnya gini, komunikasi itu dua arah harusnya.
08:58Istilah baratnya itu it takes two to tango.
09:01Jadi kalau mau komunikasi, jangan cuma satu orang yang bicara yang lain mendengar.
09:06Harus kedua pihak sama-sama punya kesempatan untuk bicara.
09:10Nah, apa yang terjadi di UGM dan di mana nih?
09:14Kalimantan ya?
09:15Kalimantan ya?
09:17Itu menurut saya mencerminkan ketidaksediaan untuk mendengar orang lain.
09:22Saya mengerti kritik-kritik tersebut adalah kritik-kritik yang valid, yang sah ya.
09:28Walaupun barangkali saya harus pertanyakan apakah lebih penting bicara tentang
09:33apa yang terjadi pada tahun 98 atau yang terjadi saat ini.
09:38Menurut saya kalau mahasiswa mau minta agar wakil menteri itu mendengar
09:43apa yang mereka katakan tentang korban-korban dari penambangan-penambangan yang ada
09:47ya sudah konsentrasi di situ dan ajak bicara secara terhormat ya.
09:52Duduk sama-sama.
09:53Gimana kedua belah pihak bisa mengutarakan pandang-pandangannya secara terbuka.
09:58Tapi kalau belum apa-apa udah langsung ditolak, diusir, menurut saya nggak pantas gitu ya.
10:04Oke, menurut Bang Ade nggak pantas Bang Usman?
10:07Mengecewakan apa yang dilakukan oleh mahasiswa mengusir pejabat dari luar kampus?
10:12Ya, lebih tidak pantas mana aksi mahasiswa seperti itu dengan penangkapan riduan
10:17peserta demonstrasi dalam unjuk rasa Agustus tahun lalu.
10:21Lebih pantas mana protes mahasiswa yang sebenarnya lebih merupakan simbolik.
10:29Suara Bang Usman keputus?
10:32Masih dengar suara saya Bang?
10:34Ya, di sini hingga hari ini.
10:35Lebih banyak, katakanlah, tidak pantas mana dengan pengambilan rahan-lahan masyarakat adat
10:41atau sengketa-sengketa lahan yang dipaksa diambil untuk kepentingan kooperasi desa
10:45atau makan bergizi gratis atau kebijakan pemerintah.
10:48Jadi saya kira kita, kalau kita bukan bagian dari pemerintah,
10:52sebaiknya energi kita diarahkan untuk mempersoalkan kebijakan pemerintah
10:56supaya dia bisa mengarah pada kepentingan umum.
11:02Nah, yang kedua saya mau katakan, ini beda dengan cancel culture.
11:06Cancel culture itu dia menolak atau memboykot seorang figur di publik
11:10untuk figur itu bertanggung jawab atas persoalan etikanya.
11:15Tetapi dalam kasus ini, ia dituntut untuk misalnya menyelesaikan pelanggaran hamrat.
11:20Dalam kasus Mugianto, saya kira sebagai wamen ham,
11:24ia digugat tanggung jawabnya baik sebagai pribadi maupun sebagai pejabat pemerintah.
11:31Jadi saya kira pemerintah dalam hal ini adalah entitas yang abstrak
11:36sebagai institusi yang seharusnya menjalankan kewajiban
11:40untuk misalnya mencari orang-orang yang masih hilang.
11:43Hari ini kita di media sosial dihebohkan oleh keterangan dari seorang jurnalis
11:49namanya Farida, dia menceritakan dalam ungkapan dia yang meminta maaf
11:54kepada orang tuanya Bimo Petrus Anugrah.
11:56Bimo adalah mahasiswa Universitas Air Langga dan Sekolah Tinggi Filsafat Driakara
12:01yang diculik 98 beberapa bulan atau 1-2 bulan setelah ia menulis di harian keupas.
12:09Dan ia menurut Farida, ia setelah dinyatakan meninggal dunia karena dieksepusi
12:16dibawa ke sebuah tu pulau di perairan, kakinya diikat dengan rantai
12:20dan rantainya diikatkan pada bola atau pada coran semen dan kemudian meninggal dunia.
12:26Jadi saya kira wajar kalau ada semacam urgensi dari para mahasiswa ini
12:31apalagi mereka melihatkan poster-poster dari para aktivis yang hilang.
12:36Misalnya Bicukul atau Bimo Anugrah dan lain sebagainya.
12:40Jadi saya kira lebih menggugat tanggung jawab negara dan tanggung jawab pemerintah.
12:45Ada sisi urgensinya katanya Bang Ade, apakah Anda juga tidak melihat bahwa
12:48aksi penolakan dibanding dialog merupakan menandakan krisis kepercayaan
12:53yang tidak selesai seperti disampaikan tadi Bang Usman.
12:55Ada sejumlah tuntutan tapi tidak diselesaikan termasuk soal HAM.
12:58Ya saya setuju bahwa isu-isu yang tadi diangkat oleh Bang Usman itu penting
13:03dan harus disampaikan ya soal hilangnya orang-orang karena aksi demokrasi dia,
13:12pro-demokrasi dia ya penting dibicarakan.
13:14Yang saya ingin katakan adalah ya bicara memang harus berbicara.
13:18Makanya saya katakan tadi dalam komunikasi takes two to tango ya.
13:22Cancel culture tuh bahayanya adalah kita tidak memberi tempat bagi orang untuk bicara.
13:26Tapi disampaikan Bang Usman tadi ini bukan cancel culture Bang?
13:30Enggak, saya...
13:31Enggak, ini mungkin pemahaman Bang Usman beda aja tentang apa itu cancel culture.
13:34Cancel culture tuh dimana orang tidak diberi kesempatan karena dia punya kesalahan
13:39maka dia kemudian kita katakan Anda nggak pantas ngomong di hadapan saya.
13:43Nah ini di baharat pun jadi masalah ya.
13:45Karena gini, kayak kasus si Wamen Kumham ini ya.
13:50Dia datang, dia belum ngomong apa-apa, udah langsung ditolak.
13:54Oke.
13:54Jadi gimana dia...
13:55Kan Anda katakan bahwa tadi dia seharusnya sadar bahwa ada persoalan-persoalan serius nih
14:00dengan penambangan-penambangan di Indonesia.
14:02Atau dengan perlakuan-perlakuan terhadap para aktivis, para mahasiswa yang bergerak untuk memperjuangkan demokrasi.
14:09Ya penting, itu harus disampaikan.
14:10Tapi kan cara menyampaikannya adalah tidak dengan mengusir, lebih baik dicari-cari untuk si wakil menteri ini bisa mendengar apa
14:19yang dikatakan.
14:20Publik bisa mendengar apa yang dikatakan bahwa memang ada seorang aktivis yang tewas begitu saja, hilang begitu saja karena tulisannya
14:28di sebuah harian.
14:29Oke.
14:29Ini kan tidak sama sekali dibicarakan.
14:31Yang bicara itu sekarang Bang Usman Hamid, dan itu bagus.
14:34Tapi harusnya itu disampaikan oleh mahasiswa, tidak dengan cara seperti orang-orang yang tidak memberi kesempatan buat orang lain untuk
14:43bicara, tapi justru.
14:44Baik, kita tunggu nanti bagaimana.
14:47Baik, terima kasih Bang Adi, saya sudah tangkap poinnya, saya juga sudah tangkap poin dari Bang Usman.
14:51Nanti kita lanjutkan lagi.
14:52Terima kasih telah bergabung di Kompas Petang, Abang-Abang.
14:54Terima kasih telah menonton.
Komentar

Dianjurkan